Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Merasa Memiliki


__ADS_3

♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️


🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih.


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


David dan Mitha baru saja sampai dikampus, mereka baru saja habis dari taman kota dekat kampus sambil mencari makan, karena Mitha memang belum sempat mengisi perutnya akibat bangun kesiangan tadi pagi.


David membukakan seatbelt dari tubuh Mitha, dengan begitu intens. Padahal selama ini, Mitha tidak pernah mau dibukakan seatbeltnya oleh David. Akan tetapi hari ini berbeda, semenjak David menyatakan mereka resmi berpacaran tadi pagi, meski dirinya tidak menjawab iya ataupun tidak.


Sejujurnya Mitha belum siap untuk menjalin huhungan dengan pria manapun. Akan tetapi, Mitha tidak bisa menolak sikap dan kebaikan David selama ini kepadanya. Jadi, dia mencoba membuka hatinya sedikit untuk David menyelami isi hatinya.


Pesona David semakin memancar keindahannya, takkala mata sayunya menatap intens wajah Mitha kini. Degup kencang denyut jantungnya, begitu terasa dari keduanya.


David tersenyum menggoda, takkala sapuan napas Mitha yang tidak beraturan. Wajah Mitha sudah merah merona bak strawberry, terlihat dimata David. "Cup." Kecupan singkat dibibir Mitha mendarat dari bibir David.


Seketika Mitha terdiam, saat David mencium bìbirnya. David begitu berani, tanpa meminta izinnya terlebih dahulu.


"Maaf ya, sayang! Aku tidak tahan melihat bibirmu yang menggoda." Ucap David menyesal dengan memberi alasan.


"Lain kali, harus minta izin boleh atau tidaknya sebelum menyentuh milik orang." Ketus Mitha menutupi rasa gugupnya, mencoba bersikap galak kepada David.


"He.. he.. he.. kamu tidak suka, bukan? Maaf ya, sayang. Lain kali aku akan minta izin dulu, sebelum menciummu." Kekeh David berucap, namun sedikit kecewa atas ucapan ketus sahabatnya yang sudah dia klaim menjadi hak milik sebagai kekasihnya.


"Huem.. " Mitha bergumam pelan.


Sesungguhnya Mitha ingin tertawa sekali, saat melihat wajah David yang terlihat menyesal dan kecewa, atas sikap ketusnya tersebut.


David segera turun dari dalam mobilnya setelah menahan Mitha yang hendak membuka pintu mobilnya. "Tunggu, biar aku bukakan."


Mitha menunggu David membukakan pintu mobilnya, dengan menahan senyumnya. Dia sungguh-sungguh terpesona kali ini dengan sikap manis David.


"Ayo, sayang. Pegang tanganku." Ajak David saat membukakan pintu mobilnya, lalu mengulurkan tangannya untuk meraih jari-jemari Mitha.


Mithapun mengulurkan tangannya, dengan jantungnya yang berdebar kencang, lalu tersenyum canggung. "Huem.." Mitha bergumam pelan saat dirinya sudah berada diluar mobil.


David menutup pintu mobilnya, lalu mengunci otomatis. Mereka berjalan tanpa mengikis jarak, dengan jari tangan mereka yang saling bertautan.

__ADS_1


Awalnya Mitha merasa risih, saat sikap David yang terlalu berani di halaman kampus. Mengingat mereka selama ini adalah teman dekat yang masing-masing memiliki kekasih.


"Vid.. tangannya bisa dilepas tidak? Kita biasa saja, kayak kemarin-kemarin." Pinta Mitha mengiba.


"Engga mau, aku mau kita kayak gini saja." Tolak David terus berjalan menuju kelas mereka.


"Aissh.. dasar kepala batu!" Umpat Mitha menyebut David sembarang.


"Biarin, yang penting kamu suka!" Serunya tidak diambil pusing umpatan Mitha.


Sontak saja Mitha pasrah dan mengikuti kemauan sahabatnya, yang sudah mengklaim dirinya adalah kekasih dan hak milikmya.


Pemandangan itupun tidak lepas dari banyaknya Mahasiswa yang berada di kampus tersebut, dengan melemparkan tatapan suka dan tidak suka.


"Wuuiih.. mereka sahabatannya lengket sekali, sudah kayak orang pacaran."


"Apa aku ketinggalan gosip ya? Apa jangan-jangan si David putus dengan Berliana karena David selingkuh?"


"Waah ada yang aneh nih dengan mereka? Kenapa mereka berduaan saja? Kemana si Laura yang biasanya selalu bersama kayak tiga serangkai."


"Pasti mereka ada apa-apanya, secara David lengket gitu sama si Mitha."


"Vid.. aku risih dilihatin banyak orang, tolong lepasin tanganku!" Pinta Mitha memohon.


Namun David seakan menulikan pendengarannya, bersikap masa bodoh, perduli amad dengan anggapan orang.


Saat tidak sengaja, netra David bertemu dengan sosok Berliana berpapasan ditengah koridor Universitas.


"D-David..!" Lirih Berliana menyebut namanya gugup.


Berliana bergeming, saat melihat David sedang menggandeng tangan Mitha begitu mesra.


"Vid, lepasin." Ucap Mitha yang sudah didengar oleh Berliana.


"Kenapa? Biarkan sayang, kamu 'kan kekasihku. Jadi, tidak ada yang menghalangiku untuk bersikap mesra denganmu." Ungkap David sengaja mengatakan dirinya adalah kekasihnya, yang membuat Berliana tercekat dan cemburu.


Sedangkan Mitha hanya menatap kesal kearah David. Dia tidak tega melihat Berliana yang matanya sudah berkaca-kaca, menahan air mata yang mungkin saja akan tumpah.

__ADS_1


"A-apa? Bukankah kamu sudah memiliiki kekasih, Mitha?" Tanya Berliana gugup tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Kenapa? Kamu kaget, kalau Mitha sekarang sudah menjadi kekasihku, hah?" Tanya David dengan wajah dinginnya.


"Ha.. ha.. ha.. ternyata kamu juga tak beda jauh dari aku, Mitha. Selingkuh dengan sahabatnya sendiri dibelakang kekasihmu, Lucky. Ciiih.. munafik!" Berliana tertawa menahan rasa sedihnya yang sedang dia rasakan, dengan menyamakan Mitha dengan dirinya yang tidak jauh berbeda.


"Hei.. hati-hati kalau bicara, jangan sembarangan menuduh. Itu pitnah namanya." Bantah Mitha tak terima dengan tuduhan Berliana kepadanya.


"Aku tidak menuduh kamu, ya! Aku hanya melihat bukti yang terpangpang nyata dihadapanku." Balas Berliana nyolot.


"CUKUP!" Pekik David menghentikan ocehan Berliana yang sudah menuduh Mitha berselingkuh dengannya.


"Ayo sayang, kita lebih baik segera masuk kelas. Tidak penting meladeni orang seperti dia." Sambung David menarik Mitha menjauh dari Berliana.


"Egois kamu, David! Aku masih menganggap kamu pacar aku, kita belum putus. Aku tidak mau putus sama kamu, aku masih sangat mencintai kamu." Sarkas Berliana lirih, mengeluarkan isi hatinya dengan air mata yang sudah terjun bebas membasahi pipinya.


Kedua teman Berlianapun langsung menahan tubuh Berliana yang hampir saja roboh ke lantai, dengan cepat mereka menolongnya. "Berliana.." Pekik Dian dan Sinta tercekat.


"Hikkz.. hikzz.. hikzz.." Tangis Berliana yang terdengar.


"Sabar Berliana, mungkin David bukan jodoh kamu. Bukankah ada Ferdie, yang begitu sayang dan mencintai kamu?" Ujar Dian, lalu dianggukkan Sinta.


"Tidak! Hikz.. hikzz.. hikzz.. aku tidak mencintainya, aku hanya mencintai David." Lirih Berliana jujur, masih menangis pilu.


"Terus selama ini kenapa kamu menduakan David dengan Ferdie, kalau kamu sangat mencintai David, heum?" Tanya Sinta ragu.


"A-aku menyesal, Sin, Dian, hikkzz.. hikzz..hikzz.." Ucap Berliana lirih, menjatuhkan tubuhnya dipangkuan Sinta.


Berliana terus menyesali semua, dengan apa yang sudah dilakukannya kepada David dibelakangnya selama ini.


"Sudah.. sudah, ayo kita ke toilet bersihkan wajahmu dan basuh dengan air. Sebentar lagi kelas kita sudah masuk, ingat Dosen killer yang mengisi kelas." Ujar Dian mengingatkan.


Akhirnya, Berlianapun bangkit dan berjalan gontai ke toilet.


Dengan rasa iba kedua temannyapun menemani Berliana yang sedang terpuruk karena menyesali cintanya.


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2