PREMAN CEO

PREMAN CEO
Malam Pertama


__ADS_3

"Huh... Hah... Huh... Hah... "


Suara Ken dan Celine bersahut-sahutan. Jika mereka adalah pasangan normal, tentu bisa dibayangkan lagi ngapain ya kok Huh Hah Huh Hah begitu?


Sayangnya, karena mereka adalah pasangan pura-pura, aktivitas Huh.. Hah.. Huh... Hah... adalah sebuah kegiatan menyantap mie instan pedas.


Sudah 3 hari lamanya, Ken dan Celine tidak keluar rumah. Segala pekerjaan Celine dilakukan secara remote, pun pekerjaan Ken. Tentu saja ia sangat melupakan tugasnya sebagai security di Rainbow Tower karena terlalu fokus pada Celina.


<"Mas'e... Masih hidup, kan? Mas'e...... ">


Begitu bunyi pesan teks dari Pak Dharmawan yang terkirim ke gawai Ken. Tuan pengantin baru yang sejak 3 hari lalu membawa ponsel istrinya, malah melupakan ponselnya sendiri. Ken sudah membolos kerja selama 3 hari berturut-turut. Ia benar-benar lupa karena baru kali ini bekerja dengan jadwal tetap dan menjadi pekerja kelas bawah.


<"Ini lho ada surat peringatan dari Bos, SP 1 dan SP 2">


Jawab Pak Dharmawan setelah mendapat balasan dari Ken. Ia begitu gembira karena sudah 3 hari berturut-turut pesannya seperti terkirim ke ponsel hantu, hanya numpang lewat tanpa terbaca.


<"Pak, saya berhenti">


Ken menjawab cepat atas laporan SP 1 dan SP 2 yang ia terima. Ken sudah tidak tahan menjadi pekerja dengan jadwal tetap yang kadang berubah jika shift jaga sudah berlangsung tiga hari lamanya. Pak Dharmawan yang merasa sudah membesarkan Ken seperti anak sendiri, tentu saja ngomel dan melontarkan sumpah serapah.


<"Eeee... Diasaar anak nggak tau diri! Wes tho! Kamu kalok jenuh..Liburan aja sana! Jangan berenti! Geblek kok ini. Cari kerja susah! Malah disia-siain!">


Ketikan pesan Pak Dharmawan semakin panjang. Omelannya sudah seperti omelan bapak sendiri. Ken jadi agak terharu karena bahkan ayahnya saja tidak seperti itu. Ken tak mengerti mengapa sulit sekali menerjemahkan bahasa cinta sang ayah. Ia selalu salah paham. Hanya Kak Hilda yang bisa memahami pemikiran dan perasaan ayah mereka.


Alasan lain Pak Dharmawan mempertahankan posisi Ken, karena, hanya dalam 2 minggu, "SECURE FIT" menjadi terkenal karena prestasi Ken. Sampai-sampai netizen membuat tagar khusus #SatpamGanteng dan membuat Ken menjadi bahan omongan di berbagai media sosial. Performa Ken pada awal bekerja begitu prima, sehingga para bos tentu riang gembira. "SECURE FIT" bahkan dikontrak gedung-gedung prestisius lain yang membutuhkan jasa penjagaan.


*


"Gimana kabar keluargaku ya, Ken?" tanya Celine sambil mengawang-awang, setelah menghabiskan makan makam mereka. Mie instan dengan telur ditambah daun bawang segar, membuat citarasa mie yang biasa saja menjadi istimewa. Makan malam yang cukup mewah bagi mereka yang sedang mengisolasi diri.

__ADS_1


"Ya nggak gimana-gimana. Kamu nggak usah pikirin," jawab Ken enteng sambil menghabiskan sisa kuah yang masih kental bumbunya.


Celine mengamati suaminya, Ken, lekat-lekat. Wajah tampan ketimuran, dengan brewok tipis, jambang agak panjang namun tanpa jenggot. Kombinasi apik yang membuat wajah Ken sedap dipandang. Matanya yang hitam jernih dan setengah lebar, tidak terlalu mencerminkan aura pecinan. Ibu Ken merupakan orang Jawa Ningrat, sedangkan ayah Ken adalah peranakan China. Hibrida Jawa-Cina dengan postur seperti Bule, membuat Ken digilai banyak wanita. Sayang sungguh sayang, dengan visual mematikan seperti itu, tak dioptimalkan. Ken tak begitu tertarik dengan percintaan karena fokus memperbaiki hidupnya yang berantakan.


"Cewe kamu banyak ya, dulu?" tanya Celine tiba-tiba. Gadis itu memang tipikal orang kreatif, perkataan dan tindakannya begitu spontan dan tanpa basa-basi. Ken yang sedang menikmati kuah mie seketika tersedak. Celine buru-buru memberinya minum dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Gak.. Gak ada waktu cari cewek," Jawab Ken mantap. Celine melebarkan senyumnya.


Tentu saja jawaban Ken adalah jawaban template yang harus disiapkan seseorang yang baru menjabat sebagai SUAMI. Banyak sematan unggahan di forum daring "Suami-Suami Sayang Istri" yang baru-baru ini dibaca Ken secara khidmat dan menyeluruh.



Begitu bunyi tips dari seorang suami yang sudah memiliki istri selama 50 tahun. Para member forum menyebut lelaki itu sebagai SUHU.


*


Ken menopang dagunya dan berganti mengamati wajah istrinya. Perempuan cantik dengan spek sempurna mulai dari pembawaan, karier, hingga bisa jadi teman yang menyenangkan. Bibirnya juga sangat tebal dan ranum. Jika melihat sekilas, Ken ingin melihatnya kembali lalu ********** dalam-dalam sampai lupa diri.


Ken lagi-lagi menampar dirinya sendiri.


Celine tertawa sangat lebar kali ini. Bahkan, suara tawanya sangat indah, wajah cerianya begitu cantik mempesona. Ken tak henti-hentinya menjinakkan degupan jantungnya supaya tidak copot dan tersapu robot di bawahnya.


"Begini terus ya, aku pengen kamu selalu tersenyum. Kamu tuh cantik banget kayak gini. Aku janji akan bikin kamu bahagia," ujar Ken sambil menyibakkan poni Celine yang menutupi mata. Ia lalu mengelus lembut rambut istrinya lalu beranjak untuk membersihkan sisa makan malam mereka. Tentu saja Celina jadi salah-tingkah, karena tidak seharusnya dia mendapat perlakuan seperti istri sungguhan.


"Stop it. Aku malu..Anyway, makasih ya," Celine kemudian meletakkan piring dan gelas ke dishwasher, lalu bersiap untuk tidur setelah berjalan-jalan memutari rumah selama 40 menit. Ken hanya mengulum senyum. Dia sangat serius dengan perkataannya. Celine pura-pura berolahraga sebelum tidur supaya detakan jantungnya yang cepat dan keras, tersamarkan sebagai efek dari latihan cardio. Sejak menjadi suami istri, bahasa Ken ke Celine dan sebaliknya, menjadi lebih lembut dan tidak sama seperti saat awal bertemu. Kedekatan mereka secara alami mengubah atmosfer yang ada. Ken menjadi lebih bahagia jika ada di dekat Celine, begitu pun sebaliknya. Celine juga tak pernah merasakan gelitikan bahagia di sekujur tubuhnya seperti ini, sebelumnya.


Sepertinya,


Musim semi akan segera tiba di Apartemen Meridien.

__ADS_1


*


TUUUUUUT....


"Gimana? Bisa nyambung?" tanya Chiko tak sabar sambil merebut ponsel Hans yang sedang menghubungi nomor Ken, sahabat mereka.


TUUUUUUT....


TUUUUUUT.....


TUUUUUUT...


<"Halo?">


Ken akhirnya mengangkat teleponnya.


<"Eh anak orang! Lagi dimana loe???? Diculik Wewe Gombel???? Gilaaa tiga hari kagak pulang!> Omel Chiko sebagai induk-semang yang tak dibayar.


<"Sori, Bre... Panjang ceritanya, Mending Loe kesini deh.. Lantai 6"> Ujar Ken mencoba memberi penjelasan.


<"Eh Orang Gila! Lantai 6 unit berape???"> Hans menyahut dari arah belakang Chiko.


<"Rumah si Celine"> Jawab Ken, Chiko dan Hans terheran.


<"Ngapain Loe disana?">


<"Udah, kesini aja, Bre... Gua ceritain">


TUT

__ADS_1


Telepon terputus.


Chiko dan Hans saling berpandangan. Sejurus kemudian, mereka menghambur ke pintu dan bergegas menuju Unit 605 ke tempat Ken berada.


__ADS_2