
♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️
🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Dikediaman Samudra Casandra.
Samudra baru saja sampai dirumahnya, dia sudah dihadang begitu banyak pertanyaan oleh Maya Frisila sang istri yang begitu marah namun khawatir, karena suamimya tidak pulang semalam.
"Heeem.. jam segini baru pulang, kamu menginap diApartement siapa semalam, Pih?" Tanya Maya ketus dengan wajah garang.
"Apa sih, Mih? Suami pulang, bukannya disiapkan kopi, teh atau makanan, malah bertanya yang tidak penting." Omel Samudra dengan menggerutu.
"Hiss.. sudah salah, malah marah-marah. Kamu itu suami dan papi macam apa untuk keluarga, hah?" Hardik Maya merasa kesal, sang suami tidak menjawab pertanyaannya, malah menggerutu dirinya.
"Apartement milik temanku, Mih!" Dusta Samudra belaga sok benar, karena sang istri yang sepertinya sudah curiga kepadanya.
"Siapa, temanmu itu, Pih?" Tanya Maya semakin penasaran.
"Cukup, Mih! Hentikan pertanyaanmu itu. Apakah, kamu mencurigaiku, Mih? Aku lelah, mau istirahat." Bentak Samudra dengan emosi, lalu meninggalkan sang istri yang masih begitu shock saat mendengar bentakkan suaminya.
Samudra tanpa rasa dosa dan bersalah, diapun benar-benar letih, karena tenaganya habis terkuras, oleh wanita yang bernama Angel, yang baru saja semalam dia temui dan dia tiduri.
Maya bergeming tidak percaya, dengan suami yang begitu berbeda sikap dan cara bicaranya selama ini. Diapun mulai curiga, ada gelagat tidak beres dengan suaminya yang mendadak berubah sikap dengan semalam yang tidak pulang kerumah.
*******
Pria dingin itu begitu geram dengan Laura, diapun begitu kasar saat mengikat kedua tangannya kebelakang dan kakinya kedepan. Tak hanya itu, mata dan mulut Laurapun diikat, karena kali ini, Pria dingin itu sungguh merasa kecolongan saat menyadari ponselnya yang hilang, lalu langsung menuding Laura yang sudah mengambilnya.
"Dasar gadis nakal! Rasakan kamu sekarang, kamu tidak bisa bicara dan melihat cahaya lagi. Kamu sudah buat saya marah, berani-beraninya mencuri ponsel kesayanganku ini." Maki Pria dingin itu, dengan tersulut emosi.
Laurapun nampak meronta-ronta, dengan kedua kaki dan tangannya yang ingin segera terlepas dari ikatannya. Laurapun hanya bisa menangis dan mendengar makian pria dingin tersebut dihadapannya yang tidak bisa terlihat olehnya kini.
Laura menjerit sekuat tenagapun, tidak akan pernah terdengar, diapun akhirnya pasrah dengan keadaannya saat ini.
Pria dingin itupun segera melapor kepada Lucky, untuk memindahkan Laura ketempat lain. Dia berpikir, barang kali saja Laura sudah mengabari suaminya atau temannya untuk menyelamatkannya.
Dengan gerak cepat, Luckypun menyetujui pria dingin itu untuk memindahkan lokasi Laura ketempat lain yang tidak mungkin diketahui oleh suami dan sahabatnya.
*******
Dilokasi penyandraan Laura, David dan Sebastian sudah bergerak disana. Namun, Mitha dan Jenifer berjaga-jaga di depan pagar rumah, tempat yang sudah dikabari oleh Laura lewat pesan sharlocknya.
Laura dan Jenifer berpura-pura menyamar sebagai pedagang jamu gendong, yang mengawasi rumah tersebut. Sedangkan Sebastian dan David mencoba masuk lewat belakang dengan memanjat tembak.
Tidak lama kemudian, pagar tralis besi itupun terbuka dengan sangat lebar, Mitha dan Jeniferpun akhirnya menepi dipinggir pagar, demi memberi akses jalan untuk mobil sedan, berwarna hitam dengan kaca riben. Jenifer dan Mitha tidak bisa melihat siapa yang sedang berada didalam mobil tersebut, karena saking gelapnya kaca mobil tersebut.
__ADS_1
Sejenak mobil itu berhenti, ketika Mitha dan Jenifer berdiri dipinggir pagar yang baru saja terbuka. Nampak begitu jelas dimata Lucky, jika Mitha sedang menyamar menjadi mbo jamu untuk menyelamatkan Laura.
"Shiit.. Mitha! Kamu begitu terlihat semakin cantik. Maaf.. sayang, aku harus menyandra sahabatmu." Gumam Lucky, saat memandang Mitha dari dalam mobilnya.
Laurapun mendengar ucapan Lucky yang bergumam menyebut nama Mitha, namun diapun tidak bisa bersuara karena mulutnya yang disumpal dengan kain.
Laura hanya bisa menangis dalam hati dan menjerit dengan kuat namun tak terdengar oleh siapapun, bahkan Lucky dan pria dingin itupun.
Laura berusaha untuk memberontak, dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya yang sedang diikat. "Eeeemmmmpppph.... eeemmmmppphh..." Usaha Laura meronta-ronta namun tidak ada respon dari kedua pria tersebut.
Setelah beberapa saat mobil Lucky berhenti, diapun kemudian meninggalkan tempat itu untuk memindahkan Laura ketempat yang tidak diketahui oleh Mitha dan yang lain, pikirnya.
Tempat persembuyian mereka sudah diketahui oleh Sebastian dan David, jadi dia lebih memilih melarikan Laura ketempat yang tidak diketahui mereka kali ini, pikirnya.
"Kak Mitha, jangan-jangan mobil itu yang sudah membawa kak Laura." Kata Jenifer sedikit curiga.
"Apa kamu yakin, dik Jeni?" Tanya Mitha ragu.
"Yah, siapa tahu saja, kak! Aku hanya feeling saja sih." Ucap Jenifer merasa ada yang tidak beres, dengan mobil yang baru saja berhenti tadi untuk beberapa saat.
"Kalau begitu, kita ikuti saja mobil itu, dik. Jangan lupa catat nomor flat mobil itu." Usul Mitha kemudian.
"Baik, kak!" Seru Jenifer, lalu menuju mobil David yang terparkir di jalan, yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Keduanyapun, mengikuti laju jalan mobil Lucky dengan masih menjaga jarak. agar tidak mencurigakan.
*******
"Buugh... "
"Buugh... "
"Buugh.."
Bodyguard dan securitypun tidak tinggal diam, merekapun berusaha membalas pukulan Sebastian dan David, namun meleset tidak mengenai mereka.
Sebastian menarik kerah salah satu bodyguard tersebut, lalu memberikan ultimatum agar bicara jujur.
"Hei.. dimana istriku Laura, kalian sandra? Ayo tunjukkan tempatnya, bedebah!"
"B-bos kami sudah membawa istri anda pergi dari sini, beberapa saat sebelum anda datang." Jelas bodiguard tersebut jujur.
"Haah.. dasar sial kau Lucky dan Samudra!" Umpat Sebastian, lalu menghempaskan kerah baju bodyguard tersebut dengan kesal.
"Kemana mereka membawa Laura, brengseek?" Tanya David yang mulai geram saat mendengar Laura dipindahkan ketempat lain.
"S-saya tidak tahu menahu, Tuan." Ucap bodiguard itu jujur, dengan gugup dan tubuh gemetar, merasakan sakit diseluruh tubuhnya, akibat pukulan David dan Sebastian yang mengenai wajah dan tubuhnya.
__ADS_1
"Bohong! Kamu pasti bohong, bukan? Apa kamu mau, aku beri bugem mentah lagi, hah?" Hardik David tersulut emosi, sungguh merutuki perbuatan Lucky dan Samudra yang sangat pengecut.
"S-sungguh, Tuan. Kami tidak bohong." Ucap bodyguard yang satunya lagi.
Saat David baru saja ingin mengucapkan kata lagi, bunyi ponselnyapun berdering dengan begitu nyaring. Davidpun segera mengangkatnya, karena nama Mitha sang kekasih yang sedang menelponnya.
"Iya, hallo sayang."
"Vid, kami sedang mengikuti mobil seseorang yang baru saja keluar dari rumah dimana Laura disekap."
"Benarkah, sayang? Terus ikuti mereka, jangan sampai kehilangan jejak."
"Iya, Vid. Apakah Laura baik-baik saja?"
"Tidak, sayang. Laura sepertinya ada didalam mobil yang sedang kamu ikuti."
"Haaah.. Benarka, Vid?"
"Huem.. Laura sudah tidak ada disini, mereka akan memindahkan Laura ketempat lain. Mungkin saja, mereka sudah tahu jika kita sedang mengintai mereka."
"Okey, kalau begitu secepatnya kamu dan kak Sebastian menyusul."
"Iya, sayang. Kami akan segera menyusul. Nanti kirimkan sharlelock keponselku."
"Siap!"
"Okey, kami akan segera menghubungi pihak yang berwajib, untuk meringkus Lucky dan Samudra."
"Iya, Vid! Sudah ya, aku dan dik Jenifer masih mengikuti mobil mereka."
"Okey, hati-hati yah kalian."
"Iya, Vid."
"By.. by.. by.."
"By.. juga."
"Tuut."
Merekapun menutup sambungan telpon mereka, kemudian David dan Sebastianpun segera meninggalkan rumah tersebut. Dengan langkah lebar, David dan Sebastianpun sampai dimobil milik Sebastian, lalu Sebastian menancapkan gas mobilnya dengan cepat, namun tetap hati-hati.
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1