
Happy reading✨
Typo bertebaran!!!
•••
Irana pun mencoba mengunduh video tersebut. Setelah beberapa kali gagal, video itu pun dapat terunduh. Saat memutar, dia syok sangat syok dia pun melempar ponselnya.
"Alina, maafin mamah sayang!"pekik irana histeris,
Mereka yang mendengar suara mamahnya pun keluar, mereka juga kaget. Saat mamahnya menangis,
"Mamah kenapa?"tanya Alika
"Pergi kamu! Pergi,"jawab irana
"Mamah kenapa sih? Alika punya salah?"ujarnya
Irana tidak menjawab, Mike pun mengambil ponsel milik irana. Dia pun melihat semua kejadian itu, ia masih tidak menyangka.
"Jadi, dia bukan adik kandung gue?"gumam Mike
"Abang ada apa sih?"kata Alika bingung, dia pun mengambil ponsel yang berada di tangan Mike.
Alika masih tidak yakin, dia ragu. Ini pasti mimpi menurutnya, dia pasti anak kandung irana. Papahnya pasti berbohong,
"Bang, Alika mimpi kan? Alika anak mamah irana kan?"ujar Alika
Mike masih diam, dia tidak menjawab.
"Bang jawab bang, jawab pertanyaan Alika!"tukas Alika
"Lo punya mata kan? Berarti lo liat, semua video itu bener gada yang salah!"sentak Mike
"Maafin mamah, Alina! Maafin mamah,"racau irana
"Udah mah, jangan begini! Jangan nyiksa diri mamah sendiri,"kata Mike memenangkan irana
"Mah itu rekayasa mah, jangan percaya mah! Aku anak kandung mamah, aku kembaran Alina mah!"sahut Alika
"Rekayasa kata kamu? Rekayasa?! Ferdy yang bunuh suami saya, dia yang buat anak kesayangan saya, diusir! Itu semua karena siapa, itu semua karena ayah kamu! Gausah ngelak lagi, itu udah ada bukti! Dia yang nuker saudara kembar Alina, dia yang buat anak saya mati!"kata irana emosi,
"Lalu kenapa mamah dulu percaya? Berarti papah berhasil dong, buat Alina diusir! Dari awal juga, aku gak suka Alina! Kenapa sih harus dia? Kenapa harus dia yang diutamain? Aku iri sama Alina, yang bisa deket sama bang Marvin, bang Mike, terus mamah! Sedangkan aku? Setelah Alina pergi, baru kalian fokus sama aku! Apa perlu Alina mati dulu? Biar kalian ngasih perhatian lebih sama aku?"ucap Alika
Apa kata Alika? Mati? Cukup dia kehilangan suaminya, tapi tidak untuk gadis kesayangannya.
Plak
"Jaga ucapan kamu, cukup saya kehilangan suami saya! Tapi tidak, untuk Alina!"ujar irana
__ADS_1
Alika pun meringis kesakitan,
"Baru kali ini, mamah tampar aku! Apa hebatnya sih Alina, kenapa dia selalu mendapat perhatian lebih dari kalian? Cantikan juga aku, pinteran juga aku! Apa-apa Alina, lagi-lagi Alina! Bosen mah kuping aku dengernya!"ucapnya lagi
"Jaga ya ucapan lo! Sebenarnya gue udah muak sama sikap lo disekolah, bertindak seenaknya sendiri! Apalagi setelah lo gabung sama nadin, sifat lo disekolah seolah-olah penguasa!"tukas Mike
"Pergi kamu, pergi! Jangan nampakin diri kamu didepan saya, saya mohon pergi sekarang! Pergi,"kata irana mengusir Alika
"Mah, tolong jangan usir Alika mah! Alika mohon,"ujar Alika seraya memohon
"Kamu tuli? Saya bilang pergi, ya pergi!"bentak irana
Air mata Alika perlahan menetes, dia bersumpah dia akan membunuh orang yang telah mengirimkan video tersebut.
"Mah,"panggil Alika
"Maafin aku mah, aku gatau apa-apa! Aku disini cuma korban, jangan usir aku mah!"sambungnya
Mike yang melihat Alika menangis pun menghampirinya. Dia tak tega, melihat Alika menangis. Dia sayang Alika, seperti dia sayang Alina dulu. Walaupun tadi dia sudah kelewatan dalam berbicara, karena tersulut emosi.
"Udah mah, jangan usir Alika! Bener kata dia, Alika disini cuma korban! Dia gatau kalo dia dulu dituker sama papahnya!"timpal Mike
Irana masih diam, dia tidak bergeming. Tanpa membalas apapun perkataan Mike, dia langsung melengos pergi dan masuk ke dalam.
"Bang? Mamah bang,"kata Alika dengan mulut bergetar,
"Udah gapapa, mamah cuma syok! Nanti dia baik-baik aja kok,"ujar Mike lalu memeluk Alika
"Iya bang, Alika masuk dulu ya!"ujarnya
Mike masih diluar, dia menatap langit malam dengan tatapan sendu. Dia berharap, jika Alina bisa kembali.
Maafin Abang dek, Abang berharap kamu cepat kembali. Maafin Abang yang dulu, Abang emang *****. Abang lebih percaya dia daripada kamu! Maafin Abang,
***
Berbeda dengan keluarga Winata, dia sekarang sedang berada di rumah sakit. Karena keadaan Nadin, belum lekas membaik. Mereka lagi berada didalam, Menunggu Nadin sadar.
"Dad, Nadin kok belum sadar juga?"tanya Ferisha cemas
"Sabar ya sayang, Nadin lagi istirahat! Mungkin dia cape, klo dia udah gak capek! Nanti pasti bangun kok,"jawab Wisnu
"Ven, mending kamu hubungin Ryan deh! Suruh dia ke rumah sakit,"perintah Ferisha
Veno pun mengangguk, dia membuka ponselnya. Dan mencari nomer Ryan di kontak ponsel miliknya,
"Ngapain lo, telpon gue?"ujar ryan ketus
"Disuruh ke rumah sakit sama mommy,"kata Veno
__ADS_1
"Siapa yang sakit? Al--"ujarnya terpotong oleh veno
"Yang sakit Nadin,"kata Veno
"Ogah gue, tugas gue masih banyak!"ujarnya
"Oke,"
Veno pun memutuskan panggilannya secara sepihak,
"Kenapa Ven?"tanya Ferisha
"Gamau katanya, tugas dia masih banyak!"jawab Veno datar,
"Oh yaudah,"
Tiba-tiba tangan Nadin bergerak, perlahan dia membuka matanya.
"Ve-no,"panggil Nadin
Veno pun menengok, dia senang jika Nadin sudah sadar. Apalagi Ferisha,
"Kamu gapapa by? Mana yang sakit? Kalo masih sakit, bilang ya sama aku!"kata Veno bertubi-tubi,
"Veno, Nadin baru aja bangun! Jangan kasih banyak pertanyaan, kasihan dia!"tegur Ferisha
"Eh? Gapapa kok Tante, aku gapapa kok! Kepala aku aja yang masih pusing,"sahut Nadin
"Alhamdulilah deh, kalau begitu!"timpal Wisnu
"Eh om? Tante, sama om! Udah lama ya, nunggunin aku?"tanya Nadin
"Gak terlalu lama kok sayang, beneran kamu gapapa?"jawab Ferisha
"Iya Tante, aku gapapa!"kata Nadin sekali lagi,
"Yaudh kamu istirahat aja dulu, besok kamu boleh pulang!"ujar Ferisha
"Veno kamu temenin Nadin, mommy mau keluar dulu! Kalo nada sama Vero tanya mommy, jawab aja mommy lagi keluar sebentar sama dad!"sambungnya,
Veno hanya mengangguk, Ferisha dan Wisnu pun keluar dari ruangan milik Nadin,
"Kamu beneran gapapa kan?"kata Veno
"Apasih by, aku gapapa!"jawab Nadin
"Bagus deh kalo gitu,"
"Iya,"
__ADS_1
Rencana gue berhasil Alina, lo sekarang kalah sama gue!
***