
Happy reading💙
Typo bertebaran!!!
••••
Sudah hampir 3 bulan, Nadin berada disekolah milik Alina. Dan sudah banyak pula, perbuatan nadin yg membuat alina semakin dibenci oleh veno. Masih veno yg membenci alina, bukan mereka. Semoga saja tidak, dan dalam 3 bulan ini.
Banyak kejadian yg tidak terduga, seperti Mike yg sudah resmi menjadi pacar nada. Verrel yg sudah menembak Diandra, dan sekarang vero memiliki rencana untuk meresmikan hubungannya dengan nadila.
Sedangkan rava dan reva? Kadang mereka sangat dekat, dan kadang' pula cekcok. Elina? Entahlah, hatinya masih belum sembuh. Luka yg veno torehkan, cukup besar. Jika dia mengingat, kejadian waktu itu air matanya selalu menetes.
Alina dan fino? Mereka semakin dekat, banyak yg mengira mereka pacaran. Padahal tidak, kedekatannya membuat 3 gadis itu menahan emosi dan amarah. Siapa lagi? Klo bukan alika, kezia dan nadin. Ketiganya sama-sama terobsesi untuk memiliki fino, dan sesuai rencana mereka.
Didepan fino mereka bertiga, sangat cuek dan seolah-olah tidak peduli. Bisa dibilang, mereka berdua terjebak dalam friendzone, sama-sama sayang. Sama-sama takut kehilangan, namun mereka takut untuk mengungkapkan.
Dan lagi-lagi Nadin kembali berulah, pada saat acara vero ingin mengungkapkan perasaannya kepada nadila. Kenapa dia ada disitu? Jelas, karna ada veno.
Vero sempat melarangnya, namun Veno menyakinkan bahwa nadin tidak akan membuat masalah,
"Eh, udah siap semua kan?"tnya Vero
"Udah siap bang,"jawab alina
"Yaudh panggilin Nadila gih, bilang aja gua lgi berantem di lapangan basket!"kata Vero memerintah,
"Siap komandan, laksanakan!"ujar Alina
"Yang mau ikut gua siapa?"tnya Alina
"Gue, nada sama Elina ikut!"jawab Reva,
"Eh lin gue ikut ya,"timpal Nadin
"Nggak! Lo gk boleh ikut,"tolak Reva mentah-mentah
"Tapikan gua mau ikut,"kata Nadin ngeyel
"Lo budeg apa gimana sih? Gue kan udah bilang, lo gak boleh i.k.u.t! Jelas?"sahut Reva dengan menekankan kata ikut,
"Udah sih, biarin Nadin ikut!"sambung veno
"Gak! Gue gk setuju,"kata nada
"Yang mau ikut nadin? Kenapa lo pada yg repot sih? Orang alina juga gapapa, jadi orang kok ribet!"cibir Veno
"Ribet matamu, knpa klo gue ribet? Masalah? Gue tau dia ikut, cuma mau nyari masalah! Lagian ngapain ngajak ulet bulu sih, najis!"tukas reva pedas
__ADS_1
"Anjayy, skak mat!"timpal verrel
"Pedes amat gila,"sambung mike
"Doi lu va haha, omongannya kek cabe 1000 kg!"sahut fino
"Udah biarin dia ikut,"putus alina
"Yah, kok gitu sih! Gue gk setuju!"ujar nada tak terima,
"Udah ikutin aja, apa yg Alina omongin!"kata Elina
"Lo boleh ikut, tapi awas aja macem-macem!"ucap Reva mengingatkan,
"Oke,"kata Nadin tersenyum kecil
Akhirnya mereka berlima, menuju ke tempat Nadila. Untuk menjemput nadila, dan membawanya ke lapangan basket.
***
Saat sampai dikelas nadila,
"Eh nadilanya ada?"tnya Alina
"Ada kok, bentar gua panggilin!"jawab siswi itu
"Apa sih re? Berisik amat, gue gk budeg ya!"kata Nadila
"Hehe maaf, yaudh gua kesana dulu!"kata siswi itu yg bernama rere,
"Ok thanks ya,"ujar alina
"Iya,"
"Kenapa lin? Lah kok? Ada nadin?"tnya Nadila bingung,
"Bang Vero berantem sama Juan dil,"jawab Alina panik, btw Juan itu mantannya Nadila
"Hah?! Lo serius? Dimana berantemnya?"kata nadila khawatir,
"Lapangan basket,"timpal nada
"Oke gue kesana duluan!"ujar Nadila sambil lari tergesa-gesa,
"Elina sama nada, ikutin Nadila!"kata Deva
"Oke,"
__ADS_1
Kini tinggal mereka bertiga, yaitu, Nadin, Reva dan Alina. Reva sangat tahu akal busuk dari Nadin, ia ikut hanya ingin membuat Alina celaka. Dan dugaannya benar, saat ditangga menuju arah lapangan basket. Nadin berusaha mendorong tubuh alina, agar ia terjatuh. Namun ia gagal, karena Alina dapat menghindar. Saat itu juga, Nadin pun lepas kendali karena lantai disitu sangat licin. Dia terjatuh dari tangga, tubuhnya menggelinding dari tangga dan kebawah. Kepalanya terbentur, oleh lantai. Dan tak sengaja pula, veno melihat kejadian ini. Dikarenakan ia sehabis dari kamar mandi,
"NADIN,"teriak Veno
"Abang,"kaget alina
"Lo tuh apa-apaan sih dek? Lo mau buat celaka anak orang? Lo mau buat dia mati? Lo dendam? Gue gak nyangka ya, lo selicik ini! Gue tau lo dendam sama dia, tapi jangan gini dek! Cara lo salah, setega itu ya Lo sama nadin?"bentak veno, semua yg ada di lapangan basket. Perhatiannya dialihkan karena suara Veno yg keras, dan itu juga vero gagal untuk menyatakan perasaannya kepada nadila. Ia pun mendatangi tempat Veno,
"Bukan Alina bang! Alina gk ngelakuin itu,"kata Alina
"Eh *****, klo gatau apa-apa tuh diem! Orang dia yg mau ngedorong, alina! ****** tuh kena karma, tanggung banget ya pinter tapi otaknya gk dipake,"ujar Reva emosi
"Lo diem *******, belain aja terus anak pungut!"kata Veno lepas kontrol, tiba-tiba satu Bogeman mendarat di rahang veno
"Diem lu anjing, gausah ngomongin anak pungut! Ngapain bawa-bawa itu, belain aja ****** itu! Gak guna lu jdi abang, persetan lu Abang gue! Gue gk peduli,"ujar Vero sangat emosi
"Emang bener kan?!"kata Veno menantang,
Bugh
"Sekali lagi, lu ngomong gitu! Lu abis sama gue! Pergi lu, gue muak liat muka lu! Nyesel gue, ogah gue punya abang, yang ga punya tata krama. lu tuh lebih dari sampah masyarakat!"sambung Vero
"Udah ver udah, tahan emosi! Ini sekolah,"kata verrel melerai
"Gak nyangka ya gua haha, temen gua sifatnya kek gini! Sejak kapan lo berubah gini? Sejak kenal dia kan?"sahut fino
"Bisa stop gak debatnya?!"cibir nada,
"Drama mulu hidupnya heran,"sahut Elina
"Dia jatoh dari tangga, lo bilang drama? Mikir anjing, dan itu semua gara-gara dia!"ujar Veno lalu menunjuk Alina, sudah hancur sudah perasaan Alina. Dimana ia dibilang anak pungut, semua kesalahan tertumpu pada dirinya.
"Gue udh mikir kok, emang dasarnya aja drama! Najis, lo tuh klo gatau masalahnya diem ya! Gue lebih kenal dia dulu, bukan lo! Jadi cowok mau banget, jadi budaknya!"kata Elina tak terkontrol, dan
Plak
"Jaga kata-kata lo!"ujar Veno dingin,
"Tampar aja gue ven! Pukul aja gue, bunuh aja gue! Kapan sih hah?! Lo berubah, semenjak kenal Nadin lo jadi gini! Gue benci sama lo, karna lo udah buat kakak kesayangan gue menderita, gue jamin lo bakalan nyesel ngelakuin ini semua! Karma is real,"tukas elina, setelah itu Elina pergi meninggalkan keributan tersebut. Lalu nada mengejar Elina,
"Stop udah stop!"pekik alina, semuanya terdiam
"Bang? Oke Alina ngalah, Alina Dimata bang Veno selalu salah! Alina yg selalu Dipojokin, alina yg selalu disalahin! Kemana bang veno yg dulu? Kemana bang Veno yg selalu ngelindungin Alina? Maaf bang, klo kehadiran Alina buat bang Veno risih! Alina janji kok, klo tugas alina udah selesai alina bakalan pergi! Jangan kangen ya bang hehe,"sambung Alina lalu tersenyum. Lalu ia melanjutkan perkataannya, "oh iya bang, bawa Nadin ke rumah sakit gih! Kasihan, takutnya dia kenapa-kenapa!"
"Tanpa lo ngomong, gua bakalan bawa dia ke rumah sakit!"
••••My Girlfriend Is A Queen Psychopath••••
__ADS_1