Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 46 'Sebuah kode?'


__ADS_3

Happy reading🎉


     Typo bertebaran!


••••


Esok harinya, mereka pun tetap sama mencari keberadaan Alina. Ferisha sudah melaporkan kejadian ini, kepada pihak berwajib. Dan akan segera diproses, mereka juga ikut membantu mencari Alina. Tapi hasilnya masih tetap, yaitu nihil.


Mereka sudah mencari diberbagai tempat, namun tetap saja mereka tidak menemukan keberadaan Alina.


Veno? Dia tidak ikut mencari, dia malah sibuk jalan dengan Nadin.


"Huftt, capek mom!"kata Vero


"Iya tante, kita udah nyari diberbagai tempat tapi tetep aja hasilnya nihil!"sambung rava


"Dad? Gimana?"kata Ferisha menatap Wisnu,


"Dad gatau, dari pihak kepolisian pun sama! Mereka belum menemukan keberadaan alina,"ujar Wisnu


"Kalo dia kenapa-kenapa gimna dad? Kayak pas itu, Alina koma!"kata Ferisha gelisah


"Shut, jangan ngomong gitu!"ujar Wisnu lembut lalu mendekati Ferisha dan mengecup keningnya,


"Ah om, mata verrel gak suci!"gerutu verrel


"Verrel mau? Emang verrel punya pacar?!"ledek Wisnu


"Punya lah,"katanya


"Udah-udah, ngapain bahas yang gak penting sih?!"ucap Mike


"Gini aja om, tante, mending kita pulang aja dulu! Reva,nada,Elina juga lagi ikut nyari kan? Pihak kepolisian juga ikut nyari, siapa tau aja mereka dapet kabar tentang keberadaan Alina! Pencarian kita lanjut ntar sore,"sahut fino


"Bener juga kata kamu Fin, Tante juga udah capek!"kata Ferisha


"Berati kita pulang?"tnya Vero


"Iya, lanjut nanti sore!"jawab Ferisha


"Mom? Veno kok gak ikut nyari Alina?"ujar Wisnu heran,


"Gatau, sibuk kali!"kata Ferisha acuh,


"Udah dad, jangan tnya itu dulu!"sambung Vero tak suka,


"Iya deh maap,"


Lalu mereka pun, bergegas untuk pulang. Dan melanjutkan pencarian nanti sore,


***


Dilain tempat,


Saat keluarganya sedang sibuk mencari keberadaan adik bungsunya, dia malahan menemani pacarnya untuk jalan, shopping, nonton, dan makan disebuah cafe. Iya orang itu adalah Veno, dia yg dulu sangat peduli dengan alina, dia yg dulu sangat khawatir dengan Alina, dia yg dulu sangat mencemaskan keadaan Alina, dia yg dulu sangat perhatian dengan Alina. Sekarang tergantikan, semuanya dia tidak peduli. Mau Alina ketemu atau tidak, dia sangat tidak peduli. Sikapnya sangat acuh, dia hanya mementingkan kesenangan pacarnya. Yaitu Nadin,

__ADS_1


"Abis ini kita kemana lagi by?"tnya Veno


"Emm, aku mau beli baju, sepatu, sama make up!"jawab Nadin


"Banyak amat by, make up kamu masih ada kan?"ujar Veno


"Kamu gak suka? Aku cantik, juga buat kamu! Bukan buat orang lain,"kata Nadin kesal


"Iya maaf, yaudh kita kesana sekarang!"ajak Veno


"Yeay, kamu baik deh!"ujar nadin lalu mengecup pipi Veno,


Veno hanya tersenyum kecil, ia mengikuti kemana pun arah langkah Nadin, saat semuanya sudah terbeli. Nadin pun meminta untuk makan sebentar, di cafe.


"Aku laper,"katanya


"Mau makan apa hm?"ujar Veno


"Terserah aja deh, aku ngikut!"kata Nadin


"Kita ke cafe Deket sini aja ya,"ujar Veno lembut


"Iya,"


Mereka pun bergegas menuju ke cafe, yg ada di mall ini. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, mereka tertawa bahagia. Seperti tidak ada beban sama sekali, padahal disatu sisi ada orang yg membutuhkan bantuan Veno.


***


Alina terkulai lemas, saat mereka melepaskan ikatannya. Untung saja mereka tidak berbuat macam-macam, mereka tidak memberi Alina makan. Ia membiarkan Alina kelaparan, jika boleh jujur alina sangat lapar.


Ke-empat wanita ular itu datang, mereka datang untung seperti biasa. Mereka kembali menyiksa Alina,


"Say hi, babe!"sapa alika


"Lepasin gue,"kata Alina


"Tidak semudah itu sayang,"ujar Kezia lalu memegang dagu Alina, kebetulan kuku Kezia panjang. Lalu dia menekan kukunya ke arah dagu Alina, Alina meringis kesakitan.


"Gimana babe? Sakit ya?"ledek Sisil


"Diem lo!"gertak Alina


"Masih mau gertak?!"tukas Kezia, kemudian ia menekan kembali kukunya. Hingga terdapat luka kecil di dagu Alina, dan mengeluarkan sedikit darah.


"Yah berdarah, mau nambah lagi?!"ejek caca


"Lepasin gue,"kata Alina lirih


"Ga akan!"sentak Alika


"Ikat dia lagi,"perintah Kezia


Mereka mulai mengikat tubuh alina dengan tali, Alina sudah beberapa kali meringis kesakitan. Tapi mereka tidak menghiraukannya,


"Ambilkan saya air dingin,"ujar Alika

__ADS_1


"Baik bos,"


Mereka pun mengambil air itu, tanpa rasa kasihan. Alika menyiramnya ke tubuh alina, dingin? Jelas dingin,


"Le-pa-sin g-gue,"kata Alina lagi


"Ngomong yg jelas dong,"ujar Kezia


Alika kembali mengambil gunting, ia mulai memotong rambut Alina. Rambut Alina dijambak, dan dipotong paksa oleh kezia. Alina hanya meringis kesakitan tanpa membalas perbuatan mereka,


Semua kegiatan yg mereka lakukan sudah terekam oleh sebuah benda,


•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••


Seperti biasanya, mereka bertiga sedang berada di markas, untuk mencari keberadaan Alina. Saat sedang mengotak-atik, tiba-tiba sebuah tombol berbunyi.


"Eh bunyi apaan tuh?"tnya Elina


"Gatau, Coba kita cari sumber bunyi itu!"jawab nada,


Mereka menelusuri setiap inci markas, dan pada saat mereka sampai di depan kamar khusus milik Alina. Ternyata bunyi itu berasal dari situ, mereka perlahan membuka kamar itu.


Dan munculah sebuah kode, ditembok ruangan milik Alina. Segeralah Mereka mencatat sebuah kode tersebut, dan meninggalkan ruangan Alina. Lalu menuju ke ruangan penelitian, saat mereka berusaha menyambungkan kode tersebut. Beberapa kali komputer mereka eror, padahal komputer ini sangat canggih


Tidak lah mudah untuk memecahkan sebuah kode itu, dan menyambungkan ke server komputer.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya berhasil,


"Akhirnya berhasil juga,"kata mereka serempak


"***** susah amat, udah beberapa kali dicoba! Tapi tetep aja gagal,"sahut nada


"Ho oh, padahal komputer milik Reva Didesain khusus, tapi kok bisa eror ya?"heran Elina


"Eh diem dulu,"kata Reva terjeda, "***** ini lokasi Alina,"sambung Reva. Mereka yg sedang makan cemilan pun tersedak,


Uhuk uhuk


"Serius lo?!"kata nada


"Ampe keselek gue,"sambungnya


"Iya anjing,"


"Bentar-bentar gue buka file dulu,"ujar Reva


Saat Reva membuka file, tidak ada gambar. Melainkan sebuah rekaman suara seseorang,


"Dengerin dulu woy,"teriak Reva


Lalu mereka pun menghampiri Reva, saat mendengarkan seksama.


"Bastard,"kata mereka serempak


Marah? Jelas mereka sangat marah, Reva pun mengambil ponselnya. Dan meng-share, lokasi Alina kepada Fino.

__ADS_1


***


__ADS_2