
Happy reading🎉  Â
TYPO BERTEBARAN!
•••
Kini Fino berada di roof top, dia memandangi langit. Dia selalu memikirkan Alina, apakah dia baik-baik saja? Dia menyesali perbuatannya kemarin, kenapa dia tidak membantu Alina? Tapi, Alina juga salah. Dia sudah mendorong Nadin, hingga jatuh ke bawah. Dia kecewa karena, dia tidak menyangka jika Alina akan berbuat seperti itu.
Dan untuk pertama kalinya, dia merindukan seseorang. Seseorang yang dia cintai, walaupun ada rasa kecewa. Fino masih mencintai Alina, dia merindukan semua tentang Alina.
Kini Fino sedang duduk di kursi yang ada di roof top, tanpa ia sadari sahabatnya datang.
"Woy,"teriak verrel
"Anjing,"umpat Fino
"Selow dong bos haha, kenapa lo? Mikirin Alina?"tebak verrel
Fino diam, tanpa membalas perkataan verrel
"Mikirin apa lo tong? Utang?"timpal Vero
"Eh btw, si Mike kemana ya?"ujar Rava
"Iya juga ya, kemana dia? Tumbenan gak berangkat,"sambung verrel
"Si Veno kemana dah?"tanya Rava
"Biasa lah, jadi babu dia!"jawab Vero
"Yee kampang, Abang lo itu!"sahut verrel
"Fin, ngapa diem Bae sih?"kata Vero
"Hmm,"jawabnya
"Yah kumat kan, dah lah! Males,"kata vero
__ADS_1
"Idih ngambekan lo setan,"ujar verrel
"Bodo amat,"katanya
"Kantin yuk, laper gue!"ajak Rava
"Bayarin ye, kalo bayarin gue mau!"ujar verrel
"Muka' gratisan!"cibir Rava
"Biarin, kalo gamau juga gapapa!"kesal verrel
"Yaudah deh iye, gue bayarin!"putus Rava
"Lo mau ikut kagak?"tnya verrel
Keduanya menggeleng kan kepalanya, yang artinya tidak. Mereka pun turun dari roof top, dan menuju ke kantin.
Suasana sempat diam, hingga akhirnya Vero pun mulai berbicara.
"Ya,"
"Gue tau lo kecewa sama dia, tapi ingat bro! Jangan terlarut dalam kekecewaan, jangan mudah dipengaruhi sama orang baru! Suatu saat, lo bakalan tau semuanya!"sambungnya lagi,
Fino mencoba mencerna semua perkataan vero, maksudnya apa? Percaya sama orang baru? Bakal tau semuanya? Serasa ingin pecah, memikirkan hal itu.
Vero yang tau Fino kebingungan pun tersenyum simpul,
"Gausah terlalu dipikirin, gue mau kebawah dulu ya! Oh iya, kalo lo kangen Alina! Coba hubungi dia, itupun kalau diangkat!"kata Vero dan menepuk pundak Fino. Dia pun turun kebawah menyusul kedua sahabatnya,
Fino masih diam, dirinya diliputi kebingungan. Entahlah dirinya tak tahu, yang penting untuk saat ini. Dirinya mencoba menikmati sebuah proses,
***
Sementara itu, Alika terus berlari tanpa arah. Dia sangat-sangat kecewa kepada mike, mengapa dia menampar nya? Kenapa dia selalu membela Alina? Mengapa dirinya yang selalu disaingi?
Mike pun tak lagi mengejarnya, mungkin mereka sudah tak peduli dengan nasibnya. Akhirnya Alika berhenti, disebuah taman. Dia berusaha menenangkan dirinya yang sedang banyak masalah.
__ADS_1
Sekarang hidupnya benar-benar hancur, papahnya--ferdy tidak tau ada dimana, irana pun sangat acuh. Bahkan Mike pun, sangat tidak peduli.
"Arghh, kenapa sih selalu gue? Kenapa? Kenapa gue gabisa bahagia? Kenapa kebahagiaan gue selalu sementara? KENAPA?!"teriak alika frustasi, dia mulai mengacak-acak rambutnya.
Rintik hujan mulai turun, hujan datang membasahi bumi. Saat itu juga Alika bisa menangis bebas, tanpa ada yang tahu jika dirinya sedang terluka. Ia juga tak mau menjadi seperti ini, yang membuatnya seperti sekarang adalah takdir.
Takdir memang tidak bisa dilawan, namun takdir bisa diubah. Kini hidupnya tak lagi seperti dulu, dia menginginkan keluarganya lengkap. Jika memang, Alika bukan anak kandung dari irana. Dimana mamahnya sekarang? Apakah dia sedang mencarinya? Atau tidak.
Hingga seseorang datang, dia membawakan payung. Dan mengajak Alika pergi,
"Ayo pergi nak, disini hujan! Nanti kamu sakit,"ujar orang itu
Alika mendongak, dia pun mengiyakan ajakan orang itu. Alika dibantu berdiri oleh orang itu,
"Kok kamu hujan-hujanan? Gak takut sakit?"tanyanya lagi,
"Enggak, percuma juga aku sakit! Udah gak ada yang peduli,"jawabnya tersenyum getir
"Memang keluarga kamu dimana?"ujarnya lagi,
Tak terasa air mata alika menetes, orang itu yang melihat Alika menangis pun langsung memeluknya. Dia tak peduli, jika bajunya basah.
Satu kata yang mendefinisikan keadaan Alika saat ini, yaitu hangat. Entah dia tak tahu, kenapa dia bisa nyaman sekali. Dia seperti merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus, dulu dia pernah di peluk oleh irana.
Namun rasanya tidak senyaman ini,
"Kamu mau ikut ibu nak? Kebetulan ibu, tinggal sendiri!"kata orang itu,
Alika mengangguk, orang itu pun tersenyum.
"Yaudah kita pulang ya ke rumah ibu, terus nanti kamu ganti baju! Ntar ibu sediakan teh hangat setelah sampai rumah,"sahutnya lagi
"Iya,"kata Alika menggigil kedinginan,
***
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
__ADS_1