PREMAN CEO

PREMAN CEO
Bersusah-susah Kemudian


__ADS_3


"Halo, Guys. Gua Dito Narendra. Kalian nggak akan kenal gua, tapi kalian bakal kenal kakak gua. Dia adalah Shayna. Mungkin kalian nggak ingat dia siapa. Tapi gua kasih tau ya, dia adalah korban pembunuhan konglomerat di Club X. Nih ya gua sematkan beritanya, cekidot."


Seorang remaja tampak berbicara dengan sangat lancar di sebuah vlog yutup.


"Nah, rupanya gaes... Pembunuhan ini tuh disengaja. Memang. Tapi.. Ini dia kebenarannya,"


Remaja itu kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke sebuah tembok yang tersorot proyektor. Tak lama, seorang gadis tampak berbicara dengan lantang di sana.


"Hi, Dek! Pakabar, Lo? Sehat kan?" tanyanya lalu setetes air mata mulai menitik di kedua pipinya.


Srot!


Gadis itu mengelap ingusnya yang mendesak keluar bersama air mata.


"Dek.Maafin kakak ya, kakak bener-bener nggak ada rencana buat jadi kayak gini. Utang bapak ketutup karena kakak ngutang ke rentenir namanya Black Venom. Gali lobang tutup lobang. Tapi, kakak nggak kuat. Tiap bulan bunganya nambah terus sampe-sampe bengkak jadi 300 juta. Kakak ngga ada uang segitu, Dek Padahal kita cuma minjem 100 juta. Akhirnya..... "


Hiks..


Hiks..


Hiks...


Kali ini, airmatanya tumpah ruah. Ia agak berat untuk menceritakan cara pelunasan hutang yang direncanakan oleh rentenir untuknya.


"Maaf, Dek. Kakak harus mati. Itu juga harus tampak seperti upays pembunuhan oleh pewaris grup Tang. Kamu cek ya, kalo kakak sudah mati, utang kita beneran lunas nggak? Kakak baru cari tahu rupanya Grup Tang lagi saingan tender sama Grup Tanoesoeroyo. Pasti mereka orang dibalik Black Venom. Kamu cek ya, Dek. Kakak bikin video ini sebagai asuransi kematian kakak. Setelah kamu nonton video ini, pasti kakak sudah ada di alam baka. Buat pewaris grup Tang, maaf ya. Kalo nggak memfitnah kamu, utang kami nggak akan lunas. Semoga kamu nggak dendam. Buat adekku, maaf dan terima kasih. Tolong jaga mama. Jangan benci kakak ya, Dek,"


Tut.


Video tersebut berakhir begitu saja. Dito tampak melepas kacamatanya dan menangis terisak sebentar.


"Ehem. Jadi gitu, guys. Kakak gue mati sia-sia, karena selama ini kami masih harus bayar utang. Gua jadi sangat marah pada pewaris grup Tang yang udah bikin hidup kami sengsara. Selama ini, dia terkenal sebagai pembunuh gadis di club X, kan? Dan keberadaannya antah berantah. Selama 10 tahun ini gua menyimpan dendam padanya, rupanya, dendam gua salah arah. Lo tau? Grup Tanoesoeroyo? Iya, Gaus itu anaknya. Dia lagi nyalon walikota. JANGAN PILIH! DIA ITU BIBIT-BIBIT KORUPTOR! Grup Tanoesoeroyo dalang dibalik kematian kakak gua! Usut tuntas!"


Klik.

__ADS_1


Video yutup berjudul "GAUS KORUPTOR, JANGAN PILIH DIA" sedang viral di media sosial. Tuiter ramai dengan tagar #saveDito #Justice4Shayna #BoikotGaus #TanoeKiller #UsutTolSumatera dll. Presdir Grup Tanoesoeroyo kebingungan dengan dampak yang terjadi akibat video tersebut. Ia memerintahkan Chris untuk mencari tahu duduk permasalahannya.


*



"Jangan pilih koruptor!"


"Jangan pilih koruptor!"


"Jangan pilih koruptor!"


Gaus panik setelah menyetel video yang disodorkan oleh kepala kampanye. Bagaimana rencananya bisa meleset?


CEPROT!


CEPROT!


CEPROT!


"Pak Gaus? Benarkah video itu? Mohon komentarnya!" Wartawan yang sedari tadi mewawancarainya tak ingin melewatkan momen. Is merangsek diantara para pengawal di tengah kekacauan yang terjadi.


"Jangan pilih koruptor!"


"Jangan pilih koruptor!"


"Jangan pilih koruptor!"


PRAKKK!


Kamera sang wartawan pecah tersenggol kerumunan. Ia bahkan gagal mewawancarai Gaus dan harus pulang dengan tangan kosong.


"Siaal!!"


Di sisi lain, Gaus dan Velly sudah dievakuasi ke dalam mobil dan langsung meninggalkan kekacauan yang ada di Pasar Tanah Merah.

__ADS_1


Sudah bisa dipastikan, keesokan harinya, elektabilitas Gaus akan langsung anjlok berikut harga saham Grup Tanoesoeroyo.


"Vel!! Vel!!! Kok ada video gitu? Cari anak itu, Vel!" perintah Gaus yang sedang membersihkan diri dari selai tomat busuk di seluruh wajahnya.


"I.. Iya.. Iya.. Sabarr.... " Velly mencoba menelepon ibunya. Namun ibunya juga sedang sakit kepala. Anak buah Black Venom sudah mencari sumber video itu sejak tadi pagi, namun nihil. Bahkan alamat ip nya dari luar negri. Sepertinya, anak itu sedang bersembunyi di tempat rahasia.


*



Dito berhasil pulang dengan selamat dari Dark Cell bahkan diantar langsung oleh ajudan Hilda. Tentu saja Dito sudah dalam keadaan bersih dan tanpa cela agar ibunya tidak khawatir. Romy memberinya ponsel baru, dan juga sebuah tautan video yang dikirim oleh Ken, sesuai janji pria itu sebelum meninggalkan Dito. Romy juga memberinya segenggam uang senilai 400 juta sebagai ungkapan bela sungkawa atas kematian kakaknya. Dito juga tak perlu mencemaskan hutang piutang yang ditinggalkan kakaknya karena sudah diurus oleh Ken. Romy menyampaikan pesan adik bosnya itu dengan baik. Ken berharap uang itu dapat digunakan sebagai modal usaha dan beli rumah kecil-kecilan agar tidak perlu menyewa lagi. Dito terduduk lemas. Ia menangis dan berterima kasih pada Romy, dan ia ingin Romy menyampaikannya pada Ken. Dito menyesal karena ia sudah gelap mata. Dito akan menebus kesalahannya dengan mengikuti rencana Ken untuk memulihkan nama baiknya.


Dito dan ibunya lalu meninggalkan Depok dan pindah sementara ke Pulau Sembunyi. Mereka akan aman di sana dari teror dan intimidasi yang mungkin terjadi setelah perilisan video yutup itu. Pulau Sembunyi dijaga ketat oleh pengawal Ken selama 24 jam, bahkan beberapa orang pengawalnya adalah mantan anggota pasukan khusus yang terlatih di medan perang. Ken sengaja berinvestasi di bidang keamanan karena memang semua hal terasa tak berguna jika pemiliknya meninggal dunia. Keamanan adalah prioritas.


*



Hari kedua Celina dan Ken berada di Pulau Sembunyi. Mereka menikmati waktu bersama di sana, namun, Ken harus membantu pemilik rumah untuk bersih-bersih di halaman agar tak terlalu membebani. Celina menyetujuinya. Ken pun akan meninggalkan istrinya untuk bekerja setiap pagi. Celina menawarkan diri untuk membantu di dapur, namun tak diperbolehkan, karena ia harus memulihkan diri dan segera mencopot penyangga lehernya.


Kerja bersih-bersih halaman hanyalah alasan Ken supaya punya waktu pribadi. Ia akan menyusun rencana pembalasan dendamnya di sebuah ruang rapat rahasia bersama Virza dan juga Dito.


"Permisi, ini foto siapa, ya? Kok mirip suami saya?" tanya Celina yang tiba-tiba sudah berada di ruang keluarga di lantai dua. Seorang pelayan yang sedang bersih-bersih, terkesiap. Ia kaget dengan kehadiran Celina di ruangan yang sedang dibersihkannya.


"Nyonya, anda dilarang kemari," ujarnya dan langsung menarik Celina agar meninggalkan ruangan tersebut.


"Maaf, aku tadi bosan, jadi ingin berhalan-jalan," jelasnya.


"I..Itu adalah ruangan berhantu!" katanya menakuti Celina. Wanita itu merasa sangsi. Celina merasa ada yang tidak beres dengan mansion ini.


...****************...


...bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2