
Pertemuan ini semoga menjadi kabar, entah itu baik maupun buruk!
~Alina Christina~
Happy reading 🎉
Typo bertebaran!!!
Gambar hanyalah pemanis:)
•••
Saat kejadian, peluk-pelukan antara Ferisha dan Alina twins pulang. Mereka juga terheran-heran, kenapa mereka bisa akur? Bagaimana tidak? Biasanya mereka adu mulut tentang hal yg unfaedah. Daripada penasaran, akhirnya mereka menghampiri Ferisha dan alina.
Mereka terkejut! Karna apa? Alina sedang menangis, tidak biasanya Alina seperti ini.
"Loh mom, alin nangis kenapa?"tnya Vero ke ferisha
"Shutt, diem mending skrg masuk! Ganti baju, abis itu makan!"jawab Ferisha memerintah
"Mommy, alin kenapa?"tnya Vero sekali lagi
"Berisik, sana masuk!"kata Ferisha dengan nada tegas
"Udah sih,ikutin aja yg diperintahin mommy!"sambung Veno
"Ngikut ae, lo badak!"timpal Vero kesal
"Bacot,"kata Veno
"Ganti baju sana, bau keringet!"ujar Ferisha kesal. Karna apa? Vero akan banyak bertanya.
"Ish mommy, kan Vero pengn tau!"ucap Vero kesal
"Kepo bet lo! Kek dora,"sambung Veno
"VERO,VENO! MASUK SEKARANG!!!"kesal Ferisha
"Iya mom iya,"ujar mereka berdua, ngacir.
"Dasar anak itu,"gerutu Ferisha. Ferisha tersadar, jika ia masih memeluk Alina.
"Lin, udah ya jgn nangis lagi"kata Ferisha lembut
"______"tidak ada jawaban dari sang empu
"Alina Christina Winata!"panggil Ferisha
"_____"tidak ada jawaban lagi
"Haelah, tidur lagi!"kesal Ferisha.
ketika, melihat Alina tertidur.
"VERO,VENOOO"teriak Ferisha
"ADA APA MOM?"teriak Vero, dari kamar.
"Sini, mommy minta tolong!"kata Ferisha
"Oke"
Saat sesampainya dibawah, twins kaget! Karna apa? Mommy-nya meminta tolong, untuk membopong Alina kekamar.
"Ada apa sih mom? Teriak-teriak!"gerutu vero, saat turun tangga.
"Angkatin Princess, bawa ke kamar!"kata Ferisha memerintah
"Lah, kirain ada apa? Sini biar veno aja yg bawa,"timpal veno, sambil menawarkan diri.
"Gaboleh! Princess gue yg bawa."tukas Vero
"Gue aja yg bawa,"kata veno dingin
"Gue!"
"Gue aja nyet,"
"Gue aja *****!"
"Gue aja sad,"
"Gue aj--"kata Vero terpotong oleh Ferisha
"Gitu aja rebutan! Kek anak kecil,"sindir Ferisha. Kebetulan Ryan, sudah pulang kuliah. Jadi, Ferisha memangil ryan.
"Ryan"panggil Ferisha
"Iya mom, ada apa?"tnya ryan
"Bawa Alina keatas,"jawab Ferisha
"Dengan senang hati,"kata Ryan. dengan memasang, wajah meledek ke arah twins.
"Duluan ya mom, Ryan bawa alin keatas dulu!"ujar ryan
"Iya"
Twins, yg melihat hal tersebut pun saling menyalahkan.
"Lo sih, Alin dibawa Ryan kan!"kata Vero menyalahkan
"Lah kok gue? Lo kali!"ujar Veno tak mau mengalah
"Iyalah, org tdi gue yg dipanggil mommy duluan!"tukas Vero
"Dih, Lo aja yg kepedean!"timpal veno tak kalah sengit.
"Pokoknya, ini gara² lo!"kata Vero sambil menunjuk ke arah Veno
"Ngaca woy,"sentak Veno
"DIAM!!! KALIAN TUH YA, BKIN MOMMY PUSING TAU GAK SIH?!"bentak Ferisha kesal, karena ia sudah jengah. Dengan Perdebatan, masalah sepele macam ini.
"Org dia yg mulai,"kata veno menunjuk ke arah Vero
"Dia mom,"tunjuk vero ke arah Veno
"Lo tulul,"kata Veno kesal
"Lo anjing,"ujar vero frustasi
"Bacot"sambung veno,sambil meninggalkan kembarannya yg pasti sudah mencak2 tidak jelas.
"Au ah kesel,"gerutu Vero
"Hmm"
"Mom?"panggil Vero
"Apa?"jawab Ferisha ketus
"Astagfirullah, org anaknya mau nanya juga!"kata Vero sambil mengelus dada
"Nanya apaan?"ujar Ferisha
"Dulu, mommy ngidam apa? Kok Vero punya kembaran begitu bet!"celetuk Vero, dan membuat Ferisha mencerna ucapan Vero tadi. Ferisha, yg sudah ngeh pun langsung menjitak kepala vero.
Tak satu jitakan mendarat di kepala Vero
"Adoh,sakit ish!"kata Vero kesakitan
"Sukurin, makanya tanya yg berfaedah!"ujar Ferisha
"Lah ini, berfaedah kok mom."kata vero polos
"Berfaedah gundolmu!"kesal Ferisha
"Vero, nggk gundul mom!"kata Vero
"Au ah serah!"ujar Ferisha ngambek
"Hah? Sereh?"tnya Vero
"SERAH, VERO SERAH!"jwb Ferisha emosi
"Nah, gitu dong ngegas!"kata vero cengengesan, Vero yg sudah tau mommy-nya akan mencak2 pun siap ancang2 kabur.
"VERO ALDEN WINATA, ANAKNYA SIAPA SIH HAH? NGESELIN BANGET!"teriak Ferisha frustasi, yang mempunyai nama sudah pergi. Entah kemana!
"Untung sayang"kata Ferisha memberi jeda "klo bukan anak, udah gue mutilasi tuh" kata Ferisha kesal.
Vero, malah tertawa terbahak-bahak.
Karena ia berhasil membuat mommynya kesal.
****
Disebuah ruangan, seorang pria yg sudah berumur setengah abad. Ia tertawa lepas. Karena ia berhasil, mengajukan kerjasama dengan A'C Company. Perusahaan yg menduduki peringkat ke 2 didunia. Ia berniat ingin mengambil alih perusahaan tsb.
__ADS_1
"Hahaha akhirnya usahaku tidak sia-sia hahaha"tawa laki-laki setengah abad itu
"Aku, akan menhancurkan perusahaanmu! Dengan nama keluarga ini, aku bisa kaya haha"kata pria itu, yg tak lain ferdy. Ayah tiri dari mike dan ayah kandung dari Alika. Ferdy belum tau, jika perusahaan A'C Company milik alina. Yg ia tau,pemegang perusahaan itu adalah seorang gadis remaja, seumuran putrinya yaitu alika
"siapapun kamu! Pemilik perusahaan itu, tenang! Pelan-pelan aku akan mengambil alih semuanya"kata Ferdy tersenyum smirk
"Meeting kali ini, aku akan membawa wanita kumel itu! Aku terpaksa membawanya haha"kata Ferdy bermonolog, seperti org yg tidak waras
"Sudahlah, aku seperti orang gila! Tertawa dan bicara sendiri! Mending aku pulang, dan membawa kabar ini kepada dia!"kata Ferdy lagi, Ferdy tak tau bahwa ada seseorang yg mengintai dia. Seseorang itu tersenyum devil dan
"Jangan harap, tuan Ferdy terhormat! Anda ingin mengambil alih perusahaan saya? Langkahi dulu mayat saya! Dan tunggu kematianmu tuan Ferdy!"kata seseorang itu
Saat ini, Ferdy masih dalam perjalanan pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah, ia disambut hangat oleh sang istri. Walaupun sebenarnya, ia sudah muak dengan drama macam ini.
"Mas, kamu udah pulang?"tnya wanita itu
"Hmm,"jawab Ferdy
"Sini mas, aku bawain tas kamu! Kamu mau minum apa?"kata wanita itu lembut, yg tak lain adalah irana.
"Saya bisa sendiri,"kata Ferdy menepis tangan irana
"Tap---"kata irana terpotong
"KAMU BISA DENGER GAK SIH? SAYA NGOMONG APA!"bentak Ferdy ke irana
"Maaf mas, aku hanya menjalankan tugas sebagai seorang istri,"kata irana menahan isakannya
"Besok, kamu ikut saya meeting! Jangan buat malu!"kata Ferdy dengan nada membentak
"Iya mas, aku usahin gk buat kamu malu."kata irana tersenyum getir. setelah, berbicara seperti itu Ferdy meninggalkan irana. Irana, hanya menatap sendu punggung suami tirinya itu. Padahal dulu, ia tidak diperlakukan seperti ini. Andai saja, dia tidak membunuh suaminya! Mungkin, ia bisa hidup bahagia. Ia benci dia! Dia yg telah merenggut kebahagiaannya dan kebahagiaan anak-anaknya.
Irana, tidak mengetahui jika dirumahnya ada alat penyadap suara.
Seorang gadis cantik meneteskan air mata, kenapa dia harus mengahadapi semua ini? Ia rindu keluarganya yg dulu. Kenapa ibunya sangat membencinya? Padahal ia, tidak pernah melakukan hal itu. Ia benci org yg sudah menuduhnya! Ia akan, membalas dendamkan kematian papahnya secara cepat. Pasti! Ia akan melakukan hal itu, dan ia akan mengantarkan dia ke neraka! Gadis itu, menyeka air matanya dan ia tertawa sesekali ia menangis
"Tunggu kebenarannya terungkap hahaha, hiks pah haha aku akan balas dendam Kematian papah hiks... Haha"
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
Seorang gadis cantik, ia masih terlelap dalam mimpinya. Alarm gadis itu, sudah berbunyi beberapa kali. Dan membuat gadis itu kesal dan bangun dari mimpinya.
"Ish, apaan sih ganggu org tidur aja"gerutu gadis itu, dan mematikan alarm tsb. Niatnya ia akan kembali tidur lagi, tapi suara ketokan pintu membuat gadis itu beranjak dari tempat tidurnya. Gadis itu, tak lain adalah Alina.
"Apaan sih bang? Ganggu alin tidur aja!"kesal Alina
"Jogging yok"ajak seseorang itu, yg tak lain adalah Vero
"Males ah, alin mau tidur!"kata Alina. Hendak beranjak ke tempat tidur,tapi ia dibopong oleh Vero ke kamar mandi.
"Abanggg dingin ish, sana keluar hush"teriak Alina
"Makanya jangan kebo! Udah ditungguin Ama bng Ryan smaa Veno"jelas Vero, dan membuat Alina mendelik kesal.
"Kenapa gk bilang, ada bang Ryan sih?"gerutu Alina
"Berisik! Sana cepetan mandi! Atau mau dimandiin?!"kata Vero menggoda Alina
"Keluar gk? Dasar otak mesumm!!!!!"ujar Alina dengan nada berteriak
"Iya, bawel! Abng keluar, abng tunggu didepan! Makanya mandinya cpt!"kata Vero kepada Alina
"Hmm"
"Mulai lagi dah"gerutu Vero
"Gue denger ya bang!"tukas Alina
"Bacot, gue mandiin tau rasa lo!"ujar Vero sewot
"Iya ish, iya!"
Setelah melakukan ritual mandinya, Alina keluar kamar. dengan menggunakan, tank top Hitam dipadukan dengan jaket abu-abu, celana trainin,g dan sepatu Vans warna hitam dengan paduan warna putih.
"Nah gini dong, kan adem liatnya"kata vero,tapi tidak digubris oleh Alina. Alina nyelonong, dan meninggalkan vero. Vero yg kesal pun hanya menggerutu dalam hati
Dasar adek laknat- batin Vero kesal, Alina yg mendengar Vero membatin pun hanya tersenyum simpul, karena ia berhasil membuat Vero kesal.
Sesampainya dibawah, ternyata benar Veno dan Ryan sudah menunggu Alina.
"Abang, nunggunin alin lama yah?"tnya Alina
"Nggk lama kok Princess"jwb Ryan lembut
"Lah? Vero mna dek?"tnya Veno
"Masih ngantuk hm?"tnya Veno
"Iya"jwb Alina, dan
Cup Veno mencium pipi Alina
"Masih ngantuk gak?"goda Veno
"Nggk jdi ngantuk hehe"jwb Alina cengengesan
"Eh anjer, udah nungguin lama-lama eh ditinggal dasar!"gerutu Vero yg baru datang
"Ditinggal pas lagi sayang²nya?"tebak Ryan
"Ho oh,"kata Vero
"Siapa emang?"tnya Veno
"Yg lagi baca cerita ini hahaha"jwb Vero tertawa
"Dasar bucin"timpal Alina
"Kasian tau, udah dikasih harapan eh dianya sama orang lain!"kata vero ngasal
"Siapa lagi ****?"tnya ryan sedikit gregetan
"Yg lagi baca cerita ini lah"jawab Vero
"Kalo ngomong, suka bner deh!"kata Alina sambil terkekeh kecil
"Udah yuk, jogging! Vero tuh ketularan verrel jdi begini"ujar Veno
"Skuy"
***
Skip
(Btw aku percepat ya)
Setelah selesai jogging, mereka berempat memutuskan untuk pulang.
Setelah pulang, mereka berempat berkumpul di ruangan keluarga.
Jarang sekali, keluarga winata kumpul dan lengkap. Hari ini juga, Wisnu mengambil cuti. karena ia ingin, menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya.
Banyak sekali perbincangan, entah itu dari Ferisha yg kdg² mengadu ke Wisnu soal kelakuan Vero, entah itu Vero yg melawak walaupun garing, ataupun dari Ryan yg membahas soal kuliahnya.
"Dad? Tau gak sih?"kata Ferisha
"Nggak, kan mommy belum ngasih tau"jwb wisnu dan itu membuat Ferisha kesal
"Makanya jgn dipotong! Kan aku belum selesai Ngomong,"kata Ferisha ngambek
"Iya sayang, maap. Kenapa emg?"kata Wisnu cengengesan
"Vero tuh ngeselin, udh ngeselinn! Nakal lagi"kata Ferisha mengadu, dan Vero pun mendapat tatapan tajam dari Wisnu
"Ih, enggak Dad. Suer deh"ujar Vero dan mengapit jarinya membentuk huruf V
"Boong dad, bang Vero boong! Dia aja sering gangguin Alina"timpal Alina
"Jangan percaya Alin Dad, percaya Ama dia musrik"celetuk Vero dan mendapat satu jitakan
Tak satu jitakan mendarat di kepala Vero
"Adoh... Kdrt nih Dad"ujar Vero ngasal
"Kdrt mbahmu, anak siapa sih dad? Kok ngeselin?"kata Alina kesal
"Gatau,"kata Wisnu sambil mengedihkan bahu
"Yah,, Daddy jahat nih! Vero laporin ke KPAI, atas tuduhan tidak menganggap anak,"ujar Vero
"Aduin aja! Uang jajan kamu, Daddy tahan selama 1 bulan!"ucap wisnu dan itu membuat Vero kicep
"Hehehe ampuni aku sayang"kata Vero dengan nada menjijikkan
"Najis,"celetuk Veno
"Astaghfirullah, ngimpi apa gue punya anak begitu!"timpal Ferisha sambil mengelus dadanya
__ADS_1
"Gaboleh, gitu ngomongnya gk baik!"tegur Wisnu
"Hmm"
"Oh iya, gimana kuliah kamu yan?"tnya Wisnu ke Ryan
"Baik dad,"jwb Ryan
"Kak, Alin tebak kakak sering digodain ya?"kata Alina
"Nggak kok"ujar Ryan berbohong
"Gausah boong deh kak, Alin tau kok! Kakak sering digodain Ama cabe"celetuk Alina, dan membuat Ryan kicep.
"Jangan mau kak! Mending Ama kak Siska aja"goda Alina lagi,
"Apasih kamu dek,"kata Ryan malu
"Emang bener yan?"tnya Ferisha
"Nggk mom,"jwb Ryan
"Siska? Sekretaris kamu?"timpal Wisnu
"Iya Dad"sambung Alina
"Kenalin dong, bawa kesini bang"kata Veno ikut menggoda
"Ih apaaan sih, seneng banget ya godain Ryan"ucap Ryan kesal,
"Oh iya, jam berapa?"tanya Alina
"Jam setengah 1"jawab Vero
"******, Alina telat!"kata Alina sambil menepuk jidat
"Telat kenapa?"tanya Wisnu
"Alin ada janji Dad, alin berangkat dulu ya!"jwb alina tergesa-gesa
"Hati-hati jangan ngebut!"peringat Wisnu. Alina hanya mengacungkan jempolnya
"Bang bawa sini kek, yg namanya siska2 itu"ujar vero, ia tidak mendapat jawaban dari Ryan. karena Ryan melengos pergi,
"Mom dad, Ryan lupa ada acara di kampus! Duluan ya. Assalamualaikum"kata Ryan teriak
"Walaikumsalm hati-hati"ujar Ferisha dan Wisnu
"Veno keatas dulu dad,"timpal veno, meninggalkan ruangan keluarga. dan diikuti oleh vero,
"Vero juga, Mom Dad bye!"sambung Vero, dan menyisakan Wisnu dan Ferisha.
"Eh mas, apa keluarga kandung Alina tidak mencari dia?"tanya Ferisha
"Mas gatau, tapi saat ini belum ada yg mencari Alina sayang. Kamu kenapa hm? Tanya begitu?"jawab Wisnu heran
"Kemaren, aku liat Alina nangis mas. Dia keknya sedih banget, aku gak tega liat dia begitu"kata Ferisha, sambil mengingat-ingat kejadian kemarin.
"Mas juga tau, apa kamu mau? Setelah keluarganya, tau sebenarnya! Mereka mengambil Alina dari kita?"ujar wisnu kepada Ferisha
"Gamau lah, tapi--"kata Ferisha terpotong karena Wisnu mencium bibirnya singkat
"Udah diem, gausah pikirin hal itu! Yg penting Alina bahagia sama kita!"ujar wisnu memberi nasihat
"Hmm"
"Mau buat lagi gak?"tanya Wisnu menggoda, Ferisha awalnya belum ngeh tapi setelah ia cerna
"Dasar mesum!"jawab Ferisha dan meninggalkan Wisnu
"Awas aja, giliran diajak mau"gerutu Wisnu kesal
Jangan negatif yaaa mwah:v kalo gamau baca tinggal skip aja hehe:)
🌏🌏🌏🌏
Sesampainya di red's cafe, ia segera menemui Ferdy diruangan VVIP yg dimiliki Alina. Saat sampai disitu, hal yg pertama Alina liat adalah irana mamah kandung Alina.
Dia sosok ibu yg tegar, Alina tau sebenarnya irana sangat sayang padanya. Namun, karena pengaruh laki-laki itu ibu yg dulu menyayanginya,sekarang menjadi seseorang yg paling membencinya. Lamunan Alina Buyar, ketika ila memangil namanya.
"Nona sini"panggil Ila
"Eh, apa?"kata Alina gelagapan
"Sini, nona sudah ditunggu oleh tuan Ferdy!"ujar Ila, Ila tau jika alina sedang memikirkan mamahnya.
"Baik,"kata Alina sambil tersenyum, ia tersenyum bukan tersenyum smirk. Melainkan tersenyum getir.
Karena apa? Setelah 5 tahun tidak bertemu dengan mamahnya, sekarang ia bisa bertemu. Walaupun, dirinya harus menjadi orang lain.
"Maaf, menunggu tuan nyonya."kata Alina sopan
"Oke tidak masalah, tapi lain kali jangan biarkan klien anda menunggu anda lama!"ucap Ferdy sambil mencibir
"Hmm, perkenalan saya Alina Christina Winata. Pemilik perusahaan A'C Company"kata Alina memperkenalkan diri
Degh'
"Alina Christina?"tanya irana
"Iya nyonya,maaf ada apa ya?"jawab Alina sambil bertanya balik
"Tidak apa-apa"ujar irana sedikit ketus
"Anda pemilik perusahaan ini?"tanya Ferdy, seolah-olah tidak percaya.
"Hmm"jwb Alina dan ia berseringai didalam hati
Permainan akan dimulai-batin Alina
"Wow, saya tak menyangka. Seorang bocah, seperti anda bisa memegang perusahaan sebesar ini!"kata Ferdy, pura-pura takjub.
"Memang kenapa? Kalo misal saya masih bocah? Ada masalah?!"ujar Alina sedikit pedas
"Tidak ada masalah nona, baiklah kita mulai meeting-nya,"kata Ferdy, ia juga berseringai didalam hati
Sebentar lagi perusahaanmu akan jadi milikku-batin Ferdy
Alina, yg mendengar suara batin Ferdy pun ia tersenyum smirk.
"Oke jadi bla bla bla bla bla"jelas Alina, dan
"bagaimana anda setuju?"tanya Alina.
"Oke saya setuju,"jwb Ferdy
"Kita anggap meeting kita selesai."ujar Alina, sebenarnya ia sudah tidak kuat. Rasanya ia, ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini.
"Wow, saya kagum dengan presentasi anda nona Alina"ucap Irana, berdecak kagum
"Terima kasih nyonya,atas pujiannya!"kata Alina tersenyum,
"Pasti, orang tua kamu bangga nak"ucap irana dan itu membuat Alina tersenyum getir
Sayangnya kalian membenciku-batin Alina
"Maaf, orang tua saya telah membuang saya!"kata Alina datar, seketika raut wajah Irana berubah menjadi sendu.
"Oh gitu ya, maaf ya nona. Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda. Pah, andai saja Alika bisa seperti nona Alina! Pasti mamah bangga pah,"ucap Irana kepada Ferdy
"Iya mah, pasti lah!"ujar Ferdy, memperkeruh keadaan. Sedangkan Alina, ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Ila? Ia hanya menatap sendu alina. Ingin sekali ila membantu Alina, tapi Alina melarangnya dengan tatapan matanya.
"Oh yah? Maaf nyonya, apakah anak nona mempunyai kembaran?"tanya Alina sedikit memancing,
"Iya, Alika mempunyai kembaran! Tapi saya sudah menganggap dia mati?!"jawab irana sedikit emosi.
"Memangnya kenapa nyonya?"kata Alina lagi,
"Karena dia, sudah merenggut kebahagiaan saya dan anak saya!"ucap irana sedikit terisak, bagaikan terkena Sambaran petir! Sekarang perasaan Alina campur aduk, antara sedih,kecewa, dan lainnya. Ia berusaha menahan rasa sesak yg ada di dadanya.
"Nyonya apakah saya boleh bertanya?"kata Alina sopan
"Silahkan"jawab Ferdy,
"Nama kembaran Alika siapa nyonya?"tnya Alina
"D-dia namanya seperti kamu, tapi nama saja yg mirip. Mungkin kamu tidak mempunyai sifat seperti dia!"jawab irana
"Memang dia mempunyai sifat seperti apa nyonya?"kata Alina lagi
"Maaf, kenapa anda banyak tanya ya?"timpal Ferdy tak suka,
"Biarin aja pah, gapapa. Dia pembunuh dia yg membunuh suami saya, dia sudah merenggut kebahagiaan anak-anak saya!"ucap irana terisak, dan Jedar seperti kilatan petir yg membuat alina, jatuh terkulai lemas. Ila yg melihat hal tersebut, pun langsung membantu Alina berdiri. Air mata yg sedari tadi ia tahan, akhirnya jatuh juga. Hal itu, sontak membuat irana dan Ferdy kaget.
"Maaf waktu kalian sudah habis, saya menyesal menerima kerjasama dengan anda tuan Ferdy! Terimakasih nyonya irana, karena ucapan anda! Anda melukai hati seseorang!
Saya permisi!"kata ila, meninggalkan mereka berdua dengan wajah yg heran.
Ila pun keluar dengan membawa Alina yg sudah terkulai lemas. Ia tertatih-tatih membawa alina, sontak Alina bergumam
__ADS_1
"Pertemuan ini menjadi kabar, entah itu baik ataupun buruk!"