PREMAN CEO

PREMAN CEO
Diculik Alien


__ADS_3

<"BREAKING NEWS!">


<"Telah terjadi kebakaran di Gedung Tua di bilangan Jakarta Timur, tadi malam. 40 orang terluka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, polisi menyimpulkan telah terjadi perkelahian akibat mabuk. Sumber kebakaran dari korsleting listrik yang ada di salah satu ruangan...... ">


"SIALLL!! AAARRRRGGGHHHH!!!!!"


Velly membanting remote control televisi yang sedang dipegangnya. Kuku telunjuknya nampak terkikis dan menjadi semakin tajam akibat gigitannya.


"KOK BISA SIH MEREKA BERANTEM HABIS MABOK?? GIMANA INI PAHHHH.... BISA GAGAL RENCANA KITA!!!" Teriaknya frustasi sambil menyorot tajam suaminya yang sedang pusing karena Markas Besar Black Venom telah hancur. Velly belum mengetahui bahwa telah terjadi penyergapan semalam di tempat ibunya. Berita di TV tentu saja settingan dari pihak Ken supaya masalah tidak semakin besar.


"PAH?!! RESPON DONG! JANGAN KICEP AJA!!" Desak Velly pada suaminya yang terlihat biasa saja, padahal sedang terjadi sesuatu yang gawat.


"Diam!! Biar papa mikir dulu," ujar Gaus sambil memijit keningnya. Pria itu juga sedang tidak baik-baik saja. Ia tahu pasti bahwa Black Venom merupakan salah satu pundi-pundi modal terbesar untuk pencalonan walikotanya. Dengan adanya insiden seperti ini, tentu sokongan dana akan terhambat. Black Venom kini jadi tak bisa diharapkan.


Gaus lalu mencoba mencari nama dari daftar kontak di ponselnya. Lima menit berlalu, namun, semua kontak rasanya sudah pernah dihubungi untuk dimintai bantuan. Sialnya, kesemuanya pun menolak karena tidak tertarik bergabung dalam intrik politik.


"Gimana, Pah? Harus gimana dong kita???" Velly tak sabar dengan respon dari suaminya yang tanpa gerakan pasti.


"Udahlah! Tidur dulu! Udah malem! Besok papa akan coba cari cara," tukasnya, kemudian merebahkan dirinya dengan kesal di atas kasur.


"Huh!! Selalu deh! Nunda-nunda aja!!" sahut Velly kesal. Ia masih bersungut-sungut dan tak bisa diam. Velly kemudian memulas bibirnya dan memakai mantel kesayangannya. Ia tampak berjalan ke luar kamar dan membiarkan Gaus tidur sendirian. Velly memilih untuk keluar dari rumah dan mencari ketenangan di tempat lain. Melihat Gaus hanya bisa merengut dan tidur membuat suasana hatinya semakin buruk.


*


BLITZ


BLITZ

__ADS_1


BLITZ


Sorot lampu di atas kepala Ken terasa menyilaukan. Langit-langit putih dan bau desinfektan menguar dari penjuru ruangan. Penglihatan Ken masih samar dan belum sempurna akibat efek bius total. Setelah semalaman berada di kamar operasi, Ken akhirnya dapat dipindahkan ke ruang High Care Unit (HCU), dan dalam pengawasan ketat oleh tim dokter Rumah Sakit Persahabatan Hati.


Sudah sehari semalam Ken tidak sadarkan diri, lambat tapi pasti, Ken membuka kedua matanya. Dua hal yang dilihat pertama kali ketika membuka mata adalah sorot lampu tajam di langit-langit dan untaian rambut wanita yang menggelitik di sebelahnya.


Ken masih belum memahami keberadaannya. Ia merasa berada di dunia yang berbeda. Ingatannya tak jelas. Hal terakhir yang masih terbayang adalah ketika Ken berada di apartemen Chiko. Ia tak ingat sudah pindah tempat, bahkan di ruang serba putih seperti ini.


Pelan-pelan, jemari Ken mulai bergerak satu per satu. Tubuhnya terasa berat namun sukmanya seakan terbang. Situasi yang sangat membingungkan bagi seseorang yang baru saja siuman dari bius total.


"Ken?"


Wanita di sebelah Ken mendongakkan wajah setelah tersentuh oleh dinginnya telunjuk Ken yang mulai digerakkan. Rupanya, wanita itu adalah seseorang yang sangat dikenal oleh Ken, istrinya.


Ken masih belum bisa berbicara dengan lantang. Ia mendesis ketika hendak mengatakan sesuatu. Celine mendekatkan telinganya supaya dapat mendengar perkataan Ken dengan jelas.


Celine masih tak paham. Ia makin menempelkan telinga di bibir Ken yang mulai merona karena suhu tubuh makin stabil. Awalnya, bibir dan ujung jarinya membiru karena kurang-lancarnya aliran darah.


Ken mengulum bibirnya yang seakan mencium telinga Celine. Istrinya itu juga tergelitik dan menjauhkan diri. Rupanya, Kem sedang mencari Chiko.


"Maaf, aku bawa kamu ke sini.... Karena kuatir. Chiko ada di rumahnya. Untunglah, perawatan dari Chiko sangat baik. Jadi, kemarin cuma penuntasan aja biar lukanya segera sembuh," jelas Celine sambil mengelus tangan suaminya dengan lembut. Ken tersenyum dan mulai bisa berbicara dengan baik.


"Ba... Ji... Ngan... Si... Chi.. Ko.... " umpatnya. Celine tertawa.


"Jangan membenci Chiko! Aku yang maksa!" ujar Celine membela tetangganya.


Ketika Celine mendapati suaminya sekarat, ia sangat terpukul. Belum pernah Celine menyaksikan orang terdekatnya bersimbah darah seperti Ken. Dengan sigap, Celine menelepon ambulans dari rumah sakit keluarganya. Ia diberi pesan oleh Chiko supaya bisa merahasiakan insiden ini agar tak menjadi kasus besar.

__ADS_1


Chiko berbohong pada Celine bahwa Ken baru saja ditembak maling yang terlihat kabur dari rumah mereka. Tentu saja Celine berniat melaporkan penembakan ini ke polisi namun dicegah oleh Chiko. Ia bersikeras bahwa nanti Ken juga akan ditangkap karena Malingnya juga kena bacok. Akhirnya, Celine mengurungkan niatnya dan fokus merawat luka suaminya.


*


<"Mamah dimana?">


Suara Velly terdengar bergetar di telepon. Ia marah sekaligus bingung. Namun, ibunya tak kunjung menjawab panggilannya. Chris yang ada di sampingnya mencoba menenangkan Velly namun tak berhasil. Pria itu lalu memciumi punggung Velly yang terbuka, tapi malah ditepis olehnya. Velly sedang tak ingin bercinta.


<"Maaf, Nyonya. Madam belum bisa dihubungi,"> jawab ajudan ibunya dengan suara pelan. Ia baru saja bangun dari pingsannya dan saat ini sedang berada di ranjang rumah sakit. Begitu siuman, ia langsung menyalakan ponselnya dan, secara tak sengaja, Velly meneleponnya setelah 3x panggilannya tak mendapat jawaban.


<"Kalian emang pada goblok ya?! Bisa-bisanya berantem ampe bikin ancur gedung!!!!"> Maki Velly dengan amarah berkobar. Ajudan Madam diam seribu bahasa, ingin menjelaskan namun takut malah makin runyam.


<"Bukan begitu, Nyonya. Ada sesuatu.... "> tukasnya. Namun Velly tak mau tahu. Ia sedang mencari ibunya dan meminta penjelasan soal rencana permodalan pilwalkot.


Sudah dua hari panggilan Velly tak dijawab ibunya. Kali ini, panggilan tersambung dengan baik.


<"HALO?? Mamah??? Mamah kemana aja sih!! Mamah lagi dimana? Ih! Sebel banget susah dihubungin!!!"> Velly merajuk dan kesal atas sikap ibunya. Perempuan penguasa Black Venom itu pun murka mendengar ocehan tantrum Velly yang terbilang bukan anak kecil lagi itu.


<"Eh anak goblok!!! Gua lagi pingsan, nyasar, dibuang di hutan, baru kali ini nemu sinyal, malah diomelin!! Emang Anak Dajjal Lu Ye!"> maki Madam bersungut-sungut. Velly kebingungan.


<"Eh.. Mamah? Mamah kenapa?">


<"Eh, Goblok! Jemput gua di Tol Semangka!!! Huweeeee Huweeeee..... Gue laperrr, begooooo!!!"> Madam frustasi dan akhirnya menangis. Velly panik dan langsung menyuruh Chris untuk berpakaian dan mengantarkannya ke Jalan Tol Semangka. Ibunya rupanya baru saja diculik alien!


...****************...


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2