PREMAN CEO

PREMAN CEO
Rencana Suksesi Gaus


__ADS_3

"Jadi, katakan, Chris! Kompetisi apa yang paling bagus?" jemari Velly bermain-main di dada Chris yang bidang. Tubuh tanpa busana mereka yang bermandikan keringat tampak saling bertaut satu sama lain. Chris menenggelamkan wajahnya ke dada Velly, berusaha memberi serangan balasan. Velly terkikik. Sebelum menjawab pertanyaan Velly, Chris mengajaknya untuk bermain satu ronde lagi. Velly awalnya tak mau, namun ia tak bisa menolak. Velly harus mengorek informasi supaya Gaus dapat memenangkan kompetisi.


Setelah puas bermain, Chris tertidur. Velly juga tampak kelelahan. Mereka sudah bermain cinta tanpa henti semalaman.


*


"Morning," Chris menyeruput kopi pagi, setelah bersiap untuk ke kantor. Velly yang masih setengah ngantuk, menguap lebar, dan tersenyum ke arahnya. Bukan pemandangan yang indah, karena kulitnya sudah tak kencang lagi. Chris harus menerima kenyataan bahwa usia Velly memang 15 tahun lebih tua darinya. Hubungan mereka pun tidak didasari atas cinta, namun, Chris tak peduli.


Pria yang berwajah rupawan itu memang sebenarnya tak kekurangan stok perempuan, namun, bersama Velly, ia merasakan aura wanita matang seperti ketika ibunya masih ada. Chris muda memang kekurangan kasih sayang sang ibu karena wanita itu lebih memilih untuk tidur bersama pria lain, ketimbang bersama anaknya. Ketika sudah dewasa, mental Chris menjadi kacau. Ia haus kasih sayang wanita yang lebih tua. Velly, yang saat itu sedang mencari kekasih karena bosan dengan suaminya, tak sengaja bertemu dengan Chris di sebuah pesta. Mereka biasa bertemu ketika ada acara resmi perusahaan. Namun, waktu itu, secara tak diduga, mereka berada di kelab malam yang sama. Mereka pun menghabiskan malam bersama. Keesokan harinya, hubungan mereka berlanjut. Chris pun menjadi selingkuhan Velly selama hampir tiga tahun lamanya.


*


"Jadi? Hoaaahmmm.. Sudah kau pikirkan?" Velly bertanya pada Chris. Pria itu mencium kening Velly, kemudian duduk di seberangnya.

__ADS_1


"Jadilah walikota,"


"Gaus?"


"Iya, siapa lagi?"


"Lalu?"


"Buat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan Grup, dan blokir akses tander konglomerat lainnya. Mainkan dengan cantik. Citra? Siapa peduli citra? Buat Grup kaya-raya. Citra bisa kita beli," Chris tersenyum lebar. Ia kemudian memeriksa waktu pada arlojinya dan pamit kerja ke Velly. Wanita itu lalu bersiap untuk menemuni suamiya yang kemungkinan sudah berada di kantor. Setelah bersiap dan memakan sereal sedikit, Velly bergegas ke Bilangan Jakarta Pusat untuk bertemu Gaus.


*


"Pah!" Velly menghambur ke arah Gaus namun Gaus menahannya untuk melakukan pelukan.

__ADS_1


"Baumu menjijikkan," ujarnya. Velly menciumi aroma tubuhnua sendiri. Aroma sabun mandi seorang pria. Ia lupa membawa alat mandinya sendiri. Velly sadar diri dan berdiri agak jauh dari sang suami.


"Jadi, katakan? Apa idemu?"


"Jadi walikota. Bentar lagi pilwalkot kan?" Velly tampak menggebu-gebu. Gaus berpikir sejenak. Keputusan yang cukup bagus.


"Kapan jadwal pendaftaran bakal calon?" Tanya Gaus kemudian, Velly menyipitkan matanya. Dan menyuruh Gaus untuk menanyakannya pada Bu Fitri, sekretarisnya.


"Pendaftaran dimulai 2 bulan lagi, Pak," Jawab Bu Fitri setelah mengecek pengumuman di website Komisi Pemilihan Umum Daerah.


"Pah, kau dengar itu? Dua bulan lagi! Jadi, kita harus memikirkan mau masuk parpol mana, kan?" Velly berteriak girang. Gaus tersenyum licik seakan memikirkan sesuatu yang tak baik.


"Gampang itu, bisa diatur," ujarnya kemudian.

__ADS_1


"Okay, kalo gitu, aku mau shopping dulu ya. Buat persiapan jadi istri pak wali, yey..." Velly lalu menghambur keluar. Sebelum istrinya pergi, Gaus memintanya untuk mandi lagi supaya bau selingkuhannya bisa hilang. Velly hanya meringis menyadari keteledorannya. Ia berjanji untuk mandi lagi sebelum menginjakkan kaki di kediaman utama.


Gaus yang baru saja mendapat ide untuk memenangkan kompetisi Hak Waris Grup Tanoesoeroyo, melakukan panggilan telepon. Kenalannya merupakan ketua partai politik terkenal, dan ia meminta kuota bakal calon darinya. Hanya dengan bayaran 50 juta rupiah, Gaus pun mendapatkan rekomendasi dan kuota bakal calon dari Partai Harapan Baru.


__ADS_2