
Dibilang sakit? Jelas sakit banget, tapi mau gimana lagi? Dia udah buat Abang benci sama gue! Akan ada masanya, kejahatan dia terungkap!
Happy reading💙
Typo bertebaran!!!
••••
Alina pun membanting pintu kamarnya dengan keras, dan itu membuat nada dan reva menyusul Alina ke atas. Ferisha menatap veno dengan kecewa,
"Mamah kecewa sama kamu,"kata Ferisha lalu pergi dari situ.
"Gak nyangka ya, lo tuh dulu bela-belain alina mati-matian! Tapi nyatanya? Sekarang? Lo buat alina terluka lagi, gara-gara dia. Lo berubah begini, udah lah males ngomong banyak! Percuma, telinga lo udah tuli! Mata lo udah buta, karna cinta dia!"ujar Elina panjang, dan menyusul nada dan reva ke atas.
Dibawah tinggal, Vero,Nadila, Diandra, Verrel, Rava, Ryan, Fino, Veno dan nadin. Sekarang Ryan yang angkat bicara,
"Pergi lo *****!"bentak Ryan ke nadin,
"Gak gue gamau pergi,"tolak nadin
"Pergi sekarang anjing, lo udah buat keluarga gue hancur!"timpal Vero
"Tahan emosi by,"ujar Nadila
"Pergi atau gue yg pergi?!"kata Ryan
"Yaudah sih, pergi sana!"usir Veno
"Argh, sadar anjing!"sarkas Ryan
"Perlu berapa kali gue ngomong? Mau lo apa sih hah?!"tnya vero kepada nadin,
"Mau gue deket sama kalian,"jawab nadin
"Deket kata lo, haha ngimpi!"ujar Vero sinis,
"Apa salahnya sih? Nadin mau Deket sama kalian? Alina aja yang bukan siapa-siapa kita boleh Deket, apalagi Nadin? Yang sekarang statusnya, pacar gue?!"kata Veno kelewat batas,
"Lo bisa gak sih? Punya mulut gak usah pedes nanget?!"cibir verrel
"Alina itu adek lo! Sadar ven, sadar! Mau sampai kapan, lo begini?"sambung diandra
"Diem lo gausah ikut-ikutan!"tukas Nadin,
"Yang seharusnya diem tuh lo, bukan dia! Sadar diri kek, status cuma pacar aja bangga!"timpal fino
"Stopp! Bisa diem gak? Klo ribut terus, mending kalian pergi!"teriak Reva dari atas,
"Yah va, jangan usir dong!"kata Rava memohon,
"Pergi semua kalian, udah puas? Buat Alina menderita? Udah puas?! Terutama lo Nadin, udah puas hah?! Mending sekarang lo pergi, gue udah muak liat tingkah laku lo!"bentak Reva dengan emosi yang menggebu-gebu,
__ADS_1
"Dih siapa lo? Ngusir gue?"ujarnya sinis,
"Sampah! Lo disini tuh sampah,"kata ryan
"Gausah ngomong kasar, sama cewe gue!"bela veno
"Gak ngaca? Lo tadi juga ngomong kasar sama Alina!"ujar Vero
"Alina lagi, Alina lagi?! Bisa gak sih, gausah bahas dia, cape gue dengernya!"kesal Veno
"KALIAN SEMUA TULI? BUDEG? BOLOT? KALO ADA ORANG NGOMONG DENGERIN, TELINGANYA PASANG BAIK-BAIK! TADI GUE NYURUH KALIAN NGAPAIN? PERGI KAN? YAUDH SANA PERGI,"teriak Reva
"***** ngegas,"gumam verrel
"Paket lengkap wkwk,"kata rava
"Udah yuk pergi, daripada macannya ngamuk lagi!"ajak Fino
"Iya,"
Lalu Fino, verrel, rava, Diandra pergi dari rumah Alina.
"By aku mau pulang,"kata Nadila
"Kamu gak nyaman ya? Maafin ya, ayo sekarang aku anterin kamu pulang,"ujar Vero gemas, lalu mengacak-acak rambut Nadila
"Ih berantakan kan,"kata Nadila kesal
"Ayo pulang,"ujar Vero lalu menarik pergelangan tangan Nadila halus, dan membawa pergi dari rumahnya.
"Sayang anterin aku pulang,"kata Nadin manja
"Iya, ayo aku anterin! Disini aku juga udah males,"ujar Veno
"Pergi sana yang jauh, gausah balik juga gue seneng!"sahut Ryan
Ucapan Ryan tak Veno gubris, lalu ia mengantar Nadin pulang.
Ryan pun keatas, untuk menemui Alina.
***
Sedangkan disisi lain,
"Sayang, maafin aku ya! Gara-gara aku, keluarga kamu gk harmonis lagi!"kata perempuan itu menunduk,
"Gausah nunduk, angkat mahkotamu Nadin! Gaush nunduk, kamu gak salah!"ujar laki-laki itu lalu tersenyum,
"Tapi Veno, abang kamu udah benci sama aku!"kata Nadin lesu,
"Aku gk peduli, aku bakalan buktiin sama mereka! Klo kamu gk salah,"sahut Veno
__ADS_1
"Tapi kamu tadi jangan ngomong begitu, sama Alina! Kasihan dia,"ujarnya
"Kamu tuh ya, udah dijahatin tetep aja baik! Itu udah pantes dia terima,"kata Veno
"Dih bisa aja,"
"Dah sampe,"ujar Veno
"Aku turun dulu ya, klo udh sampe jangan lupa kasih kabar!"kata Nadin tersenyum,
"Iya, bye"ujar Veno lalu melambaikan tangannya
Setelah mobil Veno menjauh, ia pun masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di kamar, Nadin menghubungi seseorang.
"Hay apa kabar babe? Rencana kita sedikit lagi berhasil,"sapa Nadin
"Bagus, setelah dia hancur! Kita buat dia lebih hancur lagi,"ujarnya
"Siap haha, oh iya gimana drama gue?"tnya nadin
"Bagus sangat bagus!"jawabnya
"Udah dulu ye, gue mau mandi bye!"kata Nadin, lalu mematikan ponselnya
***
Lain hal dengan ke empat gadis ini, mereka menyambangi sebuah tempat. Yang jarang sekali mereka datangi, saat mereka datang semuanya tunduk hormat. Mereka pun mendatangi, orang yang menjaga tempat ini.
"Hay bang,"sapa mereka
"Hay juga babe,"jawab seseorang itu
"Gimana bang?"tnya salah satu gadis itu,
"Sudah terkumpul semuanya, tinggal nunggu waktu yang tepat buat ngebongkar semuanya!"jawab orang itu,
"Mau sampai kapan gini terus?"tnya orang itu,
"Entahlah, gue bingung!"jawab gadis yg berada ditengah,
"Ayolah, akhiri semua ini! Emang Lo gk sakit hati?"kata gadis disamping kanan,
"Dibilang sakit? Jelas sakit banget, tapi mau gimana lagi? Dia udah buat Abang benci sama gue! Akan ada masanya, kejahatan dia terungkap!"ujar gadis yang berada ditengah,
"Sakit banget ya? Kita buat rencana selanjutnya, dikira kita bodoh?!"timpal gadis disamping kiri,
"Kita gak semudah itu babe dibohongi, mau main-main sama pemain haha!"tawa mereka
"***** serem amat wkwk,"kata laki-laki itu,
"Dah lah gausah bahas,"ujar gadis yg berada ditengah
__ADS_1
"Tunggu tanggal mainnya babe,"kata mereka ber-smirk
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••