
...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...
...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....
...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...
Dirumah sakit, mereka menunggu dengan cemas saat Laura sedang diperiksa oleh dokter jaga di ruang UGD.
Setelah beberapa saat kemudian, Dokter jaga itupun memanggil siapa yang merupakan keluarga pasien. Hingga akhirnya, Mitha yang langsung berdiri menghampiri Dokter jaga tersebut.
"Saya Dokter, saya keluarga pasien." Ucap Mitha seraya berdiri menghampiri Dokter tersebut.
"Apa saya boleh ikut menemani, Dokter? Saya calon suaminya." Ujar Sebastian bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Dokter jaga tersebut.
"Baiklah, mari ikut keruangan saya." Ucap Dokter itu kemudian.
Mitha dan Sebastianpun mengikuti langkah Dokter tersebut.
"Silahkan duduk, Tuan dan Nona." Ucap Dokter itu ramah seraya menempati bangku yang berhadapan dengan Mitha dan Sebastian
Mitha dan Sebastianpun mengangguk kecil lalu duduk berhadapan dengan Dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan calon istri saya Dokter? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Sebastian sungguh khawatir terlihat jelas diwajahnya yang begitu kalut.
Mitha tidak mengatakan apa-apa, karena pertanyaan yang akan dia tanyakan sudah diwakili oleh Sebastian.
Mitha sedikit simpatik kepada Sebastian, karena dirinya melihat Sebastian seperti pria baik-baik yang begitu khawatir kepada calon istrinya.
"Maafkan saya sebelumnya, saya harus mengatakan sejujurnya kepada anda. Sebenarnya pasien mengalami traumatik dan rasa cemas berlebihan, hingga terjadinya sesak napas dalam tubuhnya yang menyebabkan pasien seketika pingsan." Jelas Dokter.
"Apa.. Dokter? Traumatik? Cemas berlebihan dan sesak napas?" Tanya Sebastian shock mendengar penjelasan Dokter.
"Ini semua gara-gara anda! Gara-gara anda yang sudah memperkosa Laura. Dasar anda bajingaan, anda brengseek, tidak berperasaan, jahat, hikkz.. hiikz.. hikkzz.." Maki Mitha dengan memukul bahu lengan kanan Sebastian seraya menangis histeris.
__ADS_1
Namun, Sebastian tetap bergeming tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dirinya sadar, memang semua itu kesalahannya. Dirinya pantas mendapatkan makian dan pukulan dari Mitha, sahabat gadis yang kini sudah terluka dan trauma akibat ulahnya.
"Maaf.. apa yang anda katakan, nona? Maksud perkataan nona tadi saya tidak begitu faham. Mengapa anda memaki calon suami pasien dan memukulinya?" Tanya Dokter itu merasa heran, pasalnya tidak mengerti apa yang mereka permasalahkan.
"Tuan ini sudah memperkosa teman saya Laura, hikkz.. hikkzz.. pasien yang sedang Dokter tangani saat ini. Dia bukan calon suaminya, hikzz.. hikkzz.. dia hanya mengaku-ngaku saja." Ungkap Mitha dengan menangis disela-sela ucapannya.
"Haah.. benarkah? Bisa juga penyebab traumatik dan rasa cemas berlebih, adalah penyebab dari pemerkosaan." Ucap Dokter itu hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
Pasalnya Sebastian terlalu perfeck, untuk pria yang dibilang jahat dan pemerkosa. Sebastian lebih cocok disebut dengan pria baik-baik, tampan, cool, maskulin dan CEO muda yang sukses.
"Benar Dokter, pria ini yang sudah membuat teman saya mengalami traumatik dan rasa cemas berlebihan." Ucap Mitha memperjelas.
"Berarti anda melakukan kriminal dan pelecehan terhadap pasien. Anda akan dikenakan hukuman penjara Tuan, apa bila pasien menuntut anda. Tapi, jika pasien tidak menuntut, anda terbebas dari hukuman penjara." Jelas Dokter.
"Baik Dokter, saya akan bertanggung jawab atas semua kejahatan yang saya lakukan. Saya melakukan itu atas dasar cinta dan terpaksa Dokter, saya putus asa saat itu. Saya tidak ada jalan pilihan lain, untuk menghindari pernikahan dengan wanita yang tidak saya cintai sama sekali." Ungkap Sebastian dengan gamblang.
Seketika saja, Mitha mendadak menghentikan tangisannya karena mendengar perkataan Sebastian.
"Saya tidak pernah merasakan jatuh cinta, kepada seorang gadis selain Laura Casandra. Selama ini, banyak wanita yang mendatangi saya untuk mengemis cinta saya, bahkan menjajakan tubuhnya untuk diberikan kepada saya dengan sukarela. Tapi, saya tidak menginginkannya, yang saya inginkan hanyalah Laura Casandra." Ungkapnya.
"Saya ingin menyatakan cinta kepada Laura Casandra, tapi saya belum punya nyali saat itu. Saya sangat takut ditolak oleh Laura, karena saya mendapatkan informasi jika Laura tidak pernah berpacaran dengan seorang pria manapun, padahal banyak pria yang berusaha mendekatinya." Pungkas Sebastian mengatakan alasan yang sebenarnya.
Mithapun shock dengan apa yang dikatakan Sebastian, memang benar adanya. Mitha tahu, Laura tidak pernah berpacaran dengan seorang pria, karena menurut Laura dirinya tidak ada waktu memikirkan hal itu. Laura sudah letih dengan urusan study dan bekerja, pikirnya.
"Eeem.. alasan anda memang masuk akal. Tapi, kenapa anda harus memperkosanya? Kenapa anda tidak tanyakan dan mengatakan kepada saya, bagaimana cara untuk mendekati Laura dan mendapatkan cintanya? Kenapa anda mengambil keputusan tanpa berpikir akibatnya? Anda 'kan kakaknya David, kenapa tidak bertanya kepada David terlebih dahulu?" Tanya Mitha tidak habis pikir dengan pikiran pria tampan dihadapannya ini.
"Saya sudah buntu saat itu, tidak bisa berpikir jernih karena waktu pernikahan saya tinggal menghitung hari. Saya berpikir, dengan melakukan itu, saya bisa menikahi Laura secepatnya dan orang tua sayapun pasti setuju dengan keputusan saya. Saya bisa meyakinkan mereka, agar saya harus bertanggung jawab untuk menikahi Laura atas pemerkosaan yang saya lakukan kepadanya." Jelas Sebastian kemudian.
Mithapun tidak bisa berkata-kata lagi. Persoalan orang berada, dengan dirinya yang orang biasa saja, sungguh terlihat berbeda. Setiap gerak dan ucapan orang berada selalu diawasi dan ditata sebegitu rapinya. Sedangkan orang biasa seperti dirinya, selalu bisa melakukan sesuai kehendaknya.
"Maafkan saya! Jika Laura menginginkan saya masuk penjara, saya ikhlas dan menerimanya. Saya bisa terbebas dari pernikahan sialan, dengan wanita ular itu. Andai Laura menginginkan nyawa saya sekalipun, saya akan rela mengorbankannya demi dirinya sembuh dari penyakit traumatiknya." Ujar Sebastian lirih dengan air mata yang sudah menggenang disudut matanya yang hampir tumpah.
Mithapun seketika membeku, sungguh pria yang pemberani mengakui kesalahannya dan rela menerima hukuman apa saja yang akan diterimanya. Hingga nyawanyapun, dia rela memberikannya.
__ADS_1
"Nona.. sebaiknya kita menemui pasien sekarang juga, siapa tahu saja dia sudah sadarkan diri." Usul Dokter jaga itu dengan ramah.
"Baiklah Dokter, tapi anda jangan ikut saya dulu sekarang." Ucap Mitha menerima usulan Dokter, namun Mitha melarang Sebastian menemui Laura saat ini.
"Iya." Sahut Sebastian dengan mengusap air matanya menggunakan saputangannya.
*******
"M.. mitha.." Panggil Laura lirih.
Rupanya Laura baru tersadar dari pingsannya, saat Mitha baru saja sampai ke ruangan UGD.
"L.. laura, kamu sudah sadar dari pingsanmu!" Seru Mitha seraya menghampiri Laura dan memeluknya erat.
"Iya.. aku baru saja sadar. Apa aku begitu lama pingsan, hingga berada dirumah sakit? Lantas, siapa yang membawa aku kerumah sakit ini? Apakah David?" Tanya Laura serius.
Mitha menggelengkan kepalanya pelan, lalu menjawabnya dengan gugup. "Yang membawa kamu kesini adalah pria itu, kakak kandung David."
"Eeeemmpp.." Kedua tangan Laura langsung membekap mulutnya, tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukannya.
Tiba-tiba saja Laura merasa jijik dengan tubuhnya yang sudah disentuh oleh pria jahat itu, pikirnya.
Laurapun menangis kembali dan menarik-narik bajunya dan mengusap tubuhnya dengan kasar, seolah-olah ada noda ditubuhnya dengan berteriak histeris.
"Jijik.. aku jijik.. aku benci disentuh pria itu.. aku benci! Aku ingin mandi saja.. aku ingin mandi! Biar noda ditubuhku hilang.. aku ingin mandi.. aku ingin mandi.." Teriakkan Laura sampai terdengar oleh Sebastian dan kedua adiknya dari luar kamar UGD.
Dokterpun langsung memberikan suntikan penenang kepada Laura, saat dia meronta-ronta ingin mandi di tengah malam seperti ini.
...♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1