Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Mengunjungi Lucky


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


David dan Mitha sudah sampai dihalaman rumah Lucky, lalu memarkirkan mobilnya tepat disamping mobil yang berada didepannya.


Mitha turun sendiri dari mobil dan mengajak David untuk ikut bersamanya menemui Lucky didalam. Namun, David menolaknya dengan alasan tidak ingin mengganggunya.


Mithapun akhirnya membujuk David agar mau ikut dengannya, karena tidak enak rasanya meninggalkan David sendiri didalam mobil. Tetapi David bersikeras tetap akan menunggu saja, didalam mobil.


"Kalau kamu tetap menunggu disini, lebih baik kamu pulang saja, Vid. Aku akan pulang nanti, diantar oleh Mas Lucky saja. Jadi, kamu tidak usah menungguku."


"Tidak, Tha. Aku akan tetap menunggumu, lalu mengantarkanmu sampai rumah."


"Dasar keras kepala kamu, Vid."


"Kamu datang kesini sama aku, jadi pulangpun harus aku pastikan kamu selamat sampai rumahmu nanti."


"Tapi, Vid. Aku kerumah pacarku, memangnya aku kerumah orang lain. Kalau aku ingin menginap disini atau pulang kerumah, nanti Mas Lucky sebagai pacarku yang akan mengantarku."


"Iya sudah, kalau itu mau kamu, terserah. Aku akan menunggumu sampai kamu pulang. Awas.. kalian belum menikah, jangan sampai melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama dan Tuhan."


"Aku tahu batasan, Vid. Kamu tahu aku selalu menjaga kehormatanku. Mas Lucky tidak akan menyentuhku, selama aku tidak memberikannya dengan suka rela. Dia bilang akan selalu menjaga kehormatanku, hingga kami resmi menikah nanti."


"Heumm.. aku tahu soal itu, Tha. Tapi, aku hanya mengingatkan saja, takut nanti kalian khilaf." Ujar David hanya mengingatkan.


"Iya Vid, terima kasih sudah mengingatkanku. Kamu sahabat terbaik aku, jangan pernah melupakanku yah. Aku pergi dulu, by.." Ucap Mitha menjawil dagu David, lalu pergi meninggalkannya.


David hanya tersenyum miris, saat melihat Mitha sahabatnya berjalan semakin menjauh untuk menemui kekasihnya.


"Ting.. tong... ting.. tong.." Bunyi bell pintu yang ditekan oleh Mitha.


Tidak lama kemudian, pintupun terbuka lebar, hanya Asisten rumah tangga Lucky yang membukakan pintu.

__ADS_1


"E-eeh.. non Mitha, t-tumben kesini malam-malam? N-non Mitha, sama siapa?" Tanya Bi Iyem terbata, wajahnya mendadak pucat dan bibirnya bergetar.


"Sama teman, Bi Iyem. Tapi, dia nunggu dimobil. Bi Iyem kenapa? Kenapa cara bicara Bi Iyem kayak gugup gitu, seperti ada yang disembunyikan? Lalu wajah Bi Iyem, kenapa begitu pucat dan berkeringat?" Tanya Mitha curiga, ada sesuatu yang sedang disembunyikannya.


"T-tidak, Non Mitha. Bi Iyem, hanya sedang kurang enak badan." Dusta Bi Iyem menutupi rasa gugupnya.


"Ooh.. kalau begitu istirahat dong, Bi. Sekarang Mas Lucky sedang ada dimana?"


"N-non Mitha tunggu saja di sini, duduk dulu. Nanti Bi Iyem panggilkan Den Lucky, untuk menemui Non Mitha."


"Iya gapapa Bi, biar aku samperin saja kekamarnya Mas Lucky. Mas Lucky sedang dikamar, bukan?"


"J-JANGAN NON..! Teriak Bi Iyem mencegah Mitha untuk pergi kekamar Lucky.


Mitha begitu terkejut, saat Bi Iyem melarangnya dengan berteriak, agar dirinya jangan pergi kekamarnya. "Kenapa Bi Iyem teriak melarang saya? Sebenarnya ada apa, Bi? Saya jadi curiga Bi, ada sesuatu yang Bibi sembunyikan, bukan?"


"I- tu.. a-anu.. " Ucap Bi Iyam gugup, namun terhenti saat bunyi pintu kamar terbuka.


"Jeglek.." Bunyi pintu kamar saat dibuka oleh Lucky.


"Hai juga, Mas Lucky. Aku kangen, Mas Lucky jarang telpon dan tidak datang kerumah." Keluh mitha lalu memeluk Lucky dengam begitu eratnya.


"Ha.. ha.. ha.. aku juga kangen, sayang. Maaf ya, Mas Lucky sibuk kerja untuk pernikahan kita nanti."


"Cih.. kasihan Non Mitha, selalu dibohongi oleh Den Lucky. Semoga suatu hari nanti, Non Mitha akan terbuka dan melihat kelakuan Den Lucky dibelakangnya." Ucap Bi Iyem dalam bathinnya.


"Non Mitha.. Den Lucky, Bi Iyem pamit dulu kedapur ya. Non Mitha dan Den Lucky, mau dibuatkan minuman apa?" Tanya Bi Iyem menunduk, membuat keduanya seketika sadar ada Bi Iyem diantara mereka yang sedang melepas rindu.


"Aku minta lemon tea saja, Bi." Sahut Mitha mengurai pelukkannya dari tubuh Lucky yang cukup lama tadi.


"Kalau aku samain saja, Bi. Biar tidak repot-repot, Bi Iyem buatnya."


"Baiklah ditunggu ya Non, Aden." Ucap Bi Iyem, lalu meninggalkan mereka berdua.


"Iya, Bi Iyem." Ucap Mitha lalu berjalan untuk duduk disofa panjang yang begitu empuk.

__ADS_1


"Praaank..." Bunyi gelas terjatuh kelantai, saat Bi Iyem melihat Calista berjalan mengendap-endap, layaknya pencuri kearah pintu dapurnya untuk keluar.


Sontak saja Calistapun panik, lantas berlari keluar lewat pintu dapur. "Heuh.. dasar nenek tua, kenapa harus melihatku sih? Aku jadi takut ketahuan, kalau begini caranya." Calista menggerutu sepanjang pelariannya.


lLucky dan Mitha mendengar suara pecahan gelas yang berasal dari arah dapur, sontak saja keduanya panik dan langsung menemui Bi Iyem yang berada didapur.


"Kenapa Bi Iyem? Astaga.." Tanya Mitha melihat lantai dengan pecahan gelas dan tumpahan air yang menggenang.


"Sayang... kamu minggir, biar Mas Lucky yang membersihkan pecahan gelasnya." Ujar Lucky mendorong Mitha agar menjauh dari pecahan gelas tersebut.


"Iya, Mas Lucky." Ucap Mitha menurut.


"E-eh.. N-non Mitha, Aden Lucky. M-maaf Bi Iyem sudah menjatuhkan gelas-gelas berisi minuman untuk kalian tadi." Ucap Bi Iyem terbata dengan bibir bergetar seperti menahan takut.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Bi Iyem sangat begitu ketakutan? Ayo duduk dulu Bi Iyem, coba Bi Iyem cerita kepada kami." Tanya Mitha penasaran, merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Bi Iyem.


Bi Iyempun menurut, lalu duduk di kursi meja makan yang terhubung dengan dapurnya.


Selesai membersihkan pecahan gelas dan tumpahan air minuman, Lucky mengedarkan pandangannya keseluruh arah penjuru rumahnya.


Dirinya takut, jika Calista kekasih bayangannya belum pergi dari rumahnya. Lucky tidak ingin sampai Mitha melihat Calista, berada dirumahnya.


*******


"Aman.. akhirnya aku bisa keluar juga dari rumah Lucky. Ini semua gara-gara pacar sialan Lucky sih, pake segala datang malam-malam begini." Calista menggerutu sepanjang perjalanan menuju mobilnya yang sedang terparkir.


"What? Sial..! Kenapa mobil si David, menghalangi jalan keluar mobilku? Kalau begini aku tidak bisa pergi dari sini." Umpat Calista kesal, saat melihat dari jauh mobilnya yang terhalang mobil David.


Sementara David yang sedang berada didalam mobil, matanya langsung membulat saat melihat sosok wanita yang berbaju sexy dan dia mengenalnya. "Calista..! kenapa dia berada disini? Apa yang sedang dia lakukan disini? Ada hubungan apa dia dengan Lucky?"


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2