
Happy reading👌
-------------------------------------------
Alika memasuki rumah itu, rumahnya cukup sederhana. Memang tidak terlalu besar, seperti kediaman keluarga Pramana. Kesan pertama, saat memasuki rumah ini adalah nyaman.
Ibu itu pun membuatkan teh manis hangat untuk Alika,
"Ini nak, diminum!"ujar ibu itu
"Iya, makasih bu! Nama ibu siapa?"kata Alika
"Nama ibu? Rena nak,"jawab Rena
"Ibu tinggal sendiri?"tanya Alika,
Rena pun mengangguk, terlalu sakit untuk mengingat yang dulu.
"Suami ibu, anak ibu, kemana?"tanyanya lagi
"Suami ibu, bawa anak ibu nak! Sampai sekarang ibu gatau mereka ada dimana,"kata Rena
"Emm, ada foto suami ibu? Siapa tau aku bisa bantu cari,"ujar alika
"Ada, sebentar! Ibu cari dulu,"kata Rena
Saat Rena sibuk mencari, foto suamiku. Alika sedang menelusuri setiap inci rumah ini, bukannya lancang! Namun entah kenapa, Alika merasa dirinya pernah kesini.
Dan hap, dia melihat bingkai foto. Yang disitu ada ayahnya, Alika sempat bingung. Apa-apaan ini? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa foto ayahnya bisa terpampang di rumah ibu Rena? Apa yang terjadi semuanya?
Alika pun mengambil bingkai foto itu, sebelum memegang bingkai foto itu. Suara Rena mengagetkan Alika,
"Nak,"panggil rena seraya memegang bahu Alika
"Eh?"kaget Alika
"Kamu ngapain disitu?"tanya Rena
"Eh enggak Bu, hehe"jawab Alika gelagapan
"Ini nak, foto suami ibu!"ujar Rena seraya menunjukkan sebuah foto,
Suatu fakta mengejutkan dirinya, bahwa ayahnya adalah suami ibu Rena. Tanpa berfikir panjang, Alika memeluk Rena erat.
"Ibu, maafin Alika hiks!"kata Alika menangis
"Ibu? Aletta? Kamu aletta nak, kamu anak ibu? Maafin ibu aletta, maafin ibu! Karna ibu, kamu jadi begini!"ujar Rena histeris,
"Aletta? Nama aku Alika bu, kata papah Ferdy! Nama aku Alika bukan aletta,"sahut Alika
"Nama kamu yang sebenarnya adalah aletta nak, bukan Alika! Maafin ibu, papah kamu memang jahat! Dia menukar kamu, dia yang buat kita terpisah! Maafin ibu,"ucap Rena
"Gak usah minta maaf Bu, ini bukan salah ibu! Ini salah ayah,"kata Alika lembut
"Kamu udah makan? Mending kamu ganti baju, baju kamu basah! Ibu gak mau kamu sakit, cukup ibu aja yang sakit dulu!"ujarnya,
"Tapi aku gak ada baju disini Bu,"kata Alika lagi
"Ntar kita beli,"
"Gak usah Bu, nanti aku ambil aja dirumah mamah irana!"
"Tapi--"
"Bu? Aku cuma mau pamitan kok sama mereka, kalo ibu mau ikut juga gak masalah! Sekalian aku mau minta maaf, karna aku punya banyak salah sama mereka!"
Rena pun hanya bisa mengangguk pasrah, jika itu sudah menjadi keputusan putrinya.
"Oke, ibu ikut aja sama kamu!"sahutnya
"Yeayyy, makasih bu!"kata alika senang
Lalu dia memeluk Rena, Rena pun membalas pelukan dari putrinya.
Jadi gue salah, jahatin orang? Maaf Alina, gue minta maaf! Mungkin untuk saat ini, gue gak bisa ketemu sama lo! Tapi suatu saat ini gue bakalan ketemu sama lo, gue akan minta maaf secara langsung! Entah nanti lo terima maaf gue atau enggak, gue gak tau.
Hati manusia sering di bolak-balikan, mungkin kali ini Alika benar' menyesal. Ia bersyukur, bisa bertemu dengan ibu kandungnya. Dirinya akan lebih bersyukur, jika diberi kesempatan untuk bertemu dengan Alina.
Ada kalanya semua orang menyesal akan sebuah tindakannya, dan satu jangan pernah menghujat keburukan seseorang! Dan kalian pastikan terlebih dahulu, diri kalian sudah benar. Lalu bisa mengkritisi sisi buruk orang lain, hati manusia ber ubah-ubah! Ingat itu,
***
Untuk hari ini, Alina mempersiapkan keperluan yang akan dibawa untuk ke Belanda. Sebab disana ada sebuah problem besar, yang mewajibkan Alina harus berangkat kesana.
Untuk kali ini, bukan angel lagi! Melainkan Alina sendiri, dia tak mau jika tubuhnya sering dikendalikan oleh angel akan berdampak lebih.
Cukup Ferdy yang habis ditangan angel, dengan cara yang lebih tragis dibanding dirinya.
__ADS_1
Alina juga akan berpamitan kepada keluarga Winata, dia cukup tau diri. Jika dulu pernah tinggal disitu, walaupun dia tak tahu! Akan diterima baik atau tidak, dia akan kesana.
Bisa dibilang, ini sebuah perpisahan! Alina berangkat tidak menggunakan jet pribadi, melainkan pesawat biasa. Namun yang mempunyai kelengkapan seperti, jet pribadi.
"Dek kamu yakin?"tanya Marvin,
"Iya bang, aku yakin! Urusan aku nanti di usir atau enggak, itu belakangan! Yang penting aku mau pamitan sama mereka, aku juga pamitan sama Abang! Abang disini baik' ya, jaga kesehatan! Jangan sampe sakit, aku gamau liat Abang sakit! Cukup aku aja hehe, jaga pola makan ya bang! Aku sayang Abang, kalo aku pergi jaga Markas ini ya bang! Jaga Markas ini, kayak Abang jaga aku!"jawab Alina, tanpa sadari air matanya perlahan menetes.
Alina memeluk Marvin, Marvin pun membalas pelukan adik kecilnya. Ada yang tidak beres dengan perkataan Alina, ada apa ini?
"Kamu ngomong apa sih dek? Abang janji, Abang gak akan telat makan! Abang bakalan jaga kesehatan demi kamu, seharusnya Abang yang bilang gitu! Kamu jangan telat makan, kerja jangan terlalu di forsir. Kalo ada apa-apa hubungin Abang ya, kamu yakin gamau pake jet pribadi?"sahut marvin
"Iya bang, aku lagi males aja! Pake jet pribadi, sekali-kali pake pesawat!"sambung Alina,
"Oke deh, kalo itu mau kamu! Temen-temen kamu tau dek?"ujar Marvin
"Tau kok, aku berangkat jam 7 malem! Jadi masih ada banyak waktu buat mereka, setelah dari mansion dad aku mau ke Fino dulu! Abis itu ngehabisin waktu bareng temen-temen aku,"kata alina
Dan mungkin aja, ini pertemuan terakhir aku sama kalian
"Kamu ke mansion mereka, naik apa?"tanya Marvin
"Mungkin aja taksi,"jawab Alina
"Mau abang anter?"tawarnya
"Enggak usah bang, aku mau sendiri!"tolak Alina
"Oke deh, kalo itu mau kamu!"putus Marvin
Bagaimana pun, dirinya tak bisa memaksakan kehendak Alina.
Alina pun keluar dari kamar miliknya yang ada di markas, dia keluar menggunakan topeng. Banyak anggota yang menyapanya, lalu hanya dibalas senyuman oleh Alina.
"Bang leo,"panggil Alina
"Ada apa Queen?"tanya leo
"Jaga Markas ya bang, gue pergi sebentar doang kok! Gue percayain ini, sama kalian berdua!"jawab Alina seraya menunjuk Marvin,
"Kumpulin anggota yang lain bang, di aula!"perintah Alina
"Oke, tunggu bentar!"
Leo pun mengumpulkan semua anggota BDS, di aula markas. Yang ukurannya sangat besar, yaitu 2 kali lipat lapangan sepak bola, melihat betapa banyaknya anggota gangster ini.
"Halo,"sapa Alina
"Hay Queen,"kata mereka serempak,
"Ada hal yang mau saya Sampaikan! Jadi untuk beberapa bulan terakhir, saya akan pergi ke luar dikarenakan ada sebuah urusan yang sangat penting! Untuk itu kalian harus bisa mengerti posisi saya, saya minta saat saya pergi! Kalian harus jaga ketat markas, jangan sampai ada yang menyelinap masuk! Saya harap, kalian bisa giat berlatih, karena sewaktu-waktu musuh akan menyerang tanpa kalian ketahui! Saat saya pergi, markas akan di urus oleh leo dan Marvin! Saya minta kalian hargai mereka, sebagai pemimpin disaat saya pergi nanti!"jelas Alina
Ada yang mengganjal dengan perkataan Alina,
"Baik queen,"ucap mereka serempak
"Oke terimakasih, saya pamit dulu!"kata Alina lalu pergi dari markas,
"Ada yang aneh gak sih sama ucapan Alina?"timpal leo
"Iya, gue juga mikirnya gitu! Tapi positif thinking aja,"sambung Marvin
"Hmm,"
"Ayo semua, tingkatkan latihan kalian! Tingkatkan keamanan markas ini,"ucap Marvin kepada semua anggota BDS,
Mereka pun mengikuti, semua instruksi dari Marvin.
***
Alina pun sampai di mansion keluarga winata, sebelumnya dia belum bisa datang kesini. Namun bagaimana lagi? Satpam disitu pun tahu, jika Alina datang
Tanpa Alina menyuruh satpam itu membukakan pintu untuk Alina, lalu menyapanya.
"Halo non alin,"sapa Satpam itu
Alina pun tersenyum, tanpa membalas sapaan satpam itu.
Alina membuka pintu depan, pintunya tak di kunci. Saat Alina mencari mereka di ruang tamu tidak ada, rupanya mereka berada di ruang keluarga.
Pandangannya untuk kali ini, membuat hatinya sakit. Seharusnya dia yang ada disitu, bukan orang lain. Seharusnya dia yang berada di kehangatan keluarga itu, bukan Nadin! Hatinya semakin tersayat, ketika Ferisha memanggil Nadin. Dengan panggilan Princess, itu panggilan miliknya bukan Nadin.
Tanpa sadar air matanya menetes, dia segera menghapusnya! Kemudian Alina mendekati mereka,
"Assalamualaikum,"kata Alina
"Wa'alaikumsalam,"jawab mereka
__ADS_1
Ryan yang melihat kedatangan Alina pun langsung memeluknya,
"Adek, kamu kemana aja? Abang kangen sama kamu!"kata Ryan
"Aku gak kemana-mana bang,"ujar Alina
"Apa sih ganggu aja!"celetuk Nadin, dan membuat Ryan naik pitam.
"Diem lo sampah!"sentak Ryan
"Ryan?!"tegur Ferisha,
"Udah bang, biarin aja! Alin gapapa kok, lagian Alina kesini mau pamit!"ujar Alina
"Kamu mau kemana? Jangan pergi ya, sini aja sama Abang!"kata Ryan memohon,
"Pergi tinggal pergi aja susah amat,"cibir Nadin
"Nadin? Gak boleh gitu!"tegur Wisnu dingin,
Membuat Nadin diam seribu bahasa,
"Sini nak,"kata Wisnu
"Iya dad,"
"Kamu mau kemana?"tanya Wisnu,
"Aku mau pergi dad, ada urusan! Balik atau enggaknya aku gatau hehe,"jawab Alina
"Mau pergi ke mana Lin?"sahut Vero
"Suatu tempat, yang jauh dari kalian!"kata alina
Perkataan Alina bagai tombak, yang mengenai hati Vero.
Ferisha masih tidak menganggap kehadiran Alina, dia masih sibuk dengan Nadin. Nadin tiduran dipahami Ferisha, sama seperti Alina dulu!
"Mom,"panggil alina
"Apa?"ketus Ferisha
"Princess pergi dulu ya, jaga kesehatan ya mom! Jangan sampai sakit, oh iya! Mommy kan, sering lupa makan! Jangan lupa makan ya mom, maafin aku kalo ada salah! Setelah ini, aku gak bakalan muncul lagi dihadapan kalian kok,"jelas Alina
"Bagus deh kalo gak muncul, saya udah muak liat muka kamu!"sentak ferisha
Perkataan Ferisha membuat hatinya sakit dan lebih sakit, ia berusaha untuk menahan air matanya. Namun tak bisa, seketika air matanya tumpah seperti hujan.
"Mommy?!"gertak Wisnu
"Apa sih dad?"bentak Ferisha
"Kamu jangan keterlaluan, dia juga anak kita Mom!"kata Wisnu
"Iya, dulu! Bukan sekarang, udah lah aku udah males! Aku mau ke kamar, lagi males debat sama kamu! gara-gara dia,"sentak ferisha lalu jari nya menunjuk ke arah Alina,
Ferisha pun naik ke atas, diikuti oleh Nadin!
"Kalo dateng kesini, cuma buat rusuh! Mending lo pergi,"kata Nadin
Alina diam, dia berusaha menahan emosinya.
"Kamu naik apa sayang?"tanya Wisnu
"Pesawat,"jawab Alina
"Gak naik jet? Punya dad?"katanya lagi
"Enggak dad, oh iya. Sampein salam ke Oma sama Opa ya dad! Sampein kalo aku kangen banget sama mereka,"ujar alina
"Iya sayang pasti,"
"Bang gue pamit ya, maafin gue kalo ada salah sama kalian!"ujar alina
Mereka berdua mengganggu, Alina mendekati Veno. Lalu memeluk nya,
"Maafin gue bang, kalo ada salah! Gue tau lo benci gue, tapi kali ini plis benci gue! Ini terakhir kali gue meluk lo bang, gue sayang sama lo!"sahutnya lalu menangis, baju Veno basah karena air mata alina.
Dia masih diam, tak ada niatan membalas pelukan alina. Alina pun melepas pelukannya,
"Bang Ryan, maafin aku ya! Kalo ada salah, buat bang Vero maafin aku ya! Dulu sering banget iseng hehe, yaudh aku berangkat dulu!"pamit Alina
Alina pun keluar, dari mansion keluarga winata. Dan menuju ke tempat Fino,
Sebelum ia keluar, Ryan sempat menanyakan Alina menggunakan pesawat apa. Alina bilang dia menggunakan pesawat, Lion air 917.
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
__ADS_1