
••••
Alina dan fino semakin dekat, begitu pula dengan veno dengan elina. Mike dan nada, vero dengan nadila. Lain hal dengan Reva dan Rava. Semakin kesini mereka semakin bertengkar dengan hal sepele, Diandra dengan verrel.
Sedangkan kezia, ia tiap hari harus menahan diri melihat kedekatan Fino dan Alina. Seperti halnya sekarang, mereka semua sedang berada di kantin sekolah.
"Woy kalian tau gak?"tnya verrel
"Enggak,"jawab mereka serempak
"Kan gue belum ngomong, gimana sih?!"kesal verrel
"Suruh siapa, ngomong setengah²?"cibir nada
"Ya maap atuh bep,"kata verrel, lalu ia mendapat tatapan tajam dari mike
"Peace pak bos, lagian gue udah punya bebep Diandra! Ya gak?"sambungnya, lalu mengedipkan sebelah matanya ke diandra
"Idih amit', jangan mau ama verrel!"celetuk Reva
"Eh mulut cabe, klo ngomong dikontrol dong!"timpal rava
"Gue ngomong Ama siapa, yg sewot siapa?!"balas Reva ketus,
"Bdo amat!"kata Rava
"Dih gajelas,"ujar Reva
"Siapa?"tnya Rava
"Yang tnya!"jawab Reva
"Kok Lo tau sih?"kesal Rava
"Kok lo yg kesel sih?"timpal Reva
"Ehem, udah?"sindir Alina
"Belum!"jawab mereka kompak,
"Eh cie kompak,"goda vero
"Apsih asw!"kesal reva
"Udah apa belum debatnya? Klo blm lanjut, gue ada urusan soalnya! Kgak ada banyak waktu, dan waktu makan kalian kepotong ama debat unfaedah mereka berdua!"jelas alina
"Udah woy asw, gausah debat!"kata nada kesal
"Tau tuh! Jodoh ****** kalian,"sambung Diandra
"Ogah!"jawab mereka kompak
"Itu aja kompak, udah lah kalian itu jodoh"ujar nadila
"Ho oh tuh, semoga reva dan rava jodoh ya Allah amin"kata verrel
"Udah su! Gue laper,"lerai Mike
"Pesen lah ege!"kata nada
"Iyo, sabar Napa ini juga mau pesen!"kesal Mike
"Berisik banget sih su,"kata Veno
"Tau tuh kek pasar,"sambung alina
"Sana pesen dulu! Ntar bang Veno bayarin, gue mau pergi dah!"ujar Alina, Veno yg mendengar namanya disebut langsung tersedak
"Uhuk uhuk,"
"Ati-ati kali bang,"kata Alina tersenyum jahil
"Masa Abang sih? Yg bayarin?!"tukas Veno
"Dih baperan, iya semuanya gue traktir! Tapi gue gak bisa ikut makan,"kata alina
"Mau kmna?"tnya fino lembut,
"Ada deh, kepo!"jawab Alina
"Ditanya juga, lo mau kmna?"tnya fino sekali lagi,
"Kepo banget sih, dah ah gue mau pergi! Gue buru-buru!"ujar alina, saat ingin beranjak tangannya dicekal oleh Fino
"Ish lepasin gak?"ketus Alina
"Enggak,"
"Lepasin!!!!!!"kesal alina
"Enggak,"
__ADS_1
"Lepasin! Tangan gue sakit,"kata Alina
"Enggak,"
"LEPASIN TANGAN GUE, FINO MILIAN GRADY!!!!!"pekik alina
"Klo enggak ya tetep enggak! Alina Christina winata,"ujar fino
"Lepasin aja bro, kasihan tuh anak ayam!"timpal vero
"*** lu bang, gue aduin mommy mmpus lu!"tukas Alina
"Dasar anak ayam, tukang ngadu!"cibir vero
"Bdo amat, bang ini sih! Tangan alin, masa gamau dilepasin sama fino!"adu Alina kepada veno,
"Suka sama kamu kali,"goda Veno
"Ih abnggg,"kesal Alina
"Apa sayang?"kata veno
"Au ah!"
"Sejak kapan, alina jadi tukang ngambekan?"tnya Reva
"Diem lo! Ikut-ikutan aja!"jawab Alina ketus
"Idih ambekan!"goda nada
"Fino ganteng, tapi gantengan bng veno! Lepasin tangan gue ya,"kata Alina memohon
"Makasih emg gue ganteng, tapi gantengan gue daripada veno! Enggak mau alina!"ujar Fino
"Nyesel gue muji' lo!"ketus Alina
"Lepasin yah! Fino lepasin, lepasin atuh!"sambung Alina lalu mengeluarkan jurus pups-eyesnya
"Iya gue lepasin, gausah gitu juga kali!"ujar Fino lalu mengacak-acak rambut Alina
"Ish, jan di acak-acak! Susah ngebenerinnya!"kesal Alina
"Iya maaf, mau kmna emang?"tnya Fino
"Tuhkan tnya lagi! Gue mau ke roof top! Puas kan lo?!"jawab alina
"Ekhem, dunia serasa milik berdua! Yg lain ngontrak,"cibir verrel
"Yee tukang nyinyir, bilang aja sirik!"tukas fino
"Ngode tuh mik,"goda Rava
"Lo mau emang?"tnya Mike
"Apsih enggak,"jawab nada malu
"Klo enggak, kenapa pipinya merah?"goda Mike jahil
"Ih enggak, gk merah!"elak nada
"Iya enggak, nggk merah kok!"kata mike lalu mengusap rambut nada, dan membuat jantung nada bekerja 2 kali lipat
"Dah ah drama Mulu, gue mau ke sana dulu bye!"kata Alina lalu pergi menuju ke roof top,
"Alin woy tunggu,"teriak Fino
"Yg kasmaran mah beda,"kata Kezia
"Makanya jangan jomblo,"cibir Rava
"Dih gue tuh kgak jomblo ya! Tapi nunggunin dia aja,"ujar kezia
"Percuma nunggu dia! Tapi hati dia bukan buat lo, tapi milik orang lain!"timpal Vero
'ngejleb asw!'
"Dih bucin!"cibir Nadila
"Aku gini kan karna kamu juga,"kata Vero manja
"Bayi Dugong, sok'an manja!"timpal Reva
"Asw lu! Sekali ngomong pedes, mending diem aja deh!"kesal Vero
"Eh guys, gue ke kamar mandi dulu ya! Kebelet soalnya"kata Kezia, lalu beranjak
"Dah Sono, kasihan ntar pipis disini!"ujar verrel
"Aneh,"gumam elina
"Dah yuk kita kepoin, pasangan muda itu!"ajak verrel
__ADS_1
"Dasar lambe turah,"cibir Diandra
"Ya maap kan udah kebiasaan,"kata verrel
"Yg mau ikut sapa? Kita nyusul mereka,"tnya verrel
"Kita ikut,"kata mereka serempak
Lalu mereka semua, pergi ke arah roof top sedangkan kezia dia tidak menuju ke toilet. Tapi ia menghubungi seseorang,
***
Sedangkan di roof top, ada seorang pemuda-pemudi mereka berdua menikmati angin yg ada disana. Terjadi keheningan, hingga salah satu dari mereka mulai percakapan
"Lin?"panggil Fino
"Iya? Ada apa?"tnya Alina
"Gapapa kok hehe,"jawab Fino
"Garing bet dah,"kata alina
"Lu mau kesini mau ngapain?"ujar fino
"Gapapa sih, udah sering kesini! Mau nyari angin, terus ngerileks-in pikiran biar tenang!"kata Alina
"Sendirian?"sambung Fino
"Enggak! sama reva, nada, elina!"ujar Alina
"Udah lama banget ya? Kalian sahabatan?"tnya Fino
"Iya udah lama, mereka semua tuh ngertiin keadaan gue saat gue sedih, walaupun kadang' berantem karna hal sepele! Gue sayang banget sma mereka, udah kek saudara gue sendiri!"jelas alina, Fino hanya mengangguk
"Lin?"panggil Fino
"Apa?"
"Lin?"
"Apaaa?"
"Alina?"
"Apaa finooooooo!!!"kesal alina
"Cie yg kesel,"goda Fino
"Au ah!"
"Lin? Janji ya, selalu ada disamping gue? Gue tau ini maksa, tapi gue takut! Gue takut lo pergi, kek pas waktu itu lo koma!"ujar Fino
Degh'
"Haa? Aneh deh lo fin! Jangn bercanda napa?"kata alina
"Gue serius, gue bener' takut buat kehilangan lo!"ujar Fino lagi, kali ini membuat Alina bungkam seribu bahasa. Jujur saja, Alina takut untuk bercinta ia Sangat takut untuk terluka. Alina yg kejam, Alina yg dingin, kini bungkam didepan laki-laki yg bernama Fino Milian grady. Laki-laki itu membuat, pikiran Alina berkecamuk.
"Fin? Lo bercanda ya?"kata Alina memastikan
"Lo ragu? Gue gk bercanda sama sekali!"ujar Fino serius,
"Dih gk usah serius' juga kali!"kata Alina
"Alina Christina winata!!!!!!!!"kesal Fino
"Apaa?"
"Mau dengerin lagu gak?"ujar Fino
"Lagu apa?"tnya Alina
"Nih dengerin,"jawab Fino, lalu memasang earphone ditelinga alina
Lagu yg berputar, lagu cantik milik kathina
Cantik, ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan dirimu
Ooo cantik bukan kuingin menganggumu
Tapi apa arti merindu selalu
Walau mentari terbit diutara
Hatiku hanya untukmu...
Ada hati yg termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
__ADS_1
Alunan lagu cantik milik kathina membawa mereka kedalam suasana, Sekarang mereka sedang duduk di kursi yg ada di roof top, sambil menikmati lagu itu ditemani oleh semilir angin, pikiran mereka entah kemana.
***