Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Percintaan Yang Terhenti


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Di Rumah kediamam Lucky.


Calista baru saja sampai dikediaman Lucky, langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk milik Lucky. Dirinya sudah kecewa dan sakit hati, atas penolakkan Sebastian tadi direstoran.


Lucky yang melihat raut wajah kekasih bayangannya itu, sedikit heran dan mengerutkan keningnya. Hingga dirinyapun segera ingin menanyakan apa yang sedang dia pikirkan.


"Kamu kenapa, sayang? Mengapa wajah cantikmu terlihat bersedih dan muram begitu? Apa yang sudah terjadi?"


"Aku kecewa, Lucky. Aku kesal sama pria arogant itu. Aku membencinya." Kesal Calista, dengan meremas seprai kasur Lucky.


"Sebastian, maksud kamu? Memangnya apa lagi yang dia perbuat, heum..?" Tanya Lucky menghampiri Calista, dengan bertelanjang dada dan berbaring disampingnya.


"Heem.. dia mengusirku. Dia tidak pernah menganggapku ada. Dengan terang-terangan dia berucap, akan menikahi sepupuku yang sudah sejak lama aku tidak pernah berjumpa dengannya."


"Apa maksudmu, sayang? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Sepupu siapa? Kenapa Sebastian bisa berkata seperti itu?" Tanya Lucky membelai wajah Calista yang masih begitu cantik meski sedang marah dan kesal.


"Sepupuku bernama Laura Casandra, dia anak dari Om Samuel Casandra dan Tante Alisa Maurin."


"Deg.." Jantung Lucky begitu terkejut, dia begitu mengenal nama itu. Nama sahabat pacarnya yaitu Mitha Angraini.


"Laura Casandra? Dia sepupumu, sayang?" Tanya Lucky memastikan, dengan merubah posisinya menjadi duduk disamping Calista yang masih berbaring.


"Heum.. dia sepupuku yang dulu sangat dekat denganku, saat aku masih kecil. Semenjak aku ke Amerika hingga aku kembali lagi ke Indonesia, aku baru bertemu lagi dengannya tadi siang di restoran Sebastian." Ujarnya Calista memposisikan kepalanya, menggunakan paha Lucky menjadi bantalan.


"Laura itu sahabat pacarku, sayang." Ucap Lucky jujur.


"Apa? Pacarmu? Siapa nama pacarmu itu? Aku lupa."


"Mitha Angraini."


"Iya, tadi aku bertemu juga dengan Mitha Angraini. Sepertinya mereka sangat akrab."


"Iya sayang, pacarku sangat akrab sama Laura. Kalau Laura sepupu kamu, berarti orang tua kamu yang sudah mengusir Laura dari rumahnya sendiri."


"What? Kamu juga tahu masalah itu, Lucky?Aku bingung harus percaya sama siapa. Papi aku bilang, Laura pergi meninggalkan rumah karena menjadi simpanan Om hidung belang. Sedangkan Laura sendiri bilang, diusir karena Papiku ingin menguasai harta peninggalan kedua orang tuanya."


"Setahu aku seperti itu, sayang. Pacarku bilang begitu, Laura ikut dengannya sedari usia tiga belas tahun."


"Jadi, kalau begitu Papi sudah berbohong dong selama ini kepadaku. Hingga sampai saat ini, aku sudah menganggap Laura wanita jaalang dan simpanan Om hidung belang."

__ADS_1


"Maybe, sayang!" Seru Lucky mengecup bibir Calista, dengan lembut.


"Aku tidak rela, kalau harus memberikan Sebastian kepada Laura. Aku tidak terima, jika Sebastian lebih memilih menikahi Laura dan meninggalkan aku. Aku juga tidak mau membatalkan rencana pernikahan ini, yang tinggal menghitung hari."


"Apa hubungan Laura yang akan menikah dengan Sebastian? Sebenarnya, apa yang terjadi?"


"Sebastian bilang padaku tadi, saat direstoran. Laura sudah dia perawani dan dia akan segera menikahinya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya."


"What? Jadi Sebastian yang sudah memperkosa Laura?" Betapa terkejutnya Lucky mendengar apa yang baru saja diucapkan Calista.


"Diperkosa? Tapi, Sebastian hanya bilang sudah merawani Laura, dia tidak bilang memperkosanya."


"Iya.. dia sudah memperkosanya, sayang. Saat itu, Laura begitu terguncang jiwanya dan dirinyapun mengalami trauma. Tapi, kenapa secepat itu Laura bisa bertemu dengan pria yang sudah merampas kesuciannya itu?" Lucky sedikit tidak percaya dengan kenyataan itu.


"Aku juga kurang begitu faham, aku sangat kesal tadi siang, saat Sebastian mengusirku bagaikan pengemis tidak berperasaan." Gerutunya penuh amarah.


"Iya sudah, sayang. Mari kita lupakan masalah Sebastian dan Laura, lebih baik kita bercinta, bagaimana, heum..?" Kata Lucky menggoda dengan mengecup lengan Calista yang dia genggam sedari tadi, setelah itu berpindah keseluruh wajah Calista.


"Aishh.. kamu bisa saja, membuatku mudah melupakan masalahku yang begitu rumit ini." Decak Calista, merasakan sapuan lidah dan deru napas yang memburu dilehernya.


"Aaaach.." Bibir Calista mendesaah, saat jari tangan kiri Lucky dengan lincahnya masuk kedalam baju Calista dan meremas kedua buah dada Calista bergantian.


Leher Calistapun sudah dipenuhi dengan jejak kissmark, ulah Lucky yang begitu bernapsu terhadap tubuh Calista, kekasih bayangannya itu.


Selama dirinya berpacaran dengan Mitha, tidak pernah sekalipun dia menyentuh milik berharga Mitha. Lucky hanya sekedar berciuman saja, karena dirinya tidak ingin merusak Mitha. Dirinya teramat mencintai dan menyayangi Mitha dengan sepenuh hatinya.


Lucky tersenyum, saat tubuh Calista bergelinjang merasakan sapuan lidahnya diarea sensitive tubuh Calista, yang benar-benar membuat Calista mengeerang nikmat dengan desaahan yang begitu membuat melayang.


"Panggil namaku, sayang?" Pinta Lucky, saat Calista menahan sesuatu yang sepertinya ingin segera keluar.


"L-lucky.. cepat masukkan milikmu itu, aku sudah tidak tahan." Pinta Calista dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.


"Baik sayang, bersiaplah.."


"Kriiing... ddrttt... kriiing.... ddrrrt..." Bunyi ponsel Lucky memekik dengan gataran kencang.


"Siit.. siapa sih yang menelpon?" Umpat Calista kesal.


"Sebentar sayang, nanti kita teruskan lagi. Aku takut telpon penting, karena bokap dan nyokap aku sedang diluar kota."


"Heum.." Calista hanya bergumam pelan dengan menahan hasrat yang tertunda karena bunyi ponsel Lucky yang begitu kencang.


"Haah.. Mitha calling.. !" Ucap Lucky saat membaca nama kekasihnya, yang sedang menelpon di layar ponselnya.


"Siapa? Siapa yang mengganggu kesenangan kita, hah..?" Tanya Calista geram.

__ADS_1


"Mitha.. pacarku, kamu jangan bersuara." Ucap Lucky menghentikan Calista untuk tidak bicara lagi.


Calistapun menurut dan mengangguk kecil, dirinya faham akan statusnya sebagai pacar bayangan Lucky, sebagai pemuas napsunya saja.


Kebiasaan Calista yang tinggal di Amerika selama ini, membuat kehidupannya sudah terbiasa melakukan sek bebas seperti disana.


Luckypun akhirnya mengangkat telpon Mitha dengan perlahan. Lucky mulai mengontrol keadaannya, akibat percintaan panasnya yang baru saja dia lakukan namun belum tuntas.


"Hallo.. sayang, ada apa?"


"Hallo.. Mas Lucky, apa Mas Lucky ada dirumah?"


"Ada sayang, kenapa?"


"Aku boleh tidak main kerumah Mas Lucky? Malam ini aku ingin cerita banyak soal Laura, sahabatku."


"Eemm.. harus malam ini juga ya?"


"Iya.. Mas, karena waktunya begitu mendesak. Sepulang dari rumah David, aku akan kerumah Mas Lucky."


"J-jangan, sayang. Biar Mas Lucky saja, yang akan kekontrakkan kamu, ya."


"Kenapa? Biasanya Mas Lucky senang, kalau aku kerumah Mas Lucky. Aku sedang dalam perjalanan loh, aku diantar oleh David sebentar lagi sampai."


"Tidak apa-apa, sayang."


"Heumm.. Laura sedang bersama calon suaminya sekarang, mereka langsung menuju kontrakkan. Aku ingin memberikan waktu mereka berdua untuk bicara dari hati kehati, makanya aku ingin menemui Mas Lucky malam ini."


"Deg.. iya sudah, sayang. Terserah kamu, kalau begitu."


"Okey, sampai jumpa, Mas Lucky."


Keduanyapun mengakhiri saluran telponnya bersamaan.


"Shiit.. Mitha pacarku mau kemari, sayang." Ucap Lucky merasa bersalah kepada Calista.


"What? Terus bagaimana ini? Aku sudah nanggung begini, dasar gila pacar kamu itu, datang diwaktu yang tidak tepat." Gerutu Calista mencebik kesal.


"Ayo cepat, kenakan bajumu sayang. Aku takut, Mitha lebih dulu sampai disini."


"Dasar gila.. !" Umpat Calista mengenakan bajunya dengan terburu-buru.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2