Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Mendatangi KUA


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sekembalinya Laura dan Mitha seusai bertemu dengan kedua orang tua Sebastian dan David, merekapun merilekskan tubuh mereka ditempat tidur.


Keesokan hari, sinar mentari mengintip dari balik kaca jendela, menandakan hari sudah pagi. Kicauan burung nan merdu dan kokokan ayam jantan yang menyambut senyuman indah dipagi hari dua gadis yang sedang merasakan kebahagiaan.


Laura mulai mengerjapkan matanya, saat merasakan silau sinar matahari menerpa wajahnya.


"Sudah pagi, huaaammm.." Ucap Laura saat kedua matanya mulai terbuka, kemudian menggeliatkan tubuhnya dengan begitu lenturnya.


Laura menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya, lalu menguncir rambutnya keatas.


Laura melirik jam dinding, sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dia lupa akan satu hal janji menemani Sebastian dan Teresia ke KUA.


"Astaga, sudah jam tujuh, aku kesiangan, bagaimana ini?" Cicit Laura berkicau.


Dengan berjalan tak tentu arah, bolak-balik kesana kemari menyiapkan baju dan juga berkas-berkas yang diperlukan untuk nanti ke KUA.


Mitha yang masih terlelap, seketika saja terbangun mendengar cicitan Laura yang begitu panik saat dirinya ternyata bangun kesiangan.


"Kenapa sih, Ra? Suara kamu menghentikan mimpi indahku."


"Aku kesiangan, Tha. Sebentar lagi pasti kak Sebastian akan segera datang menjemputku."


"Iya.. sudah, kamu mandi dulu saja, nanti aku bantu siapkan keperluan apa saja yang akan kamu bawa."


"Sudah semua, Tha. Sekarang, aku tinggal mandi saja. Nanti, kalau kak Sebastian datang, bilang tunggu sebentar."


"Okey.." Sahut Mitha cepat.


Mitha kemudian merapikan selimut dan serpei kasurnya, lalu disimpan ketempatnya. Mitha menggosok gigi, berkumur dan mencuci mukanya saja diwastafel, sekedar untuk memfreshkan wajahnya saja.


Tidak berselang lama, pintu kontrakkannyapun ada yang mengetuk.


"Tok.. tok.. tok..!" Bunyi pintu diketuk.


"Waah.. jangan-jangan itu kak Sebastian! Sebentar kak, aku akan segera bukakan." Ucap Mitha seraya berjalan kedepan pintu untuk membukakannya.


Tiba-tiba saja, wajah Mitha nampak pucat dan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.


"M-mas L-lucky! " Ucap Mitha terbata.


"Sayang.. apa boleh Mas bicara denganmu sebentar?" Tanya Lucky dengan lirih. Wajahnya begitu memilukan dengan mata yang hitam dan sedikit bengkak akibat dari air mata yang keluar saat dia menangis.

__ADS_1


"U-untuk apa, Mas? Sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan! Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi." Ucap Mitha terbata dengan lirih.


"Tapi, Mas ingin menjelaskan semuanya. Mas ingin mengatakan penyebab kenapa Mas berselingkuh dengan Calista, sayang." Jelas Lucky hendak berusaha masuk kedalam kontrakkan.


"C-cukup, Mas Lucky! Aku tidak ingin membahas hubungan kita yang sudah berakhir. Aku sudah memaafkan Mas Lucky, sekarang lebih baik Mas Lucky tinggalkan tempat ini." Sergah Mitha menahan Lucky yang hendak masuk kedalam kontrakkannya.


"Tidak, sayang! Beri aku kesempatan sekali saja untuk menjelaskan semuanya." Lucky tetap kekeh meyakinkan Mitha untuk memberikan kesempatan kepadanya.


"Eeeheem.. permisi. Selamat pagi!" Sapa Sebastian berdehem. Sedangkan Teresia hanya mengulum senyum dan mengangguk kecil.


Sontak saja, Lucky yang mendengar suara deheman menghentikan langkah kakinya yang memaksa ingin masuk kedalam kontrakkan Mitha, demi melihat seseorang dibalik punggungnya.


"Selamat pagi, kak Sebastian, Tante Tere." Jawab Mitha ramah,


"Apakah Nona Lauranya ada, Nona Mitha?" Tanya Sebastian ramah.


"Ada, kak! Tapi, tunggu sebentar ya kak, Lauranya masih mandi." Jawab Mitha.


"Okey, kami akan tunggu disini saja." Ujar Sebastian.


"Silahkan duduk kak Sebastian dan Tante Teresia." Ucap Mitha ramah.


"Terima kasih." Ucap Sebastian cepat.


"Terima kasih, cantik." Ucap Teresia, kemudian Teresiapun duduk dibangku didepan jendela kontrakkan tersebut.


"Iya, silahkan Nona Mitha." Ucap Sebastian yang diangguki oleh Teresia.


Mithapun masuk kedalam kontrakkannya, lalu dia segera memanggil Laura agar segera cepat menyelesaikan sesi mandinya.


"Ra.. Laura, cepat dong mandinya. Kak Sebastian dan Tante Teresia sudah datang, mereka sedang menunggu diluar." Panggil Mitha dari balik pintu kamar mandi.


"Iya.. Tha, sedikit lagi aku selesai." Sahut Laura dari dalam kamar mandi.


"Jeglek." Bunyi pintu kamar mandi terbuka juga, setelah beberapa menit Mitha menunggu diluar siap dengan handuk mandinya.


"Eeh.. maaf, lama ya!" Seru Laura tersenyum cengengesan.


"Iya.. tidak apa-apa, Ra. Kamu tunggu aku selesai mandi dulu ya, Ra. Jangan tinggalin aku, ada Mas Lucky diluar." Pinta Mitha memohon.


"Okey, Tha. Apa boleh aku hubungi David saja untuk temani kamu dirumah. Hari ini kita kuliah jam sepuluh pagi, bukan?"


"Iya, hubungi David untuk segera datang kesini, Ra. Iya, hari ini ada kelas jam sepuluh pagi."


"Iya.. sudah, Tha. Sepulangnya aku dari KUA, aku langsung kekampus bersama kak Sebastian."


"Aku kira, kamu akan izin tidak masuk kuliah, Ra."

__ADS_1


"Huus.. ! Memangnya aku kayak kamu, sukanya membolos." Ujar Laura membuat Mitha bibir Mitha bungkam seketika.


"He.. he.. he.. tahu saja kamu, bestie." Kekeh Mitha, seraya memasuki kamar mandinya.


"iya lah, aku tuh sudah berapa tahun kenal sama kamu, Tha!" Ujar Laura menggelengkan kepalanya heran.


Akhirnya Laurapun segera menghubungi David menggunakan telpon selulernya, untuk menjemput Mitha dan menemaninya selama dikontrakkan karena ada Lucky yang menunggunya.


Setelah tersambung keponselnya David, lalu Laura meminta David untuk segera datang san menemani Mitha dikontrakkan. Dengan senang hati, Davidpun menyetujui permintaan Laura sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya.


Meski terasa aneh, saat nanti David harus memanggil dirinya dengan sebutan kakak ipar, tapi dia begitu bahagia karena sang adik ipar adalah orang yang sangat baik dan perhatian.


*******


"Hi.. ! Perkenalkan, nama saya Sebastian Maha Putra. Apakah anda teman, Nona Mitha?" Tanya Sebastian berbasa basi, saat mereka sedang menunggu kedua wanita yang berada didalam kontrakkan.


"Saya kekasihnya Nona Mitha, nama saya Lucky Smith." Sahut Lucky dengan begitu percaya diri.


"Kekasih, Nona Mitha?" Tanya Sebastian, mengerutkan keningnya heran.


"Iya, Nona Mitha."


"Tapi, semalam Nona Mitha bilang kalau dia sudah putus dengan pacarnya."


"Mungkin anda salah dengar, saya memang sedang ada masalah dengan Mitha, tapi saya tidak putus dengannya." Bantah Lucky berdusta.


"Ooh.. salah, ya! Berarti saya salah dengar semalam."


"Heeem.." Lucky hanya berdehem dan melipat kedua lengannya didada.


Tidak berselang lama, Laurapun keluar dengan begitu cantik meski riasan diwajahnya sangat tipis. Nampak cantik dengan kaos casual dan celana jeans birunya, yang memperlihatkan jenjang kakinya yang indah.


Laura menyapa Lucky sejenak, lalu beralih menghampiri Teresia dan Sebastian, untuk mencium punggung tangannya dan berpelukkan.


"Sayang, ayo kita langsung pergi saja, waktu kita sudah hampir telat." Ajak Sebastian mengulurkan tangannya untuk meraih jari tangan Laura.


"Iya.. ka, tapi Mitha masih sendiri didalam, dia sedang menunggu David datang." Bisik Laura saat berada disamping Sebastian.


"Haah.. ? Bukankah dia pacar Mitha? Mengapa David datang kesini? Lucky pasti akan mengantar Mitha, bukan?" Tanya Sebastian berbisik pula.


"Bukan, mereka sudah putus kak. Nah.. itu mobil David sudah datang." Tunjuk Laura merasa bahagia atas kedatangan David demi melindungi sahabatnya.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2