
...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...
...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Seiusai mandi, David memakai kaos casual Mitha, dengan celana jeans miliknya sendiri.
Nampak rambut basah David yang menggoda, dengan air yang menetes diwajahnya, semakin membuat ketampanan David bertambah berpuluh-puluh kali lipat.
Pemandangan itupun tidak lepas dari tatapan Mitha, hingga dia salah tingkah dibuatnya, saat David juga melihat kearahnya.
"Kenapa? Apa kamu baru menyadari ketampananku, Mitha sayang? Lihatnya sampai tidak berkedip, he.. he.. he.." Selorohnya tanpa basa-basi.
"Aissh.. GR banget sih kamu, Vid. Dari dulu kamu ya memang seperti ini, sok ganteng dan percaya dirinya tidak ketulungan." Decak Mitha menutupi rasa canggungnya karena malu tertangkap basa sedang menatap David.
"Ha.. Ha.. Ha.. Iya, bisa saja kamu, Tha. Aku memang GR kalau dilihatin kamu kayak gitu, Tha. Apalagi kalau kamu terima cinta aku, pasti percaya diri aku semakin besar." David tertawa seraya membalikkan kata-kata Mitha dengan begitu pandainya.
Ucapan David membuat Mitha tidak bisa membalasnya, dia malah membalikkan tubuhnya untuk membelakangi wajah David yang terlihat begitu menggemaskan saat menggodanya.
David yang melihat Mitha membelakangi dirinya, dia hanya mengulum senyum. Dia pikir, kata-katanya mampu membuat seorang Mitha bungkam seketika.
"Kamu tidak mau pakai celana jeansku, Vid? Mungkin sedikit sesak, tapi terserah kamu sih." Tanya Mitha mengalihkan pembicaraan, membuka lemari pakaiannya untuk menunjukkannya kepada David.
"Tidak, Tha. Yang ada pusakaku kejepit nanti dan kesakitan karena memakai celana jeans kamu yang kekecilan. Ha.. ha.. ha.." Selorohnya menolak.
"Ha.. ha.. ha.. Ya sudah lah, kalau begitu terserah kamu. Apa kamu tadi sudah telpon Laura, Vid?"
"Sudah."
"Dia sedang dimana? Lalu kapan kembali?"
"Dia sedang di Mall bersama kak Sebastian dan adik Jenifer."
"Woow.. ! Benarkah? Apa yang mereka lakukan disana?"
"Mereka sedang perawatan disalon dan memilih gaun dibutik. Sekarang kita juga akan menyusulnya kesana, ayo kita jalan sekarang." Ajak David meraih tangan Mitha dengan gerakan lembut.
Mitha mengernyitkan dahinya heran, tidak mengerti maksud ucapan David. Namun entah mengapa sentuhan tangan David yang terasa berbeda dari biasanya, membuat dirinya merasa berdebar.
__ADS_1
David yang terus menautkan jari tangannya di tangan Mitha, merasa senang dan terus menyunggingkan senyumannya.
"Tunggu, Vid. Aku belum ambil dompet, ponsel dan tas tangan aku." Ujar Mitha menghentikan langkah David.
Mau tidak mau David melepaskan tautan jari tangan mereka, karena Mitha harus mengambil barang-barang pribadinya. "Iya.. sayang." Ucap David saat melepaskan tangannya.
Mithapun berjalan kearah meja rias untuk mengambil tas, dompet dan ponselnya.
Kemudian mereka kembali berjalan keluar, dengan David yang meraih kembali jari tangan Mitha untuk dia gandeng.
Mithapun tidak menolak, bahkan dia mengikuti apa maunya David. Tidak lupa diapun mengunci pintu kontrakkannya, sebelum pergi.
Keduanyapun langsung pergi menuju Mall Flaza, yang sudah disebutkan oleh Laura sebelumnya.
*******
Sebastian begitu terkejut dan kagum saat melihat calon istrinya, yaitu Laura Casandra bersama Jenifer keluar dari butik dengan memakai dress cantik yang sungguh pas ditubuhnya.
Laura mengenakan dress selutut, lengan pendek berwarna putih dengan renda bunga berwarna pink, sungguh cantik dan anggun. Sedangkan Jenifer mengenakan dress selutut pula, berwarna pink tanpa lengan.
"Cantik dan anggun, kekasihku." Puji Sebastian bergumam pelan.
Laura dan Jenifer tersenyum begitu cantiknya kearah Sebastian. Tanpa melepaskan tatapan matanya, Sebastian meraih tangan Laura dengan gaya ala-ala pangeran yang sedang mengajak princess di dunia dongeng.
Laura hanya tersenyum malu dengan pipi yang merona merah, saat mendapatkan pujian dari Sebastian. Sedangkan Jenifer hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah kakaknya yang bucin tidak ingat tempat.
"Habis ini, kita langsung kerumah atau mau pergi kemana dulu, sayang?" Tanya Sebastian dengan begitu lirih.
"Heeem.. Terserah kakak." Ucap Laura singkat.
"Bagaimana kalau kita menonton film dulu, kak? Masih lama kalau menunggu Papa dan Mama pulang, palingan nanti malam." Usul Jenifer.
"Boleh juga tuh, bagaimana sayang?"
"Boleh saja, tapi David dan Mitha mau menyusul kesini katanya." Sahut Laura.
"Benarkah? Mitha dan dik David sudah kembali, sayang?"
"Heum.. tadi David menghubungi aku, katanya mereka akan segera menyusul."
__ADS_1
"Iya sudah, sambil menunggu mereka datang, kakak beli tiket bioskopnya dulu. Jangan lupa hubungi David atau Mitha, sudah sampai mana mereka. Kita ajak nonton sekalian, siapa tahu saja mereka juga mau ikut." Ujar Sebastian.
"Oke, kak." Ucap Laura singkat dengan tersenyum kecil.
Akhirnya Sebastianpun mengantri untuk membeli tiket bioskop, setelah bertanya kepada Laura dan Jenifer tentang film yang disukai mereka.
Sebastianpun membeli tiket berjumlah lima tiket masuk, untuk film berjendre romans modern.
Laura dan Jenifer membeli beberapa makanan dan minuman untuk persiapan menonton didalam bioskop nanti, setelah menghubungi ponsel Mitha.
David dan Mithapun hampir sampai diMall Flaza tersebut. Tidak lama berselang, Mitha dan Davidpun muncul bersamaan dari balik pintu Mall Flaza yang bisa terbuka dan tertutup otomatis.
"Hallo.. Tha, Vid." Sapa Laura dengan bangkit dari tempat duduknya. Kemudian Jeniferpun ikut bangkit dan menyapa mereka juga.
"Hallo.. Ra, Jenifer. Apakah kalian menunggu lama? Kalian sangat cantik sekali, aku sampai tidak mengenalinya." Sapa Mitha dengan pujiannya, lalu memeluk keduanya. Sedangkan David hanya mengulum senyum melihat keakraban mereka.
"Kita mau nonton sekarang juga, Ra?" Tanya Mitha antusias.
"Iya.. Tha, kak Sebastian sedang membeli tiket. Nah, itu dia sudah datang." Ujar Laura menunjuk sang kekasih yang sudah tersenyum begitu tampannya berjalan kearah mereka.
"Kalian sudah datang? Kalau begitu, mari sekarang kita masuk saja. Sepuluh menit lagi, kata petugas tiketnya, filmnya akan segera dimulai." Ujar Sebastian menyapa lalu mengajak mereka untuk segera masuk kedalam gedung bioskop.
"Okey.." Sahut Laura dan yang lainnya bersamaan seraya mengangguk kecil.
Laura yang melihat David terus menempel disamping Mitha, diapun seolah ingin menggoda mereka.
"Eehem.. kayaknya ada yang lain deh dari kalian?" Bisik Laura kepada kedua sahabatnya itu Mitha dan David.
Dengan wajah merona merah, David dan Mithapun hanya tersenyum canggung dan salah tingkah.
Kemudian Laura berjalan beriringan dengan Sebastian menuju gedung bioskop dan masuk kedalamnya dengan mencocokkan nomor bangku mereka.
Sedangkan Jenifer berjalan lebih dahulu, dengan membawa sekantung makanan dan minuman.
Disaat Jenifer sampai di kursi duduknya, ternyata nomor bangkunya beda sendiri, dia duduk berjauhan dengan Laura dan Sebastian. David dan Mithapun duduk berdampingan dengan jarak yang jauh juga dengan Jenifer.
"Hiss.. kakak Sebastian! Mentang-mentang aku jomblo, aku duduk sendirian. Dasar kak Sebastian nyebelin, pake tempat duduknya dijauhin." Rutuk Jenifer sebal dengan Sebastian yang sengaja melakukannya.
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--