PREMAN CEO

PREMAN CEO
Kemunculan Putera Mahkota (2)


__ADS_3


"NOW! TRENDING! PUTERA MAHKOTA GRUP TANG AKHIRNYA MUNCUL!"


Cathy tak sengaja memutar video siaran langsung yang muncul begitu saja di beranda mesin pencarian ponselnya. Ia mengeklik video itu, lalu menontonnya dengan seksama. Ia terjingkat dengan berita yang sedang disiarkan. Sedetik kemudian, Cathy langsung melesat mencari kakaknya.


"Kak... Kakak!!" teriaknya dalam kepanikan dan kesangsian.


Kracak...


Kracak...


Kracak...


Suara air yang mengucur dari shower, menindih pekikan Cathy yang sedang heboh sendiri. Celina sedang mandi, tak mendengar teriakan Cathy. Adiknya itu, lantas berlari ke arah kamar mandi, dan mengetuk pintunya.


"Kakak.. Kakak... Kakak ipar dimana?" tanyanya penasaran.


"Apaaaa???" tanya Celina tak mendengar perkataan adiknya. Ia lalu mematikan kran pancuran dan melongok dari arah bilik mandi.


"Kenapa, Dek?"


"Kakak ipar dimana?" tanya Cathy gusar.


"Dia ada di kantor, lagi kerja. Sekarang dia jaga di Dragon Tower," jawab Celina singkat. Ia lantas mengenakan handuk dan juga mencuci muka, lantas segera menyelesaikan ritual mandinya.


"Dragon Tower di Jakpus?"


"Iya, kenapa sih dari tadi nanya-nanya, aja?"


"Kakak... Cepet mandinya.. Sini!!!" Cathy menutup pintu dan menyalakan Televisi.


"Iya.. Iya.. Sebentar," Celina akhirnya mempercepat langkahnya dan mengenakan pakaian ala kadar. Cathy sudah mengambil remote dan membesarkan volume suara yang ada di televisi.


<"BREAKING NEWS! Pemirsa. Kami sedang berada di Dragon Tower, Jakarta Pusat. Siang ini, kami akan menyiarkan secara langsung, konferensi pers dari Grup Tang yang akan mengklarifikasi kasus pembunuhan terviral, sepuluh tahun yang lalu">

__ADS_1


"Wah, seru nih," ujar Celina antusias.


Cathy menelan ludahnya, karena ia sudah tahu siapa pewaris yang dimaksud. Namun, ia tak banyak bicara, Cathy membiarkan kakaknya agar mengetahui kebenaran dengan mata kepalanya sendiri.


<"Saat ini, tampak di layar anda, pewaris Grup bersama Presdir Devon Tang, sedang berada di atas panggung">


"Siapa tuh? Kayak kenal," Celina memicingkan matanya.


<"Selamat pagi, rekan-rekan semua. Saya Devon Tang, selaku Presiden Direktur dari Grup Tang Internasional, akan menyampaikan beberapa pengumuman hari ini">


Blitz


Blitz


Blitz


Tampak kilatan lampu kamera mengarah pada dua orang penting yang berada di atas panggung.


<"Hari ini saya akan mengumumkan tiga pengumuman penting. Pertama, saya akan memperkenalkan kembali putera saya satu-satunya, Kenneth Tang. Dia baru saja kembali dari Kanada setelah menghindar dari keramaian. Pada hari ini, kita telah mengetahui bahwa, tuduhan pembunuhan yang dilakukan oleh anak saya adalah BOHONG BELAKA! Tim hukum kami sedang mengurus kasus ini dan pihak yang berwajib telah membuka kembali kasus yang telah lama ditutup untuk mencari kebenaran sejati.">


<"Halo, semua. Saya Kenneth Tang,">


Kenneth. Kenny. Suaminya.


Celina menjatuhkan ponsel yang baru saja diambilnya dari laci kamar akibat kejutan yang hadir tiba-tiba.


"Ke.... Ken?"


Tes.


Air mata menitik dari kedua pupil Celina.


<"Saya meminta maaf atas keributan yang terjadi selama ini">


"Kak?"

__ADS_1


Cathy menoleh ke arah kakaknya yang telah berlari sambil menangis ke arah pintu kamar.


Televisi masih menyala, siaran berita masih berlangsung.


<"Saya meminta maaf atas keributan selama ini. Dan, terima kasih untuk dukungan teman dan keluarga yang percaya pada saya sejak awal. Atas doa dan dukungan teman-teman semua, akhirnya, kebenaran dapat terungkap">


<"Pengumuman kedua, Grup Tang akan segera berganti kepemimpinan. Anak saya, Kenneth, akan meneruskan perusahaan mulai kuartal depan">


PROK


PROK


PROK


Tepuk tangan meriah menghangatkan suasana.


<"Pengumuman ketiga, saya selaku Presdir yang sedang bertugas, akan segera pensiun begitu Kenneth memimpin Grup Tang Internasional. Segala bentuk kerjasama bisnis, akan diurus oleh anak saya, Ha... Ha... Ha.... ">


Presdir Devon tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Ia kini sangat bangga memiliki anak seperti Kenneth. Bahkan, di acara resmi yang tak pernah berakhir dengan senyuman, Presdir kini malah tertawa di akhir pidatonya. Para pekerja yang menyemut di lokasi konferensi turut bersukacita dan meneriakkan nama mereka berdua dengan bangga. Kini, aktivitas bisnis Grup Tang Internasional berjalan lancar dan langgeng tanpa skandal.


"Hikss... Hikss... "


Celina masih meringkuk di atas ranjangnya. Ia melupakan semua agenda yang akan dikerjakannya. Hatinya sakit. Teramat sakit. Baru saja ia berencana akan makan malam romantis bersama suaminya, namun apa yang di dapat? Celina kini malah menelan pil kebenaran yang rasanya sangat pahit. Celina bahkan tak mengenal siapa itu Kenneth Tang. Kemana perginya suaminya yang bernama Kenny Wijaya? Bahkan, apakah Kenny Wijaya itu nyata? Apakah selama ini Ken bersenang-senang atas ketidaktahuan Celina tentang dirinya? Apakah selama ini cintanya palsu? Sebenarnya, sejak kapan kesalahan ini terjadi? Apakah ini adalah bayaran atas penipuan pernikahan yang memang direncanakan Celina sejak awal?


"Huaaa... Hiks.. Hikss.. Huaaa... "


Celina tak dapat membendung amarah dan rasa sakit atas pengkhianatan yang diterimanya. Sakit hatinya bersumber dari besarnya cinta yang baru saja ditumbuhkannya.


Pernikahan palsu ini rupanya harus berakhir dengan kepalsuan, seperti yang seharusnya.


...****************...


...bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2