
Sekolah diliburkan, Alina dkk memilih menghabiskan waktu bersama di sebuah mall ternama yaitu A'c mall. Iya mall itu milik alina, namun yang mengetahui mall itu milik Alina hanyalah Reva,nada dan Elina.
Rencananya mereka akan menonton bioskop, setelah itu mereka akan mampir ke sebuah cafe yg ada di mall tersebut.
"Eh guys, mau nonton kan?"tnya nada
"He eh, nonton apaan? Horor?"jawab verrel,
"Alah sok! Kemaren aja, teriak²"cibir Reva
"Ya maap hehe,"kata verrel cengengesan
"Mau nonton apa?"tnya Alina
"Action aja, mau gak?"usul Diandra
"Boleh, yok action aja! Yg beli tiket siapa?"ujar Elina
"Emm biar gue Ama Alina aja!"kata Fino,
"Knpa harus gue sih? Padahal kan, pen duduk santai"gerutu Alina
"Ayok cepet! Bacot banget sih,"kata Fino lalu menarik tangan alina, mereka yg melihat kejadian itu hanya geleng-geleng kepala.
"Dasar bocah, klo suka yah tembak!"ujar mike
"Lo gamau apa mik? Daripada diembat, verrel!"goda Rava
"Lo aja sana, sama Reva!"ketus Mike, Reva yg merasa namanya dibawa2 pun langsung angkat bicara.
"Apa? Kok bawa nama gue?"ujar Reva sinis,
"Kalian tuh ya, berantem Mulu Herman!"timpal Kezia
"Herman bukannya nama negara?"tnya verrel,
"Jerman ****!"Jawab Vero
"Oh Jerman bukannya, yg lagu itu pada hari Minggu kuturut ayah ke kota naik Jerman istimewa ku duduk dimuka,"ujar verrel seraya bernyanyi,
"Delman ***,"timpal veno
"Anying ngegas! Lagian, yg buat lirik **** masa! Masa duduk dimuka kusirnya sih?"gerutu Verrell,
"Rel, gue mau nanya boleh nggak?"ujar nada
"Nanya aja bep, apasih yang nggak buat kamu!"kata verrel,
"Knpa Lo ****??"tnya nada, pertanyaan nada membuat verrel mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha mmpus lo!"tawa rava,
"Nnya tuh yg bermutu dikit kek! Kek gini misalnya, rel kok Lo ganteng sih?"ujar verrel, lalu twins menonyor kepala verrel
"Kok gue ditoyor sih?"ucap verrel kesal,
"Lo ****!"ujar mereka serempak
"Au ah, dedek ternistai!"kata verrel manja
"Najis, kembaran miper disini astaghfirullah"timpal nadila,
"Yah ila, jan gitu dong!"ujar verrel,
"Apasih, dasar miper!"celetuk Nadila
"Wahaha miper hahaha"tawa rava,
__ADS_1
"Seneng ya, liat temen menderita!"cibir verrel,
"Siapa yg mau jdi temen lo?"ujar Rava
"Hahaha mmpus hahaha"tawa Mike
"Apasih, perasaan gue dibully Mulu!"kata verrel sewot,
"Pengn tau Alesannya knpa?"ujar Reva,
"Ho oh,"
"Karna lo ****!"kata Reva,
"Gue teros, nistain aja teros!"ujar verrel kesal,
"Udah woy, anak ayam kasihan!"timpal veno
"Ikhlas kok ikhlas!"sambung verrel
"Bacot kaliii!"tukas Elina,
"Eh, liat tuh Alina sama Fino! Mesra bet dah,"tunjuk Rava ke arah Alina dan Fino yg sedang berjalan
"Woy!"teriak Fino
"Gausah teriak²! Malu²in ****!"gerutu Alina,
"Ya maap hehe,"ujar Fino cengengesan
"Ekhem! Akan ada traktiran gratis nih!"goda reva,
"Apsih! Udah yok, kita masuk! Sebentar lagi, filmnya mau mulai!"ujar Alina,
"Zii, Lo knpa sih? Dri tdi diem Mulu?"tnya Diandra heran, dan itu membuat mereka memandang ke arah kezia,
"Eh? Oh gue? Gapapa, gue lagi gk mood aja!"jawab Kezia gelagapan,
"Gapapa kok,gue lgi gk enak badan aja!"kata Kezia bohong,
"Knpa Lo gk bilang sih? Klo tau gitu, kita gk usah nonton!"ucap Alina
"Apasih lin! Ngapain dibatalin, lagian suruh siapa? Dari tadi diem mulu, punya mulut kan? Fungsinya buat apaan coba?!"ujar Reva ketus,
"Lo ngatain gue bisu?"sentak kezia,
"Lo ngerasa? Lagian gue bener juga kan? Lo punya mulut gk difungsiin, klo gk enak badan ya bilang! Jangan diem aja, Lo cemburu? Liat Alina sama Fino?"tukas reva, suasana makin memanas. Akhirnya, nada pun melerai
"Udah woy! Ngapain ribut sih? Malu dong, diliatin banyak orang! Ayo masuk aja, bentar lagi filmnya mau dimulai!"lerai nada,
"Diem deh lo! Gue tnya sekali lagi sama lo! Lo cemburu? Liat Alina sama Fino?"kata Reva semakin memojokkan Kezia, Kezia pun membantah jika dirinya cemburu.
"Cemburu? Sama Alina? Buat apa? Heloow! Lagian, ngapain cemburu! Cwo juga banyak kali! Gk cuma Fino doang!"ujar kezia dengan nafas memburu,
"Udah zii, Udah! Malu diliat banyak orang!"kata Nadila menenangkan
"Udah woy, males klo gini! Lagian kita kesini, buat have fun!"ucap Rava
"Udah yok masuk!"ajak veno
"Yok!"ujar mereka serempak kecuali Reva dan Kezia, tatapan sinis dan tajam saling dilemparkan.
Tunggu pembalasan dari gue, gue akan buat hidup kalian menderita!
Setelah itu mereka semua, masuk ke dalam bioskop.
***
__ADS_1
Gadis cantik ini, berniat untuk refreshing ke A'c mall. Mall yg terbesar di daerahnya. Ia juga berniat untuk berjalan-jalan, iya gadis itu bernama Nadin. Gadis blasteran indo-belanda, Nadin termasuk wanita yg sangat cantik, tubuhnya bak model, rambutnya yg pirang, ditambah lagi dengan bibir yg berwarna merah muda.
Menambah daya tarik bagi Nadin tersendiri. Ia pergi ke mall hanya seorang diri, karena ia disini masih tergolong baru. Yah, Nadin pindahan dari Prancis ke Indonesia.
Dikarenakan tugas kedua orang tuanya, ia tidak tinggal bersama kedua orang tuanya. Namun, ia tinggal disebuah apartemen. Saat memasuki ke area mall A'c banyak yg memandang Nadin terpesona. Banyak juga sorak-sorainya dari kaum adam. Nadin mengakui jika dirinya memang cantik,
***** mulus bet
Gila bidadari astagaa
Neng jadian yuk!
Nggk nyesel gue, nemenin emak kesini
Gila- gila banyak bet bidadari di mall ini
Iyalah begog! Ini kan punya A'c company...
Alah masih cantikan pemilik mall ini kali
Pernyataan terakhir, dari pemuda tersebut. Membuat Nadin penasaran, siapa sih? Pemilik mall ini? Seberapa cantiknya sih, pemilik mall ini? Dengan Nadin saja mungkin dia kalah, entahlah Nadin tidak mau dibuat pusing dengan hal tersebut.
Saat ia sedang menyusuri mall, ia melihat seseorang. Tampaknya, ia kenal dengan orang itu. Lalu Nadin menghampiri orang tersebut,
"Eh, Lo ya? Lo kan? Yang pas itu, mabuk?"tnya nadin,
"Hmm,"jawab org itu,
"Kenalin nama gue Nadin, oh iya nama Lo siapa?"kata Nadin, ia tak memikirkan org yg berada disekitar cwo itu,
"Apasih, kecentilan banget jadi cwek!"cibir gadis itu, dan Nadin pun dibuat kaget,
"Reva? Eh kita ketemu lagi ya, udah lama nggk ketemu!"ujar nadin,
"Sok kenal, sok Deket banget sih!"sinis nada,
"Nadaa, Alina, Elina? Loh, kita satu mall! Btw kalian mau kmna?"tnya nadin, dan itu membuat org sekitar mereka bingung,
"Kok kalian bisa kenal?"ujar verrel
"Oh kita dulu sahabatan!"kata nadin,
"Dulu ya dulu! Sebelum, Lo rusak persahabatan kita! Udah ah males gue liat lo!"ucap nada sambil menunjuk Nadin, Nadin yg mendengar ucapan nada pun hanya meringis
"Ayo pulang, gue udah males!"ajak Elina,
"Lin?"panggil nadin,
"Apa? Mau apa? Minta maaf?! Sorry gue udh gk inget Lo siapa!"tukas Alina,
"Udah yok, kita pulang sekarang!"perintah reva,
"Tapikan gue laper,"ujar verrel
"Bisa makan dirumah!"sentak Reva,
"Tap---"kata verrel terpotong,
"Klo gamau pulang yaudh! Gue tinggal,"jelas nada
"Ngapa jdi sensi semua sih?!"gumam Rava
"DIBILANG PULANG YA PULANG! KALIAN TULI?!"bentak Reva, lalu semuanya kicep. Orang-orang yg berada disekitar pun memandang aneh kepada Reva.
"Apa liat-liat?!"sentak Reva,
"Udah va, udah! Yaudh yuk pulang,"kata nada melerai, lalu mereka beranjak pergi. Nadin pun, memandang punggung ke empat sahabatnya eh ralat mantan sahabatnya dengan tatapan sendu. Lalu, tatapan sendu itu berubah dengan tatapan benci. Terutama pada alina! Ia bersumpah, ia akan merebut semua kebahagiaan Alina. Termasuk orang-orang yg Alina sayang.
__ADS_1
Gue janji, gue akan rebut kebahagiaan lo satu persatu! Dan gue akan buat Lo menderita seumur hidup!
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••