PREMAN CEO

PREMAN CEO
Destinée (2)


__ADS_3

Ruangan serba putih menjadi saksi bisu kebingungan yang dirasakan oleh Ken dan Celina-- meski di negara yang berbeda. Dua sejoli itu kini berpisah jalan. Celina masih saja di rumah sakit yang sama, seperti pada hari pertama menjadi korban kecelakaan. Namun, berbeda dengan Ken. Ia kini sudah ada di negara yang berbeda. Ken telah diboyong oleh keluarganya ke Kanada.


"Akkh... Kepalaku... Dimana aku? Siapa kalian?" tanya Celina dengan dahi mengernyit dan pandangan kabur karena tidak bisa melihat dengan jelas. Kepalanya juga sangat sakit dan seluruh tubuhnya tidak dapat digerakkan.


"Kakak... Tenanglah, aku adikmu," jawab Cathy sambil memegang kedua tangannya yang membatu. Syaraf-syaraf Celina belum pulih sempurna. Setelah kecelakaan, ada beberapa fraktur di tangan dan kakinya, beruntung, tak sampai ke tulang panggul ataupun punggungnya. Hanya retakan yang tak terlalu parah, karena Celina mengenakan sabuk pengaman dengan benar dan kemunculan airbag yang tepat waktu. Hanya saja, guncangan di otaknya, tak terhindarkan. Itulah penyebab utama kehilangan ingatan.


"Kamu adikku?" gumamnya ke arah Cathy. Gadis itu mengangguk.


"Aku siapa?" tanyanya sejurus kemudian.


"Kakak adalah Celina, kakakku yang paling cantik," jawab Cathy dengan tatapan penuh rasa iba. Ia menggenggam erat jemari kakaknya sambil menahan tangis. Ia tak ingin membingungkan Kak Celina yang baru saja siuman.


'Oh, kakakku yang malang. Kakak iparku yang malang. Cobaan cinta kalian sungguh berat. Aku tak sanggup melihatnya,' batin Cathy yang tak mungkin diungkapkan. Ia hanya dapat berjanji untuk merawat Celina hingga pulih dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala.

__ADS_1


*



Kepala tim dokter berjanji akan melakukan evaluasi medis dan psikologis ketika pasien sudah mulai sadar dari pengaruh anestesi. Dugaan tentang trauma otak akan semakin jelas jika pasien menjalani tes lanjutan. Hasil dari tes tersebut pun, akan diumumkan siang ini.


"Mohon maaf, harus kami sampaikan, kedua pasien mengalami amnesia parah," ucap kepala tim yang membuat seluruh kerabat terguncang. David, Ellijah, Cathy dan Hilda yang sedang berkumpul di ruang tamu dokter kepala, tampak pucat pasi setelah menerima diagnosis tersebut. Tidak ada yang menyangka bahwa, amnesia akan menjadi masalah yang harus didera, ketika keduanya siuman dari bius total. Trauma otak parah, dan deformasi wajah, menjadi penyebab utama luka memori yang mengakibatkan hilangnya banyak informasi di dalam otak mereka. Aneh tapi nyata. Bahkan, tim dokter yang menyampaikan kabar ini pun, awalnya meragukannya. Namun, segera setelah tes demi tes dilakukan oleh mereka, tim dokter pun membuat kesimpulan seperti awal dugaan.


Ken dan Celina bahkan melupakan diri mereka sendiri dan memerlukan perawatan seperti bayi. Histeria dan ketakutan terkadang timbul. Oleh karena itu, Ken dan Celina tidak boleh terlibat bersama, atau akan mengancam jiwa mereka. Ketika khayalan dan realita bercampur dengan kebingungan dan kewaspadaan, maka, halusinasi akan muncul dan mengakibatkan guncangan pada psikologis pasien. Mereka akan mengalami histeria parah dan dapat mengakibatkan serangan shock yang melumpuhkan syaraf kognitif.


"Astaga..... " gumam David yang mendengar penjelasan tim dokter. Cathy dan Ellijah hanya bisa menangis. Sedangkan Hilda tampak bergeming, namun, bagian bawah bibirnya bergetar. Ia sedang menahan tangis dan amarah tentang diagnosis dokter yang diluar perkiraannya.


"Demi kepentingan bersama, ada baiknya, pasien dipisahkan saja," saran kepala tim. Para kerabat tampak memikirkan saran tersebut dengan cepat, mereka kemudian memutuskan untuk menuruti saran itu. Tak butuh waktu lama, Hilda kemudian menandatangani dokumen persetujuan, begitu pula David. Rencananya, Celina akan tetap dirawat di sini, sedangkan Ken akan dibawa pulang ke Kanada-- kampung halaman ibu mereka-- dan memindahkannya ke rumah sakit terbaik untuk pemulihan intensif.

__ADS_1


Hilda dan David membuat keputusan yang sungguh berat, namun, mereka tak ada pilihan lain. Hilda kembali mengingat perjuangan adiknya untuk mengejar cinta Celina. Namun, pada akhirnya, sia-sia belaka. Apa boleh buat? Keselamatan jiwa yang utama. Hilda kemudian pamit kepada keluarga Celina dan meminta maaf atas segalanya. Keluarga Celina tampak canggung berhadapan dengan putri tertua keluarga yang membangkrutkan mereka, namun, persoalan pribadi dan bisnis bisa saja berbeda. Ellijah tampak membuang muka. David mengangguk paham. Cathy menangis sesenggukan dan bersedih atas terpisahnya Kak Ken dan Kak Celina kembali setelah insiden pengakuan pewaris grup, tempo hari. Hanya Cathy yang dapat diajak bicara oleh Hilda, namun, apalah daya, gadis itu bahkan belum lulus sekolah. Hilda tak dapat berbuat banyak untuk melakukan beberapa rencana dengannya. Keesokan harinya, Hilda mentrasfer perawatan Ken ke Kanada, menggunakan private jet mereka.


Keluarga Tanoesoeroyo yang juga sibuk mengurus pemakaman ayah mereka, tak sempat mengecek proses transfer Ken. Kedua keluarga bersepakat untuk mengurus anggota keluarga masing-masing tanpa saling mengganggu. Setelah proses pemakaman berakhir, David baru bisa secara fokus mengurus perawatan Celina.


Begitulah kedua keluarga kembali menjalani hidup masing-masing tanpa saling memberi kabar. Tidak ada kontak sama sekali yang menghubungkan keluarga Tang dengan keluarga Tanoesoeroyo, setelah hari itu. Namun, sebuah undangan pernikahan antara Nona Hilda dengan Jeff--yang dulunya adalah sekretaris Celina-- mengubah segalanya. Tak ada yang menyangka, setelah satu tahun lamanya tanpa kabar, akhirnya mereka mendapatkan berita suka-cita.


*


Ngomong-ngomong soal pernikahan Hilda dengan Jeff, tentu saja ini semua berkat perjodohan yang diatur oleh Ken. Kakaknya senang bertemu dengan Jeff, dan pria itu tak segan melamarnya karena butuh pengantin untuk dinikahi karena desakan ibunya. Hilda awalnya keberatan dengan proses pernikahan, namun, si kecil tak bisa menunggu lagi. Hilda telah berbadan dua. Mau tak mau, mereka akhirnya menikah. Rupanya, Hilda tak menyesali keputusannya. Jeff menjadi sangat perhatian dan protektif terhadap ia dan janin mereka. Hilda diperlakukan bak Ratu Dongeng yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, karena, Hilda adalah tipikal wanita gila kerja dan juga suka memerintah. Selama ini, belum ada pria yang betah berlama-lama menjalin hubungan dengannya.


Undangan pernikahan itu tiba dalam satu tahun, setelah kecelakaan Ken dan Celina. Artinya, sudah dua belas bulan Ken dan Celina berpisah, meski mereka bahkan tak mengetahui perpisahan itu karena tak dapat mengingat apapun.


Ken pulih dengan baik, di Kanada. Ia menjalani kehidupan sebagai Direktur Tang setelah mulai belajar dasar-dasar bisnis dan pengetahuan yang diperlukan untuk bekerja sebagai pimpinan. Pelan tapi pasti, Ken dapat melakukan aktivitas harian dengan mandiri, segera setelah dapat berjalan normal. Emosinya kian stabil, hanya beberapa kali saja histerianya kambuh jika mendengar suara dentuman benda yang terbakar, seperti kembang api. Ken hidup dengan baik sebagai pewaris Grup dan mulai membuka diri pada orang lain. Selama ini, ia hidup menyendiri, hampir satu tahun lamanya, di Mansion ibunya di Kanada. Kala itu, Ken sedang mendapat perawatan intensif pasca-tabrakan. Ken menjadi orang yang berbeda. Ia sekarang lebih tenang dan tidak suka berkelahi. Meski otot tubuhnya tidak lupa bahwa ia pernah ditempa, namun, agresivitas Ken menurun dan ia cenderung menjadi pribadi yang sopan dan tenang, selayaknya pria matang.

__ADS_1


Di sisi lain,


Celina yang masih menjalani hidup di Paris, Perancis, juga pulih dengan baik dan sempurna. Ia sudah dapat berjalan normal, dan berbincang dengan keluarganya. Ibunya yang dulu sangat keras dan membencinya, kini menjadi protektif dan lebih dekat pada Celina ketimbang anak-anaknya yang lain, bahkan si bungsu Cathy. Setelah menjanda, keempat anggota keluarga, sepakat tinggal bersama demi merawat Celina, meskipun Gaus masih dalam masa hukuman atas kasus-kasus yang dituduhkan padanya di Indonesia. Namun, keluarga Tanoesoeroyo makin kompak dan menyayangi satu sama lain. Mungkin, itulah yang disebut petaka membawa hikmah. Mereka yang awalnya hanya berburu materi, kini, lebih mementingkan keutuhan dan kebahagiaan keluarga. Celina pulih dengan baik berkat kasih sayang dan juga atensi dari keluarganya. Kantor cabang di Paris yang sempat tutup, kini juga mulai dibuka. Ketika Celina kecelakaan dan memerlukan waktu pemulihan yang panjang, David mengambil-alih tanggung jawab dan memulangkan semua karyawan Celina ke tanah air. Mereka akan diurus oleh Wakil Direktur, Jeff, dan mengoperasikan bisnis seperti biasa. Kantor di Perancis tutup sementara hingga Celina dapat mengelolanya kembali ketika sudah dinyatakan pulih sepenuhnya. Butuh waktu hingga 12 bulan rupanya, sampai gadis itu dapat hidup dan bekerja secara normal seperti biasanya. Dan, momen kesembuhannya ditandai dengan kabar bahagia dari sahabat sekaligus Direktur sementara Rainbow Corp, Jeff, yang akan menikah. Celina sungguh gembira. Ia berjanji akan datang dan bersenang-senang.


__ADS_2