
♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️
🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Laura sedang menatap wajahnya dicermin besar, kamar pengantinnya yang semalam dia gunakan untuk tidur bersama sahabat, calon mertua dan calon adik iparnya.
Dikamar ini juga, dia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya yang sudah lama pergi hampir delapan tahun lamanya.
Wajah cantik Laura semakin bercahaya, setelah dipoles dengan makeup yang cukup mahal untuk kalangan menengah keatas.
MUA yang merias wajah Laurapun berdecak kagum dengan hasil riasannya sendiri, hingga diapun ikut mengomentari hasil riasannya kepada sang calon pengantin.
"Kamu sangat cantik, Nona Laura. Beruntung sekali suami Nona, mendapatkan pengantin secantik Nona. Tapi, Tuan Sebastian juga sangat tampan. Jadi, kalian berdua sama-sama beruntung."
"Terima kasih, Tante. Saya jadi malu, jika dipuji seperti ini."
"Tidak, Nona! Apa yang saya katakan benar adanya."
Laurapun melemparkan senyuman manisnya, tak bisa berucap lagi.
Sedangkan Mitha, Teresia dan Jenifer dimakeup oleh Asisten MUA, yang tidak kalah hebatnya dengan MUA yang sedang mendandani wajah Laura kini.
Ketiga wanita cantik itupun sudah selesai dimakeup dengan begitu anggunnya. Meski Teresia sudah memasuki usia paruh baya, tapi kecantikannya seakan tidak ingin memudar alias menolak tua.
"Waaah... kamu cantik sekali, sayang. Kamu begitu pangling, seperti sang bidadari yang cantik nan anggun." Puji Teresia, saat menghampiri Laura yang masih dimakeup.
"Ach.. Mama, Laura jadi tersanjung. Tapi, Laura malu."
"Iya, Ra. Kamu memang semakin cantik dan anggun." Puji Mitha ikut menimpali.
"Huemm... Mama, aku sangat beruntung memiliki kak Laura sebagai kakak iparku. Kemudian, kak Mitha yang akan menyusul menjadi istrinya kak David." Kata Jenifer bersuara.
"Ha.. ha.. ha.. tuh 'kan, apa Mama bilang, sayang. Semuanya menyukai kamu, semua bilang kamu cantik dan anggun."
Mitha dan Jeniferpun ikut tertawa bahagia, sedangkan Laura hanya tersenyum simpul dengan wajah yang sudah bersemu merah menahan malunya.
*******
__ADS_1
Sebastian, David dan Papa Sofyan, nampak gagah dan berkharisma dengan warna pakaian yang sama digunakan oleh semua keluarga besar Papa Sofyan dan Mama Teresia.
Dresscode yang digunakan diacara pernikahan mereka berwarna putih, yang memiliki arti luas untuk setiap individu masing-masing pemakainya.
Sebastian diapit oleh sang Papa dan sang adik tercinta menuju Altar Pernikahan. Kemudian disusul oleh Laura, yang diapit oleh Teresia dan Jenifer,.
Keduanya disatukan dalam satu ikatan cinta kasih yang begitu suci, tulus dan indah.
Sang Pendetapun sudah menunggu keduanya, untuk mengucapkan janji suci pernikahan mereka untuk mengarungi mahligai rumah tangga.
Tepuk tangan riuh para tamu, yang datang menghadiri Pemberkatan kedua pasangan pengantinpun begitu antusias, saat melihat pasangan yang ditunggu-tunggu sudah hadir ditengah-tengah mereka.
Teresia dan Jenifer kembali ketempat duduk para tamu disamping Mitha, begitupula Sofyan dan Davidpun mengikutinya.
Dengan hening para tamu menyaksikan acara Pemberkatan kedua anak manusia itu dengan penuh haru biru dan kebahagiaan.
Sebastian dan Laura saling memandang dan saling menggenggam jemari tangannya. Dengan senyuman yang merekah, keduanya usai mengucapkan sumpah pernikahan didepan Pendeta diatas Altar.
Para tamu yang hadir bertepuk tangan dengan riuh dan saling bersorak. "Prook... prokk.. prokk...! Cium.. cium.. cium.."
Sebastian dan Laurapun saling melempar senyum, saat mendengar suara tepuk tangan riuh para tanu bersorak menyerukan kata cium.
Tepuk tangan dan siulan juga sorakkan para tamu semakin menjadi dan riuh, takkala kedua insan yang baru saja resmi menikah, begitu menikmati ciuman hangat yang begitu indah.
Sebastian semakin memperdalam ciumannya didalam rongga mulut Laura, hingga Laura kesulitan untuk menyeimbangkan permainannya. Namun, Sebastian begitu pandai menuntun sang istri, untuk cepat belajar saat melakukan ciuman tersebut.
Dengan napas yang tersenggal-senggal, Sebastianpun melepaskan pangutan bibirnya dari bibir Laura. Sebastian begitu menikmati ciuman pertamanya setelah berhasil menikahi Laura, begitu juga Laura ikut terbuai dan menikmati cara Sebastian mencium dirinya.
"Woow... keren sekali ciumannya."
"Crazy... ciumannya begitu indah dan lembut."
"OMG.. ciumannya sungguh menggairahkan."
"Mantap.. ciiuman yang begitu romantis."
Sorak ramai para tamupun riuh, yang begitu menyukai cara Sebastian saat melakukan ciuman bersama sang istri.
"Maaf, sayang! Apa aku menyakitimu?"
"Tidak, kak! Permainan bibirmu begitu lembut, aku menyukainya."
__ADS_1
"Benarkah? Apa kamu benar-benar menyukai ciuman aku, sayang?"
"Huem... iya, kak! Aku 'kan sudah menjadi istrimu, jadi apapun yang kakak lakukan, semua adalah milik kakak seutuhnya."
"Terima kasih, sayang." Sebastian mencium kening Laura dengan begitu mesra dan sayang.
*******
David dan Mitha duduk berdampingan, mereka berbincang mesra saat menikmati makan malam acara resepsi pernikahan Sebastian dan Laura.
Dari kejauhan nampak sorot mata penuh kemarahan dan kebencian bersarang didalam dada seorang gadis berparas cantik nan sexy.
Gadis itu adalah Berliana, gadis cantik yang baru saja diputuskan cintanya satu minggu yang lalu oleh David.
Berliana tidak pernah terima dengan keputusan David, yang sudah memutuskan cintanya. Meskipun dia bersalah sudah menghianati cinta David, akan tetapi dia tidak pernah bersungguh-sungguh mencintai Ferdie.
Cinta Berliana begitu dalam dan besar untuk David, namun dia terpaksa berselingkuh karena David tidak bisa memuaskan hasratnya diatas ranjang.
Berliana pemain yang pandai, sedangkan David begitu dingin dalam permainan diatas ranjangnya.
Entah apa yang menyebabkan dinginnya permainan ranjang David, Berlianapun tidak bisa memahami dan mengerti.
Namun, Berliana tetap saja masih mencintai David, karena hanya Davidlah yang selama ini selalu mengabulkan permintaan dirinya, dengan barang-barang mahal dan berkelas.
"Hei... Berliana, kenapa kamu lihatin pasangan bucin itu? Memangnya kamu masih belum bisa move on dengan David, huem?" Tanya teman pria satu kelasnya.
"Untuk apa kau tanyakan hal itu? Aku jelas-jelas tidak pernah menginginkan berakhirnya hubunganku dengannya. Aku akan merebutnya kembali dari gadis sok suci itu."
"Hiss.. lalu si Ferdie mau lkamu lupakan, heum? Dia itu sungguh mencintaimu, Berliana. Aku kasihan loh sama dia, semenjak kalian kepergok sama David hari itu."
"What? Apa yang dia katakan padamu? Jangan bilang si Ferdi sudah cerita semuanya sama kamu, Zulian?"
"Menurut kamu, kalau aku berkata demikian. Apakah aku sudah tahu cerita kamu atau belum?"
Berlianapun begitu tercekat, saat dirinya menyadari jika Zulian sudah mengetahui penyebab putusnya hubungan dia dengan David.
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1