Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Bertemu Mengungkap Fakta


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Siang ini Tuan Sofyan dan istrinya Nyonya Teresia, bertemu Tuan Samudra Casandra di restorannya unruk mengungkap fakta.


Tuan Sofyan sengaja mengundang Tuan Samudra bersama istrinya Maya Frisila ke restorannya, demi membahas hubungan pernikahan anak-anak mereka.


Sofyan bisa saja memutuskan hubungan mereka melalui jalur telpon, namun dia tidak lakukan. Dia masih menghormati etika adab sopan santun, dalam berhubungan dengan sesama kolega bisnisnya.


Sejujurnya Sofyan merasa muak, setelah mengetahui fakta yang sesungguhnya dari sang istri. Jika, semua perusahaan yang dijalankan oleh Samudra Casandra selama ini, adalah milik kedua orang tua Laura Casandra yaitu Samuel Casandra dan istrinya Alisa Maurin.


Sofyan dan istrinya Teresia, sudah menunggu di ruangan khusus VIV, restoran miliknya dengan bersantai menikmati secangkir kopi late dengan camilan ringan yang terasa lezat direstoran tersebut.


Setelah menunggu cukup lama dengan sabar, akhirnya Samudra Casandra dan istrinya Maya Frisila datang tanpa Calista. Karena Sofyan meminta, hanya mereka orang tua saja yang akan bertemu.


Dengan wajah begitu berseri dan bahagia, Samudra bersama Maya terlihat bersemangat saat sudah sampai ditempat pertemuan mereka, yang sudah dijanjikan sebelumnya.


"Hallo.. selamat siang Tuan Samudra dan Nyonya Maya, silahkan duduk." Sapa Sofyan ramah berbasa-basi, sedangkan Teresia tersenyum terpaksa tanpa bercipika-cipiki seperti biasanya. Hingga Mayapun, sedikit mengernyitkan dahinya heran.


"Ada apa dengan Teresia? Sikapnya lain sekali kepadaku? Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Maya dalam hatinya.


"Selamat siang juga, Tuan Sofyan dan Nyonya Teresia." Balas sapa ramah dari Samudra, sedangkan Maya hanya mengangguk dan menatap sinis kewajah Teresia yang nampak acuh.


Samudra dan Mayapun menduduki kursi yang sama, saling berhadapan dengan meja makan Sofyan dan Tetesia.


Sofyan menawarkan beberapa menu hidangan istimewa, untuk menjamu tamu besannya yang sesaat lagi mungkin akan berakhir.


Sofyanpun harus tetap memperlakukan yang terbaik, untuk terakhir kalinya sebelum hubungan besan dan kerjasama mereka benar-benar selesai.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Sofyanpun mulai berbincang-bincang kecil mengorek informasi tentang masa lalunya.

__ADS_1


"Eem.. Tuan Samudra, apakah saya boleh bertanya-tanya tentang silsilah keluarga anda?" Tanya Sofyan membuka obrolan.


"Ooh.. silahkan Tuan Sofyan, saya sungguh terharu jika Pengusaha restoran yang terkenal ini ingin tahu banyak keluarga saya." Ujar Samudra merasa tersanjung.


"Baiklah, pertama-tama saya ingin bertanya, apakah Tuan Samudra mempunyai saudara kandung?" Tanya Sofyan.


"Iya.. Saya mempunyai saudara adik kandung laki-laki, yang berbeda usia sekitar tiga tahunan dengan saya." Tutur Samudra.


"Dimanakah dia sekarang?" Tanya Sofyan penasaran.


"D-dia sudah meninggal bersama istrinya, saat mereka mengalami kecelakaan pesawat yang berada diketinggian permukaan air laut." Jelas Samudra gugup, saat dirinya harus menjawab pertanyaan calon besannya yang bergitu tiba-tiba menurutnya.


Sofyan dan Teresia yang sudah tahupun, seakan bereaksi begitu berlebihan dan begitu terkejut. "Apa? Kecelakaan pesawat? Kapan dan dimana, Tuan Samudra?" Tanya Sofyan panik, dengan Teresia yang ikut panik karena suaminya.


"I-iya, Tuan Sofyan dan Nyonya Teresia, kejadiannya sudah cukup lama sekitar hampir delapan tahunan, Tuan Sofyan." Sahut Samudra masih gugup dan pucat.


Maya sebagai istripun nampak mengetahui suaminya yang mulai gugup dan pucat, saat membuka luka lama tentang adik kandungnya itu.


"Sayang, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Maya lirih, dengan menggenggam tangannya yang berada dibawah meja makan.


"Ooh.. sudah cukup lama ya, Tuan Samudra. Apakah adik Tuan mempunyai putri atau putra?" Tanya Sofyan memancing Samudra, untuk membuka jati diri keponakkan satu-satunya yang bernama Laura Casandra.


"Tidak! Adik saya tidak mempunyai seorang anak satupun." Sahut Samudra berdusta, untuk menutupi kejahatannya yang sudah mengusir ahli waris adik kandungnya sendiri demi memuaskan keserakahannya.


Maya yang mendengar suaminya berdusta, seketika menatap heran kepada suaminya dengan banyak pertanyaan. "Mengapa suamiku membohongi Tuan Sofyan? Apa maksud dan rencana suamiku?" Tanya Maya begitu tercekat dalam hatinya.


"Anda yakin, Tuan Samudra? Apa anda tidak sedang menutupi sesuatu yang sudah terjadi?" Tanya Sofyan menohok, membuat Samudra bungkam seketika.


Maya yang juga terkejut dengan pernyataan Sofyan, mulai terlihat pucat dan panik.


Teresia hanya menyunggingkan bibirnya, dengan tatapan sinis kearah Samudra dan Maya yang berada dihadapannya.


"M-maksud Tuan Sofyan, apa? S-saya tidak mengerti dengan pernyataan Tuan Sofyan." Samudra balik bertanya dengan terbata, saat dirinya mulai bisa mengontrol perasaan keterkejutannya.

__ADS_1


"Sepertinya, Sofyan sedang mengajakku bermain-main. Apa maksudnya, dia tiba-tiba mengorek informasi tentang asal-usul keluargaku?" Samudra berucap dalam hatinya.


"Bukankah, kamu memiliki keponakkan seorang gadis cantik yang bernama Laura Casandra?" Tanya Sofyan secara tiba-tiba.


"Dag.. Dig.. Dug.." Detak Jantung Samudra dan Maya seketika berdebar kencang, seakan ingin lepas dari sarangnya saking shoknya, mendengar nama yang disebutkan oleh calon besannya itu.


"I-informasi seperti itu dari mana anda dapatkan, Tuan Sofyan? S-saya sungguh tidak mempunyai keponakan, seorang gadis yang anda sebutkan itu." Dusta Samudra gugup, masih mampu menutupi rahasia yang tidak banyak orang tahu tentang masa lalunya.


"Dari calon istri anak saya sendiri, Sebastian." Ucap Sofyan jujur, tanpa ragu mengatakannya.


"A-apa? Maksud Tuan Sofyan, Calista yang sudah mengatakan kalau saya punya keponakkan yang bernama Laura Casandra." Tanya Samudra panik, dalam hatinya tidak percaya jika Calista membuka aib keluarganya didepan calon mertuanya.


"Anda pikir, calon istri Sebastian siapa lagi, heuh..?" Tanya Sofyan sedikit memancing emosi Samudra yang sudah mulai goyah.


"Eeem.. "Ucapan Samudra terhenti saat dua orang waitress, membawa makanan untuk disajikan diatas meja mereka.


"Mohon maaf sudah menunggu lama, Tuan dan Nyonya. Selamat menikmati." Ucap dua orang waitress tersebut dengan ramah dan santun dengan tersenyum mengembang, seusai menaruh beberapa hidangan makanan lezat tersebut.


"Terima kasih, Nona." Ucap Sofyan dan Teresia ramah, sedangkan Samudra dan Maya hanya mengangguk kecil dan tersenyum canggung.


"Silahkan Tuan Samudra dan Nyonya Maya, kita santap dulu hidangan lezat ini. Setelah itu kita akan bahas masalah pernikahan anak kita." Ucap Sofyan mantap dan bersungguh-sungguh.


"I-iya, Tuan Sofyan." Sahut Samudra gugup, dan diangguki oleh Maya.


"Sssrrrrrt..."


Merekapun makan dalam diam, hanya suara garpu dan pisau makan yang beradu dengan piring saja yang terdengar. Karena ruangan mereka VIV, hanya khusus pribadi. Jadi, tidak bergabung dengan pengunjung restoran yang lainnya.


"Bagaimana, Tuan Samudra? Apakah anda masih menutupi keberadaan Laura Casandra, yang merupakan keponakkan anda sendiri dan sepupu Calista?" Tanya Sofyan dengan wajah terlihat serius menatap Samudra.


Samudra dan Maya bergeming, hingga dirinya tidak sanggup menjawab pertanyaan calon besannya itu.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2