Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Pahlawan


__ADS_3

♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️


🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sofyan semakin tersulut emosi, setelah kata-kata ejekan dan cacian juga tuduhan kepada keluarganya dan juga menantunya. Theresia hanya bisa menatap kesal kearah Samudra dan Maya, yang tidak punya malu dan bermuka tembok, alias bermuka tebal.


"Kalau memang anda tahu diri dan sadar, seharusnya anda melihat kaca terlebih dahulu, Tuan Samudra Casandra yang terhormat. Jangan hanya bisa merusak acara bahagia orang lain saja, tapi pikirkan masa depan Perusahaan anda yang sebenarnya bukan hak anda." Ungkap Sofyan dengan wajah terlihat geram dan kedua tangan mengepal, seakan siap memangsa lawan yang sudah menghina keluarganya.


"Ha.. ha.. ha... silahkan anda bicara apa saja sesuka anda, yang terpenting malam ini saya ingin melihat betapa malunya anda dipesta Pernikahan anak anda yang bodoh itu!" Dengan tertawa terbahak-bahak Samudra menunjuk kearah Sebastian, yang sudah memberikan tatapan membunuh kepadanya.


Sebastian ingin sekali membalas ucapan pedas Samudra kepada Sofyan, yang sudah merendahkan dan juga menghinanya dengan pukulan bogam mentah. Namun, niat itu terhenti saat Laura menggelengkan kepalanya dan menahan tubuh Sebastian yang akan maju kearah Samudra.


Samudra Casandra dan Maya Frisila melewati Sebastian dan Laura begitu saja, dengan tersenyum menyeringai. Sedangkan Laura dan Sebastian hanya bisa meredam emosi yang sesungguhnya sedang memuncak. Jika bukan karena Laura yang mencegah Sebastian, sudah dipastikan Samudra habis babak belur ditangan Sebastian yang jago taekwondo.


"Kak, jangan mudah terpancing dengan semua ucapannya. Kita harus berani melawannya dengan cara halus, bukan dengan cara kasar." Bisik Laura, ditelinga Sebastian yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Benar, sayang. Kamu memang pintar dalam segala hal, sayang. Aku benar-benar bangga dan senang bisa menikahimu, Laura Casandra istriku." Bisik Sebastian membalas ucapan sang istri.


"Iya.. ini, baru suamiku!"


*******


Ketiga pemuda mabuk itu semakin menjadi-jadi, membuat seorang gadis cantik nan sexy yang terus digoda dan dilecehkan tersebut berteriak histeris.


"LEPASIN GUE! APA KALIAN SUDAH GILA, HAH? PERGI.. PERGI.. ATAU KALIAN MAU SAYA LAPORKAN KEPADA POLISI, HAH? TOLONG.. TOLONG.. TOLONG.. ADA PRIA MABUK DISINI."


Suara gadis itu terus berteriak dengan sangat lantang, hingga membuat pesta yang awalnya tenang dengan para tamu yang sedang berdansa dan menikmati makanan lezat, seketika riuh dan gaduh. Pandangan mereka tertuju kepada ketiga pria muda dan seorang gadis yang berada didalam lingkaran pria tersebut.


Spontan saja, para tamu bergunjing dan menyorot mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Siapa mereka?"


"Kenapa mereka berbuat onar ditengah-tengan pesta Pernikahan yang begitu mewah ini?"


"Dasar anak muda tidak tahu aturan, mabuk dan menggoda anak gadis orang.'


"Ayo, tolongin dong anak gadis itu dari pemuda-pemuda mabuk itu."

__ADS_1


"Jangan dekat-dekat mereka, berbahaya."


David dan Mitha yang melihat dan mendengar tumpah riuh para tamupun, tak tinggal diam begitu saja. Mitha memanggil security dan para penjaga Hotel, sedangkan David berusaha melerai para pemuda yang meresahkan tersebut.


"HEI.. BRENGSEK! JIKA KALIAN INGIN MEMBUAT GADUH DAN KEONARAN, JANGAN DISINi! APA KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP, HAH?" Teriak lantang David, saat dirinya menerobos orang-orang yang sedang berkerumun.


Gadis cantik nan sexy dan ketiga pria mabuk itu sontak melihat kearah suara yang cukup keras terdengar.


Sofyan dan Theresia, yang melihat para tamu mendadak riuh dan gaduh, hanya bisa pasrah menyerahkan masalah kecil tersebut kepada David anak laki-laki keduanya itu.


Sedangkan Sebastian dan Laura hanya bisa menyaksikan aksi heroid David yang begitu keren, bak pahlawan yang sedang membasmi para berandalan kecil sampah masyarakat.


"Sayang, menurut kamu David sama aku lebih keren siapa?" Tanya Sebastian tiba-tiba, untuk mengalihkan rasa tegang sang istri yang terlihat jelas diwajah cantiknya.


"His.. kakak, bisa-bisanya nanya kayak gitu, bukannya prihatin melihat adiknya yang sedang mengatasi pria-pria nakal itu." Laura protes dengan pertanyaan suaminya yang sedikit narsis tidak tahu kondisi.


"He.. he... he.. habis wajah kamu kelihatan tegang gitu. Aku jadi cari obrolan yang asik biar kamu lebih rileks." Kekeh Sebastian.


"Makasih, kak!" Ucap Laura malu-malu dengan wajah bersemu merah.


"Kalau beginikan asik, wajah kamu tidak terlihat takut lagi."


Sebastian yang mulai merasa tenang, karena sang istri sudah nampak rileks, diapun mulai mengulurkan tangannya untuk menggenggam jemari tangan Laura dengan begitu erat.


Sontak saja, Laura menolehkan wajahnya kearah Sebastian, dengan Sebastian yang sedang menatap kearahnya. Lalu tersenyum kecil dengan tatapan penuh kehangatan.


"Aku yakin, David bisa mengatasi masalah kecil seperti itu." Kata Sebastian tanpa melepaskan tatapannya kearah Laura.


"Iya, kak!" Seru Laura sama pemikirannya dengan sang suami.


Laura yang memang tahu sifat dan kemampuan David selama ini menjadi sahabatnya, tidak bisa dipungkiri dan diragukan lagi.


*******


Mitha dan kedua orang security segera datang untuk mengamankan para pemuda mabuk yang sedang digilir oleh David dengan bogem mentahnya.


"Buug.. buug... buug.."


Ketiga pria mabuk itupun terhuyung dan terjatuh kelantai, tidak bisa melawan ataupun menghindari pukulan David, karena mereka terlalu lemah dengan tubuh yang setengah sadar efek dari minuman berakohol.

__ADS_1


"Aaawh..." Merekapun hanya meringis kesakitan, tidak bisa kembali berdiri meski untuk berjalan pergi sekalipun.


"Dasar lemah! Baru satu pukulan saja sudah ka'o kalian, apa lagi dua sampai tiga kali pukulan. Dasar anak muda tidak berguna! enyah kau dari tempat ini!" Maki David tanpa rasa iba sedikitpun.


"Prok.. prok.. prok.." Tepuk riuh para tamu saat menyaksikan keriga pria mabuk tersebut tersungkur dilantai.


Kedua Security itupun langsung menggiring para pria mabuk tersebut keluar pesta Pernikahan Laura dan Sebastian.


"Kamu tidak apa-apa, Vid?" Tanya Mitha khawatir, kemudian dia memeluk David dengan begitu sayang, hingga Davidpun mengulum senyum.


"Tidak, sayang." Ucap David mengecup puncak kepala Mitha dengan sayang dan membelai rambutnya lembut.


"Syukurlah." Ucap Mitha lega, membenamkan kepalanya didada bidang David.


David merasa melayang, dengan Mitha yang masih memeluknya dengan begitu posesif. "Aku suka kamu yang seperti ini." Bisik David ditelinga Mitha.


Sontak saja, wajah Mitha merona merah saat mendengar bisikan dan hembusan napas David yang mampir ditelinganya, ditengah riuhnya suara para tamu undangan yang bertepuk tangan karena David bak pahlawan saat ini.


"Kak, terima kasih ya, sudah menolong saya." Ucap gadis cantik nan sexy, yang sudah ditolong David tersebut.


"Iya, nona! Lain kali pakai bajunya jangan terlalu sexy, agar tidak mengundang hasrat pria seperti mereka lagi." David mengingatkan gadis itu tanpa mau melepaskan pelukkannya dari tubuh Mitha sang kekasih.


Sedangkan Mitha sudah sangat malu, dengan tangan David yang begitu kekar melingkar ditubuhnya.


Gadis itupun tersenyum canggung dan mengangguk kecil, atas responnya terhadap David.


*******


"Shiit..! Gagal rencana kita, Lucky! Rencana apa lagi yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Tunggu sebentar, beri waktu aku untuk berpikir."


Lucky sedang menyusun rencana selanjutnya, saat sorot matanya tidak lepas dari pandangan kearah David dan Mitha berada.


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2