
♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️
🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Saat berlangsungnya acara resepsi Pernikahan Laura dan Sebastian di Hotel berbintang lima yang begitu mewah dan megah, tiba-tiba saja ada keonaran yang membuat keluarga Sofyan Maha Putra seakan ditampar dan dilempari kotoran binatang.
Mengapa demikian? Karena, Pernikahan Laura dan Sebastian yang begitu mendadak, dari awalnya menikah dengan Calista Casandra berubah menjadi Laura Casandra.
Banyak kolega-kolega Sofyan dan rekan bisnisnya yang sudah dihasut dan dipengaruhi oleh Samudra Casandra bersama anaknya Calista Casandra, lewat berita-berita hoak di sosial media milik mereka.
Ada yang langsung percaya begitu saja, ada pula yang tidak. Setiap kolega bisnisnya masing-masing memiliki pemikiran yang berbeda.
*******
Calista Casandra dan Lucky Smith hadir dalam acara resepsi Pernikahan Sebastian Maha Putra dan Laura Casandra, meski mereka tidak diundang. Begitu juga dengan Samudra Casandra bersama istrinya Maya Frisila, datang dengan tanpa rasa malunya sedikitpun.
Namun, saat mereka berempat tiba di pintu loby Hotel yang sudah disewa oleh keluarga Sofyan Maha Putra, dua penjaga pintu Hotel tersebut sudah menghadang meminta kartu undangan khusus setiap tamu yang datang keacara resepsi Pernikahan tersebut.
Sofyan melakukan itupun mendadak dua hari sebelum Pernikahan berlangsung, undangan dibagikan oleh semua anak buahnya. Bukan tanpa alasan, diapun memikirkan keamanan dan dampak yang akan terjadi jika tidak memberlakukan sistem kartu undangan khusus tersebut.
Pernikahan Sebastian dan Laura merupakan pernikahan yang terkesan aneh, menurut kebanyakan orang. Undangan yang terlanjut disebarkan satu minggu sebelumnya, berbeda nama calon Pengantin wanitanya. Maka hal itu, membuat semua orang yang datang banyak yang bertanya-tanya dan merasa ada kejanggalan.
"Shiit.. kita tidak bisa masuk, sayang!" Umpat Samudra kesal.
"Bagaimana ini, Pih? Gagal dong, rencana kita untuk merusak acara resepsi Pernikahan Laura dan Sebastian." Calista semakin emosi saat kedatangannya ditolak oleh sang penjaga pintu loby tersebut.
"Tenang, sayang! Papi akan menghubungi teman Papi yang mendapat undangan Pernikahan mereka, siapa tahu saja mereka belum datang dan Papi akan menggantikannya dan berpura-pura menjadi teman Papi itu." Ide gila Samudra tiba-tiba saja muncul.
"Iya sudah, Pih. Cepat Papi hubungi teman Papi itu, aku takut mereka sudah datang. Kesempatan untuk kita masuk kedalam sana akan semakin tipis."
"Huem.. benar tuh, Pih." Ucap Maya sang istri ikut bersuara.
__ADS_1
Sedangkan Lucky, hanya mengulum senyum takkala melihat kekasih bayangannya itu bersungut kesal, karena tidak bisa langsung masuk kedalam Hotel tersebut.
Akhirnya Samudrapun menghubungi temannya itu, untuk menanyakan undangan Pernikahan Laura dan Sebastian khusus masuk kedalam Hotel.
Ternyata temannya itu kebetulan sedang sakit dan tidak bisa hadir dalam resepsi Pernikahan tersebut. Seakan ada angin segar, Samudrapun meminta Lucky dan dan anak buahnya untuk mengambil kartu undangan tersebut saat ini juga.
"Kamu hati-hati ya, Lucky. Bilang saja, kartu undangan saya hilang, jika dia bertanya soal undangan yang nanti kamu akan ambil darinya. Ini alamatnya sudah saya sharelock keponsel kamu."
"Baik, Tuan. Saya akan secepatnya kembali."
"Okey."
Luckypun langsung dengan sigap meninggalkan mereka bertiga, bersama dua orang anak buah Samudra yang menemani untuk mendatangi kediaman teman bisnis Samudra tersebut.
Tanpa banyak kesulitan dan pertanyaan yang berat, Luckypun berhasil mendapatkan kartu undangan tersebut. Dengan senyum lebar dan penuh dendam kepada David, yang sudah mengambil Mitha kekasihnya. Dia bertekad untuk menghancurkan hubungan mereka berdua.
Lucky berpikir, jika tidak ada David, mungkin Mitha bisa kembali kepadanya dan memaafkan kesalahannya. Lucky masih sangat mencintai Mitha, diapun menyesal sudah menghianati cintanya. Namun, nasi sudah menjadi bubur, Mithapun seakan enggan memaafkan kesalahannya dan kembali kepadanya.
Lucky berpikir, jika dia tidak bisa memiliki Mitha kembali menjadi kekasihnya, maka dari itu siapapun laki-laki yang mendekati Mitha, tidak boleh memilikinya.
"Terima kasih, Lucky. Kamu cepat sekali sampai, good job!"
Lucky hanya tersenyum dan mengangguk kecil, lalu menghampiri Calista yang sedang tersenyum kearahnya.
"Ayo.. sayang, kita mulai menjalankan rencana kita."
"Siap, Lucky!"
Calistapun menggandeng lengan Lucky dengan mesra, meski hatinya sedang bergemuruh ingin segera melihat kehancuran acara resepsi Pernikahan sepupunya itu, yang sudah merebut calon suaminya, pikirnya.
"Tunggu sebentar lagi, Laura Casandra dan Sebastian Maha Putra. Aku akan menghancurkan kalian, selamat menikmati pesta Pernikahan kalian yang berantakan." Ucap Calista dalam hatinya.
Saat dua penjaga meminta kartu undangan kembali dari tangan Samudra, tanpa ragu diapun menyerahkan kartu tersebut ketangan penjaga itu.
__ADS_1
"Atas nama, Tuan Adam Marcel." Ucap salah satu pria penjaga tersebut dengan lantang.
"Iya, saya Tuan Adam Marcel." Ucap Samudra tanpa ragu.
"Silahkan masuk, Tuan dan Nyonya Adam Marcel." Ucap Pria tersebut dengan ramah.
"Baiklah, terima kasih. Mereka juga ikut masuk Pak, mereka anak saya dan kekasihnya." Ujar Samudra mengungkapkan status Calista dan Lucky, sebelum dua penjaga itu meminta kartu undangan.
"Iya, Tuan. Silahkan masuk dan menikmati pestanya." Ucap pria tersebut dengan mengangguk pelan.
Samudrapun dengan tersenyum iblis memasuki area Hotel tersebut, yang sudah dibooking khusus acara resepsi Pernikahan tersebut.
Begitu juga dengan Lucky dan Calista, sudah sangat tidak sabar, ingin menjalankan rencananya.
*******
"LEPAS.. LEPASKAN AKU! KALIAN BAU ALKOHOL.. AKU TIDAK MENYUKAINYA!" Teriak salah satu gadis tamu undangan dengan begitu keras. Namun, kekacauan baru saja dimulai, belum begitu memanas.
Tiga pria mabuk itu tidak bukan dan tidak lain, adalah orang yang sudah Lucky hasut untuk melancarkan aksinya.
Sementara Lucky dan Calista duduk tenang dibangku para tamu undangan yang lainnya, sedangkan Samudra dan Maya naik keatas Pelaminan dengan tanpa rasa malu sedikitpun.
"Selamat ya, Tuan yang terhormat Sofyan Maha Putra, mantan besan dan mantan temanku! Semoga acara Pernikahan ini akan berlangsung dengan meriah dan damai tanpa ada huru-hara dan kekacauan." Ucap Samudra dengan sindiran pedasnya.
"Apa maksud ucapanmu, Tuan Samudra Casandra? Saya tidak mengundang kamu, kenapa kamu bisa datang ketempat ini, hah? Dasar tidak tahu malu!" Maki Sofyan begitu geram saat mendengar sindiran pedas Samudra.
"Ha.. ha.. ha.. saya bisa datang ketempat mana saja yang saya mau, anda tidak ada hak mengatur saya. Kamu yang tidak tahu malu, bisa-bisanya melanggar dan memutuskan sepihak perjodahan yang sudah kita sepakati, hanya karena wanita sialan itu!" Ucap Samudra dengan lantang dan tawanya, seraya menunjuk kearah Laura berada. Sedangkan Maya hanya tersenyum menyeringai, saat suaminya begitu berani dan nekat mempermalukan keluarga Sofyan Maha Putra dalam acara penting seperti ini.
Teresia, Sebastian dan Laurapun seketika bergeming, saat menyaksikan Papa Sofyan beradu mulut dengan ucapan saling memaki dan menyindir. Lalu Laurapun tertunduk, kala sang paman dengan begitu tak tahu malunya menunjuk dirinya sebagai wanita pembawa sial.
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--