PREMAN CEO

PREMAN CEO
Wanita Misterius


__ADS_3

Chris memacu mobilnya menuju ke arah Tol Semangka, sebuah tol dalam kota yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Velly tampak mengecek lokasi keberadaan ibunya yang dikirimkan lewat pesan aplikasi.


"Lurus aja, terus belok ke kanan, ambil lajur kiri ya.... " Velly menavigasi laju mobil Chris. Mobil mereka terpacu kencang, sekitar 100 km/jam. Di atas jalan raya, ada banyak tiang besar yang sudah terpasang kamera pengintai (CCTV) untuk merekam kecepatan mobil secara akurat. Mobil-mobil yang melintas tak boleh lebih dari 100 km/jam. Polisi lalu-lintas menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka. Kamera pengintai terhubung ke pos penjagaan terdekat, sehingga polisi lalu-lintas dapat dengan mudah menindak kendaraan yang melakukan pelanggaran.


Chris lalu berbelok ke kanan dan mengambil lajur kiri untuk memasuki Tol Dalam Kota Semangka. Lampu sein mobilnya menyala berkedip-kedip, namun ada satu mobil di belakangnya yang menyalip sebelum Chris melempar haluan ke kiri.


"SETAAAN!!!" umpatnya kesal, Velly terjingkat dan ikut menyumpahi pengendara ugal-ugalan yang sudah ada di depan mereka karena menyalip dari arah kiri.


"EH DASAR ANJING, KALO MAU NYALIP DARI KANAN, GOBLOK!!" Maki Velly sambil berteriak-teriak. Chris menepuk pundaknya dan menyuruhnya untuk tenang. Percuma saja mengumpat dengan kaca mobil tertutup, tak terdengar pelaku, malah bikin si sopir jantungan dan budeg mendadak.


"Sorry.... " ujar Velly kemudian, ia lalu fokus kembali untuk mengecek lokasi terkini tempat ibunya berada. Diketuk-ketuknya gawai Velly karena sinyal GSM di dalam tol tiba-tiba menghilang.


"Waduh, no connection, gimana nih... " Velly panik. Mereka sudah berada di dalam tol yang terhubung dengan hutan rimbun di seberang. Ibunya bilang ia baru menemukan peradaban setelah hilang di dalam hutan, sepertinya, ia berada di dekat sini.


Mobil Chris meluncur agak pelan, mereka tampak memindai pandangan ke kanan dan kiri untuk mengecek apakah ada seorang wanita yang tiba-tiba berada di dalam tol.


Tak jauh dari mobil mereka, tampak seorang wanita sedang berjalan tertatih-tatih di pinggir jalan.


"Vel... Itu ada kaos kuning-kuning, ibumu kah?" Tanya Chris, velly mengangkat bahunya.


"Mana kutahu, ayo kita cek.... " ujarnya kemudian. Chris pun memacu mobilnya mendekat ke arah wanita tersebut, belum sampai berhenti, suara sirine meraung-raung dari arah belakang.


Dengan cepat, petugas jalan tol menangkap dan mengamankan wanita berkaos kuning yang tersesat di dalam tol. Petugas langsung membawa wanita itu ke dinas sosial terdekat. Meski wanita itu meronta-ronta, petugas tetap memaksanya untuk masuk ke mobil berbak terbuka dengan kursi berjajar kanan-kiri milik mereka.


"Chris!! Ayo kejar!!!" perintah Velly yang setengah yakin jalo wanita yang dibawa petugas tol itu adalah ibunya.


"Ya... Ya.... " Chris mengejar mobil petugas yang ada di depan mereka dengan agak mengebut agar tak kehilangan jejaknya.

__ADS_1


*


Sudah dua hari Ken dirawat di ruang HCU RSPH, Hari ini, Ken sudah boleh pindah ke kamar VVIP yang ada di lantai 10. Ken sebetulnya ingin pulang karena sudah merasa baik-baik saja, namun Celine melarang. Ia lalu mengalah dan setuju untuk dirawat maksimal dua hari lagi. Ken beralasan bahwa ia ingin segera kembali bekerja.


"Ken, aku tinggal sebentar ya," Celine yang baru selesai menyuapi suaminya itu pamit sebentar untuk menemui tamu. Celine selalu didatangi tamu lelaki pada jam 10 pagi. Ken mengenali pria itu, sekretaris Celine yang bernama Jeff Gregory. Wajahnya lumayan tampan kebarat-baratan. Beberapa perawat sempat berbisik-bisik ketika mengganti infus Ken, mereka berkata bahwa Jeff sekilas mirip Richard Kyle yang pernah berpacaran dengan Jessica Iskandar.


Mendegar hal itu, wajah Ken merengut. Ia tak setuju meski hanya bergumam dalam hati, Jeff tidak setampan itu. Darahnya mendidih jika mengingat obrolan perawat yang tak bermutu itu. Ken jadi selalu merasa kesal dengan kedatangan Jeff ke kamarnya.


Ken meminta perawat untuk mengambilkan ponselnya yang ada di loker. Ketika berada di ruang HCU, Ken sama sekali tak diperbolehkan untuk menggunakan peralatan elektronik. Berbeda dengan ruang HCU, di kamar VVIP, pasien sudah dinyatakan stabil dan bisa beraktivitas seperti biasa, meski tak boleh berlebihan.


Ken mulai memeriksa gawainya. Ada banyak panggilan tak terjawab dan pesan terkirim. Ia mulai menghubungi pengirim pesan satu per satu dan memberi kabar tentang keadaannya.


TUUUTTT....


Ken memanggil ponsel Virza, ajudannya. Virza mengangkat telepon dan melaporkan situasi KSP pada Bos Ken.


<"Bos! Bos sudah sehat?"> belum sempat menjawab pertanyaan Ken, Virza tampak lebih mengkhawatirkan keadaan bosnya.


<"Iyah, gue udah gak papa. Cuma kegores dikit,"> canda Ken yang masih dalam masa pemulihan pasca-operasi.


<"Kegores gimana sih, Bos. Ya Tuhan! Revaldo sudah cerita ke kami semua soal waktu itu, gila bener... Bos emang yang paling TOP!">


Ken terkekeh. <"Trus, gimana anak-anak?">


<"Sudah aman, Bos.">


<"Trus, yang ronde kedua?"> Tanya Ken merujuk pada misi balas dendam ketika Ken dan beberapa anak buahnya membakar hangus markas Black Venom beberapa hari lalu.

__ADS_1


<"Aman juga, Bos. Nggak ada jejak ke kita. Semua sesuai rencana. Anak-anak BV juga udah ampun gamau ngusik kita lagi,"> Jelas Virza bersemangat. Ken merasa bersyukur bahwa tidak ada gangguan yang terjadi setelah insiden dengan Black Venom itu.


<"Yaudah, nanti gue hubungi lagi. Jaga KSP ya, Vir. Gue percayain sama Loe,"> pesan Ken. Virza menyahuti menyanggupi tugasnya selama ini dan berharap Bos Ken bisa bekerja kembali seperti sedia kala.


Ken menutup telepon, namun, tak berselang lama, ada panggilan masuk.


<"Halo, iya pak?"> Ken mengangkat panggilan pria yang sudah meneleponnya berulang kali sejak beberapa hari yang lalu.


<"MASSSSS'EEEE... HAMBOKYOOOO NDANG MASUK KERJA MASSSS'EEEE"> Teriakan Pak Dharmawan memekakkan telinga Ken. Ia pun menjauhkan gawainya supaya tak terdengar seperti gemuruh petir di siang hari.


<"Iyaa.. Iya... Pak.. Maaf... Ini saya masih sakit,">


<"Lho.. sakit opo tho, Mass'e?">


<"Nggak parah kok, cuma kegores. Lusa saya masuk ya, Pak!">


<"Okeey.. Okeey.. Bener yhaa.. yowis.. semoga lekas sehat,"> Pak Dharmawan menutup teleponnya.


Ken menghela nafas lega. Ia pun meminta perawat untuk menyimpan kembali gawainya di loker agar tak mengganggu waktu istirahatnya. Perawat itu pun mengangguk dan menerima gawai Ken lalu menyimpannya di loker yang terletak di pos jaga perawat, tepat di depan kamarnya.


Tak berselang lama, seseorang tiba-tiba menerobos masuk ke kamar Ken dan langsung memeluknya. Pelukannya begitu erat dan intens. Wanita itu juga tampak menangis. Ken sangat terkejut!


Celine yang baru kembali dari meeting pagi bersama Jeff tak kalah kaget. Ia terperanjat sampai tak bisa berkata-kata. Siapa wanita yang berani-berani memeluk suaminya di depan mata kepalanya sendiri?


...****************...


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2