PREMAN CEO

PREMAN CEO
Bisnis Rahasia Ken


__ADS_3

Ken memiliki bisnis rahasia semenjak diungsikan ke Kanada. Insiden kelab malam yang membuat hidupnya berubah 180° tentu tak dilepaskannya begitu saja. Ia jadi menyewa detektif swasta untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun, hasilnya nihil. Ekor terpotong, tak diketahui siapa sumbernya. Ken yang menolak untuk menyerah, akhirnya mengakuisisi sebuah koperasi yang sudah bangkrut.


Melalui mafia data yang dikenalnya lewat deep web di internet, Ken mulai mengganti-ganti identitasnya agar bebas keluar-masuk Indonesia. Pertemuannua dengan Kak Hilda bukanlah kali pertama Ken menginjakkan kaki di tanah air. Ken sudah sering bolak-balik kemari dengan nama dan pekerjaan yang berbeda. Tujuan utamanya sudah jelas, untuk berbisnis ilegal dan mengembalikan nama baiknya yang telah tercemar. Satu petunjuk pasti hanyalah, Ferdi, sepupunya, memiliki kaitan erat dengan kasus yang menjebaknya 10 tahun silam. Ken tak lagi mempercayai Ferdi. Ironisnya, Ferdi malah menjadi ajudan ayahnya dalam setahun terakhir, menggantikan Pak Albert yang telah pensiun.


*


Bisnis rahasia Ken berpusat di pasar gelap ibu kota. Setelah mengakuisksi koperasi bangkrut sebagai induk samaran, ia mulai bergerak menjelajahi aliran dana gelap di bawah temaram lampu metropolitan. Hanya orang naif yang percaya bahwa dunia bisnis berisi hal-hal bersih saja. Ken sudah tak percaya. Pengkhianatan yang berujung pengusiran membuatnya tersadar, bahwa, memiliki 'pegangan' akan jauh lebih baik daripada hanya bersandar pada bisnis ayahnya saja. Ken rela menghabiskan tabungannya untuk bertaruh di pasar kripto, yang, secara ajaib, melipatgandakan kekayaannya menjadi 100x lipat. Tanpa bantuan ayahnya, bisnis ilegal Ken bisa jadi sukses besar dengan gelontoran dana maksimal.


KOPERASI SIMPAN-PINJAM (KSP) AMANAH.


Begitu bunyi papan nama di bangunan tua yang sudah lapuk itu.


Tentu saja bisnis simpan-pinjam tetap berjalan, hanya di pagi hari, dengan karyawan dua orang sebagai syarat berjalannya suatu unit usaha. KSP itu baru ramai orang jika malam sudah datang. Ada 1 unit Elf yang akan mengantar para peminjam untuk diarahkan ke tempat rahasia, setelah berkumpul di pelataran koperasi. KSP sesi malam dapat mengabulkan permintaan pinjamam hingga ratusan juta, melebihi limit koperasi kebanyakan. Dengan bunga rendah, dan jaminan seadanya. Tentu saja hal ini menarik minat banyak orang.


Pelan tapi pasti, bisnis KSP milik Ken sukses besar. Siapa yang menyangka usaha kecil itu kemudian menjadi sangat terkenal. Ternyata, masyarakat Indonesia gemar berhutang. Dengan bunga rendah, tentu Ken menguasai pasar simpan-pinjam dengan cepat. Hal ini mengusik mafia utang yang sudah sejak lama berkecimpung di dunia renten. Inilah saatnya. Ken memberi umpan anjing kelaparan untuk menyerangnya. Koperasi kecil yang telah memiliki cabang di mana-mana itu kemudian menjadi target penghabisan rentenir yang tak terima karena pasarnya telah diambil alih.


Satu,


Dua,

__ADS_1


Tiga,


Preman renten tumbang.


Anak buah Ken menghabisi mereka satu per satu secara pelan dan kasar. Sesuai dengan apa yang pernah mereka perbuat jika ada debitur yang telat bayar setoran hutang. Kali ini, mereka bisa merasakan pahitnya darah segar, dan perihnya luka tusuk di area vital. Tentu saja, tidak ada yang terbangun lagi. Pecundang sudah ditentukan.


*


Ken tak hanya membeli koperasi bangkrut dan menyulapnya menjadi bank kredit berjalan. Ia juga memiliki pengawal khusus yang berisikan para preman tobat. Secara berkala, Ken melatih anak buahnya bela diri, dengan pelatih profesional, terkadang dilatih secara pribadi sebagai Master Boxing yang telah pensiun.


Para preman bayaran itu jadi pengawal setia Ken karena utang budi mereka yang besar. Bos Ken telah menyelamatkan mereka dari cengrakaman mafia judi yang menyebabkan para preman berhutang sangat banyak. Bagi Ken, kebaikan ini tentu bukan tanpa pamrih. Ia sudah memperhitungkan untuk investasi talent agar posisinya di dunia gelap semakin aman.


*


Balas Ken ketika sampai di apartemen. Ia dan Lina telah berpisah ke unit masing-masing. Rupanya, rumah mereka hanya beda satu lantai. Ken di lantai 7, Lina di Lantai 6. Mereka pun telah bertukar nomor telepon, sehingga memudahkan komunikasi. Sedari tadi, senyum Ken mengembang. Nyeri bekas luka tusuk sudah tak terasa, yang ada hanya kupu-kupu kecil yang menggelitik sekujur tubuhnya jika mengingat gadis bernama CELINA.


DRRRRRRTTTTTT


Gawai Ken berbunyi lagi.

__ADS_1



Ken menepuk jidatnya. Agak lain memang respon yang diterima jika berhubungan dengan preman. Mereka yang lebih takut lapar ketimbang takut mati, tentu saja menganggap bikin kerusuhan di polsek demi membebaskan Bosnya adalah hal kecil.



Balas Ken cepat. Ia tak ingin anak buahnya tiba-tiba menggeruduk polsek dekat apartemennya.


"Eh, Bre. Kemana aja, Lo?" Chiko yang mendapati Ken baru masuk apartemen bertanya-tanya. Padahal, jelas, tadi ia sudah berpesan supaya Ken tetap berada di rumah. Chiko mengkhawatirkan luka bekas tusuk Ken terkena infeksi, jika beraktivitas terlalu berat.


"Hadeh... Panjang ceritanya, Bre," Ken menghela nafas panjang. Setelah membersihkan diri dan menenggak air putih. Ia kemudian mulai bercerita pada Chiko.


Chiko rasanya ingin menjitak kepala sahabatnya yang selalu bikin masalah itu. Pantas saja Presdir dibuat pusing. Ada saja insiden aneh yang terjadi di sekitarnya.


"Tapi nggak lupa minum obatnya, Kan?" tanya Chiko yang dijawab cengiran dari Ken.


"Iya, lah... Lupa..."


Kali ini, kepalanya tidak bisa lolos dari jitakan Pak Dokter. Chiko kemudian memanaskan spaghetti yang dibelinya sepulang kerja, dan menyiapkan obat antibiotik Ken di sebelahnya.

__ADS_1


"Enak banget, kek punya binik," Seloroh Ken.


Chiko bergidik, "Ihh... Najis.... "


__ADS_2