
"Hah... Hah... Hah.... "
Suara napas memburu bersahut-sahutan dari balik bilik kamar mandi. Kaca buram yang mendapat jejak dua tangkup tangan seakan jadi saksi bisu panasnya aktivitas di dalam ruangan. Seorang pria hampir paruh baya dan seorang wanita muda nampak bermain cinta. Meski tidak begitu prima karena usia, lelaki itu tampak sangat menikmati malam bersama gadis muda simpanannya.
Waktu menunjukkan pukul 23:00 WIB. Pesan teks dari kontak bernama "MY WIFE" nampak muncul dari layar gawai pria yang masih sibuk bergulat dengan wanitanya.
"Sayang, hapemu bunyi terus tuh," Ujar gadis yang masih terengah-engah karena dihajar tanpa ampun oleh kekasihnya. Pria itu tampak menoleh sebentar, sebelum menghentikan aktivitasnya. Ia lalu meraih gawainya dan membalas pesan istrinya bahwa ia akan meluncur satu jam kemudian.
Gadis yang sedang bersamanya tampak cemberut karena harus mengakhiri malam panas bersama sugar-dady-nya. Namun, dalam hati ia sebenarnya gembira, karena bisa melanjutkan bercinta dengan kekasih lainnya.
*
"Papa pulang," Seorang pria memasuki kediaman yang begitu megah dan mewah. Gerbang tinggi menjulang di pelataran depan, dijaga oleh beberapa pengawal profesional.
"Selamat datang, Tuan Gaus," sapa seorang pelayan menyambut kedatangannya. Meski tengah malam, masih ada pelayan yang berjaga. Kediaman besar dan mewah itu merupakan milik konglomerat ternama, Keluarga Tanoesoeroyo. Pelayan mereka berjaga sesuai shift dan bertugas melayani tiap majikannya yang terdiri atas 3 keluarga besar, dengan 2 orang lajang. Masing-masing pelayan mendapat majikan yang berbeda, sehingga bisa melayani dengan sangat prima.
"Nyonya dimana?" tanya Gaus memindai sekeliling yang tampak kosong. Padahal, istrinya sudah membuatnya terburu-buru untuk pulang.
"Di kamar, Tuan," jawab pelayan itu sambil mengekor majikannya. Ia bersiap di dekat tuannya supaya dapat dengan mudah melayani keperluannya tanpa jeda.
"Yasudah, kamu tidur saja. Aku tidak perlu apa-apa,"
__ADS_1
"Baik, Tuan,"
Pelayan itu pamit undur diri. Gaus mulai berjalan menaiki tangga menuju sisi barat kediaman untuk sampai di kamar milik keluarganya. Kamar keluarga lebih mirip paviliun karena memang terdapat pintu di dalam kediaman, namun, besarnya setara satu unit rumah yang ada di pasaran.
"Mah?" Gaus mencari istrinya ke sekeliling kamar. Istrinya yang baru selesai mandi dan berdandan, langsung menghambur ke arahnya.
"Pah! Duh, kalo main tuh inget waktu dong... Udah tiga kali seminggu ini, lupa ama istri?" omel nyonya setengah merajuk. Perselingkuhan sudah biasa terjadi di antara rumah tangga para konglomerat. Pernikahan mereka pun tidak dilandasi atas cinta. Asal bisa menyimpan rahasia dan menjaga martabat keluarga besar, selingkuh tidak jadi soal.
"Kenapa sih? Kayaknya penting banget," Gaus merebahkan dirinya ke atas kasur. Pakaian resminya sudah ia lucuti sebelum berbaring dengan nyaman. Penampilan dengan kaus kutang dan celana kolor hanya ia perlihatkan pada istrinya saja, Beverly Riders Tanoesoeroyo, biasa disapa Velly.
"Pah! Ada BIG NEWS! Ini info yang bisa dipercaya loh ya" ujar istrinya membuka percakapan. Gaus melirik ke arahnya dan memintanya untuk langsung ke intinya saja.
"Papa (Presdir) bakalan umumin ahli waris 6 bulan lagi! Kesehatannya memburuk,"
Kali ini, Gaus bangkit dan langsung mengamati istrinya lekat-lekat.
"Eh.. Ya... Itu.. Kata Chris,"
Istrinya menggaruk-garuk wajahnya. Chris adalah selingkuhan nyonya sekaligus adik dari ajudan Presdir. Tentu saja informasinya bisa dipercaya.
"Terus?"
"Ya.. Rebut lah, Pah!" Velly mengompori. Gaus mengernyitkan dahinya. Ada 4 anak Presdir yakni Kakaknya David, Gaus, Celina dan Cathy.
__ADS_1
Jika dirunut sesuai prestasi, Kakak Gaus, David Jhon Tanoesoeroyo, tidak terlalu pandai manajemen seperti dirinya. Keseharian pria berumur 50 tahun itu hanyalah senang-senang saja. Istrinya yang merupakan sosialita elit juga jarang di rumah. Pasangan David-Elijah memang tersohor sebagai selebritas keluarga Tanoesoeroyo, ketimbang pebisnis andal.
Berbeda dengan David yang tukang party, Celina lebih patut diwaspadai. David merupakan anak pertama dan seharusnya menjadi kandidat kuat pewaris, namun karena gaya hidupnya yang sembrono, sudah dipastikan ia akan tereliminasi. Berbeda dengan Celina, anak ketiga, yang sangat cakap mengembangkan sayap kewirausahaan. Di usia muda, Celina bahkan memiliki perusahaan sendiri tanpa bernaung pada Grup Ayahnya.
Cathy, di sisi lain, tidak perlu dikhawatirkan karena ia masih bersekolah di SMA Elit Jakarta. Satu-satunya ABG di keluarga Tanoesoeroyo itu juga tidak berminat menjadi pewaris grup. Ia lebih memilih menjalani hidup glamor seperti kakak pertamanya dan jalan-jalan keliling dunia.
*
"Ada satu cara, Pah... Supaya Celine bisa out!" Velly mengerling pada suaminya yang sedang berpikir keras. Segelas whiskey telah ditenggak habis. Namun, sakit kepalanya tidak kunjung reda.
"Apa idemu?" tanya Gaus kemudian.
"Kawinin dia ama cowo bego, buat Celine jadi ibu rumah tangga. Dah lah, gak akan bisa nyenggol-nyenggol bisnis Presdir lagi!" Velly memberi solusi jitu.
Senyum Gaus mengembang. Cerdas juga istrinya itu. Gaus dan Velly pun mulai melancarkan aksi 'Cari Jodoh' dengan beralibi bahwa usia Celina sudah cukup untuk menikah. Demi keberlangsungan bibit keluarga Tanoesoeroyo, gadis lajang pertama dalam keluarga harus bersuamikan pengusaha kaya. Tentu saja hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak.
Selama berbulan-bulan Gaus dan Velly merayu presdir dan nyonya besar, yang merupakan orang tua mereka. Meski awalnya, ditolak, namun, lambat-laun, pencucian otak pasangan licik itu berhasil. Banyaknya pertemuan sosialita dan pembahasan soal masa depan konglomerasi di Indonesia menjadi ajang populer terkini di kalangan keluarga kelas A.
Maraknya episode kawin-lari dan juga pemberontakan pewaris konglomerat membuat prihatin para nyonya besar. Perjodohan anak-anak konglomerat merupakan pengaman aset masa depan keluarga. Lebih baik menikahkan anak pada keluarga yang sama-sama kaya, daripada anaknya hanya dimanfaatkan oleh pasangannya, lalu dicerai dan harta dibagi jadi dua. Cinta bisa tumbuh, namun, kesempatan hanya ada sekali saja.
"Iya loh, Anak perempuan sepupuku gitu. Nikah cuma sebulan, habis itu cerai minta gono-gini. Nggak beres banget otaknya si laki. Nggak malu!" seloroh seorang nyonya besar dari keluarga Gunadharma yang memiliki Tambang Nikel terbesar di Indonesia.
Para nyonya besar lainnya hanya bisa menghela nafas panjang. Setelah bermusyawarah, para keluarga kelas A di perkumpulan tersebut saling berikrar untuk menjodohkan anak-anak mereka.
__ADS_1
Gaus dan Velly sebagai penyelenggara pesta tentu senang dan bersulang. Anjing lapar dan rakus memang mudah untuk memakan umpan. Gaus dan Velly tertawa dalam hati, mengetahui rencana mereka berlangsung tanpa hambatan.
Ada beberapa kandidat yang dipilih sendiri oleh Velly berdasarkan sifat, karakter, IQ dan status sosial. Tentu saja, ia memprioritaskan calon suami yang bodoh namun kaya, sehingga Celina tidak akan mendapat partner untuk mengembangkan bisnis apapun. Tujuan, mereka adalah membuang Celina ke keluarga suami sehingga melupakan suksesi ahli waris keluarga. Perang prestasi dengan Celina secara adil hanya akan memperlambat rencana Gaus dan Velly untuk menguasai kekayaan Grup Tanoesoeroyo.