
Betah banget ya tidurnya? Bangun ya sayang, Abang kangen sama kamu. Abang janji, klo kamu bangun. Semua yg kamu minta Abang turutin!
~Veno Alden Winata~
••••
Sudah 2 hari Alina koma, ia belum juga terbangun. Mungkin saja ia betah dengan tidurnya? Bisa jadi ia lelah, dengan semua yg harus ia hadapan sekarang?
Semuanya menunggu Alina sadar, karena semuanya rindu dengan sosok Alina yg dingin, cuek, dan cerewet ketika dirumah.
Daddy alina--Wisnu ia sudah mengetahui, jika Alina koma. Sebenarnya ia marah, tapi karena ferisha--mommy alina menjelaskan tentang kejadian yg sebenarnya, akhirnya wisnu bisa mengerti, walaupun sebenarnya ia masih kecewa dengan kedua putranya tsb.
Tapi, ia melawan rasa kecewa demi putri bungsunya. Ryan pun sama, hampir saja wajah twins dibogem. Tapi, Ferisha--mommy alina berusaha menjelaskannya, akhirnya Ryan mengerti.
Mereka semua sekarang, sedang berkumpul diruangan milik alina, Alina sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap semalam.
"Mom? Alina kok tidurnya lama ya?"tnya Vero sendu,
"Shut, gaboleh ngomong gitu! Alina pasti bangun kok,"jwb Ferisha berusaha tersenyum,
"Dad? Ryan kangen sama alin dad!"kata ryan tersenyum getir,
"Sabar ya, alin pasti bangun kok!"ucap wisnu,
"Betah banget ya tidurnya? Bangun ya sayang, abang kangen sama kamu. Abang janji, klo kamu bangun. Semua yg kamu minta abang turutin!"kata Veno sambil mengelus pipi Alina, dan menatap Alina sendu
"Udah bang, alin pasti bangun! Dia mungkin lagi, istirahat sebentar! Siapa tau aja, Alina lelah dengan drama yg ia mainkan,"ujar vero frustasi,
Saat itu juga, reva, Elina dan nada datang diikuti dengan diandra dkk dan Rava dkk minus fino.
"Assalamualaikum,"kata mereka serempak,
"Wa'alaikumsalam,"jwb wisnu family'
"Mommy,"kata elina berlari dan memeluk Ferisha,
"Kenapa sayang?"tnya ferisha lembut,
"Kak alin belum bangun yaa?"jwb elina manja,
"Belum,"kata Ferisha lirih,
"Udah mom, jangan begini! Alin gk suka liat mommy begini!"timpal nada,
"Lah kok?"tnya Diandra bingung,
"Oh iya, gue lupa. Ini mommy Alina dan udah kita anggap mommy kita sendiri,"jelas nada,
"Oh gituuu,"kata Diandra dkk mengangguk,
"Fino manaa?"tnya Vero,
"Gue juga gatau dia dimana, dia menghilang gada kabar! Gue hubungin aja gabisa,"jwb rava
"Lah? Kok gitu?"tnya Kezia,
"Entah,"jwb verrel mengedihkan bahu acuh,
"Aneh,"gumam Veno
"Hah? Apa ven?"kata verrel yg tak sengaja mendengar gumaman veno, walaupun tak begitu jelas.
"Nggak, tadi ada cicak terbang!"ujar Veno ngawur,
"Emang ada cicak terbang? Mnaaa?"sambung verrel,
"****,"umpat nada
"Eh nadaaa,"kata Ferisha
"Eh iya mom, maap"ujar nada cengengesan,
"Kita keluar duluan ya, kita mau makan ke kantin!"pamit Wisnu,
"Kamu ikut nggak twins?"tnya Wisnu
"Nggak dad, duluan aja!"jwb twins,
"Klo ada apa² hubungi suster!"perintah wisnu,
"Oke dad/om"ujar mereka serempak,
"Eh ada yg tau? Fino kemana?"tnya Vero lagi,
"Nggak, gue gatau Fino kemana!"jwb rava,
"Yg lain?"kata Vero,
"Entah, tuh anak suka bet ngilang!"geram verrel,
"Kek doi ye,"celetuk Mike
__ADS_1
"Ho oh, dia mah kek sinyal ngilang muluu!"timpal nada,
"Buat kalian yang sering ditinggal, sabar yaa. Klo mereka sayang sama kalian, mereka bakalan ngasih kabar kok! Walaupun sesibuk apapun mereka,"kata kezia,
"Ya, ratu bucin!"ledek raya,
"Jangan nyalahin org yg bucin, karena mereka pernah setia tapi disia-siain!"sambung Reva,
"Dasar bucin,"celetuk verrel
"Bucin teros sampe ******!"timpal Mike,
"Bucin sering? Punya pacar nggak?"tnya Rava
"Nggak,"jwb Elina polos
"Siapa sih?"kata Diandra kepo,
"Yang baca tuh, udah jomblo eh bucin hahaha!"ujar Vero seraya tertawa kecil,
"Sok Lo! Org Lo juga jomblo!"ejek verrel,
"Ya gak ngaca, situ juga jomblo!"kata Vero tak terima,
"Sesama jomblo harap diam!"ucap Reva,
"Udah ah, mending kita cari tau dimana keberadaan Fino!"kata Veno melerai,
"Nah bner tuh, bntr deh gue coba telpon lagi!"sambung rava, lalu ia mengeluarkan ponselnya. Dan mencoba menghubungi Fino, namun seperti biasanya hanya operator yg menjawab.
"Gimana?"tnya Mike,
"Gabisa, yg jawab malah operator!"dumel rava,
"Kita tunggu aja deh, sapa tau Fino lgi sibuk ye kan?"kata nada,
"Iya juga ya,"jawab mereka serempak,
🐣🐣🐣
Setelah pulang dari club' malam Fino beranjak ke apartemen miliknya. Ia tak berani, pulang kerumah dikarenakan orang tuanya bakalan marah besar. Jika, mengetahui Fino mabuk, ponselnya sengaja ia matikan.
Setelah sampai di apartemen miliknya, berjalan sempoyongan menuju ke kamar apartemennya, kepalanya masih terasa pusing, dikarenakan ia telah menghabiskan 3 wine yg harganya mahal. Ia berjalan sempoyongan, sehingga ia menabrak seorang gadis,
"Eh, sorry gue gk sengaja"kata gadis itu, lalu Fino memegang tangan gadis itu. Lalu meracau nama Alina,
"Sini aja lin, gue sayang sama Lo! Jangan pernah tinggalin gue!"racau Fino, sontak gadis itu bingung. Tanpa, Fino sadari ia jatuh ke pelukan gadis itu, gadis itu langsung terlonjak kaget dan berusaha melepaskan pelukan itu, tapi malah Fino mempererat pelukan itu.
"Em, lepasin dong!"kata gadis itu risih,
"Apsih gajelas dah nih cwo, main peluk2 aja! Kenal juga nggak!"gumam gadis itu sewot, tanpa Fino sadari jika ia sudah terlelap dalam mimpinya, tidurnya Fino membuat gadis ini makin kesal. Lalu, ia membawa Fino ke dalam apartemen miliknya.
"Bisanya cuma nyusahin! Klo gk mabuk udh gue tampol nih anak!"dumel gadis itu,
Setelah membaringkan Fino ke dikasurnya, gadis itu beranjak pergi. Dan meninggalkan sebuah surat dan susu beruang untuk Fino.
Fino sudah sadar, walaupun kepalanya agak sedikit pusing. Ia bingung kenapa ia berada di sebuah kamar, kamar cwek pula. Ia mencoba mengingat kejadian tadi, ia baru sadar jika ia memeluk seorang gadis yg tidak dikenal. Saat fino, ingin keluar dari kamar gadis itu. Fino menemukan sebuah surat dan susu beruang, isi surat itu berisi
Diminum susu beruangnya, sorry gue pergi dulu. Soalnya lagi buru-buru
Maaf juga udah bawa Lo ke apartemen milik gue, soalnya gue bingung mau bawa Lo kemana! Nama aja gatau,
Fino pun membaca surat itu, lalu ia menghidupkan Ponselnya. Dan banyak sekali notifikasi telpon dari rava sebanyak 50 kali, lalu ia menelpon balik Rava,
"Ada apa hm?"tnya Fino,
"Eh begog, dari mana aja Lo bngsd? Lo kagak jenguk Alina?"jwb rava sewot,
"Gue otw kesana!"ujar Fino,
"Buru--"kata Rava terputus, dikarenakan Fino memutuskan panggilannya secara sepihak.
Fino, lalu beranjak meninggalkan apartemen milik gadis itu dan ia tidak lupa membalas surat gadis itu,
Gue duluan, btw thq! Maaf gue udah peluk2 Lo! Gue gk sengaja banget,
Oh iya nama gue Fino.
•••MY GIRLFRIEND IS A QUEEN PSYCHOPATH•••
Disisi lain, mereka semua lagi bergurau. Lalu suara ponsel berbunyi,
Drttt drttt drttt
"Ponsel sape woy?"kata verrel
"Eh bntr, nih raja es telpon!"ujar Rava,
"Raja es?"kata Kezia Bingung,
"Si Fino!"ujar Vero, lalu Kezia hanya mengangguk paham.
__ADS_1
"Ada apa hm?"tnya Fino,
"Eh begog, dari mana aja Lo bngsd? Lo kagak jenguk Alina?"kata Rava sewot,
"Gue otw kesana!"ujar Fino
"Buru--"kata Rava terputus, dikarenakan Fino mematikan secara sepihak. Dan itu membuat rava ngedumel tidak jelas,
"Dasar es batu, gila! Kesel gue,"ujar Rava kesal,
"Nape lu?"tnya Mike,
"Belum selesai ngomongnya, eh udah dimatiin!"jwb rava sewot,
"Yakan emang gitu dianya,"sambung verrel,
"Perrelll Lo ikut²an aja dah!"timpal nada,
"Suka suka gw lah!"tukas verrel,
"Bacot,"sentak Reva,
"Omongan Lo
"Omongan Lo pedes kek cabe!"sambung rava,
"Masih mending omongan gue, daripada jadi cabenya!"kata Reva lagi,
"Eh, ngomong2 urusan cabe gimana?"tnya Elina,
"Nunggu Alina sadar, baru kita bertindak,"jawab nada
"Kalian laper nggak?"kata Diandra,
"Nggak,"ujar mereka serempak,
"Kompak amat dah!"cibir Diandra,
"Why?"tnya raya
"Gue laper, anterin kantin yuk!"jawab Diandra,
"Yok, siapa yg mau ikut? Atau nggk nitip gitu?"kata raya,
"Gue ikut ye, udah laper nih!"ujar kezia cengengesan,
"Gue nitip Snack aja deh,"timpal Vero,
"Oke, duit mana?"kata Diandra,
"Pake uang Lo dulu, nanti gue ganti!"ujar vero,
"Hmm,"kata Diandra lalu melenggang keluar bersama kedua sahabatnya, saat mereka pergi bertepatan dengan datangnya Fino.
"Dari mana aja lo bos?"tnya verrel
"Gak dari mna2,"jawab Fino datar,
"Cuek amat dah,"celetuk Rava, lalu Rava mendapatkan tatapan tajam dari Fino.
"Hehe peace,"ujar Rava
"Gk prcya gue, org hp Lo mati kgk bisa dihubungin!"timpal Vero,
"Hmm," balasan Fino,
"Lo udah makan Fin?"tnya Elina, lalu Fino menggelengkan kepalanya.
"Makan woy, mau mati lo?"tukas Veno,
"Ya jangan lah begog,"kata Fino kesal,
"Makanya makan! Ntr Alina sedih liat Lo gini,"ujar Reva,
"Hmm,"
"Au ah kesel, keluar yok gess! Kasih waktu Fino biar bisa berduaan sama Alina!"jelas Reva,
"Yaudh kita keluar dulu ya, bye!"kata Elina,
"Lo pasti bisa bro,"ucap Veno sambil menepuk pundak Fino,
"Hmm,"
Lalu mereka semua meninggalkan Fino, sekarang tersisa fino dengan Alina. Fino berusaha mengajak ngobrol Alina, walau Fino tau alina tidak akan meresponnya.
"Lin bangun dong, gue kangen Lo masa? Lo nggk kangen gue?"ujar Fino,
"Lo nggak kasihan sama gue apa? Lo nggak sayang sama gue, gue sayang sama Lo Lin!"
"Bangun ya baby, gue sayang lo! Gue gamau Lo kenapa², maafin gue lin. Gue udh peluk org yg gk gue kenal! Lo kecewa ya? Maafin gue ya!"kata Fino lalu mencium kening Alina,
__ADS_1
Dan disaat itu juga, jari Alina bergerak, Fino yg melihat jari Alina bergerak pun. Teriak memanggil nama dokter,
"DOKTERRR, JARI TEMAN SAYA BERGERAK DOK,"teriak Fino,