Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Menjemput Laura


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sofyan begitu shock saat mendengar ungkapan fakta seorang Samudra Casandra, yang dia kenal sejak lima tahun yang lalu.


Sofyan hampir tidak percaya apa yang dikatakan oleh istrinya, Teresia. Hingga diapun penasaran, darimana istrinya tahu tentang fakta seorang Samudra Casandra yang begitu mengejutkan.


"Mama tahu dari Sebastian dan David juga Laura, Pah. Kemarin sore 'kan mereka datang berkunjung menjenguk Mama karena pingsan."


"Ooh.. Mama pingsan kemarin? Kenapa tidak mengabari Papa?"


"Tidak Pah, Mama pingsan hanya shock saja saat mendengar Sebastian akan menikahi Laura Casandra, bukan menikahi Calista. Tapi, Mama baru tahu fakta yang sebenarnya semalam, saat Laura dan temannya menjenguk Mama disini."


"Ooh.. begitu ceritanya! Maafkan Papa semalam pulang begitu larut, karena Papa harus bertemu klien di Bandung, perjalanan macet merayap, meski sudah lewat jalur bebas hambatan."


"Iya.. Pah, tidak apa."


"Seusai mandi, Mama harus cerita banyak soal fakta calon menantu kita. Papa ingin melihat langsung wajah Laura Casandra itu, yang kata Mama jauh lebih cantik dibandingkan Calista sepupunya."


"Iya Pah, lebih cantik dan lebih baik Laura Casandra Pah."


"Heumm.. Papa mau berendam dulu, sayang. Apa Mama mau menemani Papa berendam air hangat?"


"Iya Pah, tapi angkat Mama sekarang, Mama masih ngilu dibawah sini." Pinta Teresia manja.


"Ha.. ha.. ha.. maafkan Papa ya, sayang. Gara-gara Papa, istri Papa kesulitan berjalan. Semoga setelah berendam air hangat nanti, anunya Mama kembali pulih dan bisa Papa gempur lagi."


"Hiss.. tua-tua masih mesum saja! Ingat umur Pah, nanti encok tulang Papa, Mama yang repot, hi.. hi.. hi.." Ujar Teresia tertawa kecil, saat melihat ekspresi wajah suaminya yang mendadak manyun dan mengelengkan kepalanya.


Tanpa banyak berkata lagi, Sofyanpun langsung mengangkat tubuh Teresia masuk kedalam bathtub, yang sudah berisi air hangat. "Kita lihat saja nanti, sayang" Bisik lirih Sofyan di telinga istrinya.


Keduanyapun berendam air hangat didalam bathtub, dengan saling menggosok punggung mereka bergantian dengan lembut.


*******


Sebastian, Jenifer dan kedua orang tuanya, sedang menikmati sarapan paginya. Pukul delapan pagi, mereka baru saja mengisi perutnya, yang sudah membuat cacing didalam sana menggeliat minta diisi.


"Sebastian.. kamu semalam pulang jam berapa?" Tanya Teresia perhatian.


"Pulang jam dua Mah, aku menunggu kabar dari David dan Mitha semalam." Jelas Sebastian.


"Hampir menjelang pagi! Lalu David kenapa tidak pulang, sampai sekarang?"

__ADS_1


"David menemani Mitha sahabatnya kerumah kekasihnya, Mah. Tapi, setelah itu aku tidak tahu."


"Si David itu, kenapa bisa menemani pacar orang? Memangnya, dia mau menjadi obat nyamuk diantara Mitha dan kekasihnya itu?"


"Entahlah, Mah. Aku pikir dia sudah pulang semalam, ternyata belum. Nanti selesai makan, Sebastian akan hubungi dia, Mah."


"Okey."


"Sebastian.. !" Panggil Papa Sofyan tegas.


"Iya.. Pah!"


"Nanti malam, kamu bawa Laura Casandra kesini ya. Papa ingin bertemu langsung, dengan calon memantu Papa."


"Haah..? Apakah Papa sudah tahu semuanya? Terima kasih Mah, aku tidak menyangka Papa akan semudah ini memberikan restu untuk calon istriku, Laura Casandra." Tanya Sebastian shock, tidak percaya dengan kebaikan Papa Sofyan dan mengucapkan terima kasih kepada Teresia.


"Iya, sayang. Mama menyukai Laura Casandra yang begitu manis saat tersenyum, yang begitu santun saat berbicara dan begitu cantik saat dipandang." Puji Teresia jujur adanya.


"Hiss.. Mama benar sekali! Maka dari itu alasannya, Sebastian ingin menikahinya."


"Ish.. ishh.. ish.. tahu menyukai dan mencintai kak Laura, kenapa diperkosa?" Cibir Jenifer ikut menimpali.


"He.. he.. he.. adikku ternyata julid juga ya, heum.. ! Sudah kakak bilang sama kamu, bukan? Alasan kakak melakukannya, karena terpaksa."


"Dasar.. laki-laki, berpikirnya sekali saja, tanpa memikirkan akibatnya." Hardik Jenifer menggerutu pelan.


Sebastian hanya mendengus dan tersenyum masam, kalah telak oleh sang adik yang sudah menghardiknya.


Seusai mereka sarapan pagi, semuanya beraktivitas kembali kepekerjaannya masing-masing.


Sebastian mengantar Jenifer pergi kesekolah, sekalian menjemput Laura kekontrakkannya.


Sebelum Sebastian menjemput Laura, diapun menghubungi Laura terlebih dahulu.


Laura sudah berdandan rapi, dia hendak pergi kekampus hari ini, karena sudah tiga hari dia tidak masuk kampus.


Laura begitu riang, hingga bibirnya terus tersenyum saat membaca sebuah pesan dari Sebastian. Diapun bersenandung kecil, saat menunggu Sebastian menjemputnya. "Heeemm... heemmm... heeemm..."


Laura menunggu didepan kontrakkan, saat Sebastian mengirim pesan jika dirinya sudah hampir sampai. Dengan wajah berbinar, saat Sebastian sampai di depan kontrakkan Laura, dirinya langsung turun menghampiri calon istrinya.


"Selamat pagi, sayang."


"Selamat pagi juga, kak Sebastian."


"Apakah kamu sudah siap, heum?"

__ADS_1


"Sudah, kak Sebastian."


"Ayo.. kalau begitu, kita langsung jalan saja." Ajak Sebastian, kemudian dia membukakan pintu mobil penumpang, untuk Laura.


Laura tersenyum kecil takkala diperlakukan layaknya putri saat menaiki mobil, dengan lengan Sebastian yang memegang erat lengan kirinya agar mudah menaiki mobilnya.


Perlakuan Sebastian kepada Laura, membuat bibir Jenifer terasa gatal jika tidak berceloteh. "Uwu banget sih kalian.. ! Bikin iri yang jomblo saja, he.. he.. he.."


Sontak saja Laura dan Sebastian tersenyum canggung, dengan sindiran Jenifer.


"Sayang, maaf.. aku pakaikan seatbeltnya dulu ya." Ucap Sebastian memakaikan seatbelt ketubuh Laura, dengan meminta maaf.


"Deg.. deg.. deg.."


Jantung Laura seakan berdenyut hebat disana, mungkin debarannya biisa terdengar oleh Sebastian. Sungguh dada Laura begitu sesak, saat terkikis jarak wajah Sebastian dengannya hanya beberapa centi saja.


"I-iya.." Sahut Laura gugup.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. so sweet banget sih! Eeheem.." Ledek Jenifer pura2 terbatuk dan berdehem.


Laura sudah menahan malunya setengah mati, dengan wajahnya yang memerah seperti buah tomat. Sedangkan Sebastian tersenyum simpul saat mendengar ledekan adik jahilnya.


"Kita antar adik Jenyfer dulu ya, sayang. Setelah dari sana, baru antar ke kampus kamu." Ujar Sebastian menjelaskan.


"I-ya, kak." Ucap Laura singkat tapi tetap gugup, saking malunya ditatap begitu dalam oleh Sebastian meski sekilas.


"Eehem.. kak Laura terlihat gugup sekali! Santai kak, aku mah emang begini, jangan dianggap sungguhan ya kak, banyolanku." Jelas Jenifer, saat melihat ekspresi dan cara bicara Laura yang gugup dan malu.


"Hi.. hi.. hii... iya dik Jenyfer." Laura tertawa kecil, saat mendengar celotehan calon adik iparnya yang jujur.


"Memang dia seperti itu, sayang. Jangan pernah diambil hati ucapannya." Ungkap Sebastian sepemikiran yang sama dengan Jenifer adiknya.


Sedangkan Laura hanya tersenyum canggung, karena semua yang dipikirkan Sebastian dan Jenifer hanya sebagian kecil. Dirinya bukan gugup hanya karena ledekan Jenifer, tetapi karena dirinya yang belum terbiasa berdekatan dengan seorang laki-laki terkecuali David sahabatnya.


"Kak Sebastian.. bukankah, tempat sekolah aku melewati kampus kak Laura ya? Kenapa kak Laura harus ikut mengantar aku dulu? Aku 'kan ingin lihat kampus kak Laura, yang sebentar lagi menjadi kampusku juga, setelah lulus beberapa bulan lagi."


"Ha.. ha.. ha.. kakak ingin sedikit lebih lama bersama calon kakak iparmu, engga peka banget!"


"Ha.. ha.. ha.. maaf kak! Maklum aku masih jomblo, belum tahu modus laki-laki seperti kakak."


Laura lagi-lagi hanya tersenyum kecil, melihat adik kakak yang begitu kompak dan saling menyayangi.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2