PREMAN CEO

PREMAN CEO
Bonjour, Mon Amor! (END)


__ADS_3

Celina merasa panas, darahnya seakan mendidih. Antoine yang sudah menunggu momen ini, terlihat puas. Ia lantas mengajak Celina untuk keluar dari ballroom hotel dan menuju ke arah parkir mobil.


"Aaahh... Aku kenapa?" gumam Celina dengan nafas memburu. Antoine sesekali meremas bagian privat tubuhnya untuk membangkitkan dorongan yang ia tuju.


"Sebentar lagi, sabar ya, Celina," ujarnya sambil menarik tangan gadis itu agar mengikutinya ke tempat sepi. Antoine lantas tak bisa menahan gejolak nafsunya. Belum juga sampai di mobilnya, ia sudah nekat mencumbui Celina. Gadis itu tak menolak dan malah merasa terpuaskan dahaganya. Celina tak mengerti bahwa ada obat perangsang yang telah diminumnya beberapa menit yang lalu. Ketika Antoine hendak melakukan hal yang lebih jauh, Celina baru merasakan sesuatu yang salah.


"Stop it!" pekiknya. Ia lantas mendorong Antoine untuk menjauh, dan mencoba kembali ke dalam area pesta. Antoine tak dapat menerima penolakan dari Celina. Ia mengejar gadis itu dan berniat merenggut kehormatannya secara paksa, bila tak ingin diberikan dengan sukarela.


Celina berlari menuju ke tempat yang ramai, namun, lahan parkir di rubahan tampak sepi. Antoine segera menjambak rambut Celina dan menyeretnya agar masuk ke dalam mobilnya. Belum sampai di dalam mobil, seorang sopir taksi yang tadi dilihat oleh Celina, membuyarkan rencananya.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan gadis itu!" teriaknya.


"Siapa kau? Dasar, Bedebah?"


"Apa katamu?"


Bughh!


Bughh!


Buggh!


Mereka pun beradu tinju. Namun, tak berlangsung lama. Antoine dalam pengaruh alkohol, ia tak dapat berkelahi dengan benar. Kekalahan yang telak pun tak terhindarkan. Sopir itu kemudian membopong Celina dan menaikkannya ke kursi penumpang.


"Mau saya antar kemana, Mademoiselle?" tanya sopir itu dengan sopan. Ia melirik dari arah spion depan. Celina yang telah sadar tampak menggigil, ia minta diantarkan ke kamar hotel saja. Ia tampak kacau, Celina tak ingin keluarganya khawatir. Sopir itu mengerti, dan mengantarkannya ke Hotel Ibiza yang terletak tak jauh dari titik awal mereka.


"Kita sudah sampai," ujar sopir itu, kemudian membukakan pintu penumpang.


"Permisi, bisa antarkan saya? Saya juga ingin berterima kasih dengan benar" pinta Celina. Sopir itu tidak menolak. Ia kemudian mengantarkan Celina untuk check in dan juga mengantarnya hingga ke depan pintu kamar.

__ADS_1


"Mau masuk dulu? Aku pesankan kopi?" tawar Celina. Sopir itu tampak berpikir sejenak. Ia awalnya ingin menolak, namun, sepertinya ia mengerti maksud nona muda itu. Celina tak ingin ditinggal sendirian. Sopir itu pun lantas masuk ke dalam kamar, dan berniat untuk menemaninya hanya sampai gadis itu tertidur, lalu, kembali pulang.


"Permisi, kalungnya mau lepas," ucap sopir itu sambil memakaikan kembali kalung bintang yang hendak terlepas itu. Celina mulai merasakan gejolak seperti ketika berada di dalam pesta bersama Antoine. Darahnya berdesir hingga ke kepala, ketika jemari sang sopir menyentuh lehernya. Embusan napas yang kasar, membangkitkan dorongan asing yang ingin ditepisnya, tapi tak mampu. Celina berbalik arah, dan mencumbui sopir yang telah menyelamatkan kehormatannya. Kali ini, ia akan menyerahkan kehormatan itu secara sukarela.


Sang sopir yang disergap kecupan, tampak terkejut, namun tidak menolak. Ia membalasnya dengan rengkuhan lembut yang seperti telah terbiasa mereka lakukan. Tubuh mereka beradu dengan gairah mendalam, seakan sedang melakukan reuni setelah istirahat panjang. Malam yang sangat panas dan juga berkesan. Mereka berdua terkulai lemas setelah beradu cinta semalaman. Celina, anehnya, tak merasa asing dengan sentuhan sopir tersebut. Ia kemudian tidur dengan nyaman. Namun, hanya sampai menjelang fajar.


"Oh tidak! Apa yang aku lakukan???" Celina mendelik tak percaya dengan kenakalannya. Ia terbangun dengan tubuh polos tanpa busana. Celina sungguh menyesali kecerobohannya. Ia lantas beranjak keluar kamar dengan langkah ringan, tak ingin membangunkan partner cinta semalamnya.


"Maaf," desisnya. Celina pun pergi diam-diam, dan meninggalkannya tanpa kabar.


*


TRIIINGGG


TRIIINNGG


<"Halo?">


<"Dek! Kamu mabok? Ditungguin kok nggak ada kabar! Huh! Hancur sudah acara ngidamku!">


<"Maaf, Kak. Ada insiden mendadak">


<"Kamu dimana?">


<"Aku di hotel. Em.... Udah lah nanti kuceritain ">


Tut.


Sopir itu terbangun dengan badan yang bugar. Ia telah merasakan manisnya cinta satu malam. Sayangnya, partner-nya itu kini menghilang.

__ADS_1


"Siapa ya, dia? Cantik dan legit sekali," gumamnya, kemudian menelepon resepsionis untuk menanyakan nama pemesan kamar yang sedang ia tempati.


"Namanya, Celina, Pak. Ada apakah?" tanya resepsionis itu. Namun sang sopir tak menjawab. Ia lalu meluncur pulang dan menemui kakaknya yang lupa dijemputnya kemarin malam.


"Udah dibilang, disuruh dandan jadi sopir, terus jemput aku dan Jeff. Malah ilang! Dasar om tidak sayang ponakan!" dengus Hilda kesal. Ia sedang mengidam untuk dijemput sopir taksi pada hari pernikahannya, sehingga menyuruh Ken untuk berdandan sedemikian rupa dan berpura-pura sebagai sopir taksi. Ken malah melupakan tugasnya dan menghilang entah kemana. Hilda jadi sangat kesal. Jeff mencoba menenangkan istrinya dan memberi solusi untuk naik taksi sungguhan, tapi Hilda tak mau. Ia mau Ken yang jadi sopirnya, katanya, itu permintaan si jabang bayi. Ken dan Jeff akhirnya mengalah, dan mereka berputar-putar keliling kota, siang ini.


"Ah, ketemu!" gumam Ken dengan senyum kemenangan.


Selama mereka melakukan perjalanan, Ken secara tak sengaja berpapasan kembali dengan kekasih semalamnya, Celina. Ia menandai area tempat tinggal Celina, di Montparnasse. Ken, akan segera menemuinya kembali, entah bagaimana caranya.


...****************...


...TAMAT...


...***************...


...TERIMA KASIH atas kesabarannya dalam membaca karya ini....


...Apakah PERLU ADA SEKUEL-nya?...


...Komen ya bagaimana kesan dan pesan kalian setelah membaca KARYA PERTAMA saya ini. ...


...Semoga sehat selalu. ...


...VOTE karya ini supaya naik terus peringkatnya. ...


...Terima Kasih! ...


^^^~ig: @novelisdelilah^^^

__ADS_1


__ADS_2