Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Restu Sofyan Maha Putra


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Laura saat ini sedang menyantap sarapan sendiri, dengan nasi goreng buatannya. Dia sering membuat nasi goreng sendiri, jika ada sisa nasi semalam yang tidak habis.


Pikirnya, dari pada terbuang sia-sia nasinya, lebih baik dia buat nasi goreng. Selama ini Laura dan Mitha, paling bisa memanfaatkan makanan sisa untuk diolah menjadi makanan enak.


"Bagaimana kabar Mitha ya? Tumben sekali dia belum kembali! Padahal tidak baik, kalau Mitha sering menginap dirumah Lucky seperti ini." Laura bergumam pelan.


Selesai sarapan, Laura memainkan ponselnya untuk membuka aplikasi hijau, dia ingin melihat status Mitha atau menanyakan kabarnya.


Ternyata statusnya Mitha kosong, kemudian dia melihat status Lucky siapa tahu ada pikirnya. Betapa terkejutnya Laura, saat melihat status Lucky yang berisi tentang kandasnya hubungam dirinya bersama sang kekasih yang terjalin cukup lama, hampir tiga tahun lamanya.


"What? Mas Lucky menulis status seperti ini, tapi Mitha sedang bersamanya saat ini. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Mengapa Lucky menulis status diaplikasi hijau itu, begitu rapuh dan terpuruk." Tanya Laura tidak percaya, seraya menggelengkan kepalanya heran.


..."Aku sedang hancur, sehancur-hancurnya..! Kekasihku yang aku jaga dan cintai selama ini, telah pergi meninggalkanku karena kesalahanku sendiri. Permintaan maaf, sepertinya tidak cukup untuk mengembalikan hatinya untukku. Oh.. betapa bodohnya aku sudah menghianatinya, hanya karena napsu bejadku."...


Sepenggal kata status Lucky, yang sedang bertengker di aplikasi hijau. Aplikasi yang sangat mudah digunakan oleh setiap penggunanya.


Seketika hati Laura bertanya-tanya, bagaimana hati Mitha saat ini? Dia berpikir pasti mereka sudah bertengkar hebat semalam, karena Laura tahunya Mitha sedang menginap dirumahnya.


Tanpa banyak pikir lagi, Laurapun bergegas melakukan panggilan untuk menghubungi Mitha sahabatnya. Dia ingin menemani sahabatnya itu, yang sedang mengalami kandasnya hubungan dengan Mas Lucky kekasihnya


"Tuut.. Tuut.." Panggilan ponsel Mitha tersambung.


Namun, Mitha seakan tidak ingin mengangkat panggilan tersebut. Padahal David, Selly dan Devan Kim sedang menatap kelayar ponsel Mitha yang terus berdering.


"His.. Tha! Kamu itu dimana? Sedang apa sekarang? Kenapa kamu tidak angkat telponku?" Rutuk Laura kepada Mitha sahabatnya yang sepertiny enggan mengangkat panggilan telpon darinya.


Laurapun tidak kehabisan akal, diapun mengirim pesan singkat keponselnya Mitha dengan aplikasi hijaunya itu.


Laura menscreenshoot status Lucky, lalu mengirimkan kepada Mitha. Dia berharap, jika Mitha membaca pesan aplikasi hijaunya itu, maka dia harus segera mengangkat panggilannya.

__ADS_1


Setelah pesan Laura terkirim, beberapa menit kemudian pesannyapun sudah dibaca oleh Mitha, dengan cepat Laura langsung melakukan panggilan kepadanya.


"Tuut.. tuut.. tuut.." Bunyi panggilan aktif lalu diangkat oleh Mitha.


"H-hallo.. Ra."


"Hallo.. Tha, kamu dimana? Kenapa kamu menghindar dari masalah? Aku ini sahabatmu, Tha! Kenapa kamu tidak jujur kepadaku?"


"A-aku t-tidak tega, Ra. A-aku tidak ingin membebani pikiran kamu yang akan menikah, Ra."


"Tha.. apa kamu baru mengenalku, heum? Apa selama ini, kamu tidak pernah menganggapku ada, heum?"


"M-maaf, Ra. Aku tidak bermaksud untuk menutupi semua yang sedang terjadi padaku. Aku ingin menepi sejenak, aku ingin memgobati lukaku dulu disini. Mungkin, sore nanti aku akan kembali kekontrakkan dan bercerita semuanya kepadamu. Aku mohon kamu bisa mengerti aku, Ra."


"Baiklah, Tha. Aku akan menunggumu dan siap mendengarkan ceritamu. Baik-baik kamu disana, jangan aneh-aneh."


"Siap bosskyu..!"


"Tuuuut.." Suara panggilan diakhiri.


Laurapun tersenyum miris, saat melihat layar ponselnya yang mulai meredup. Dia ikut merasakan sakit hati, yang sedang dirasakan Mitha sahabatnya kini. Tanpa sadar butiran air bening menetes dari sudut matanya yang indah. "Hikkz.. hikkz.."


Laura terus bergumam pelan, merutuki tindakan Lucky yang sudah menyakiti Mitha sahabatnya.


*******


Dikediaman keluarga Sofyan Maha Putra.


Teresia merasa remuk tubuhnya, saat dia terbangun dari tidurnya saat ini.


Dia merayu dan melayani suaminya semalam, demi misinya untuk membujuk suaminya agar mau mengikuti ucapannya.


Ternyata misi Teresia berhasil juga, saat dia menjelaskan kepada suaminya, soal pertanggungjawaban Sebastian anak sulungnya, yang sudah melakukan pemerkosaan kepada seorang gadis yatim piatu yang bernama Laura Casandra.


Awalnya Sofyan menolak, jika harus menikahkan mereka dan membatalkan pernikahan dengan anak dari Samudra Casandra dan Maya Prisila. Namun, saat Teresia mengatakan Laura Casandra adalah sepupu Calista, diapun akhirmya mau merestui pernikahan Sebastian dengan Laura Casandra, dengan syarat harus melayaninya sampai tidak bisa jalan malam itu.

__ADS_1


"Pah.. Pah.. bangun dong." Panggil Teresia lirih menggoyangkan bahu suaminya yang masih melingkar indah ditubuh Teresia.


Meski usia mereka sudah tidak muda lagi, namun soal urusan ranjang, Papa Sofyan masih kuat untuk beberapa ronde dalam semalam.


"Heuum.. masih ngantuk, Mah." Sahut Sofyan tanpa membuka matanya.


"Iish.. Pah, Mama sudah tidak kuat lagi menahan pipis. Badan Mama pegal semua, terasa ngilu dan lubang kenikmatan Mama terasa perih dan sakit. Papa sih ganas banget semalam." Omel Teresia kesal, memukul gemas lengan suaminya yang masih betah saja melingkar ditubuhnya.


"Ha.. ha.. ha.. iya, iya, Papa bangun sekarang." Ucap Sofyan tertawa saking gemasnya mendengar keluhan istrinya, yang disebabkan oleh kelakuannya semalam.


"Heuum.. cepat, aku sudah tidak tahan, Pah!" Rengek Teresia, seperti pasangan pengantin baru yang sudah lupa usia.


Sofyanpun tidak segan-segan langsung mengangkat istrinya dengan gaya bridal style, lalu membawanya kedalam kamar mandi dan mendudukkannya diatas closed tempat pembuangan hajat.


"Pah.. sana keluar dulu, nanti kalau sudah selesai, Mama akan panggil Papa lagi."


"Papa mau mandi, Mah. Nanti siang 'kan Papa akan menemui Tuan Samudra, untuk membatalkan pernikahan anak kita dengan anaknya, dengan alasan yang jelas."


"Iya.. Pah, Mama bangga sama Papa. Ternyata Papa begitu menjunjung tinggi tanggung jawab dan kehormatan keluarga kita."


"Iya.. itu harus Mah, bagaimanapun Sebastian anak kita sudah bersalah, kepada Laura Casandra yang merupakan sepupu Calista Casandra. Berarti, Laura juga keponakkan Tuan Samudra, bukan?"


"Iya Pah, mereka masih ada ikatan persaudaraan."


"Iya.. Mah, karena mereka bersaudara. Jadi, setidaknya kita masih bisa menjalin bisnis, bersama keluarga Tuan Samudra Casandra."


"Ooh.. memangnya harus ya, Pah, kalau Papa menjalin hubungan kerjasama bisnis dengam mereka?"


"Iya.. dong, istriku sayang."


"Tapi, Pah. Sebenarnya, harta perusahaan milik Tuan Samudra Casandra itu, adalah milik kedua orang tua Laura Casandra."


"What? Apa maksud ucapanmu, sayang? Dari mana Mama mendapatkan info seperti itu?"


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2