Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Meminta Imbalan


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sebastian dan Laura mulai menduduki bangku bioskop sesuai dengan nomor bangku mereka yang berurutan. Begitu pula dengan David dan Mitha sudah menempati duduknya yang berada persis didepan Sebastian dan Laura.


Sedangkan Jenifer, sengaja diberikan nomor bangku paling depan oleh Sebastian agak jauh dari mereka.


Sebastian tahu, adik manjanya itu pasti sangat kesal dan menggerutu, karena terlihat dengan jelas dari kejauhan wajah yang ditekuk dan bibir yang bergumam tidak jelas.


Sebastian hanya mengulum senyum kearah Jenifer, yang sudah menatapnya sinis.


"Kak Sebastian jahat iih, masa dik Jenifer didepan sendirian jauh dari kita." Ujar Laura ketika melihat senyum Sebastian saat melihat adik bungsunya Jenifer.


"He.. he.. he.. tidak sayang, kakak pingin Jenifer tidak ganggu kita. Dia bisa duduk dibangku depan dan masih terlihat oleh kita." Kekeh Sebastian.


"His.. kasihan tahu, kak." Decak Laura prihatin.


"Tidak apa, sayang. Hanya kali ini saja."


"Mendingan kak Sebastian yang duduk sendiri didepan, biar dik Jenifer yang duduk sama aku disini." Usul Laura yang membuat Sebastian mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan, sayang. Aku pingin duduk dekat kamu, sebelum dua hari lagi kita menikah. Besok, aku dan Mama akan ke KUA untuk mengurus berkas-berkas pernikahan kita." Tolak Sebastian seraya duduk disamping Laura.


"Hiss.. Memangnya, Papa kakak sudah memberikan restu kepada kita untuk menikah? Bagaimana dengan Om Samudra dan Calista sepupuku? Memangnya dia akan menerima begitu saja, keputusan sepihak gitu?" Tanya Laura kurang yakin.


"Pasti dong, sayang. Kalau tidak merestui, mana mungkin tadi pagi Papa meminta kakak untuk ajak kamu kerumah dan ingin bertemu langsung dengan calon menantu, katanya."


"He'um.. Begitu ya!"


"Iya.. sayang. Tapi, makanan dan minumannya dimana?" Tanya Sebastian yang melihat Laura tidak memegang apa-apa, hanya tas tangannya saja.


"Ooh.. iya, makanan dan minumannya ada sama dik Jenifer, kak." Ucap Laura dengan tersenyum canggung.


"Ha.. ha.. ha.. iya, kakak ambil dulu ya, sayang." Tawa Sebastian saat menyadari ucapan Laura.


"Awas.. Dik Jenifer lagi mode marah sama kakak!" Seru Laura dengan tersenyum miring.


"Iya.. nih, lagi mode garang adik kesayangan kakak, he.. he.. he.." Ujar Sebastian terkekeh seraya berjalan menjauh menghampiri Jenifer.

__ADS_1


"Mau ngapain kakak ketempatku, hueh? Kakak menyebalkan, aku tidak suka sama kakak." Ketus Jenifer dengan mode galak.


"Hiss.. adik kakak yang cantik dan baik, jangan ketus gitu dong ngomongnya. Nanti, cantiknya luntur loh!" Seru Sebastian menggoda.


"Biarin! Bodo Amad.. !" Seru Jenifer jengkel.


"Ha.. ha.. ha.. adikku sayang, kakak ingin lebih dekat dengan calon kakak iparmu itu, yang merupakan calon istri kakak. Kamu bisa mengerti, bukan?"


"Aku mengerti, kak! Tapi, kenapa aku tidak bersama kak David dan kak Mitha saja. Mereka 'kan bisa berdekatan denganku." Protes Jenifer tidak terima.


"Kakak lupa, maafkan ya, dik Jenifer!"


"He'um, hari ini kakak menyebalkan. Aku minta imbalan, pokoknya besok!" Seru Jenifer merengut dengan melipat kedua lengannya didada, lalu mengerucutkan bibirnya sebal.


"Iya.. iya, besok kakak kasih imbalan buat adik manja kakak, yaitu makan gratis di restoran kakak selama seminggu. Bagaimana?"


"Deal.. !" Seru Jenifer menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Sebastian.


"Deal.. !" Seru Sebastian mengikuti arahan adik manjanya itu.


"Iya.. sudah, sekarang kakak balik sana, kasihan kak Laura."


"Iya.. kakak mau balik, tapi mana makanan dan minumannya yang sudah dibeli tadi?"


"Hiis.. dasar adik kakak yang manja dan menggemaskan. Terima kasih, ya." Decak Sebastian seraya mengusap kepala Jenifer gemas.


"Huuh.. kak Sebastian nyebelin, rambutku jadi berantakan." Omel Jenifer saat Sebastian dengan santainya pergi setelah mengacak sayang rambut adik manjanya itu.


*******


Sebastian duduk disamping Laura, lalu tersenyum dengan begitu menawan saat melihat Laura yang benar-benar begitu cantik dimatanya.


Selama ini yang Sebastian lihat, Laura tidak pernah di makeup seperti ini. Laura selalu tampil sederhana, dengan riasan tipis dan berpakaian santai.


"Ini makanan dan minumannya, sayang." Kata Sebastian memberikan sekantong pelastik kepada Laura.


"Iya, kak!" Seru Laura, lalu mengeluarkan beberapa makanan dan minuman ringan dari dalam kantong plastik tersebut.


"Ini buat David dan Mitha, bukan kak?" Tanya Laurs menunjukkan makanan yang masih tersisa didalam kantong plastik.


"Iya, sayang. Sini, kakak berikan kepada mereka." Ucap Sebastian seraya mengambil plastik yang masih dipegang oleh Laura.

__ADS_1


Dengan tersenyum, Laura menatap Sebastian yang begitu baik dan perduli.


"Adik.. ini ambil pelastiknya." Ucap Sebastian menoel punggung David lalu menyerahkan sekantong pelastik tersebut.


"Apa ini, kak?" Tanya David memutarkan kepala dan badannya demi menengok kearah belakang, saat dirinya menerima pelastik tersebut.


"Makanan dan minuman ringan untuk kalian." Ujar Sebastian.


"Ooh.. Terima kasih, kak!" Seru David, lalu mengembalikan posisi tubuhnya kearah semula.


"Iya, dik."


"Apa itu, Vid?" Tanya Mitha saat David baru saja hendak mengeluarkan isi dari pelastik yang dipegangnya.


"Makanan dan minuman ringan, sayang." Sahut David, lalu memberikannya kepada Mitha.


"Buat aku?" Tanya Mitha bingung.


"Heum.. buat kita, sayang." Ucap David menggoda.


"Jangan panggil aku dengan panggilan itu didepan orang banyak, nanti mereka salah faham." Bisik Mitha disamping telinga David.


"Iya.. Dijadiin saja, biar mereka tidak salah faham, sayang." Balas David berbisik mesra.


"Awwh.." Pekik David saat lengannya dicubit oleh Mitha.


Sontak saja para penonton yang baru saja berdatangan melirik kearah mereka, begitu pula dengan Sebastian dan Laura.


"Kenapa, dik? Kenapa kamu berteriak?" Tanya Sebastian yang posisi duduknya tepat dibelakang David, sedangkan Laura hanya ikut mengangguk kecil saja.


"Tidak ada apa-apa, kak! Hanya serangga kecil tadi menggigitku, aku hanya terkejut saja. Serangganya cantik tapi nakal kak, sukanya gigit aku, he.. he.. he.." Dusta David menyindir Mitha dengan menggodanya.


"Hiss.. ada-ada saja kamu, dik! Kakak kira kamu kenapa?" Decak Sebastian menggelengkan kepalanya heran, sedangkan Laura hanya mengulum senyum.


"Ha.. ha.. ha.. mana tahan aku kak, kalau serangganya cantik banget dan sukanya gigit, aku jadi ketagihan minta digigit serangga cantik lagi." Tawa David pecah seraya melirik kearah Mitha yang sudah tersipu malu.


Seketika saja Mitha bergeming, saat Sebastian dan Laura ikut melihat kearahnya. Karena mengerti, siapa yang dimaksud serangga oleh David.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2