Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Makan Direstoran Sebastian


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...


Sebastian tersenyum begitu mempesona kearah Laura, saat gadis itu sudah duduk didalam mobilnya.


Jantung Laura seakan ingin copot dari tempatnya, saat mendapatkan perhatian yang begitu manis dari pria yang seharusnya paling dia benci didunia ini. Namun, nyatanya dia begitu terhipnotis dengan sikap pria tersebut.


"Nona Laura, maaf tolong dipakai seatbeltnya." Ucap Sebastian yang menyadarkan Laura dari lamunannya.


"Eeh.. iya kak." Ucap Laura sedikit tersentak, karena pikirannya sedang melamun, lalu diapun memasang seatbeltnya dengan cepat.


"Eehem.. ada yang melamun sepertinya!" Seru Mitha dengan deheman.


"Iya.. Tha, kamu sepemikiran sama aku." Ucap David ikut menimpali.


Laura membelalakan matanya dengan ucapan dua sahabat dibelakangnya, lalu tersenyum kecut kearah mereka berdua. Hingga kedua sahabatnya seketika terdiam, saat mendapatkan tatapan tak bersahabat dari Laura.


"Apa sih kalian? Siapa yang melamun, heum..?" Tanya ketus Laura kemudian.


"He.. he.. he.. bercanda, Ra." David dan Mitha berucap bersamaan dan terkekeh kompak, sedangkan Sebastian hanya tersenyum, melihat ekspresi wanita yang dicintainya begitu kesal kepada dua sahabatnya yang sedang meledeknya.


"Aissh.. kalian kompak sekali! Sepertinya kamu lebih cocok pacaran sama David, Tha.. dari pada sama Mas Lucky." Ujar Laura asal ucap.


"Deg.." Ucapan Laura mampu membuat jantung David berdebar-debar.


"Ish.. ish.. ish.. Laura jangan ngomong gitu dong, kita 'kan sahabat dan akan selamanya jadi sahabat. Kalau Mas Lucky dengar, bisa-bisa dia cemburu, heum.. !" Decak Mitha tidak terima.


"Iya.. iya, Tha. Bercanda saja, aku sih." Ucapnya gurau seraya tersenyum.


"Iya.. Ra, aku tahu!" Seru Mitha, membalas senyumannya.


"Ayo kak Sebastian, langsung jalan." Pinta David, menghilangkan rasa jantungnya yang sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Okey." Ucap Sebastian singkat.


Sebastianpun mulai menjalankan mobil mewahnya itu dengan kecepatan sedang, meninggalkan area parkiran rumah sakit dan membelah jalanan ibu kota yang cukup lenggang karena saat ini siang hari, banyak pusat perkantoran yang masih dalam jam kerja.


"Mau makan direstoran mana, Vid?" Tanya Sebastian membuka obrolan saat suasana sepi dalam mobil, hanya deru mesin mobil yang terdengar.


"Bagaimana kalau direstoran kakak? Bukankah, sangat dekat dengan kontrakan Laura dan Mitha?" Usul David.


"Heeem.. boleh juga! Bagaimana menurut nona-nona yang cantik?" Ujar Sebastian.


"Heem.. aku sih terserah kak Sebastian dan David." Ucap Mitha jujur. Sedangkan Laura hanya mengangguk kecil, tanda dirinya setuju.


"Baiklah, kita makan direstoran kita sendiri nona-nona cantik." Ucap Sebastian dengan ramah dan tersenyum manis.


Kedua gadis itu mengangguk kecil dan membalas senyuman Sebastian, tidak kalah manisnya melebihi gula.


"Aiish.. kenapa senyuman kalian begitu manis dan menggoda? Sedangkan sama aku saja, kalian tidak pernah tersenyum semanis itu." Sindir David melihat mereka dengan sebal.


"Ha.. ha.. ha.. iri saja nih anak kerjaannya." Omel Mitha dengan tertawa puas. Sedangkan Laura hanya menggelengkan kepalanya pelan, melihat David yang aneh dan selalu iri kepada kakaknya sendiri.


Akhirnya Sebastianpun menghentikan mobilnya, di restoran miliknya sendiri. Saat Laura akan turun dan hampir menyentuh pintu mobilnya, dengan cepat Sebastian menghentikan pergerakkannya.


"T- tunggu, nona Laura." Ucap Sebastian cepat namun sedikit gugup.


Sontak saja Laura langsung menghentikan gerakkannya, lalu menengok kearah Sebastian dan menatapnya.


"J- jangan turun dulu, biar aku bukakan pintunya dari luar." Pinta Sebastian gugup dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wuiih.. so sweet banget, kak Sebastian." Ucap Mitha saat hendak membuka pintu mobilnya, namun tidak jadi karena mendengar permintaan Sebastian yang begitu manis.


"Aku juga bisa melakukannya untuk kamu, Tha. He.. he.. he.." Ucap David menyela ucapan Mitha sedikit terkekeh, namun hatinya begitu serius memintanya.


"Aissh.. engga ach! Mendingan turun sendiri, Vid." Tolak Mitha dengan decakan dari bibirnya.


Sedangkan Laura lagi-lagi merasa heran dengan mereka berdua, selalu saja bertengkar tapi bisa bersahabat. "Aneh.. dasar kalian berdua itu!" Serunya tersenyum.

__ADS_1


Sebastian langsung turun dari mobilnya dan berjalan memutar menuju pintu mobil sebelah Laura, lalu membuka pintu mobilnya dengan perlahan.


Laura tersenyum kepadanya, begitupun sebaliknya Sebastianpun tersenyum dengan sedikit membungkukkan badannya. Diapun ingin sekali menjulurkan tangannya untuk membantunya turun dari mobilnya. Namun, dia masih belum bisa memberanikan dirinya.


"S- silahkan turun, nona Laura." Ucap Sebastian lagi-lagi gugup dihadapan Laura, dengan mengayunkan lengan kirinya kearah depan jalan.


Dengan sedikit grogi, Laurapun turun dari mobil mewah Sebastian, yang menurut dia begitu nyaman.


"T- terima kasih, kak Sebastian." Ucap Laura tidak kalah gugup dengan Sebastian.


"Heem.. iya nona Laura, sama-sama." Ucap Sebastian sedikit meredam pandangannya dengan cara menunduk.


Bagaimanapun rasa cinta yang begitu kuat dan besar yang dirasakan oleh Sebastian kepada Laura, takut membuatnya tidak bisa menahan diri untuk memeluk dan menciumnya saat ini juga.


Keempat orang itupun langsung berjalan kedalam restoran, yang sudah tidak asing lagi bagi mereka. Setelah menempati tempat duduknya masing-masing, seorang pelayan pria yang bernama Aguspun menghampiri mereka di meja paling depan.


"Mitha.. Laura, kalian tidak masuk kerja katanya sakit, tapi ternyata malah mau pesan makan disini?" Tanya Agus heran, sesama teman pelayan restoran tersebut.


Sontak saja, wajah mereka mendadak malu dan tidak bisa menjawab pertanyaannya Agus. Merekapun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


Agus yang sedari tadi memperhatikan kedua pria dihadapannya, seakan merasa familiar dan kenal melihat wajah kedua pria tampan tersebut.


"Sepertinya saya kenal dengan wajah Tuan-tuan, apa Tuan suka datang ke tempat ini, Meski hanya untuk bertemu dengan Asisten Andre?" Ujar Agus dengan polosnya.


"He.. he.. he.. benar sekali Mas, saya memang sering makan disini dan bertemu dengan Asisten Andre." Sahut Sebastian dengan menutupi rasa gugupnya, karena dirinya baru tahu sudah banyak orang yang melihatnya saat berada direstoran selama ini.


Aguspun percaya tanpa curiga sedikitpun, lalu memberikan buku menu yang akan mereka cari disana.


Tanpa sengaja, saat tangan Agus hendak memberikan buku menu tersebut kepada Sebastian, malah tangan Laura ikut menyentuh dan menumpuk tangan diatas tangan Sebastian.


"Eeeh.. " Ucap Laura tersentak kaget karena malu.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2