
...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...
...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Lucky mencoba menenangkan kekasihnya, setelah Mitha meminta David untuk menunggu diluar dahulu. Lalu David dengan sangat berat hati meninggalkan mereka berdua saja.
Namun David tidak akan pergi jauh-jauh dari keduanya, karena dirinya selalu waspada terhadap Lucky kekasih Mitha yang sedikit mencurigakan pikirnya.
"S-sayang.. a-apakah kamu sudah siap, mendengar jawaban apa yang akan aku berikan kepadamu?" Tanya Lucky terbata dengan lirih, tanpa bisa menatap mata Mitha kekasihnya.
"Maksud kamu apa, Mas?" Tanya Mitha heran, dengan menangkup kedua pipi Lucky dan menatap matanya dengan lekat. Namun, Lucky seakan tidak kuasa menatap mata Mitha yang begitu dia cintai, hingga dia tidak sanggup mengungkapkan kebenaran hubungannya bersama Calista belakangan ini.
"A-aku mengenal C-calista, dia adalah anak dari atasanku di Perusahaan tempatku bekerja, sayang. Dia memang sering datang kesini, hanya untuk sekedar berkunjung dan mampir saja." Ungkap Lucky gugup, masih menutupi perselingkuhannya.
"Apa hanya itu saja, Mas? Tidak ada yang lainnya!" Seru Mitha mencoba percaya tapi hatinya belum begitu yakin, dia takut mendengar kenyataan pahit yang keluar dari mulut kekasihnya itu. Dia belum siap, jika Lucky kekasihnya menduakan cintanya yang selama ini dia jaga.
"Heum.. kami hanya sekedar teman kerja atasan dan bawahan. Semua orang bebas datang kerumahku, untuk sekedar bertamu ataupun mampir saja, bukan?" Ujar Lucky mulai bisa menguasai rasa gugupnya, yang sedari tadi melandanya. Namun bahasa tubuh dan wajahnya tidak bisa dia sembunyikan.
Mitha terus mencari kebenaran, lewat bahasa tubuh dan tatapan mata Lucky yang mulai berkabut. Seperti sudah berkaca-kaca, ingin menumpahkan air matanya yang sudah tidak tertahankan lagi.
"Kenapa kamu bersedih, Mas? Apa kamu sedang menahan tangis, heum? Apakah kamu sedang bersandiwara atau berdusta kepadaku?" Tanya Mitha dengan mendesak Lucky agar berkata jujur.
Sontak saja tubuh Lucky gemetar, dengan bibir bergetar lalu menunduk dan menangis sejadi-jadinya. Hikkz.. hikkz... m-maafkan aku M-mitha.. m-maafkan kekasih bodohmu ini.. " Ucap Lucky terbata dengan lirih.
"A-apa maksud ucapanmu, Mas? Kenapa kamu meminta maaf kepadaku? Apa pertanyaanku yang membuatmu meminta maaf, heum? Tatap mataku, Mas. Kamu jangan menunduk seperti ini." Pertanyaan Mitha yang begitu khawatir, lalu mengangkat dagu Lucky agar berhenti menunduk.
__ADS_1
"M-maafkan aku yang tidak bisa memegang janji kita, sayang. Maafkan aku yang sudah menggila karenamu." Ucap Lucky lirih, tak mampu menatap mata Mitha yang begitu baik selama ini, dengan teganya dia menduakannya.
"Aku masih tidak mengerti, Mas! Apa maksud ucapanmu?" Mitha masih tidak bisa mencerna ucapan Lucky kekasihnya, bukan karena dia bodoh. Tapi, dia tidak mau mendengar kenyataan pahit malam ini, yang dalam sekejap akan menghancurkan hubungannya bersama Lucky.
Akhirnya Lucky memberanikan diri menatap mata Mitha, yang sudah menahan tangisnya. Kedua tangan besarnya menggenggam jari tangan lentik milik Mitha, dengan erat.
"C-calista menjadikan aku budak napsunya, sayang. D-dia menjadikan aku kekasih bayangannya, untuk menemani kekosongan hatinya." Ucap Lucky lirih setengah bergumam pelan.
Bagaikan disambar petir, tubuh Mitha seketika bergetar. Hatinya begitu sakit dan dadanya terasa sesak, tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Air mata Mitha tiba-tiba saja meluncur bebas, tanpa terkendali begitu deras dan seakan tidak ingin berhenti. Suara tangisannyapun sampai tidak terdengar, saking shocknya dan sakit merasakan betapa hancur dirinya saat ini. Wajah Mitha mendadak pucat pasi dan tidak sanggup berkata-kata lagi.
Wajah yang ceria dan penuh kebahagiaan selama ini, seakan musnah dalam sekejap oleh kata-kata jujur Lucky kekasihnya. Dengan berat hati, Mitha berdiri dan hendak meninggalkan Lucky.
Lucky yang merasakan pergerakkan kekasihnya seakan menjauh dan berdiri, diapun mencoba menyentuh tangannya.
"Ssrrrrrrttt..." Saat tangan Mitha menepis kasar tangan Lucky. Sontak saja, Lucky langsung bergeming tanpa bisa berucap lagi.
"MULAI DETIK INI.. KITA PUTUS! JANGAN PERNAH SEKALIPUN TANGAN KOTORMU ITU MENYENTUHKU. AKU MEMBENCIMU MAS.. SUNGGUH MEMBENCIMU..!" Mitha berteriak dengan lantang meski bibirnya bergetar, hinga suaranya terdengar oleh David dari luar.
Sontak saja Lucky langsung bersimpuh didepan Mitha, yang mulai mengeluarkan isak tangisnya. Hikkz... hikkzz.. hikkzzz..." Rasa sesal dan bersalahpun begitu menyelimuti perasaan Lucky saat ini.
David yang mendengar suara Mitha berteriak, tanpa ba-bi-bu langsung masuk untuk menemui mereka yang sedang bertengkar. ARTnyapun Bi Iyem ikut mendatangi mereka, karena mendengar suara teriakan Mitha yang begitu marah dan emosi.
"Mitha.. !" Seru David saat melihat Mitha yang sedang berdiri dengan raut wajah marah dan emosi dengan penuh derai air mata. Namun, dia menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan yang begitu memilukan.
Mitha dan Lucky melihat kearah David dengan tatapan sedih dan hancur. Keduanya terlihat rapuh, nampak lemah tak berdaya. Mitha yang tidak terima dikhianati sang kekasih, sedangkan Lucky yang baru menyadari betapa menyesalnya dia yang sudah menghianati Mitha beberapa bulan terakhir ini, dirinyapun harus siap kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu.
__ADS_1
"D-david.. antarkan aku pulang, hikkz.. hikkzz.. hikkzz..." Ucap Mitha berjalan kearah David dengan gontai.
"Iya, Tha." Ucap David langsung merangkul Mitha dengan sayang dan meninggalkan Lucky yang masih duduk bersimpuh dilantai.
Bi Iyem menatap sendu kepergian Mitha dan David. Bi Iyem tahu perselingkuhan majikannya itu, sejak Calista sering kali datang dan menginap dirumah majikannya itu. Diapun sering memergoki dan mendengar suara-suara lucknut, dari kamar Lucky selama ini.
"Bangun Den Lucky, jangan seperti ini." Ucap Bi Iyem lirih lalu memegang pundak Lucky untuk bangkit dari posisinya saat ini.
"T-tidak Bi, biarkan aku seperti ini. Biarkan aku menyadari kesalahanku dan menyesali perbuatanku. Aku pantas ditinggalkan oleh kekasihku, Bi. Tapi, aku begitu mencintainya, Bi. Aku tidak ingin kehilangan dia, Bi. Hikkz.. hikzz.. hikkzz.." Ujar Lucky lirih dengan berjuta sesal yang menggelayut dihatinya.
*******
Tanpa banyak kata, David membawa pergi Mitha dari kediaman rumah Lucky dengan banyak pertanyaan didalam hatinya.
Mithapun seakan tidak ingin membuka mulutnya, hanya menangis dan terus menangis sepanjang perjalanan menuju kontrakkannya.
David yang fokus menyetir, hanya bisa menghela napas panjang. Diapun merasakan sedih, yang sedang Mitha rasakan saat ini.
Saat David akan masuk kedalam gang rumah kontrakkannya, suara Mitha tiba-tiba menghentikan laju mobil David.
"Jangan pulang ke kontrakan, Vid. Bawa aku pergi jauh untuk malam ini, kemana saja yang penting aku bisa menenangkan hatiku. Aku tidak ingin Laura melihat aku hancur seperti ini, hikkz.. hikkzz.. hikkzz.."
Sontak saja, David langsung membawa Mitha dalam pelukkannya dan menenangkannya dengan mengusap punggung Mitha lembut dan sayang.
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--