Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Menjenguk Teresia


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Laura dan Mitha sudah berada didalam mobil milik Sebastian, dengan David yang membawa mobilnya.


"Ra.. apa kamu sudah siap bertemu lagi dengan Tante Tere, setelah semuanya terungkap fakta kak Sebastian yang akan menikahi kamu?" Tanya Mitha ragu.


"Eem.. tidak tahu, Tha. Aku masih takut sebenarnya, tapi aku ingin membalas sakit hatiku kepada Om Samudra, dengan cara menikah dengan kak Sebastian." Ujarnya Laura, yang membuat David dan Mitha menatap aneh kearahnya.


"Apa maksud kamu, Ra? Balas dendam? Jadi, kamu menikahi kak Sebastian hanya untuk membalas dendam kepada keluarga Calista, yang merupakan anak dari Om Samudra itu." Tanya Mitha shack.


"Apa benar begitu, Ra? Kak Sebastian kakakku, Ra. Masa kamu sekejam itu kepada kakakku, hanya ingin memanfaatkan kakakku saja." Tanya David tidak rela apa yang akan dilakukan Laura.


"Bukan begitu maksudku, kalian salah faham." Sahut Laura dengan tersenyum.


"Lalu apa maksudnya, kalau begitu?" Tanya Mitha penasaran dan begitu juga dengan David.


"A-aku akan menikah dengan kak Sebastian, apapun yang akan terjadi. Dengan aku menikah dengan kak Sebastian, otomatis Om Samudra dan Tante Maya akan merasa malu, apa lagi Calista akan semakin membenciku. Jika hal itu terjadi, dengan sendirinya Om Samudra dan Tante Maya akan mendatangiku dan memohon maaf kepadaku untuk membatalkan pernikahanku." Jelas Laura dengan rencananya.


"Tapi, Ra. Orang seperti Om Samudra tidak mungkin mudah menyerah, bukan? Dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. Apa lagi kamu tahu, sifat dan kejahatan Om samudra kepadamu, saat kamu diusir dari rumahmu sendiri." Cegah Mitha mengingatkan betapa jahatnya Om Samudra.


"Iya.. Ra, benar apa yang dikatakan oleh Mitha. Tapi, kalau belum mencoba, mana kita bisa tahu." Ujar David bimbang.


"Iya sudah kita coba, Vid. Kamu harus dukung aku, sebagai sahabat sekaligus kakak ipar. Kalau kamu bagaimana, Tha?" Ujar Laura kepada David dan Mitha serius.


"Heum.." David bergumam dan mengangguk kecil.


"Aku ikut saja deh kalau begitu, apa yang menurutmu terbaik, aku sebagai sahabat akan mendukungmu selalu. Tapi, apa kamu sudah menyukai kak Sebastian?"


"Okey Tha. Jujur aku sedikit kagum dengan kegigihan kak Sebastian saat mengungkapkan kejujurannya kepadaku. Perlakuan manisnya dan cara pembawaannya yang terlihat begitu cool, seketika membuatku meleleh. Tapi, aku belum bisa langsung menyukainya apa lagi mencintainya. Semua butuh proses dan pendekatan, Tha, Vid." Ungkapnya dengan gamblang.


David mengangguk kecil, lalu tersenyum menanggapi kata-kata jujur sahabatnya Laura. Sedangkan Mitha percaya lambat laun Laura akan bisa membuka hati dan mencintai kak Sebastian, pikirnya.


"Baiklah, kalian sudah siap ya. Sekarang, aku akan menjalankan mobilnya langsung menuju rumahku." Ujar David menancapkan gas mobilnya, meninggalkan kontrakkan mereka.

__ADS_1


"Tunggu Vid, apa kamu bilang? Rumah kamu? Bukankah, kita akan kerumah sakit untuk menjenguk Tante Tere?" Tanya Laura heran.


"Iya, Ra. Awalnya mau jenguk dirumah sakit. Tapi, Mama sudah diizinkan pulang, jadi sekarang kita bertemu disana saja." Jelas David beralasan.


"Kalau tahu kerumah kamu, mending tidak usah ikut aku, Vid." Ucapnya menyesal.


David hanya tersenyum menanggapi ucapan Laura, dia terus fokus menjalankan mobilnya.


"Aissh.. bukankah sama saja, Ra? Dirumah sakit ataupun dirumahnya langsung, sama saja tujuannya untuk menjenguk Tante Tere." Tutur Mitha cukup benar.


"Jujur aku masih takut dan belum begitu siap, Tha." Keluh Laura merasakan gundah gulana.


"Takut kenapa sih, Ra? Ada aku, sahabatmu." Ucap David masih tetap fokus pandangannya kedepan.


"Heum.." Laura akhirnya pasrah, dengan melepaskan rasa khawatir yang berlebihan.


Mitha dan Davidpun tersenyum, takkala melihat sahabatnya yang berhenti mengeluh.


Sepanjang perjalanan mereka hanya berdiam diri, tanpa saling mengobrol. Hanya alunan musik yang begitu romantis terdengar dari layar LED music dalam mobil tersebut.


Lagu yang membuat siapa saja ingin ikut bernyanyi, karena lagu yang cukup keren dari boyband Kpop BTS.


"Kalian begitu menikmati lagu itu, sepertinya?" Ujar David membuka obrolan.


"Iya, Vid." Sahut Laura dan Mitha bersamaan.


Setelah itu, merekapun tampak santai dengan obrolan-obrolan ringan sepanjang perjalanan menuju rumah David.


Akhirmya mereka sudah sampai dikediaman rumah David, yang begitu megah dan mewah.


Mitha sungguh melongo dibuatnya, sedangkan Laura bersikap wajar karena rumahnya tidak jauh berbeda dengan rumah kedua orang tuanya dulu.


"Woow.. keren banget Vid, rumah kamu. Aku tidak menyangka punya sahabat kamu yang super kaya, ternyata." Kagum Mitha memuji dengan begitu memperhatikan sekeliling halaman rumah David.


"Ayo masuk.. jangan berdiri diluar saja." Ajak David kepada kedua sahabatnya itu.


"Vid.. kamu jahat, dari dulu tidak pernah mengajak kami kerumahmu yang mirip istana ini."

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. Mitha... Mitha, aku 'kan sudah pernah ajak kamu dan Laura dulu. Tapi, kalian bilang tidak mau kalau si Berliana ikut. Kamu tahu sendiri, dia selalu nempel sama aku jika kita sedang bersama."


"Iya.. iya, aku ingat, Vid. Maaf ya, aku jadi nyesel kenapa tidak mengiyakan saja saat itu."


"Lagi pula kamu juga sibuk pacaran sama Mas Luckymu itu, bukan?" Ledek Laura menimpali.


"He.. he.. he.. iya juga. Waduh.. omong-omong Mas Lucky jadi inget, Mas Lucky kemana ya, dua hari ini tidak ada kabar dan hubungi aku."


"Entahlah.." Ucap David dengan mimik muka yang berubah kecut, padahal awalnya sumringah saat menggoda Mitha.


Sedangkan Laura hanya memperhatikan mereka berdua saja yang asik mengobrol, tanpa perduli kepadanya. Meski sesekali, menyela obrolan mereka.


"Hallo Mah.. kak Sebastian." Sapa David menyalami keduanya.


"Hallo, David sayang." Sahut Teresia langsung memeluknya.


"Sudah, Mah. Malu dilihat sahabatku." Ucap David mengurai pelukkan Teresia.


"Hiss.. anak ini." Decak Teresia memukul pelan punggungnya.


"He.. he.. he.. " David terkekeh kala Teresia kesal kepadanya.


"Hallo Tante Tere, kak Sebastian." Sapa Mitha dan Laura bergantian, cipika-cipiki dengan Mama Teresia, dan bersalaman dengan kak Sebastian.


"Halo juga cantik." Ucap Teresia lalu cipika-cipiki dengan Mitha dan Laura.


"Ayo duduk disini, cantik." Ajak Teresia ramah.


Laura dan Mitha mengangguk kecil lalu duduk disofa yang begitu empuk dan besar.


"Calon menantu Mama, Laura Casandra duduk dekat Mama sini." Ucap Teresia yang membuat semua mata tertuju kepada Teresia.


Bahkan semuanya teramat shock dengan sikap Teresia yang begitu ramah dan baik, berbeda sekali saat pertama bertemu kala siang tadi direstoran.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2