Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Bukti CCTV


__ADS_3

♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️


🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sebastian dan Jenifer, kembali kedalam untuk menemui David dan Mitha. Karena lampu sudah menyala, mungkin Laura sudah bertemu dengan mereka pikirnya.


Sebastian dan Jenifer sudah berada didalam, tapi David dan Mitha tidak ada. Sebastian semakin panik dan resah takkala memikirkan istrinya yang menghilang tanpa jejak.


"Sayang, kalian dari mana saja, Mama dan Papa cemas memikirkan kalian?"


"Mah, Pah, apa kalian melihat Laura, Mitha dan adik?" Tanya Sebastian resah.


"Tidak, sayang. Mama dan Papa disini terus dari tadi mati lampu sampai sekarang. Memangnya, ada apa dengan mereka, sayang? Apakah telah terjadi sesuatu dengan mereka?" Tanya Mama Teresia mulai curiga.


"Tidak, Mah!" Dusta Sebastian, dengan wajah panik terlihat jelas dimata Teresia.


"Kamu yakin, sayang? Tidak terjadi sesuatu dengan istrimu dan yang lainnya." Teresia mulai mendesak Sebastian.


"T-tidak, Mah." Sahut Sebastian terbata.


"Kak.. itu kak David dan kak Mitha." Teriak Jenifer menunjuk kearah mereka yang sedang berjalan mendekat.


"Hi.. Mah, Pah!" Sapa David dan Mitha bersamaan.


"Hi.. sayang, kalian kemana saja, Mama dan Papa khawatir. Nak Laura kemana, sayang?" Tanya Mama Teresia cemas, tidak ada sosok menantu cantiknya bersama mereka.


Mitha dan Davidpun tidak menjawab pertanyaan Teresia, mereka hanya tersenyum canggung dan salah tingkah.


"Kak Sebastian, aku mau bicara sebentar." Ucap David pada akhirnya, mengalihkan pertanyaan sang Mama. David tidak ingin Mamanya khawatir ataupun sedih, jika terjadi apa-apa dengan sang menantu.


"Iya, dik." Sahut Sebastian cepat.


"Ayo, kak!" Ajak David pergi menjauh dari keluarganya.


"Kalian mau kemana lagi? Baru saja datang sudah pergi lagi." Protes Teresia tidak terima.


"Sebentar saja, Mah. Aku dan kakak ada hal penting, beri kami waktu berdua." Mohon David dengan penuh keyakinan.


"Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan, David?" Tanya Mama Teresia penasaran.


"Sudahlah, Mah! Biarkan anak-anak kita menyelesaikan persoalan dengan cara mereka sendiri. Kita sebagai orang tua harus memberikan hak dan kebebasan kepada mereka, apa yang mereka lakukan dan tidak lakukan." Ujar Papa Sofyan memberikan pengertian kepada sang istri dengan merangkul dan mengusap bahunya pelan.

__ADS_1


"Huem.. haaah... " Teresia hanya bisa bergumam pelan dan menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Sabar dan berdoa, sayang." Sarkas Sofyan menenangkan sang istri yang masih terlihat kecewa.


"Terima kasih, Pah!" Ucap David dan Sebastian bersamaan. Karena sang Papa sudah mengerti dan memberikan izin mereka untuk bicara berdua.


"Iya, sudah. Kalian kenapa belum pergi?" Ujar Sofyan.


"He.. he.. he.. iya, Pah."


Keduanyapun pergi meninggalkan mereka berempat, untuk menjauh dari tempat keramaian.


Mitha dan Jenifer menjaga dan menemani Teresia dan Sofyan, diatas pelaminan pengantin.


*******


"Pih, apa tidak sebaiknya kita pulang saja. Bukankah rencana kedua kita sudah berhasil?" Tanya Maya kepada suaminya.


"Jangan dulu Mih, kita harus melihat reaksi keluarga Sofyan dan anaknya si Sebastian itu kocar-kacir kehilangan menantu sialannya itu."


"Maksudnya keponakkan kamu, Laura?" Tanya Maya memperjelas.


"Ya.. iya lah, pake nanya sih kamu, Mih!" Bentak Samudra kesal.


"He.. he.. he.. biasa saja, Pih! Segitu saja, kok kesal." Kekeh Maya menutupi rasa kecewanya.


Maya hanya bisa terdiam, dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan pedih dihatinya, dengan ucapan sang suami yang selalu saja menghinanya disetiap saat, jika dia salah bicara ataupun salah bertanya seperti hal yang baru saja terjadi.


Samudra menghubungi Lucky dan Calista yang sudah lebih dahulu pulang sesaat lampu baru menyala.


Dia menyerahkan urusan Laura ke tangan Lucky dan anak buahnya. Dia berpesan, untuk tidak menyakiti Laura sedikitpun, karena Laura akan dijadikan jaminan untuk Sofyan memberi tebusan sejumlah uang yang cukup besar demi menutupi semua hutang-hutang Perusahaannya.


Luckypun menuruti semua pesan yang diberikan oleh Samudra, sedangkan Calista sendiri bertujuan berbeda. Dirinya menginginkan Laura mati dan lenyap dari muka bumi ini untuk selamanya, agar dirinya bisa bebas mendapatkan cinta Sebastian dan menjadi istrinya.


*******


"Ada apa, dik? Apa yang sudah terjadi dengan istri kakak, dik?" Tanya Sebastian saat berada didalam toilet saat ini.


"Sepertinya, ada yang menculik Laura, Kak." Ungkap David.


"Kamu jangan asal bicara! Siapa yang mau menculik istri kakak? Apa moksud dan tujuan mereka menculik istri kakak?"


"Ini baru perkiraan aku dan Mitha, kak! Tapi, kami tadi memeriksa ruangan CCTV, ternyata ada sabotase panel listrik yang sengaja dimatikan oleh seseorang yang memakai penutup wajah." Ungkap David.

__ADS_1


"Maksud kamu, listrik padam karena disengaja untuk mengalihkan perhatian. Disaat lengah, mereka menculik istri kakak agar mudah melakukan aksi mereka. Maksud kamu seperti itu, dik?" Tanya Sebastian menyimpulkan apa yang dimaksud David sang adik.


"Iya, kak!"


"Ayo, kita kembali keruang CCTV, siapa tahu saja kita akan mendapatkan petunjuk disana. Bukankah, sewaktu lampu belum padam, adik Jenifer mencurigai seseorang?"


"Benar juga, kak! Aku tidak ingat kearah sana, kak. Ayo, kita tidak banyak waktu lagi. Kita harus secepatnya mencari petunjuk."


Sebastian dan Davidpun akhirnya mendatangi ruangan CCTV kembali, demi mencari bukti dan petunjuk atas menghilangnya Laura.


Petugas penjaga monitor CCTVpun mulai melakukan pencarian, di file rekamannya dari CCTV yang dipasang dari segala penjuru diruangan pesta Pernikahan tersebut. Kemudian dia mengikuti arahan yang diminta Sebastian saat sebelum lampu padam.


Rekaman itu menunjukkan hal mencurigakan, disaat seorang waitress berjalan dengan menerobos masuk ditempat keramaian dengan seutas senyum liciknya. Dia melewati para tamu yang hendak meminta minumannya, karena minuman itu khusus untuk melancarkan aksinya.


Ada seorang pria berwajah dingin dan berperawakan tinggi besar seperti bodyguard, berjalan dengan cepat dan tergesah-gesah. Dia langsung menubruk waitress tersebut seperti sengaja, hingga membuat David dan Sebastian terkena tumpahan minuman wine tersebut.


Nampak jelas, waitress itu mengediipkan matanya dan mengangguk kearah pria dingin yang menubruknya tersebut. Kemudian Jenifer nampak menghampiri David dan Sebastian disana, namun pria yang baru saja menubruknya nampak berdiri dibelakang Laura, sesaat David dan Sebastian agak berjauhan posisinya yang hendak menuju toilet. Tak lama berselang, akhirnya lampupun padam.


"Sepertinya pria itu, yang sudah menculik Laura, dik."


"Iya, kak! Dia sengaja menubruk minuman itu hingga terkena pakaian kita, lalu kita menjauh dari Laura. Sepertinya, dia hanyalah orang suruhan saja. Aku yakin, ada seseorang yang sengaja melakukan ini demi untuk mencari keuntungan semata."


"Maksud kamu, dik?"


"Pria itu, apakah kakak mengenalnya?"


"Tidak."


"Nah itu dia, berarti orang itu hanya pesuruh, kak. Pasti ada dalang dibalik semua ini."


"Maksud kamu, ada seseorang yang memang sengaja merencanakan penculikan istri kakak sebelumnya, bukan?"


"Huem.. bisa jadi, kak."


"Kalau begitu siapa kira-kira yang melakukan hal itu ya, dik?"


"Menurut kakak, siapa?"


"Tuan Samudra?"


"Ha.. ha.. ha.. cerdas!"


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2