
...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...
...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....
...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...
Mitha meninggalkan Laura yang kini sedang terduduk di kasur ruangan UGD, seraya menyenderkan kepalanya di sandaran kasur, untuk menemui David sahabatnya.
Mitha menatap sendu dua pria tampan dihadapannya, yang sedang tertidur pulas dikursi dengan melipat kedua lengannya didada. Mirip seperti bayi begitu tenang dan damai, terlihat tanpa dosa diwajahnya yang begitu polos.
Mitha tersenyum miris, saat pandangannya semakin dekat dia berjalan kearah mereka.
"David.. maafkan sahabatmu ini, yang tidak mampu meyakinkan Laura sahabat kita." Ucapnya lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Setelah itu, matanya Mitha berpindah menatap Sebastian dengan wajah sendunya.
"Maafkan aku kak Sebastian, aku belum bisa mengabulkan keinginan kak Sebastian. Hati Laura teramat sakit, jadi dia belum bisa terima kenyataan ini. Semoga saja, kalau kalian berjodoh nanti, pasti kalian akan bersatu. Hikkz.. hikkzz.. hikzz.." Ucapnya Mitha dengan derai air mata yang sudah tidak tertahankan lagi.
Sebastian dan Davidpun terbangun, saat mendengar isak tangis yang menyeruak kedalam pendengarannya.
David dan Sebastian seketika membulatkan matanya, saat melihat Mitha sedang menangis dihadapannya.
David kemudian berdiri dan memeluk Mitha dengan begitu sayang. "Kenapa kamu menangis, sayang? Eeh maksudnya, Mitha?" Tanya David tanpa sadar memanggil Mitha dengan sebutan sayang.
Mitha mengurai pelukkan David, lalu mendongakkan wajahnya untuk menatap mata David. "Kamu panggil apa barusan, Vid?" Tanya Mitha aneh seraya mengerutkan keningnya heran.
David menggelengkan kepalanya, lalu mengusap air mata Mitha yang masih mengalir dipipinya dengan tangannya lembut.
"Sayang! Aku panggil kamu sayang, Tha. Memangnya tidak boleh, kalau seorang sahabat memanggil kata sayang, heum..?" Ujar David sedikit manja dengan mengusap tengkuknya yang mendadak minta disentuh karena hatinya begitu berdebar.
Mitha terdiam, menetralisir hati dan pendengarannya. Seakan ucapan dan sikap David begitu berbeda yang dia rasakan kini.
"Tumben!" Seru Mitha dengan tersenyum miring.
"Ha.. ha.. ha.. kamu sudah bangun, Tha?" David seketika tertawa dengan mengalihkan pertanyaan yang lain.
"Sudah Vid, tadi jam empat. Aku terbangun saat Laura sedang menangis." Kata Mitha mengulum senyum.
"Ooh.. ! Tapi, kenapa kamu menangis didepan kami? Bagaimana keadaan Laura? Apa aku boleh menemuinya sekarang?"
Mitha menggelengkan kepalanya pelan, lalu melarang David untuk menemuinya. "Jangan dulu, Vid." Ucap Mitha lirih.
__ADS_1
"Kenapa, Tha? Apa Laura juga ikut membenci aku, Tha?" Tanya David keheranan.
"Tidak Vid, Laura ingin menuntut kak Sebastian masuk penjara. Sepertinya Laura sangat membenci kak Sebastian, dan ingin membalas dendam atas perbuatan kak Sebastian kepadanya." Mitha berujar dengan sendu.
"Deg.." Jantung Sebastian dan David tersentak kaget mendengar ungkapan Mitha.
"Tha.. aku harus menemui Laura sekarang, bagaimanapun kak Sebastian sudah mengakui kesalahannya, dia sudah berniat baik untuk meminta maaf. Kenapa Laura tidak bisa memaafkan kesalahan kak Sebastian?" Ujar David sungguh tidak percaya dengan jalan pikir Laura.
"Tapi, Vid.. ! Laura tidak bisa dipaksakan, untuk menerima dan memaafkan kak Sebastian semudah itu. Jika kamu memaksakan apa yang tidak diinginkan Laura, dia pasti akan ikut membencimu. Apa kamu mau Laura membencimu juga, heum..? Kamu harus memikirkan Laura jika kamu berada diposisi dia."
"Apa yang kamu katakan, memang ada benarnya, Tha. Tapi, jika kak Sebastian dipenjara untuk beberapa bulan atau tahun, karena kasus pemerkosaan. Sudah dipastikan, nama baik grup Maha Putra akan tercoreng dan tersebar disemua media sosial ataupun Televisi. Bahkan nama Laurapun akan ikut terseret dikampus dan di media sosial. Maka keduanya, tidak mungkin bisa terhindar dari sorotan media nantinya."
"Iya juga ya Vid, secara kak Sebastian 'kan salah satu pemilik restoran terbesar grup Maha Putra. Kenapa aku tidak kepikiran sampai kearah sana? Untung kamu mengingatkan, Vid. Aku akan coba membujuk Laura agar dia mau memikirkan ulang keinginannya."
"Okay Tha, fighting.. !" Ucap David memberikan semangat.
"Yes.. Vid!"
"Terima kasih nona Mitha, terima kasih sudah mau membantu saya untuk berbicara dan meyakinkan nona Laura. Semoga kali ini berhasil, saya sungguh-sungguh ingin menikahinya dan bertanggung jawab sepenuhnya." Ujar Sebastian dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena haru.
"Iya kak Sebastian, semoga saya bisa berhasil. Mohon kakak berdoa yang terbaik untuk semuanya." Ujar Mitha tersenyum ramah.
"Nona Mitha apa boleh saya bertanya, kenapa nona Mitha tidak membenci saya dan malah mau membantu saya?" Tanya Sebastian penasaran, dia begitu senang karena Mitha mau membantunya.
"What..? Hamil? Apa mungkin bisa hamil meski baru sekali, nona Mitha?"
"Mungkin saja kak, didunia ini tidak ada yang tidak mungkin, bukan?" Ucap Mitha dengan mengedipkan satu matanya didepan kedua pria tampan itu.
"Heeem.. andai itu benar, aku sangat tidak sabar untuk cepat-cepat menikahinya." Ucap Sebastian penuh harap.
"Semoga, kak! Iya sudah, sekarang kalian lebih baik kembali pulang untuk beristirahat. Kalian 'kan harus kerja dan kuliah, bukan?"
"Mana bisa saya kerja nona, dengan keadaan seperti ini." Ucap Sebastian kacau.
"Heem.. aku juga sepertinya tidak masuk kuliah juga, Tha."
"Kenapa kamu ikut-ikutan tidak masuk kuliah, Vid? Atau.. jangan bilang kamu malas bertemu dengan mantan pacarmu?" Tanya Mitha menebak dengan tepat.
"Ha.. ha.. ha.. kamu tahu saja, Tha."
"Apa? Mantan? Memangnya kamu sudah putus sama nona Berliana, dik? Sejak kapan? Bukankah kemarin minggu masih datang kerumah? Kalian kena semprot Mama, karena kesal dengan kakak yang masih tidur dan tidak keluar kamar, bukan?"
__ADS_1
"Baru kemarin kak, putusnya." Ucap David jujur.
"Ooh.. kenapa bisa putus, dik?" Tanya Sebastian kepo.
"Ada something kak." Ucapnya singkat.
"Ooh.. yang sabar ya dik, seperti kakakmu ini yang sabar menunggu wanita kakak untuk memaafkan kesalahan kakak."
"Ha.. ha.. ha.. beda kasus kak! Tapi, terima kasih sudah memberiku semangat." Ucap David tertawa lega.
Mitha yang melihat kedua adik kakak yang bersiteru masalah pribadi mereka, ingin segera meninggalkan mereka yang menurutnya tidak ada hubungannya dengan dirinya.
"Sudah.. sudah, aku mau menemui Laura dulu sekarang. Kalian hati-hati dijalan, jangan ngebut ya bawa mobilnya." Ujar Mitha mengingatkan.
"Okay Tha, fighting.. !" Ucap David memberikan semangat untuk kedua kalinya. Sebastianpun sama memberikan semangat dan mengangguk kecil.
"Sip.. !" Mitha memberikan jempol tangannya didepan wajah David dan Sebastian.
"Terima kasih ya, Tha." Ucap David dan Sebastian bergantian, kemudian mereka pergi meninggalkan rumah sakit.
"Heeem.. "Mitha mengangguk kecil, lalu masuk kedalam ruangan UGD.
"Ra.. " Panggil Mitha lirih, lalu berjalan mendekati ranjang Laura.
"Heeem.. kenapa, Tha? Kamu habis dari mana, kenapa lama sekali?"
"Aku habis menemui David dan kak Sebastian, habis membahas dirimu dan dirinya." Ujar Mitha dengan menatap mata Laura dalam.
"Apa yang kamu katakan kepadanya, apa kamu bilang aku akan menuntut kakaknya kepenjara?" Tanya Laura dengan wajah sinis.
"Iya.. aku mengatakan semuanya, Ra. Tapi, aku tidak mendukung niat dan keinginanmu itu, Ra. Maafkan aku!"
"Kenapa, Tha? Kenapa kamu tidak mendukung keinginanku? Bagaimana perasaanmu, jika kamu berada diposisiku saat ini, haah.. ? Apa kamu akan menerima pria itu dengan mudah, haah.. ?" Teriak Laura tidak terima.
"Deg.." Jantung Mitha mendadak sakit, saat Laura bertanya dengan bernada tinggi.
"Kenapa diam, Tha? Jawab Tha, jangan diam saja! Hikkz.. hikkz.. hikkz.."
"Eeem.. maafkan aku, Ra. Hikkz.. hikkzz... hikkz.." Mitha ikut menangis dengan meminta maaf kepada Laura, lalu merekapun berpelukkan.
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--