Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Berdansa


__ADS_3

♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️


🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Kali ini Lucky terpaksa harus menjalankan rencana yang kedua, karena rencana yang pertama gagal. Calista sudah sangat tidak sabar melihat pesta pernikahan Sebastian dan Laura gagal.


"Lucky, bagaimana ini? Aku tidak mau ya, melihat Sebastian dan Laura bahagia diatas penderitaanku."


"Tenang, sayang! Akupun tidak rela, kalau Mitha dan David hidup bahagia. Aku yang sudah menjaga Mitha selama ini, menjaga cintanya dan juga miliknya, harus dimiliki oleh David siplayboy kampus tengil itu."


"Memangnya si David adiknya kak Sebastian itu, seorang playboy?"


"Huem.. diakan sok tampan dan sok baik, pasti banyaklah wanitanya."


"Huuh...sok tahu kamu, Lucky! Aku kira kamu benar-benar tahu soal dia."


"Ha.. ha.. ha.. lagipula kalau cowok modelan kayak Davidmah sudah dipastikan banyak cewek yang ngejar kali. sayang. Makanya aku bilang playboy kampus tengil."


"Ya engga semua juga, Lucky. Cowok ganteng dan keren, belum tentu playboy. Buktinya kak Sebastian, aku sudah menggodanya dan menciumnya, dia tidak menyukaiku sama sekali, bahkan menolakku dengan terang-terangan dan menghinaku juga mencampakkan aku dengan membatalkan pernikahanku hanya dengan bukti sialannya David brengsek itu."


"Maksud kamu apa, sayang? Bukti apa?"


"Bukti aku bersalah sudah berselingkuh dengan kamu, saat aku kepergok oleh David."


"David menunjukkan bukti apa? Aku masih belum faham."


"Bukti kiissmark dileherku, dia mengambil gambar lewat ponselnya dan diberikan kepada Tuan Sofyan. Tiga hari yang lalu, Tuan Sofyan dan istrinya menemui Papi dan Mami untuk membatalkan pernikahan aku dan Kak Sebastian." Ucap Calista terjeda.


"Terus...!" Pinta Lucky penasaran.


"Ya.. aku tidak terima dengan keputusan sepihak mereka, kemudian aku dan Papi esok harinya menemui Tuan Sofyan dikantornya, untuk menolak pembatalan Pernikahan tersebut. Namun, Tuan Sofyan tidak mau dan malah memberikan bukti photo tersebut kepada aku dan Papi."


"Licik sekali, si David itu! Sudah nikung pacarku Mitha, diapun pandai mengadu domba orang lain." Tuduh Lucky yang tidak menyadari kesalahannya sendiri. Akibat cinta yang terlalu dalam, hingga hatipun ditutupi rasa benci yang teramat sangat, karena tidak mampu menggenggam cintanya kembali.


"Makanya sekarang, aku ingin melihat kehancuran pesta pernikahan mereka yang super mewah dan megah ini. Pesta yang seharusnya menjadi milikku, bukan milik sepupuku yang sialan itu." Rutuk Calista dengan wajah emosi.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. tenang, sayang. Kehancuran mereka pasti akan tiba, kita tunggu waktunya. Santai saja, pesta ini masih lama, baru pukul sembilan malam."


"Tapi, aku sudah tidak tahan melihat kebahagiaan mereka disana." Calista menunjuk kearah Laura dan Sebastian yang sedang tertawa lepas dan berbisik manja.


"Ha.. ha.. ha.. apa kamu benar-benar cemburu, sayang? Bukankah, kamu bilang tidak menyukainya dan hanya ingin memenuhi keinginan Papi kamu saja?"


"Awalnya seperti itu, Lucky. Tapi, entah mengapa aku jadi penasaran dengan Pria yang berani menolakku. Selama ini, aku yang selalu menolak laki-laki yang mengejarku dan aku tidak menyukainya. Mamun, kak Sebastian berbeda, dia menolakku dan mencampakkanku tanpa belas kasihan."


"Dasar gila! Kamu sudah benar-benar mencintainya, kalau seperti itu."


"Huemm.. aku memang sudah gila. Aku sudah gila, karena kak Sebastian. Maka dari itu, aku ingin memisahkan mereka secepatnya, Lucky."


"Iya.. kamu tenang saja, kita akan segera menonton aksi berikutnya."


"Okey.. aku sudah tidak sabar lagi, Lucky!"


"Huem.."


*******


Sebastian dan Laura ikut turun ke lantai dansa, karena MC meminta mereka sebagai raja dan ratu semalam untuk bergabung berdansa bersama para tamu undangan.


Wangi tubuh mereka, bisa langsung dihirup oleh masing-masing indra penciumannya. Bagitu harum dan lembut, keduanyapun berpantasi liar membayangkan malam indah berdua setelah acara resepsi mereka nantinya.


Lngkah kaki mereka mengikuti irama musik yang begitu romantis, mengalun indah dan syahdu.


Mitha dan Davidpun ikut turun kelantai dansa untuk menemani kedua mempelai demi keamanan mereka. David takut ada keonaran seperti sebelumnya, karena dia memiliki firasat tidak enak sedari tadi.


"Sayang, kita dansa dekat Laura dan kak Sebastian saja." Bisik David begitu mesra ditelinga Mitha.


"Huem.. ayo." Sahut Mitha mengangguk kecil.


Merekapun berjalan saling bertautan jemari tangannya, mendekat kearah kedua mempelai.


"Hi.. kak Sebastian, Laura." Sapa Mitha dan David saat sampai disamping mereka.


"Hi.. Tha, Vid" Balas sapa Laura dengan senang dan diikuti oleh Sebastian.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya jadi pengantin baru, kak Sebastian, Laura?" Tanya David menggoda mereka.


"Kakak bahagia dong, dik. Kamu harus segera menyusul nanti." Ujar Sebastian begitu senang tanpa berhenti berdansa.


"Bukan begitu, sayang?" Sambung Sebastian bertanya kepada Laura sang istri yang begitu dia cintai.


"Iya, kak." Sahut Laura dengan wajah sudah bersemu merah menahan malu.


"Cie.. kalian so sweet banget sih!" Ledek Mitha dengan senyuman menggoda.


Sedangkan dari arah belakang mereka, Jenifer melihat kedua kakaknya sedang asik berdansa, melihat seorang waitress berjalan menerobos orang-orang dengan membawa nampan yang berisi minuman, untuk para tamu yang menginginkannya.


Waitress itu nampak mencurigakan, karena tingkah lakunya yang seperti sedang melirik kesana kemari mencari sesuatu yang Jeniferpun tidak mengerti.


Jeniferpun mengikuti waitress tersebut dari arah belakang dengan hati-hati.


Waitress itu semakin mendekat kearah David dan Sebastian juga Laura dan Mitha, lalu menawarkan minuman wine tersebut. Namun, mereka menolaknya dengan begitu ramah.


Tanpa disangka, ada seseorang yang sepertinya sengaja menyenggol nampan yang dibawa oleh waitress tersebut. Akhirnya minuman itu tumpah mengenai baju Sebastian dan David.


"Maaf, Tuan-tuan, baju kalian jadi basah karena saya." Ucap waitress tersebut, lalu memberi kedipan mata kepada orang yang baru saja sengaja menyenggolnya.


Jenifer terus melihat gerak-gerik wairess tersebut, tanpa melewatkan kesempatan sedikitpun.


Kecurigaan Jenifer semakin yakin, saat kedipan mata waitress tersebut seakan memberi kode kepada pria yang baru saja menyenggol minuman waitres tersebut, hingga mengenai baju kedua kakaknya.


"Iya, tidak apa-apa, mas." Ucap Sebastian dan David bersamaan tanpa menaruh curiga sedikitpun.


"Sayang, kamu sama Mitha dulu ya. Kakak mau membersihkan pakaian kakak dahulu yang sudah terkena wine ini." Pamit Sebastian dengan berat hati.


"Iya, kak." Sahut Laura begitu berat rasanya.


Begitu juga David meminta izin untuk membersihkan pakaian yang terkena wine.


"Tunggu, kak Sebastian dan kak David! Kalian jangan pernah pergi meninggalkan kak Laura dan kak Mitha." Teriak Jenifer dengan berjalan kearah mereka.


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2