Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 26 'Masa lalu'


__ADS_3

HAPPY READING🐣


Ā  Ā Ā  TYPO BERTEBARAN!!!!


•••


Suatu hari, keluarga kecil ini mengadakan party dirumahnya. Untuk merayakan keberhasilan menangnya sebuah tander yg ia menangkan. Pada awalnya baik' saja, hingga suatu kejadian menimpa pada seorang anggota keluarga tersebut.


"Mah, bng malvin dimana?"tnya seorang anak kecil yg cantik dan manis,


"Bng marvin, lagi ada ada disekolah sayang. Bang Marvin ada acara diskolahnya!"jawab wanita itu, sambil mengelus rambut putrinya.


"Oh gitu, telus Alika mnaa?"tnya gadis itu cerewet,


"Alika lagi main sama bang mike,"jawab wanita itu seraya tersenyum,


"Lah kok? Chlistin gk diajak sih?!"kata gadis itu cemberut, tiba-tiba


"Christin mau ikut? Ayok kita main bareng!"ujar laki-laki itu yg tak lain adalah mike,


"Iya ayo!"kata Christin a.k.a Alina semangat,


"Kita main apa bang?"tnya gadis disamping Alina, yaitu Alika


"Mmm, petak umpet aja gimana?"jawab Mike,


"Iya aku setuju,"kata mereka serempak


"Abang hitung yaa,"ujar mike, Alika sudah mengumpat dibalik pohon, saat Alina berusaha untuk disitu malah ia disuruh mencari tempat lain, akhirnya Alina memutuskan untuk mengumpat di ruang kerja milik papahnya.


"Ngumpet dimana ya? Ah sini aja deh,"kata Alina bergumam, dan mengumpat dibalik meja kerja.


Saat Alina sedang mengumpat dibalik meja kerja papahnya, tiba-tiba suara pintu meja kerja terbuka dan itu membuat jantung Alina berdetak kencang, sebab ia takut jika abangnya telah menemukannya.


Saat ia hendak mengintip, ia terkejut bagaimana tidak? Seseorang itu adalah teman papahnya, ia lagi mencari sesuatu. Sampai-sampai meja kerja papahnya diberantaki dan semua berkas berantakan.


Tubuh Alina mendadak kaku, ia takut jika ia bakalan ketahuan. Ia duduk sambil memegangi kedua lututnya, hingga akhirnya suara papahnya muncul di balik pintu dan mengagetkan pria tersebut,


"Kau cari apa fer?"tnya papah Alina a.k.a Billy,


"Ah tidak, aku tidak mencari apa-apa"jawab Ferdy mengelak,


"Jangan mengelak! Saya sudah tau, maksud kamu,"gertak Billy,


"Rupanya anda sudah tau? Baik, silahkan tunjukan dimana berkas itu!"kata Ferdy tersenyum smirk,


"Tidak akan pernah! Salah saya hah?!"sentak Billy,dengan nafas memburu


"Salah anda? Pertama anda sudah merebut irana dari saya, asal anda tau! Saya menyukai irana dari dulu, saya yg berjuang dari dulu, tapi anda? Berhak merebutnya dari saya!"jelas Ferdy,

__ADS_1


"Saya tidak pernah merebut irana, sadar lah kawan! Irana tak pernah menyukaimu, ingat cinta tak bisa dipaksakan!"kata Billy,


"Diam, anda tak tau apa-apa!"tukas Ferdy sengit, Alina ia diam menangis, ia tak berani mengeluarkan suara sedikitpun,


"Sudah lah, lupakan masalah itu! Bukannya anda sudah punya istri? Tapi kenapa? Anda menyukai Istri saya?"tnya Billy,


"Saya memang menyukai Istri saya! Tapi, saya lebih mencintai irana! Dia sebentar lagi akan menjadi milikku!"jawab Ferdy, jawaban Ferdy membuat Billy naik pitam.


"Jangan mimpi! Dan jangan harap,"kata Billy emosi,


"Serahkan berkas itu, dan kembalikan irana kepadaku!"perintah Ferdy,


"Tidak akan ferdy! Karena keduanya sangat berharga,"sentak Billy, karena ferdyy sudah emosi ia mengeluarkan pistolnya.


Dan menembak tepat di jantung Billy, seketika tubuh Billy ambruk dan Alina yg mendengar suara tembakan itu keluar dari persembunyiannya, lalu menghampiri Billy yg sudah tergeletak,


"Papah, bangun pah!"teriak Alina menangis,


"Ja-ng-an na-ngis sa-ya-ng, pa-pah per-gi! Ba-las-kan den-dam pa-pah!"ujar Billy terbata-bata dan Billy mengembuskan nafas terakhirnya, dengan luka tembakan di dadanya.


Ferdy yg melihat tergeletak pun tersenyum miring, Alina tak sengaja memegang pistol yg Ferdy gunakan untuk menembak Billy.


"Tolong, ada yg tertembak!"teriak Ferdy, seketika orang yg ada diluar yg mendengar suara teriakan Ferdy, langsung menghampiri Ferdy.


"Siapa yg tertembak?"kata irana yg tak paham, ia tak sengaja melihat suaminya tergeletak bersimbah darah.


"Siapa yg melakukan ini hiks?"tnya irana menangis,


"Dia boong mah, Chlistin gak ngelakuin itu! Tadi dia yg nembak papah mah,"ujar alina


"Dasar anak gak tau diri, dikira saya percaya sama kamu? Itu pistolnya ada di kamu, masih mau ngelak?!"kata irana emosi,


"Tap---,"ujar Alina terpotong, lalu sebuah pukulan mendarat di kaki Alina.


Tak


Tak


Tak


3 pukulan sapu mendarat dipunggung Alina, Alina menangis.


"Hiks, mah! Chlistin gk ngelakuin itu hiks, sakit mah hiks!"kata Alina menangis,


"Cuma gara² gk dibeliin mainan? Kamu kaya gini? Dasar anak gak tau diuntung! Bisanya cuma nyusahin,"sentak irana, disitu ada Mike dan Alika. Sebenarnya Mike tak tega, namun emosi kini sudah menutupi semua rasa kasihannya.


"Abang gak nyangka dek, kamu gini! Abang kira kamu anak penurut, tapi ternyata abng salah! Masih mending Alika daripada kamu!"tukas Mike dengan raut wajah kecewa,


"Aku gk nyangka Lin, kamu gini! Kamu udah bunuh papah, cuma gara² hal sepele!"timpal Alika,

__ADS_1


"Kamu ngehancurin keluarga kita,"sambung Mike,


"Saya masih gk nyangka, sama anak yg satu ini! Dengan tega membunuh ayahnya sendiri hanya karena Masalah sepele!"kata Ferdy mengompori,


Dibilang sakit? Iya, sudah pasti. Alina lelah, ia lelah dengan semua kata² kotor yg mereka keluarkan! Ia bukan pembunuh, disini ia hanyalah korban fitnahan seseorang laki² brengsek.


"STOP! ALINA BUKAN PEMBUNUH! AKU BUKAN PEMBUNUH, AKU DISINI HANYA KORBAN. YANG MEMBUNUH PAPAH, ITU PAMAN ITU!"teriak Alina frustasi,dan


Plak


Plak


Plak


3 tamparan mendarat dipipi Alina,


"Sudah salah! Menyalahkan orang lain, mau kamu apa sih hah?! Apa pernah mamah ngajarin kamu, seperti ini? Apa pernah?"ucap irana terisak,


"Bukan alin mah, bukan alin!"kata Alina sesenggukan,


"Dasar anak gak tau diuntung! PEMBAWA SIAL, dan satu lagi PEMBUNUH!"Kata Ferdy ikut²an,


"AKU NGGAK NGEBUNUH ORANG, MAH AKU BUKAN PEMBUNUH,"ujar Alina lalu, ia menghampiri kaki irana dan memeluk kaki irana,


"Percaya sama aku mah, aku gk bunuh orang!"kata Alina,lalu tangan alina ditepis dan membuat Alina terhuyung ke belakang.


"SAYA GAK PERCAYA SAMA KAMU! PERGI, JANGAN PERNAH MENAMPAKKAN WAJAH KAMU DIDEPAN SAYA, KARENA SAYA TIDAK SUDI, PUNYA ANAK SEORANG PEMBUNUH!"Bentak irana ke Alina,


Alina yg mendengar suara bentakan itu, langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah mayat papahnya.


"PAH, ALINA NGGAK PERNAH BUNUH PAPAH! TENANG PAH, ALINA BAKALAN BALAS DENDAM KEMATIAN PAPAH! ALINA JANJI ITU,


DAN UNTUK ANDA TUAN FERDY TERIMAKASIH ATAS SEMUA FITNAHAN YG ANDA TUJUKAN KEPADA SAYA, INGAT! SAYA AKAN DATANG SAAT SAYA SUKSES, SAYA AKAN BALASKAN DENDAM KEMATIAN PAPAH SAYA TERHADAP ANDA!"Teriak Alina dingin,


Ctar


Satu cambukan mendarat di bahu Alina, ia hanya meringis kesakitan.


"Itu buat anda yg telah memfitnah saya!"kata Ferdy,


"UNTUK MAMAH IRANA EH TANTE IRANA SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH, KARENA ANDA TELAT MERAWAT SAYA SAAT BAYI HINGGA SEKARANG, OH IYA PESAN SAYA, JANGAN PERNAH PERCAYA DENGAN UCAPAN ORANG LAIN, SAYA PAMIT, DAN UNTUK CHRISTINA DIA SUDAH MATI! DAN SAYA TIDAK AKAN PERNAH MEMAKAI NAMA BELAKANG MARGA KELUARGA INI, DAN SELAMAT DATANG ALINA CHRISTINA! SELAMAT TINGGAL ALINA CHRISTINA PRAMANA, BUAT BANG MIKE JAGA ALIKA BANG! TUNGGU SAYA DIMASA YG AKAN DATANG"ujar Alina dingin, lalu ia meninggalkan tempat ini.


Dan ia juga tak lupa mencium pipi papahnya yg sudah tak bernyawa, irana sebenernya sedih melihat putrinya yg brubah šŸ’Æ


Dulu sikap putrinya sangat ramah, murah senyum dan sering tertawa.


Ia tersenyum getir melihat putrinya, dan


Brak

__ADS_1


Pintu ditutup secara keras oleh Alina.


"Maafin alin pah, alin terpaksa ngga make nama marga keluarga ini"


__ADS_2