
Happy reading
••••
Alina tak menyangka, Ferisha akan mengatakan hal seperti itu. Sakit? Jelas, Alina terus-terusan dipojokkan.
"Alin, apa pernah dad ajarin kamu seperti ini?"tnya Wisnu kecewa,
"Enggak dad, alin gk ngelakuin itu! Nadin jatuh sendiri, tadi Alina mau nolongin Nadin tapi Nadin narik tangan alina, Alina reflek lepasin tangan Nadin! Jadi Nadin jatuh ke bawah,"jawab Alina jujur
"Alasan basi cih,"cibir Veno
"Aku gak ngelakuin itu bang, udah berapa kali Alina bilang? Abang tetap aja gk percaya, apa perlu Alina mati dulu? Biar Abang percaya?"kata Alina mendadak emosi,
"Lin, itu perbuatan lo?"tnya verrel lagi
"Enggak gue gk ngelakuin itu,"jawab Alina
"Tapi kata nada, lo yang sengaja naruh minyak di lantai!"ujar verrel kelewat batas,
Kaki verrel pun di injak oleh Rava, sang empu hanya meringis kesakitan.
Fino hanya diam, dia bingung harus percaya sama siapa. Jika benar apa yang dikatakan nada, ia sangat kecewa dengan Alina.
"Kalian masih gak percaya? Orang tadi gue ngambil minyak, kalian mau bukti?"sahut nada membuat suasana semakin panas,
"Kalo emang bener lo yang ngelakuin, coba ambilin bukti yang lo punya!"tantang Vero
"Oke, gue ambil sebentar!"
Setelah itu Nada datang dengan membawa botol minyak,
"Kalian masih gak percaya?"tnya nada
"Lo tuh apa-apaan sih? Orang alina gak ngapa-ngapain, tadikan Alina sama kita!"timpal Elina
"Kan bener Alina yang ngelakuin!"celetuk verrel,
"Verrel?!"geram Rava
"Apasih emang bener, orang itu udah ada bukti juga!"kesal verrel
"Kok lo lebih licik, daripada adek gue?"kata Mike
"UDAH BERAPA KALI GUE BILANG? GUE GK NGELAKUIN ITU, GUE GAK SEJAHAT APA YANG KALIAN KIRA! SEBENCI-BENCINYA, GUE SAMA ORANG GUE GAK BAKALAN NGELAKUIN HAL BODOH KAYAK GINI? KALIAN NGERTI!"ujar Alina dengan emosi yang meledak-ledak,
"Alina?!"tegur Ferisha
__ADS_1
"apa mom? Mommy mau ikut-ikutan nyalahin Alina? Salahin aja Alina, emang Alina jahat! Percuma gue ngomong bener, tapi Dimata kalian gue salah!"pekik Alina
"Sekali lagi dad tanya, kamu ngelakuin hal ini?"ujar Wisnu
"Iya, kalian puas?"sahut Alina mengalah,
Alina berbicara seperti itu, Karena dia sudah lelah! Lelah disalahkan terus-terusan, padahal dia tidak melakukan hal itu. Dia terpaksa, biarin mereka menilai Alina jelek.
Plak
Plak
Plak
Plak
4 tamparan keras mendarat di pipi Alina, hingga bibir Alina sobek sedikit.
"Betul kan mom, dia itu munafik!"kata Veno
"Gue kecewa sama lo lin,"timpal Vero
"Mommy benci kamu, kamu bukan anak mommy lagi!"sahut Ferisha
Degh'
Seketika tatapan sendu alina, berubah menjadi tatapan tajam. Tatapan itu setelah lama tidak muncul, akhirnya dia datang. Dia sekarang bukan Alina, melainkan Angel. Sorotan tajam mata angel membuat nyali Mereka ciut.
Kelar idup kalian, -Elina
"Hay, lama tak jumpa!"sapa angel a.k.a Alina
"A-angel?"panggil vero
"Hay bang, eh Hay ver!"kata angel
"Kok lo muncul lagi?"tanya Veno
"Kenapa enggak? Gue muncul saat alina tertekan, selama dia tertekan gue akan muncul. Dan terimakasih buat semua tuduhan kalian,"jawab angel tersenyum,
"Hay mommy, eh ups. Hay Tante,"sapa angel pada Ferisha
"Sayang, angel! Ini mommy,"kata Ferisha
"Oh ya? Bukannya tadi Alina bukan anak mommy lagi?"ujar angel, seketika Ferisha diam seribu bahasa.
"Hay babe,"sapa angel pada Fino
__ADS_1
Fino masih diam,
"Lo bisu? Oh iya, janji lo mana? Yang katanya mau belain Alina, yang katanya bakalan lindungin Alina?"kata angel
"Alina,"panggil Fino
"Lo cari Alina? Sorry Alina gamau ketemu siapapun untuk saat ini, dan sementara waktu tubuh alina gue pinjem!"jelas angel
"Oh iya buat lo, suatu saat kalian bakalan menyesal! Gue punya bukti banyak tentang kejahatan ***** itu, tunggu kabarnya aja! Ntar videonya gue kirim semua,"sambung angel kepada Veno
"Udah angel, jangan buat Alina menderita! Sekarang lo keluar,"perintah Reva
"Menderita kata lo? Justru, kalo gue gak muncul Alina yang menderita!"bentak angel
"Stoppp! Mending kamu keluar dari rumah saya,"usir Ferisha
"Mommy?!"tegur Wisnu
"Apasih dad, kita udah gak ada urusan lagi sama dia! Mending kita bawa Nadin ke rumah sakit, mommy khawatir sama keadaan Nadin! Veno keluarin mobil sekarang,"ucap ferisha
Walaupun jiwa itu angel, namun raga itu tetap Alina. Sakit, sangat sakit! Mereka yang dulu kita anggap saudara, bahkan orang tua. Malahan membenci kita, kenyataan ini sangat menyakitkan.
Tiba-tiba tubuh alina ambruk, tidak ada yang peduli. Kecuali Fino, dia membopong tubuh alina dan membawa ke kamar. Namun Tiba-tiba pasukan bertopeng datang,
Mereka membuat semua orang yang ada disitu ketakutan, belum sempat pergi ke rumah sakit. Namun tertahan, laki-laki yang ada ditengah maju
"Saya kira, dia akan bahagia dengan keluarga kalian! Namun penilaian saya sia-sia, terimakasih nyonya Ferisha sudah merawat gadis itu, sekarang dia akan saya bawa! Jangan ada diantara kalian mencari gadis ini,"ujar laki-laki itu dibalik topengnya.
"Bawa saja anak gatau diri itu,"kata Ferisha
"Anda salah besar, saya pastikan anda menyesal!"sambungnya
Lalu salah satu dari mereka, membawa Alina keluar dari mansion kediaman keluarga winata. Diikuti oleh, sahabat Alina kecuali nada.
Mereka mengikuti Alina dibelakangnya, mereka berdua sudah tau orang-orang itu siapa.
Sebelum ketua dari gerombolan bertopeng itu pergi, ketua itu menitipkan pesan.
"Setelah kalian tau semuanya, jangan pernah cari keberadaan gadis itu. Dia akan lebih bahagia dengan saya, untuk biaya hidup gadis itu selama dia disini! Akan saya tanggung semua, jangan khawatir! Mending kalian bawa wanita busuk itu kerumah sakit, daripada dia sekarat dijalan!"ujar ketua gerombolan tersebut,
"Jangan bawa alina!"kata Fino
"Tenang saja, kamu akan ketemu alina! Setelah Alina sudah siap bertemu denganmu,"
Suaranya kayak kenal -Mike
Lalu ketua gerombolan itu pergi dari kediaman keluarga winata, dia membawa Alina. Pergi jauh dari mereka, Fino hanya pasrah.
__ADS_1
Keluarga Winata, menatap kepergian Alina dengan nanar. Lalu mereka membawa, Nadin ke rumah sakit.
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••