
♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️
🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Jenifer mendekati kedua kakaknya yang baru saja hendak meninggalkan Mitha dan Laura berdua dilantai dansa.
Sebastian dan Davidpun sontak saja memghentikan langkah kakinya, saat suara Jenifer memanggilnya. Kemudian merekapun membalikkan tubuhnya demi melihat kearah Jenifer.
"Kenapa dik Jeni?" Tanya Sebastian dan David bersamaan.
Jeniferpun mendekat, lalu berbisik kepada mereka. "Ada orang yang mencurigakan, tadi aku melihat waitress dan seorang pria yang menyengol minuman itu yang tumpah mengenai kakak."
"Mencurigakan kenapa, dik? Maksud kamu, apa?" Tanya Sebastian masih belum faham.
"Pokoknya mencurigakan, kak! Mereka seperti bekerja sama dan sengaja menumpahkan minuman itu ke baju kakak, agar kakak bisa pergi meninggalkan kak Laura dan kak Mitha." Jelas Jenifer dengan pemikirannya.
"Apa kamu, ya..." Ucapan Sebastian terhenti, saat lampu tiba-tiba saja padam dengan suara jeritan dan histeris dari para tamu undangan.
Sontak saja David dan Sebastianpun tertubruk dan tersenggol-senggol oleh orang yang berlalu-lalang kesana-kemari, mencari tempat yang ada cahaya lampu emergensi. Ada pula yang menyalakan ponselnya untuk pencahayaan ala kadarnya.
"Aaaaaaa... mati lampuuuuu... kenapa acara megah kayak gini bisa mati lampu?" Teriakkan histeris para tamu wanita, terutama wanita paru baya.
Para wanita maupun laki-laki tetap saja, jika keadaan mati lampu seperti itu akan panik dan berhamburan mencari cahaya.
"Kak Sebastian, bagaimana ini? Mati lampu, aku takut." Teriak Laura mencari keberadaan Sebastian.
"Tenang, Ra, ada aku disamping kamu." Ucap Mitha menyambar tangan Laura.
"Maaf, siapa ini yang memyentuh tangan saya?" Tanya seorang pria yang merasa tangannya di genggam.
"M-maaf, Tuan! Aku salah menyentuh tangan anda." Ucap Mitha merasa tidak enak hati.
'Ra.. Laura, kamu dimana, Ra?" Tanya Mitha mencari keberadaan Laura dengan begitu panik.
David dan Sebastian yang mendengar Mitha memanggil nama Laurapun, sontak saja mereka langsung bersuara. "Mitha, sayang. Aku David, dimana kamu?"
"Aku disini, Vid." Ucap Mitha bersuara.
Davidpun mendekat kearah suara Mitha berada. "Sayang, ini aku." Ucap David tenang.
"Vid, mana ponselmu? Kamu bisa nyalakan mode center untuk cahaya, agar tidak terlalu gelap."
"Iya, sayang. Kenapa aku tidak kepikiran kesana? Memangnya ponselmu kemana, sayang?" Tanya David seraya menyalakan ponselnya untuk mode center.
"Ponselku mati, Vid. Battrerynya habis." Jelas Mitha jujur.
__ADS_1
Sebastian dan Jenifer mendekati Mitha dan David menggunakan cahaya lewat ponsel Jenifer. Karena ponsel Sebastian berada diatas bangku pelaminan tertinggal disana.
"Adik, apa kalian melihat istri kakak, Laura?" Tanya Sebastian risau dan panik.
"Ooh.. iya, dimana Laura, sayang?" Tanya David menyambung pertanyaan Sebastian.
"Tidak tahu, kak Sebastian, David! Aku tadi mendengar suara Laura sempat memanggil nama kak Sebastian dan berteriak takut. Kemudian, aku memanggil dan menghampiri Laura, namun karena gelap sekali aku tak melihatnya. Aku sampai salah pegang tangan orang, sekarang Laura tidak ada." Ungkap Mitha dengan gamblang.
"Ayo, kita cari Laura sampai ketemu. Aku tidak ingin sampai Laura kenapa-kenapa." Ujar Sebastian khawatir.
"Mari kita berpencar, kak. Aku dan Mitha mencari kedepan, sedangkan kak Sebastian sama adik Jenifer kearah belakang." Ujar David memberi saran.
"Okey.."
Merekapun akhirnya berpencar mencari keberadaan Laura yang tiba-tiba menghilang.
******
"Byuur..."
Seorang pria menyiram wajah dan tubuh Laura dengan seember air, untuk menghilangkan efek obat bius yang tadi pria itu berikan lewat sapu tangannya, saat membekap mulutnya.
Seketika saja, Laura terbangun dan tersadar dari obat bius yang pria itu berikan. Laura terduduk dari posisinya yang semula terbaring dipojok kamar tersebut dengan tubuh lemas, dampak dari obat bius tersebut.
"K-kamu siapa?" Lirih Laura, kesadarannya belum sepenuhnya.
"A-apa yang sudah kamu lakukan kepadaku, hah?" Laura mulai nampak ketakutan.
"L-lepaskan, ikatan tanganku! Lepaskan.. brengsek!" Laura terus berteriak dan memaki pria tersebut.
Pria itu hanya tersenyum smirk, tanpa berucap sepatah katapun. Kemudian, dia pergi meninggalkan Laura seorang diri.
"Hei.. brengsek! Pengecut.. pecundang! Mau kemana kau? Lepaskan aku, hikks.. hikks.. hikkss.."
Air mata Laura terus mengalir dipipinya, diapun memanggil pria itu dan memakinya dengan kesal. Namun, pria itu seakan menulikan pendengarannya dan berlalu pergi dengan menutup pintu ruangan yang begitu pengap dan pencahayaan yang minim.
Ruangan berukuran kurang lebih tiga kali tiga meter itu, tempat Laura kini sedang disekap oleh seorang pria yang begitu dingin.
"Pria itu, sepertinya aku pernah melihatnya." Laura bergumam pelan berusaha mengingat-ingat wajahnya.
"Astaga.. ! Pria itu yang menyenggol nampan minuman waitress yang mengenai baju kak Sebastian dan David."
Laura baru mengingat dan menyadari wajah pria tersebut yang belum lama dia temui.
"Apa yang dia inginkan dariku? Aku tidak mengenalnya dan tidak pernah ada masalah dengannya. Siapa dalang dibalik penculikanku ini? Apa motif dia melakukan semua ini?" Pertanyaan demi pertanyaan berputar diotaknya, seakan tidak mengerti dengan semua yang sudah terjadi kepadanya.
Setelah sekian lama, Laura merasakan kesedihan dan baru merasakan lagi kebahagiaan, kenapa harus berakhir ditempat seperti ini? Tempat yang asing dan tidak dia ketahui sama sekali.
__ADS_1
Kedua tangan Laura diikat kebelakang punggungnyah, lalu kedua kakinyapun diikat.
Laura terus menangis, meratapi nasibnya kini. "Hikks.. hikks.. hikks.."
*******
Lampu dipesta Pernikahan megah dan mewah Sebastian dan Laura, saat ini sudah menyala kembali. Ternyata ada seseorang yang sudah menyabotase panel listrik milik Hotel tersebut. Setelah dichek lewat CCTV oleh security Hotel, ada seseorang yang memakai topeng sudah memasuki ruangan panel listrik tersebut.
Informasi tersebutpun langsung diketahui oleh David dan Mitha. Mereka yang langsung mengchek CCTV untuk memgetahui penyebab siapa yang sudah menyabotase panel listrik yang mengakibatkan lampu padam.
"Shiit.. siapa dia? Apa tujuan dia melakukan semua ini?" Umpat David penasaran dengan sosok seseorang yang misterius tersebut. David memperjelas gambar rekaman CCTV tersebut, untuk melihat sosok seseorang tersebut, namun tetap tidak bisa dikenalinya.
"Jangan-jangan Laura diculik, Vid!" Mitha berpikiran yang tidak-tidak.
"Bisa jadi, sayang. Mati lampu hanyalah alibi untuk mengalihkan perhatian kita." David satu pemikiran yang sama.
"Benar, Vid. Ayo kita segera kembali kepada kak Sebastian, Vid."
"Ayo, sayang." Ajak David dengan menautkan jari tangannya.
Keduanyapun segera pergi dari ruang monitor CCTV milik Hotel tersebut, setelah mengucapkan terima kasihnya.
*******
Pesta Pernikahan yang berakhir berantakan akibat lampu padam tersebut, begitu nampak kacau dengan kursi-kursi dan meja-meja yang tidak beraturan. Para tamu undangan banyak yang langsung berpamitan pulang, untuk meninggalkan pesta Pernikahan tersebut. Namun, masih ada juga beberapa tamu yang masih stay disana.
"Syukurlah, lampunya sudah menyala kembali."
"Untung lampunya hanya padam sebentar, aku sudah takut."
"Aneh.. kenapa bisa mati lampu, ya? Padahal ini Hotel mewah berbintang lima loh."
"Ada-ada saja, bisa mati lampu kayak gini. Kasihan pesta mewah seperti ini, namun fasilitasnya kurang oke."
Begitulah bisik-bisik para tamu undangan setelah lampu mulai menyala kembali.
Lampu tersebut hanya padam sekitar sembilan sampai sepuluh menitan saja, tapi dampaknya sungguh luar biasa.
"Pah, hikks.. hikks.. pesta kita jadi berantakan seperti ini!" Lirih Teresia diatas panggung pelaminan dengan tangisnya.
"Sabar, Mah! Namanya juga kesalahan teknis, wajarlah kalau mati lampu, semua orang panik dan takut dalam kegelapan."
"Iya, Pah. Tapi, dimana Pengantin kita itu, Sebastian dan Laura sekarang? David dan juga Mithapun tidak ada? Sibungsupun kemana, diapun tidak ada. Hikks.. hikks.. hikks.."
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--