
...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...
...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
David terus memperhatikan tingkah Calista, yang sedang berada tidak jauh dari mobilnya. Calista seperti orang yang kebingungan, mondar-mandir tidak jelas.
David yang penasaran menunggu kurang lebih setengah jam, akhirnya diapun tidak sabar turun dari mobilnya, untuk menanyakan keberadaan dirinya dan ada hubungan apa Calista dengan keluarga Lucky.
David berjalan tanpa ragu dengan wajah begitu bersinar, nampak dari sorotan lampu penerangan rumah Lucky. Tanpa basa-basi say hello ataupun sapaan, David langsung saja pada pertanyaan yang penasaran dia pikirkan sedari tadi.
"Hei.. Calista ada perlu apa kamu disini malam-malam begini? Ada hubungan apa kamu dengan keluarga Lucky? Lalu aku perhatikan dari tadi kamu kenapa mondar-mandir tidak jelas sedari tadi disini." Tanya David penuh selidik.
"Eeh.. calon adik ipar. Kenapa kamu menyelidiki aku, dengan pertanyaan seperti itu? Aku 'kan anak bos dari Lucky, dia bekerja di Perusahaan Papiku. Memangnya kenapa, kalau aku mengunjungi rumah Lucky?" Calista pandai sekali memberikan alasan.
"Ciih.. aku bukan calon adik iparmu. Kakak iparku adalah Laura Casandra, sahabatku dan juga sepupumu. Kalau kamu memang ada keperluan dengan pemilik rumah ini, kenapa kamu dari tadi mondar-mandir tidak jelas disini?"
"A-aku tidak enak dengan Mitha pacar Lucky, aku tidak mau mengganggunya. Lagipula, mobilmu sudah menghalangi jalan keluar mobilku." Ujar Calista gugup.
David nampak menimbang-nimbang ucapan Calista. Memang ada benarnya, jika dia tidak ingin mengganggu Lucky dan Mitha. Tapi, ada sesuatu yang membuat dirinya tercengang, dengan pemandangan yang sering dia lihat, saat dirinya masih berpacaran dengan Berliana.
"Heem.. kalau aku perhatikan, banyak sekali tanda kis mark dilehermu? Apa kau berselingkuh dibelakang kak Sebastian, haah.. ?" Tanya David langsung tembak.
"Deg.. deg.. deg.."
Jantung Calista berdetak begitu kencang, saking takutnya hingga diapun seakan membisu tidak bisa menjawab pertanyaan David.
"Siiit... kenapa tanda sialan ini bisa terlihat oleh David?" Umpat Calista dalam hatinya.
"Kenapa diam? Benarkan, tebakkan aku? Diamnya kamu, berarti sudah menjawab pertanyaanku." Desak David membuat Calista tidak berkutik.
Dengan pintar David mengeluarkan ponselnya dan mengambil photo Calista, yang berpakaian sexy dan penuh kis mark di lehernya. "Cekkrek.."
David mengambil photonya hingga beberapa kali, dengan lebih memperjelas pada Kis mark yang ada dileher Calista.
__ADS_1
"Kamu sudah gila ya, Vid. Hapus photonya, pelanggaran hukum itu namanya. Kamu sudah melakukan pelecehan kepadaku, dengan dasar tindakkan tidak mengenakkan sudah mengambil gambar tanpa seizin pemiliknya."
"Kalau aku tidak mau mengahapusnya, bagaimana? Ini adalah sebagai bukti untuk kak Sebastian, Mama dan Papa juga kedua orang tuamu."
"Ini bukan kis mark, ini adalah luka gigitan serangga yang aku garuk jadi membekas seperti ini, Vid." Dusta Calista mencari tumbal yaitu serangga.
"Ck.. masa sih! Sayangnya aku tidak percaya." Ujar David tersenyum mengejek.
"Siit.. dasar sialan kau, David. Berikan ponselmu, kalau tidak aku akan berteriak kencang, jika kau akan memperkosaku." Umpat Calista dengan mengancam, lalu mencoba meraih ponsel David dengan tangannya.
Namun, David malah mempermainkan ponselnya dengan lincah dan tersenyum menyeringai.
"Silahkan saja, ambil ponselku jika kamu bisa. Kalau ingin berteriak dengan kencang, aku tidak akan melarangnya."
Calista mulai geram, diapun menghentakkan kakinya kelantai dengan kesal. "Pinggirkan mobilmu, mobilku akan lewat. Mobilmu sudah menghalangi jalan orang untuk keluar."
"Heem.. jawab dulu pertanyaanku. Kamu sudah berselingkuh dengan siapa? Kalau kamu sudah menjawab, baru aku akan pinggirkan mobilku."
"Siit.. dasar pria brengseek kamu, Vid." Umpat Calista hendak menampar David, namun langsung ditepis oleh David tangan Calista hingga dia yang meringis kesakitan, terkena tangkisan David.
"Aduh.. sakit." Ucap Calista merasakan sakit ditangannya, yang terkena hempasan lengan kekar David.
"Ha.. ha.. ha.. baru segitu saja, sudah mengaduh sakit. Apalagi, jika tangan lentikmu itu aku patahkan. Mungkin akan cacat seumur hidupmu. Makanya jangan sok kuat, mau menampar wajah unlimited edition kayak aku gini." Ujarnya David tertawa, sok narsis percaya dirinya.
"Ciih.. dasar gila kamu! Aku tidak berselingkuh dengan siapa-siapa, kenapa kamu bersikeras memaksaku. Aku mau pulang, Vid. Aku tidak ingin berdebat dengan kamu. Lekas pinggirkan mobilmu yang sudah menghalangi mobilku."
"Aku tidak semudah itu kau bohongi Calista, aku bukan anak kecil yang tidak bisa membedakan mana kis mark mana luka gigitan serangga."
"Terserah kamu, mau percaya atau tidak. Apa perlu aku panggilkan security untuk memindahkan mobil kamu, hah.. ?"
"Ck.. silahkan saja." Ujarnya santai seraya tersenyum miring.
"Awas.." Ucap Calista mendorong tubuh David yang sudah menghalangi jalannya.
"Ck.. masih saja berkelit. Sudah jelas-jelas kis mark, bisa-bisanya beralasan digigit serangga." David bergumam pelan dengan tertawa kecil, seraya menggelengkan kepalanya heran.
__ADS_1
Calista berjalan kearah pos security, lalu meminta bantuan kepada penjaga security rumah Lucky, untuk meminta mobil David agar dipinggirkan. Dengan alasan menghalangi jalan, mobilnya hendak keluar dari tempat itu.
"Maaf nona, memangnya pemilik mobilnya kemana? Kenapa dia menghalangi jalan mobil nona?"
"Orangnya ada pak, tapi saklek dan keras kepala. Aku sampai menyerah, untuk memintanya meminggirkan mobilnya."
"Baiklah nona, mari saya bantu." Ujar security itu pada akhirnya mau mengikuti kemauan Calista.
"Ayo.." Ajak Calista menuju parkiran mobilnya, yang berada tepat disamping mobil David.
Security itupun bernegosiasi dengan David, agar mau meminggirkan mobilnya sedikit. Sekedar untuk memberikan jalan kepada Calista, agar mobilnya bisa lewat.
"Ini Pak, silahkan Bapak saja yang memindahkan mobilnya." Ujar David menyerah, lalu memberikan kunci mobilnya kepada security tersebut.
"Terima kasih, Tuan." Ucap security tersebut, mengambil kunci mobilnya dari tangan David dengan sedikit rasa sungkan.
"Ia, Pak." Ucap David singkat.
Sementara, Calista akan beranjak pergi dengan mobilnya. David masuk kedalam rumah Lucky tanpa permisi, karena pintunya yang memang tidak dikunci.
David berjalan menyusuri seluruh ruangan rumah Lucky, diapun menemukan Mitha dan Lucky yang berada dibalkon belakang rumah Lucky.
Dengan tercengang dan mata membulat sempurna. Dada yang bergemuruh menahan sesak dan sakit, melihat pemandangan yang tidak mengenakkan.
Mitha dan Lucky sedang berciuman begitu mesra didepan matanya, tanpa sadar kedua tangan David sudah mengepal dengan kuat. Seakan ingin melayangkan bogem mentah kepada Lucky, pacarnya Mitha.
"Aku cemburu? Kenapa sesakit ini, melihat Mitha berciuman dengan Lucky? Padahal, wajar bagi mereka berciuman, mereka sepasang kekasih. Kenapa aku tidak terima dengan apa yang mereka lakukan sekarang, tepat dimataku?" David bergumam pelan, kemudian memalingkan pandangannya kearah lain agar berhenti melihatnya.
Mitha yang sudah melihat David tepat berada dihadapannya, sontak melepaskan pangutannya dari bibir Lucky dan mendorong tubuh Lucky yang sedang menghimpitnya kedinding.
"D-david..." Ucap Mitha lirih.
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--