Pria Yang Merampas Kesucianku

Pria Yang Merampas Kesucianku
Penyambutan Calon Menantu


__ADS_3

...♥️♥️Hallo.. Hallo.. Guys.. !!! Salam sehat dimanapun kalian berada.. !!!♥️♥️...


...🌹🌹Mari kita lanjut baca cerita ini yah, Kakak, Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak semuanya. Kalau suka dilanjutkan yah. Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Favorite juga biar engga ketinggalan Upnya, boleh kalau ada hadiah ☕♥️🌹 dan hadiah tips lainnya. Terima kasih....


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Lampu bioskop mulai dipadamkan, tanda film akan segera dimulai. Layar putih yang berukuran besar didepan para penonton, mulai memutarkan film bergenre romantis.


Para penonton mulai menikmati film yang sudah diputar tersebut, dengan hening dan santai.


Jenifer yang duduk paling depan sendiri tanpa kakak-kakaknya, merasa sedih menonton film romantis hingga terbawa perasaan sendiri. Jadi, dia hanya bisa menghabiskan makanan camilan dan minuman ringan, sepanjang menonton film tersebut.


Lain perihal dengan Mitha dan David, nyaris setiap adegan romantis yang disuguhkan oleh film tersebut, David mencuri-curi kesempatan.


"Serius amad, kayak belum pernah ciuman saja." Bisik David cengengesan menggoda Mitha.


"Hu'em.." Mitha hanya bergumam pelan menanggapi godaan David yang sedikit nakal.


"He.. he.. he.. kangen yah pingin dicium?" Kekeh David berbisik dengan sindiran dahsyatnya.


"His.. bisa diam tidak, bibir kamu itu, Vid!" Omel Mitha geram dengan ocehan David.


"Huhehehe... bisa, kalau dibungkam dengan bibir kamu, sayang." Ledek David berbisik semakin menjadi dengan kekehannya.


Sontak saja Mitha langsung membelalakkan bola matanya kearah David, dengan begitu kesal.


"Mau aku cubit lagi, Vid! Hentikan ocehanmu itu, aku tidak fokus menonton filmnya, kalau kamu terus berbicara." Ancam Mitha berbisik semakin geram dengan tingkah David yang membuat jantungnya terus berdenyut kencang, dengan debaran yang dirinya takut sampai David mendengarnya.


"Kalau kamu marah gitu, semakin menggemaskan. Aku jadi semakin menggila karenamu, sayang." Bisik David semakin menggodanya, karena saking gemasnya melihat wajah Mitha yang begitu garang.


"DAVID..!" Teriak Mitha tanpa sengaja, hingga membuat orang-orang disekitar mereka melirik kearahnya.


Begitu juga dengan Sebastian dan Laura, yang sedari tadi asik menonton film dengan saling menautkan jari tangan mereka, sedikit terusik dengan teriakkan Mitha yang lumayan keras.


"Hei.. kalau sedang menonton diamlah, jangan berisik. Kalian mengganggu penonton yang lainnya." Tegur salah satu penonton yang merasa terusik karena ulah mereka.


"Iya.. Nyonya, maafkan kami." Ucap David cepat meminta maaf kepada seorang wanita yang sudah menegurnya tersebut.


"Heeem.." Wanita itu hanya bergumam pelan dengan wajah ketusnya.


"Rasain! Memang enak diomelin, huem..?" Bisik Mitha tersenyum puas.


"Kamu apakan anak orang, dik? Mitha sampai teriak seperti itu?" Tanya Sebastian berbisik penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apakan, kak. Hanya aku gatal saja ingin menggodanya, he.. he.. he.."


"Dasar kamu dik, bisa-bisanya godain pacar orang."


"Sudah tidak kak, Mitha sudah jomblo, sekarang seperti aku, kak."


"Masa? Ach.. yang benar saja kamu, jangan bohong sama kakak!" Seru Sebastian tidak percaya.


"Benar kak, baru semalam mereka putus."


"Hiss.. kalaupun benar mereka putus, kamu jangan ganggu dia, pasti hatinya masih terluka. Kamu jangan bikin dia marah atau mengingat kembali rasa sakit hatinya kepada pacarnya." Ujar Sebastian memperingatkan, sedangkan Laura hanya mengangguk kecil dengan mengulum senyum.


"Baiklah, kak." Ucap David pada akhirnya.


Akhirnya Mitha dan Davidpun menonton dengan serius, tanpa ada pembicaraan lagi diantara mereka.


Mitha yang merasa David berubah seketika, sedikit merasa kehilangan sikap manis dan gombal sahabatnya itu.


"Kenapa dengan anak ini? Mengapa secepat itu dia mendadak dingin kepadaku? Biarkanlah, mungkin dia malu tadi ditegur oleh orang dan kak Sebastian." Tanya Mitha dalam hatinya, seakan aneh dengan sikap David yang mendadak berubah.


Mithapun lebih fokus menonton film, dengan sesekali memakan camilanya dan meminum air kemasan kalengnya.


Dua jam menonton film yang diputar, akhirnya lampu ruangan bioskop tersebut kembali menyala, menandakan berakhirnya film tersebut.


*******


"Bagus sih kak, tapi banyak adegan kissnya kak. Aku gerah, aku 'kan masih jomblo dan belum pernah melakukan itu." Rengek Jenifer dengan sedih memikirkan nasibnya yang jomblo.


"Makanya cari pacar dong, dik." Celetuk David tanpa iba.


"Huuh.. sendirinya juga jomblo, pake segala nyuruh orang cari pacar." Ketus Jenifer membalikkan ucapan David.


"Siapa bilang kakak jomblo, sebentar lagi juga kakak sudah punya pacar lagi, weee.." Ledek David gemas, lalu mengacak rambut Jenifer dan menjulurkan lidah kearahnya.


"Hiis.. berantakan rambutku, kak! Nyebelin jadi orang, huh.. !" Seru Jenifer kesal dengan kelakuan jahil David, lalu merapihkan rambutnya dengan jari tangannya.


"Ha.. ha.. ha.. mereka itu selalu seperti itu, Jangan dihiraukan dan jangan diperdulikan." Ungkap Sebastian mengenai kelakuan kedua adiknya jika sedang berkumpul.


Sedangkan Laura dan Mitha hanya mengulum senyum, dengan ungkapan Sebastian mengenai mereka berdua adik kakak yang selalu bertengkar, namun terlihat akrab.


"Ayo.. sekarang kita langsung pulang saja, kak. Siapa tahu saja Mama dan Papa sudah pulang." Ajak Jenifer seusai moodnya kembali bagus.


"Ayo.." Sahut Laura dan yang lainnya ikut mengangguk.

__ADS_1


Merekapun langsung menjalankan mobilnya masing-masing menuju kediaman Papa Sofyan Maha Putra.


Tidak butuh waktu lama, mobil David dan Sebastian sudah sampai di depan rumah mereka yang begitu megah dan luas.


Bak putri, seperti biasanya Sebastian membukakan pintu mobil Laura dengan begitu sweetnya.


David dan Mitha yang memang belum turun dari dalam mobilnya, melihat pemandangan itupun sedikit tertegun dan tersenyum kecil.


"Apakah kamu mau, aku melakukan apa yang dilakukan kak Sebastian kepada Laura, huem..?" Tanya David saat melirik kearah Mitha.


"Tidak mau, aku langsung turun saja. Aku bisa sendiri, Vid." Tolak Mitha, menahan malu dirona pipinya yang memerah atas pertanyaan David.


Andai saja penerangan lampu mobil tidak redup, sudah dipastikan David akan melihat wajah Mitha yang sudah merah merona seperti buah cheri.


"Kakak... tunggu dong, aku masa ditinggal." Panggil Jenifer yang baru keluar dari mobilnya, karena Sebastian dan Laura berjalan terlebih dahulu.


"Biarkan saja dik, mereka lebih dahulu. Kita belakangan saja, kita pingin tahu reaksi Papa saat melihat calon menantunya yang lebih segala-galanya dibandingkan si Calista itu." Cegah David kepada adiknya Jenifer.


"Baiklah! Tapi, kira-kira bagaimana ya, reaksi Papa, kak?" Tanya Jenifer khawatir.


"Tenang saja, kita lihat saja nanti. Kakak yakin, Papa akan menyukainya." Ujar David percaya dan yakin akan pesona Laura sahabatnya.


Dengan perasaan berdebar-debar, Sebastian dan Laura mulai memasuki ruangan rumah yang begitu elegant, mewah dengan semua perabot rumah yang mahal dengan berbagai jenis pajangan kristal dan lukisan mahalnya.


Sang pelayan dan penjaga rumahpun sudah membukakan pintu, untuk menyambut kedatangan mereka. Dengan penuh sopan dan ramah, mereka memberikan pelayanan terbaiknya.


David, Mitha dan Jenifer mengikuti mereka dari belakang dengan perasaan cemas dan khawatir.


"Semoga semua berjalan lancar." Ucap doa Mitha dalam hatinya.


"Semoga Papa mau menerima kak Laura." Ucap Jenifer dalam hatinya.


"Aku yakin kamu bisa diterima oleh Papa, Laura sahabatku." Ucap David dalam hatinya.


Sebastian terus menautkan jari tangannya dijari tangan Laura, saat mulai memasuki dalam rumahnya.


"Selamat malam Pah, Mah." Ucap salam Sebastian dan Laura bersamaan, lalu mengecup kedua punggung tangan mereka dengan santun.


"Selamat malam Sebastian dan calon menantu Papa yang cantik, Laura Casandra." Sapa Papa Sofyan begitu ramah dengan pujiannya.


Sontak saja semua merasa lega, dengan penyambutan yang dilakukan oleh Papa Sofyan.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2