
SELAMAT MEMBACA🎉
TYPO BERTEBARAN!
••••
Saat mereka berdua sedang menikmati alunan musik, tiba-tiba pintu roof top ditendang. Dan membuat mereka berdua kaget, lalu datang ketiga gadis. Yg tak lain adalah Alika dkk, mengapa begitu? Karna mereka diberitahu oleh kezia, ia bilang jika alina dan Fino berada di rooftop. Hal itu membuat alika amarahnya memuncak, dan tak bisa dikontrol
"Eh cabe, ngapain lo deketin fino?"celetuk sisil
"Tau tuh, gak punya malu banget! Kegajenan,"timpal caca
"Dasar murahan, gak tau apa? Fino itu punya gue, gausah deh lo rebut! Gada cwo lain apa?"sambung alika dengan emosi, alina lalu menatap fino
"Bener fin?"tnya alina
"Mana ada!"jawab fino mentah'
"Hahaha, aduh ngakak ya! Ngomong orang tapi gak ngaca,"cibir alina
"Lo ya!!!"kesal alika, lalu ingin menampar alina. Namun sebuah tangan menahan pergerakannya itu,
"Abang gak ngajarin kamu begini,"sahut orang itu
"Bang mike?"kata alika
"Apa kaget? Beraninya keroyokan cih,"ujar nada
"Diem lo! Gausah ikut campur,"timpal sisil
"Eh lo juga diem ya!"ujar nada
"Lo juga ngapain? Mau nampar adek gue? Ada masalah apa lo sama dia?"tnya veno menahan emosi,
"Ajarin deh adek lo, biar kgak ngerebut punya orang!"jawab Alika
"Ngerebut? Bangun woy, udah siang! Jangan tidur mulu, mana mau fino sama cabe kiloan kek lo!"celetuk verrel, dan membuat org lain tertawa
"Gausah ketawa! Gak ada yg lucu,"sinis Alika
"Lo juga lucu, ngarep banget fino milih lo! Skrng gua tanya aja deh Ama orgnya langsung, fin lo pilih alika or alina?"ujar verrel
"Alina,"kata Fino
"Tuhkan, jawaban yg singkat, padat dan jelas!"timpal rava
"Bang? Fino gimana sih? Kan aku suka sama dia, kenapa dia pilih alina?"tnya alika kepada mike,
"Abng gatau, inget ya! Perasaan gk bisa dipaksain, jadi kamu jangan nuntut apapun sama Fino. Mau suka sama Alina atau kamu, itu terserah dia! Abang saranin, kamu gausah ngrepin dia! Karna terlalu berharap itu sakit, Abang gamau kamu sakit hati,"jelas Mike
"Tapi bang? Aku suka sama fino, kenapa sih? Aku harus ngalah, aku juga pengen bahagia! Kenapa Abang belain Alina terus'an? Abang suka sama dia? Atau abang nganggep dia Christina?!"kata Alika dengan emosi yg meledak', mendengar perkataan yg keluar dari mulut alika. Alina langsung diam, dia tau apa yg dirasakan oleh alika. Tapi itu sudah menjadi ketentuannya,
"Bukan gitu, abang gamau! Klo kamu terus'an sakit hati, Abang sayang sama kamu! Abang gk suka sama Alina, Abang juga gk inget siapa christina! Yg abang inget cuma kamu, kamu adek abang satu'nya!"ujar mike, lagi-lagi Alina harus mendengar perkataan itu dari abngg kandungnya. Twins yg mengerti akan keadaan alina pun, langsung memerintahkan Mike
"Bawa aja dah adek lo, kebanyakan drama!"sinis vero
"Tau tuh drama queen banget, najis!"sambung veno
"Dah sana bawa balik, daripada si mulut cabe yg buka mulut!"sahut Rava
"Bawa deh mik, gua suka alergi sama org yg kebanyakan drama dan kebanyakan nyari muka,"kata reva
"Tuhkan baru aja bilang,"gumam Rava
__ADS_1
"Yang kebanyakan drama tuh kalian *******, lo gatau? Tiap hari Alika cerita ttg Fino ke kita!"ujar sisil tak terima,
"Eh *****! Orang gk suka, ya jangan dipaksa! Kenapa lo yg sewot? Miror deh miror, ******* ngatain *******!"timpal Elina
"Diem deh cabe, bacot!"kata Sisil
"Omggg!!! Aku dikatain cabe guys, ah takut,"kata Elina
"Bisa diem nggak?"ucap Fino dingin,
"Gini ya, gue jelasin sekali lagi! Gua gk suka sama alika, gua sukanya sama alina! Mendingan lo bertiga, pergi dari sini! Gue muak liat drama dari kalian, jangan paksa gua buat milih lu! Kalian yg PERGI atau GUE yg PERGI?"sambung Fino, lalu Alika mengepalkan tangannya
"Oke gue bakalan pergi, tapi jangan harap! Gua bisa lepasin kalian,"ujar alika saat hendak keluar dari roof top, ia sengaja menabrak bahu alina. Dan nyelonong keluar
Main' rupanya
Setelah itu Alika dkk keluar dari roof top dengan wajah yg tidak sedap. Sedangkan mereka sangat bodo amat, dengan mereka. Saat ini mereka semua menikmati, pemandangan gedung pencakar langit diatas roof top.
***
Alika keluar dari roof top, dengan wajah yg sangat kesal. Lalu ia menemui Kezia, saat ia mencari Kezia. Dia tidak ada diarea sekolah, lalu ia menelpon Kezia.
"Halo, Lo dimana sih? Gua cari kgak ada?!"kata Alika kesal
"Eh santuy dong, gua lagi keluar sama nadin. Klo mau nyusul, Lo sini aja ke cafe dekat sekolah"ujar kezia diseberang,
"Oke, gua otw! Kebetulan juga, gua mau bahas sesuatu!"kata alika,
"Gua tunggu,"
Setelah itu, telpon dimatikan. Dan Alika menuju ke cafe dekat sekolah,
"Cus, ke cafe dekat sekolah!"ujar Alika kepada Sisil dan Caca,
"Mau berak,"jawab Alika ketus
"Loh, berak kok dicafe sih? Lo kgak punya wc?"ujar Caca
"Sok polos lo bngst, diem aja udah! Lo ikut apa kagak?"timpal sisil
"Tau tuh temen lo,"sambung alika
"Iya gua ikut,"kata caca
Lalu mereka semua, berangkat menuju ke cafe dekat sekolah. Setelah sampai disana, ternyata benar jika Kezia sedang bersama dengan Nadin.
"Hay girls,"sapa Sisil
"Hay,"jawab mereka berdua
"Udah nunggu lama?"tnya Alika
"Enggak, baru aja nyampe!"jawab nadin
"Btw mau bahas apa?"ujar Kezia
"Kesel ******* gua, Ama mereka! Knpa sih slalu belain alina?"kata Alika meluapkan emosinya,
"Dih kek gatau mereka aja,"cibir Kezia
"Ya gua tau kali, mana Abang gua ikut'an!"sambung alika lagi,
"Tau! Apalgi si reva, omongannya kek cabe! Pedesnya gila,"timpal caca
__ADS_1
"Udah biasa gua mah, Ama sifat mereka!"kata nadin
"Kenapa lo kgak temenan lagi sama mereka?"tnya sisil,
"Jadi gini, Alina dulu punya pacar. Nah pacarnya itu, ngedeketin gua. Yaudh sih gua mah terima' aja kedatangan dia, tapi lama-lama tuh pacar alina tuh mulai godain gua. Mulai dari ngajak jalan, nonton bareng, nge-club bareng. Nah pas di club tuh gua mabok bareng sama dia, kita sama-sama posisi gk sadar. Alhasil gua gak sengaja pelukan sma ciuman sama dia, pas gua lagi ciuman ama pacar alina. Tiba-tiba alina dateng ke club, gua sama dia kaget. Gua heran kenapa alina, bisa tau klo gua lagi bareng sama pacar dia. Karena posisi gua lagi mabok parah, yaudh gua bodo amatin kedatengan Alina. Gua lanjutin adegan itu, smpe Reva, nada Ama Elina dateng. Mereka bertiga marah banget Ama gua, mereka bilang gua penghianat. Bilang ini itulah, alhasil persahabatan gua hancur. Dan diwaktu yg sama, Alina putusin pacarnya dan tampar dia didepan banyak orang. Pacarnya juga bodo amat, dia juga milih gua daripada Alina. Yaudh sih, gua sih fine' aja karna mereka udah putus."jawab nadin
"Gila-gila, anjirr! Sakit banget lah pastinya tuh si alina, haha"ujar sisil
"Gak bisa gua bayangin *****,"timpal caca
"Ho oh, makanya sih mereka benci banget sama lo!"sambung kezia
"Bodo amat, lagian bukan salah gua!"tukas nadin,
"Lo mau ngomong paan zi?"tnya sisil
"Kalian mau Alina hancur kan?"jawabnya
"Mau lah,"kata mereka serempak
"Kita atur rencana yang matang, setelah itu kita mulai rencana itu. Dan buat lo, mulai besok lo sekolah disini! Kita buat perlahan, orang' disekitar dia menjauh dan buat sejatuh-jatuhnya. Dan kemenangannya akan berpihak sama kita, yang kita butuhin disini kerja sama yg baik! Jadi, kalian semua harus ikutin instruksi dari gue"ujar kezia,
"Bentar' jadi maksud lo? Gua harus ikutin apa yg diperintahkan sama lo?"tnya alika
"Nah good,"jawab Kezia
"Ogah, dikira gua babu!"tolak Alika
"Lo mau buat Alina hancur kan? Yaudh kita kerja sama,"kata kezia
"Gua setuju,"ujar nadin
"Gua juga,"jawab mereka berdua
"Mereka udah setuju, tinggal lo doang!"kata Kezia kepada Alika,
"Oke gue setuju, tapi ada syaratnya! Lo jangan seenaknya sama gue,"ucap Alika
"Iya sans ae!"kata Kezia
"Besok, lo mulai masuk sekolah!"sambungnya
"Siap komandan,"ujar nadin
"Okey, karna ini kita mulai kerjasamanya! Jadi, kalian semua gua traktir!"kata kezia
"*****? Beneran?"pekik Sisil
"Iya bener lah,"kata Kezia
"Oke, makan gratis lagi ahay!"ujar Caca girang
"Yee bngst, dasar cebol! Giliran makanan aja, nomer satu!"ucap Alika
"Bodo amat,"
Tunggu kehancuranmu sayang-nadin
Selamat menderita haha-kezia
Kita akan bermain-main babe-alika
Mereka semuanya bersenang-senang, dan menikmati makanan yg mereka dapatkan dari traktiran kezia.
__ADS_1
•••MY GIRLFRIEND IS A QUEEN PSYCHOPATH•••