Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Rasa Tidak Nyaman


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.🌹...


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


David terus menarik lengan Mitha dengan sedikit kasar, setelah menemukan tempat yang cukup sepi dan aman, David baru melepaskan lengan Mitha.


"Ada apa Vid? Apa kamu marah sama aku? Atau kamu akan berterima kasih sama aku?" Tanya Mitha sedikit kesal, dengan sikap kasar David saat menarik lengannya dari tempatnya tadi.


"Aku marah sama kamu dan sekaligus berterima kasih sama kamu, Mitha. Tapi, kenapa selama ini kamu tidak mengatakan tentang perselingkuhan Berliana dengan Ferdie, haah..?" Tanya David kesal.


"Maafin aku Vid, aku juga serba salah. Disatu sisi kamu sahabatku, sedangkan Ferdie juga saudara sepupuku. Aku juga tidak mau nanti, gara-gara aku mengatakan hal sebenarnya, kamu tidak akan percaya padaku. Yah.. aku sembunyikan hal ini dari kamu, Vid.. maaf yah." Ungkap Mitha dengan gamblang.


"Ya.. aku bisa mengerti sih, dengan rasa takutmu jika langsung mengatakan, bahwa Berliana berselingkuh tanpa bukti." Ucap David paham akan situasi Mitha sahabatnya.


"Terima kasih Vid, kalau kamu sudah paham." Ucap Mitha lega, lalu dianggukkan oleh David.


"Sejak kapan kamu melihat mereka berselingkuh?" Tanya David penasaran.


"Sudah dua pekan, Vid. Aku melihat mereka keluar dari Toilet wanita bergantian. Saat itu toilet memang sedang sepi, seperti saat ini. Aku shock dong, ngapain si Ferdie masuk toilet wanita, lalu tidak lama kemudian pacar kamu Berliana keluar juga dari toilet wanita. Tapi, aku berjalan saja ke toilet setelah mereka pergi. Di dalam toilet ternyata sepi tidak ada orang lain selain mereka, pasti ada apa-apanya mereka berdua. Sayangnya aku tidak punya bukti untuk mengatakan apa yang aku lihat itu ke kamu, Vid." Jelas Mitha panjang lebar.


"Jadi.. mereka sering melakukan hal mesum itu, di toilet? Dasar menjijikan! Dasar breng sek! Dasar wanita murahan! Dasar wa..." Ucapan David terhenti saat tangannya ditahan oleh Mitha agar tidak menyakitinya saat memukuli pohon mangga yang berada didekatnya.


"Hentikan Vid, kau melukai tanganmu sendiri." Ucap Mitha khawatir, lalu memeluk David yang sudah menahan tangisnya.


"Mitha.. aku benci mereka Tha.. aku benci.. !" Ucap David penuh amarah.

__ADS_1


"Sabar Vid, menangislah dipelukkanku sahabatmu. Tumpahkanlah rasa sedihmu, tidak perlu kamu tahan lagi, kamu tidak boleh menyakiti dirimu sendiri. Kamu pria tampan dan unggul, sudah dipastikan banyak wanita yang menginginkanmu. Jangan bersedih lagi, aku tidak suka pria lembek seperti tahu, he.. he.." Ujar Mitha terkekeh.


"Aish.. orang lagi sedih juga, bisa-bisanya diajak tertawa." Decak David tersenyum masam.


"Ha.. ha.. ha.. jangan lama-lama larut dalam kesedihan Vid, sedih boleh tapi kita harus cepat bangkit dari rasa sedih itu. Buktikan kepada semua orang, kamu kuat dan mampu melupakannya. Kamu itu pria, bisa dengan cepat melupakan rasa sakit hati. Tidak seperti kaum wanita, agak lumayan lama jika sakit hati." Ujar Mitha dengan tawanya.


"Ha.. ha.. ha.. iya Tha, kamu benar." Ucap david tertawa, lalu dia menghapus air matanya yang sudah tumpah membasahi wajah tampannya.


Mithapun ikut menghapus air mata diwajah David, namun entah mengapa David merasakan hal berbeda dengan Mitha. Ada sesuatu yang aneh yang dia rasakan ditubuhnya, tiba-tiba saja darahnya berdesir dan napasnya yang memburu, sedangkan jantungnya begitu berdebar ketika jarak mereka begitu intens.


David lalu menepis tangan Mitha, yang masih mengusap wajahnya. David takut, sahabatnya akan berpikir yang tidak-tidak pada dirinya. David tahu, Mitha sudah memiliki kekasih. Jadi, dia tidak mungkin menyukai Mitha sahabatnya sendiri.


Mitha terkejut dengan sikap David, yang tiba-tiba saja menepis tangannya. Padahal dirinya tadi memeluk dan mengusap air matanya cukup lama. Tapi, mengapa sikapnya berubah drastis.


"Kamu kenapa, Vid? Kenapa kamu menepis tanganku? Apa kamu tidak menyukaiku, menyentuh wajahmu? Atau karena aku sepupu Ferdie, jadi kamu membenciku?" Tanya Mitha merasa heran dengan perubahan sikap David yang tiba-tiba.


"Ooh.. maaf Vid, kalau aku sudah membuatmu tidak nyaman." Ucap Mitha canggung, lalu hendak menjauh dari david.


David yang menyadari Mitha hendak menjauh, tangannya terulur menahan lengan Mitha dan menatapnya penuh tanya.


"Mau kemana, Tha?" Tanya David dengan wajah resah.


"Aku mau menjauh lah, Vid. Katanya kamu tidak nyaman, saat aku menyentuh wajahmu, bukan?" Ujar Mitha yang sudah sedikit jengkel dengan sikap David.


David terus menahan lengan Mitha, seakan tidak rela untuk melepaskannya. "Apa kamu tega Tha, meninggalkanku seperti ini? Apa kamu tega, membiarkan sahabatmu ini patah hati?" Tanya David lirih dengan tatapan meresahkan bagi setiap wanita yang menatapnya.


"Aissh.. wajahmu bisa biasa saja, tidak? Matamu itu tolong dikondisikan, Vid. Aku ini sahabatmu, bukan kekasihmu. Kamu menatapku, seakan ingin memakanku saja. He.. he.. he.." Decak Mitha terkekeh.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. dasar kamu, Tha. Kalau sahabat memangnya tidak boleh menatap seperti ini, hueh..? Tawa David menutupi rasa aneh yang sedang dia rasakan, lalu bertanya serius kepada Mitha.


"Engga boleh, Vid. Wajah kamu menggemaskan dan tatapanmu meresahkan, bisa-bisa wanita klepek-klepek dihadapanmu, he.. he.. he.." Ucap Mitha jujur lalu terkekeh.


"Ha.. ha.. ha.. memangnya kamu merasakan seperti wanita-wanita yang kamu katakan itu, Tha?" Tanya David serius dalam tawanya.


Mitha tidak menjawab pertanyaan David yang sudah menghimpitnya, dia tidak ingin berbagi perasaan dengan pria lain. Ada hati yang dia jaga dan dia cintai, Lucky kekasihnya yang selama ini selalu menjaga dan mencintainya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku, Tha? Aku serius loh bertanya sama kamu?" Tanya David penasaran dengan sahabatnya itu.


"V.. vid, tanganmu terluka, ada darah di tanganmu. Ayo, kita ke ruang UKS untuk mengobati lukamu." Ajak Mitha menghindari pertanyaan David, lalu menarik lengan David menuju ruang UKS.


David terus tersenyum, saat lengannya digandeng oleh Mitha. Seakan dirinya itu anak kecil yang sedang diajak bermain oleh kakaknya.


"Ayo duduk disini, sebentar aku ambilkan obat merah dan perbannya." Ucap Mitha, lalu melepaskan tangannya yang dari tadi memegang lengan David dengan erat.


Ada rasa yang tidak rela, saat tangan Mitha melepaskan lengannya. Entah mengapa, saat ini David begitu aneh dengan perasaannya.


Mitha lalu membasuh luka ditangan David dengan lembut dan telaten, menggunakan air bersih. Lalu diapun meneteskan obat merah di tangan David yang terluka, setelah itu luka tersebut diperban olehnya.


"Eeeheeemm.... so sweet.. !"


...♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...


__ADS_2