Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Pantai


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Laura dan Sebastian menunggu Mitha dan juga Lucky dirumah kontrakkannya. Waktu hampir jam 12 malam, tetapi keduaya belum juga pulang.


Laura sudah mulai gelisah dan cemas memikirkan keduanya, karena tidak ada kabar dari mereka. Laurapun mencoba menghubungi mereka, untuk mengetahui kabarnya. Namun, tidak ada jawaban dari mereka, padahal ponsel mereka aktif.


Akhirnya Sebastian mencoba menghubungi David kali ini, berharap dia akan menjawab panggilan telponnya.


"Kak, apa masih belum ada kabar juga dari mereka?" Tanya Laura penasaran dan begitu khawatir.


"Belum, sayang. Apa mungkin mereka dalam perjalanan atau terjadi sesuatu!" Seru Sebastian menerka-nerka.


"Duh.. aku cemas dan khawatir, kak. Semoga mereka baik-baik saja ya, kak." Ucap Laura mendoakan kebaikan mereka.


"Semoga saja, sayang. Kita tunggu beberapa menit lagi, baru kita hubungi lagi mereka." Ujar Sebastian menenangkan calon istrinya.


"Baiklah, kak." Ucap Laura pasrah, namun tetap khawatir dengan kedua sahabatnya.


"Heumm.." Sebastian bergumam pelan, dalam hatinya terus memikirkan David adiknya.


*******


Ditempat yang berbeda, David dan Mitha sedang berada ditempat yang lumayan jauh dari hiruk pikuk Ibu kota.


Mereka sedang berada dipantai yang begitu luas terhampar indah lukisan Tuhan nan cantik, dengan suara merdu yang saling bersahutan deru ombak mengikis jarak kesunyian malam.


Mitha sedikit terobati, dengan perasaan yang sedang hancur dan sakit yang teramat dalam.


David sengaja membawa Mitha ketempat seperti pantai, untuk mengurangi rasa sakit hati akan penghianatan Lucky pacarnya, yang kini tinggal menjadi mantan.


Mitha masih kadang menangis, tapi kemudian tertawa saat mengingat kebodohannya selama ini, yang tidak menyadari jika Lucky menghianati cintanya.


"BODOH.. BODOH.. BODOH.. ! Hikkz.. hikkz.. hikkz.." Maki Mitha dengan berteriak pada diri sendiri, karena kebodohannya.


"KAMU BRENGSEEK MAS.. KAMU BAJINGAAN.. KAMU JAHAT... AKU MEMBENCIMU, MAS LUCKY.. ! Hikkz.. hikkz.. hikkzz.." Umpat Mitha mengeluarkan isi hatinya yang begitu murka karena mantan kekasihnya kini, dengan teriakan menghadap laut seraya berdiri.


Mungkin dengan dia mengeluarkan semua unek-uneknya, rasa kesal dan marah dihatinya bisa sedikit terobati dan plong dalam dadanya.


David yang sedari tadi mendengarkan makian dan umpatan Mitha, diapun hanya menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum miris. Merasakan sedih dan hancur sehancur-hancurnya.


"Kriing.. drrt.. kriing... drtt..." Ponsel Mitha kembali berbunyi setelah tadi panggilan telponnya yang berulang-ulang namun dihiraukan oleh mereka, karena Mitha yang enggan menjawab panggilan Laura. Dirinya tidak ingin Laura tahu keadaannya yang sedang hancur sehancur-hancurnya.


David melirik nama yang tertera dilayar ponselnya, diapun sudah mengetahui nama Laura yang tertulis disana.


"Kriing.. drrt.. kriing.. drrt.." Ponsel Davidpun kini berbunyi, tertera nama kak Sebastian dilayar ponselnya. David melihat beberapa panggilan tadi, mungkin karena dia tadi fokus membawa mobil, jadi kurang begitu mendengar panggilan ponselnya.


Davidpun akhirnya mengangkat panggilan telpon kakaknya itu dan menjauh dari Mitha yang masih mengumpat dan memaki Lucky dengan berteriak kearah laut.


"Hallo.. kak."

__ADS_1


"Hallo, dik. Kenapa baru diangkat telponnya? Ini sudah jam berapa? Kenapa kalian belum pulang juga? Kakak masih bersama Laura dikontrakkan. Suasana sudah sangat sepi, jam sudah pukul 12.30 malam. Apa yang sudah terjadi, dik?"


"Aku dan Mitha tidak pulang malam ini, kak. Ada problem sedikit, jangan bilang sama Laura dulu kak, takutnya dia cemas nanti."


"Terus.. kakak harus bagaimana, dik?"


"Kakak tanyakan Laura saja, bagaimana baiknya."


Laura yang tidak sabaran ingin mengetahui kabar Mitha sahabatnya, diapun meminta ponsel Sebastian untuk berbicara dengan David dan Mitha secepatnya.


Sebastianpun tidak bisa menolak, keinginan Laura calon istrinya.


"Hallo.. David."


"Eeh.. hallo, Ra."


"Mitha kemana, Vid? Kenapa kalian belum pulang? Apa kalian menginap dirumah Lucky, heum?"


"Iya, Ra. Mitha menginap dirumah Lucky, sedangkan aku menunggu dimobil."


"Terus.. Mithanya sekarang kemana? Aku mau berbicara dengannya. Panggilan telponku diabaikan oleh Mitha sedari tadi."


"Waah.. maaf, Ra. Aku sudah diluar rumah, aku tidak tahu Mitha sedang apa. Bisa jadi Mitha sedang tidur, Ra."


"Mungkin juga, Vid. Tapi, tidak biasanya dia mengabaikan panggilanku dan tidak mengabariku terlebih dahulu, Vid. Aku khawatir kepadanya. Kalau memang Mitha baik-baik saja, syukurlah."


"Iya, Ra. Sebaiknya, kamu ditemani oleh kak Sebastian malam ini, jika kamu kesepian, Ra."


"Tidak, Vid. Apa kata tetangga kontrakkan nanti, jika kak Sebastian menginap?"


"Iya, Vid. Tapi, kenapa kamu menunggu Mitha yang sedang menginap? Kamu kayak kurang kerjaan saja."


"He.. he.. he.. iya, aku juga mau pulang, Ra."


Terdengar suara teriakkan Mitha yang cukup kencang, hingga mampir ketelinga Laura.


"Vid.. itu suara wanita sedang berteriak! Siapa, Vid? Aku kurang begitu jelas mendengarnya."


"Ooh.. itu ada orang sedang putus cinta, Ra. Galau dan merana, terus teriak-teriak menghilangkan rasa sakit hatinya."


"Masa sih, Vid! Sok tahu kamu, memangnya kamu kenal, apa?"


"Kenal, dong! Eeh.. salah, tidak kenal, Ra. Aku hanya bergurau saja, Ra. Iya sudah, Ra. Aku mau lanjutkan pulang dulu. Kamu tidak usah memikirkan Mitha ya, dia baik-baik saja."


"Iya... Vid, terima kasih sudah mengantar Mitha kerumah Lucky. Aku sekarang sudah lega, karena Mitha baik-baik saja."


"Iya.. Ra, kayak sama siapa saja, pake bilang terima kasih segala."


"Ha.. ha.. ha.. hati-hati dijalan, Vid."


"Iya.. Ra, good night sweet dream."


"Iya.. Vid, terima kasih. By.."

__ADS_1


"By.. Ra."


Keduanyapun mengakhiri panggilan mereka, secara bersamaan.


Mitha yang merasa kehilangan David, diapun berjalan mencari David dan meneriaki namanya.


"DAVID... DAVID.. KAMU DIMANA! DAVID.. DAVID.. KAMU DIMANA!"


"Aku disini, Tha! Kenapa mencariku? Apa kamu sudah sangat merindukanku, sampai-sampai meneriaki namaku, heum?" Jahil David dengan ucapannya.


"His.. kamu itu menyebalkan! Aku sedang rapuh begini, malah ditinggal sendirian. Kalau terjadi apa-apa nanti denganku, bagaimana? Atau, aku tiba-tiba dimakan ikan hiu dan aku mati, lalu menghantui kamu, gara-gara tidak menjagaku, bagaimana? Apa kamu mau, arwahku tidak tenang dan mengganggu kamu, Vid?"


"Ha.. ha.. ha.. tidak, Tha. Tadi itu, kak Sebastian menelponku sudah beberapa kali, sejak kita dalam perjalanan kesini. Tapi, aku baru mengetahuinya."


"Ooh.. kenapa kak Sebastian, Vid?"


"Dia menannyakan kita, kenapa sudah malam begini, kita belum pulang juga?"


"Terus kamu jawab apa, Vid?"


"Aku berbohong, Tha. Aku bilang kamu sedang menginap dirumah Lucky."


"Bagus, Vid. Lebih baik dia jangan tahu dulu, soal putusnya hubunganku dengan pria brengseek itu. Aku tidak ingin dia ikut bersedih, dihari-hari menjelang pernikahannya."


"Okey, sini aku peluk, Tha. Kamu sudah merasa lebih baik dan plong, bukan? Saat berteriak dan memaki Lucky tadi." Ujar David menarik lengan Mitha dengan lembut.


"Iya.. Vid, terima kasih." Ucap Mitha lirih, masuk kedalam pelukkan David.


Merekapun berpelukkan dibibir pantai, mengobati rasa sakit hati saat mengingat pasangan mereka yang berkhianat.


"Tha.. "


"Heum.."


"Kenapa nasib kita sama ya?"


"Maksudnya?"


"Iya.. nasib kita sama, Tha. Sama-sama dikhianati oleh pasangan kita, yang selama ini kita percaya dan kita cintai."


"Heumm.." Mitha hanya bergumam pelan.


"Tha.."


"Heum.. apa lagi, Vid?"


"Eeumm.. bagaimana kalau kita coba pacaran saja, Tha?"


"What.. ? Apa kamu sudah gila, Vid?"


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2