Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Kembali Pulang


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sore ini, Mitha dan David baru saja sampai dikontrakkannya. Mitha tidak melihat Laura berada dirumah, sehingga dirinyapun nampak panik.


"Kemana Laura ya, Vid? Kenapa dia tidak ada dikontrakkan? Apa dia sedang bersama kak Sebastian?"


"Mungkin, Tha. Coba aku telpon Laura dulu, sekarang kamu mandi gih. Aku akan tunggu disini, tenang aku tidak akan mengintip kamu mandi, kecuali kamu yang kasih izin." Canda David tersenyum smirk.


"His.. Mesum! Pulang dari pantai, kesambet apa kamu, Vid? Tiba-tiba jadi mesum, he.. he.. he.."


"Kesambet cinta kamu Tha, yang ditolak dengan terang-terangan, he.. he.. he.."


"Aach.. malas berdebat sama kamu, Vid. Aku mandi dulu, jangan lupa hubungi Laura sekarang." Ketus Mitha melenggang pergi menuju kamar mandi.


"Siap.. boss! He.. he.. he.. makin gemes kalau lihat kamu yang jutek gitu." Ucap David terkekeh melihat wajah Mitha yang tiba-tiba ketus dan jutek kepadanya.


Sebelum David berpisah dengan Selly dan Devan dipantai tadi, Devan sempat mengatakan kepadanya. Jika dirinya perlu ekstra sabar dan hati-hati, untuk mendapatkan cinta seorang Mitha.


Devan berpesan kepada David, jangan pernah biarkan Mitha untuk dimiliki oleh orang lain. Karena Mitha gadis unik dan special, untuk pria yang beruntung mendapatkannya.


Mata bathin seorang Devan yang mampu menerawang isi hati David yang menyukai Mitha, meski Mitha belum bisa membalasnya. Tapi, dengan kesabaran David dan cintanya yang teramat besar, bisa menghancurkan kerasnya hati seorang Mitha nantinya.


Dengan semangat dan perkataan Devan, yang membuat seorang David faham akan sebuah perjuangan hati yang harus digapai demi sebuah cinta dan kasih sayang.


David mulai menghubungi Laura, dengan mencari nomor kontak Laura diponselnya.


"Tuut.. Tuut.. Tuut.." Bunyi ponsel tersambung.


"Hallo.. Vid."


"Hallo.. Ra, kamu sedang berada dimana?"


"Aku sedang di Mall, Vid."


"Mall? Sama siapa?"


"Sama kakak kamu dan adik kamu, Vid?"


"Kak Sebastian dan Jenifer, maksudnya?"


"Heum.."


"Apa kalian sedang berbelanja, Ra?"


"Iya.. Vid, kak Sebastian bilang, malam ini Om Sofyan Papa kamu ingin bertemu denganku. Jadi, kak Sebastian menjemput aku dan Jenifer, lalu mengajak kami ke Mall Plaza, untuk kesalon dan kebutik. Kami sekarang sedang dibutik memilih gaun untuk aku dan Jenifer."


"Ooh.. Baguslah, nanti kami menyusul kesana."

__ADS_1


"Benarkah? Apa kalian sudah ada dikontrakkan, Vid?"


"Iya.. Ra, makanya aku telpon kamu. Apa kamu tadi kuliah diantar kak Sebastian, Ra?"


"Heum.. iya, Vid. Sekarang Mithanya kemana, Vid?"


"Ada, dia sedang mandi."


"Apakah, dia sudah merasa lebih baik, Vid?"


"Sudah, Ra. Dari pada semalam, nyesek aku lihatnya, Ra."


"Syukurlah, kalau sudah lebih baik. Terima kasih, Vid."


"Heum.. Ra, sebenarnya aku pingin jujur sama kamu, Ra"


"Iya.. Vid, mau jujur kenapa?"


"A-aku suka sama Mitha, Ra."


"Iya, aku sudah faham, Vid. Aku tahu kamu suka sama Mitha dari dulu, bukan? Bahkan jauh sebelum kamu berpacaran dengan Berliana."


"Bagaimana kamu bisa tahu, Ra?"


"Tahulah, cuma aku tidak ingin menanyakan atau mengatakan hal itu, aku masih menjaga perasaan Lucky dan Mitha."


"Tapi, aku penasaran bagaimana kamu bisa tahu, Ra?"


"Aku tahu dari sorot matamu yang begitu dalam, saat mencuri pandang terhadap Mitha. Tapi, semenjak kamu berpacaran dengan Berliana, tatapan itupun hilang begitu saja. Lalu, muncul lagi setelah kamu putus dengan Berliana tempo hari."


"Ha.. ha.. ha.. Ditolak? Memangnya kamu semalam menyatakan cinta pada Mitha? Dia 'kan baru saja putus, Vid. Masa iya kamu langsung menyatakan cinta sama Mitha!"


"Iya.. Ra, aku langsung ngajakin jadian sama dia. Tapi, dia menolakku. He.. he.. he.."


"David.. David, kalau mau nyatain perasaan ya lihat-lihat kondisi dong. Kalau tidak, tunggu dulu paling tidak untuk beberapa hari setelah lukanya membaik. Kamu itu benar-benar tidak sabaran."


"He.. he.. he.. iya, aku juga sadar, Ra. Aku akan tetap yakin akan mendapatkan cinta Mitha, nanti. Kamu dukung dan bantu aku ya, Ra."


"Oke..! Aku akan membantu hubungan kalian menjadi lebih dari sahabat. Aku akan membujuk Mitha, untuk membuka hatinya untukmu."


"Aissh.. Kamu memang is the best, Ra. Aku makin yakin kamu adalah kakak ipar terbaik untuk aku dan Jenifer, he.. he.. he.."


"Sudah, Vid. Sekarang gaunnya sudah datang, aku mau coba dulu. Salam buat Mitha, ya."


"Iya.. Ra, happun ya, kalian."


"Iya.. Vid, by.. by.."


"By.. "


"Tuuut.." Panggilan mereka diakhiri bersama.

__ADS_1


David tersenyum, saat melihat Mitha yang sudah fresh habis mandi dengan baju santainya dan rambut basahnya, yang hendak dia keringkan dengan hair dryer.


"Apa aku boleh membantu mengeringkan rambutmu, Tha?" Tanya David tanpa canggung, berjalan mendekati Mitha yang sedang duduk di meja riasnya.


"Memangnya kamu bisa, Vid?" Tanya Mitha kurang yakin. Secara David anak orang kaya yang tidak pernah melakukan hal seperti ini.


"Bisa dong, kamu pikir aku anak manja yang selalu dilayani oleh ARTku, heum..?" Bisik David disamping telinga Mitha sebelah kanan.


"His.. Vid, geli." Decak Mitha protes saat suara bisikan David yang membuat darahnya tiba-tiba berdesir.


"Kenapa? Sudah mulai ada hati ya, dengan sahabatmu ini?" Tanya David tersenyum smirk.


"Enggak..!" Seru Mitha berdusta.


"Ha.. ha.. ha.. aku akan sabar menunggumu, Mitha sayang." Tawa David lalu menggodanya.


Mithapun berhenti menanggapi ucapan David, dia menikmati sentuhan tangan David yang sedang mengeringkan rambutnya dengan begitu lembut dan hati-hati.


Sepuluh menit kemudian, rambut Mitha sudah kering dan rapi. David menyimpan kembali dan merapikan hair dryernya ditempatnya.


"Cantik dan wangi." Ucap David lagi menggoda, dengan tersenyum iblis.


"Vid.. Jauhkan wajah mesummu itu! Aku takut melihat wajahmu yang seperti itu!" Seru Mitha takut dengan hatinya, yang bisa saja tergoda oleh pesona David.


"Ha.. ha.. ha.. Tha.. Tha, aku jadi gerah. Bolehkan aku menumpang mandi disini?" Tanya David tertawa melihat wajah panik sahabatnya yang sungguh dia cintai. Kemudian, diapun mengambil handuk dari tangan Mitha dan melesat kekamar mandi.


"Ya sudah mandi sana, tapi kamu tidak ada baju ganti. Apa kamu pakai baju kaosku, Vid?"


"Boleh, sayang. Asalkan jangan kamu kasih aku daster saja, he.. he.. he.." Sahut David dari dalam kamar mandi.


"Ha.. ha.. iya lah, Vid. Kamu sih ada-ada saja."


"Ya.. Takutnya, sayang. Biar aku tidak bisa pulang, lalu menginap disini, he.. he.. he.."


"Hiss.. David, bisa tidak kamu panggil aku seperti biasa saja namaku? Aku tidak mau mendengar, kamu panggil aku dengan sebutan sayang itu, aneh rasanya."


"Ha.. ha.. ha.. makanya dibiasain dong, Mitha sayang."


Mitha bergeming tidak menimpali ucapan David, bersandar didinding dengan meraba jantungnya yang berdenyut lebih kencang.


"Mitha.. Mitha.. apakah kamu baik-baik saja?" Tanya David dari dalam kamar mandinya, karena tak kunjung mendengar jawaban Mitha.


"Jeglek.." Pintu kamar mandi dibuka oleh David.


"Aaaaaa.... kamu apa-apaan David, tutup pintunya!" Pekik Mitha melihat David, yang hanya memakai handuk kecil, yang hanya menutupi bagian aset berharganya saja.


Dengan cepat Mitha menutup matanya dengan kedua tangannya, yang sempat melihat hampir polos tubuh David.


Davidpun tersenyum kecil, saat Mitha begitu ketakutan melihat dirinya yang hampir polos.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2