
Happy reading✨
Typo bertebaran!!
••••
Setelah keluar dari kediaman keluarga winata, mereka pun pergi menuju ke markas. Ya, tujuan mereka kesitu. Leo tau jika angel berada di tubuh alina. Lain hal, dengan Marvin dia tidak tau sama sekali.
"Alina,"panggil Marvin
"Apa? Gue bukan Alina,"kata angel
"Ini Abang Alin, kamu gak inget Abang?"ujar Marvin
"Gue tau, lo Abang kandung Alina! Gue bukan Alina, Marvin! Gue angel,"ujar angel
Marvin pun masih bingung, dia tidak paham sama sekali. Apa ini drama Alina? Apa ini rencana Alina, Leo yang tau raut wajah bingung Marvin pun menjelaskan.
"Tenang, dia emang angel! Dia kepribadian ganda dari Alina, dia akan muncul saat Alina tertekan!"jelas Leo
"Dia lebih kejam dari Alina,"imbuh Leo lirih yang dapat mendengar hanya Marvin
"Bang kita ke markas kan?"tanya Elina,
"Iya, kita ke markas! Sekalian, angel istirahat!"jawab Leo
"Oke,"
Setelah beberapa menit, menempuh perjalanan ke arah markas. Mereka pun, akhirnya sampai. Para anggota, hormat dengan membungkukkan badannya setengah.
Mereka menyapa ketua, dan hanya dibalas anggukan oleh angel.
"Siang Queen,"sapa salah satu anggota
Angel hanya mengangguk, tanpa membalas suatu kata apapun.
Reva yang melihat raut wajah, anggotanya sedikit kecewa pun berusaha memberi penjelasan sedikit.
"Queen lagi cape, dia butuh istirahat! Jadi jangan ganggu ketenangan Queen, kalian paham?"ujar Reva kepada anggotanya,
"Paham,"
Mereka pun memulai aktivitas seperti biasanya, ada yang melakukan bela diri, memanah, latihan menembak, dan masih banyak lainnya.
Kini angel, sudah diruangan khusus Alina. Dia merenung, dia berjanji. Dia akan selalu melindungi Alina, dari orang yang ingin menghancurkan Alina.
"Gue kasihan sama lo lin, lo selalu menderita. Lo selalu disalahkan, lo selalu di fitnah! Tapi lo cuma diam, gue tau diamnya lo itu menghanyutkan! Gue janji, gue akan bantu lo buat nyelesaian semua balas dendam lo sama mereka! Gue janji,"ujar angel bermonolog,
Tiba-tiba dering ponsel milik Alina berbunyi,
Drttt drttt drttt
Angel pun mengangkatnya,
"Halo, ada apa kak?"tanya angel
"Kamu punya waktu Lin? Kakak mau bicara,"jawab orang itu
"Kak ila, mau bicarain tentang apa?"ujar angel
"Ada yang korupsi, dikantor! Intinya kamu kenal orang itu, kamu lagi dimana? Biar kakak yang samperin kamu, atau kamu yang kesini? Dateng ke kantor sendiri,"sahut ila
__ADS_1
Angel pun meremas ponselnya, dia berusaha menahan emosinya.
"Oke, ntar aku kesana!"
"Kakak tunggu,"
Tut
Angel memutuskan sambungan teleponnya, dia bergegas keluar kamar. Tidak lupa, dia membawa belati dan pisau lipat. Dia tidak akan memberi ampun, untuk orang yang berani merampas harta miliknya.
Angel tau jika harta tidak terlalu penting, namun ini menyangkut sebuah kepercayaan. Menurut angel, kepercayaan itu ibarat nyawa. Kepercayaan hilang, bisa jadi nyawa orang itu bisa melayang.
Saat keluar dia bertemu, dengan Reva. Reva pun menanyakan, angel mau pergi kemana
"Mau kemana ngel?"tnya Reva
"Kantor,"jawab Angel
"Ngapain? Ada problem?"tebak Reva.
Pasalnya, dia tidak akan ke kantor jika tidak ada hal yang penting.
Angel hanya mengangguk,
"Problem apa?"sahutnya
"Korupsi,"
Reva pun terpekik kaget,
"What? Korupsi? Siapa yang berani korupsi?"katanya
Lalu dia pergi meninggalkan Reva, Reva menghela nafasnya kasar.
"Masih mending Alina daripada Angel,"
Angel memang seperti itu, jika ditanya dia akan membalasnya singkat. Bahkan ada yang sama sekali tidak dijawab, maka kalian harus sabar menghadapi sifat Angel.
***
Sementara itu, mereka sedang menunggu didepan ruang IGD. Ya, Nadin masuk ke IGD. Dikarenakan, darah yang keluar dari dahi Nadin cukup banyak, Ferisha sangat cemas dengan khawatir Nadin. Bahkan, dia tidak memedulikan keadaan Alina lagi.
"Dad, aduh Nadin gimana ya? Dia baik-baik aja kan?"tanya Ferisha cemas,
Wisnu pun menyakinkan istrinya,
"Tenang sayang, Nadin baik-baik aja didalam! Yang penting kamu berdoa untuk keselamatan Nadin,"jawab Wisnu
Perkataan wisnu membuat Ferisha sedikit tenang, walaupun rasa cemas itu masih menyelimuti dirinya.
Veno masih diam, dia tidak akan tinggal diam. Menurutnya, Alina sangat keterlaluan dia membuat Nadin kehilangan nyawanya,
Vero pun sama, dia masih diam. Dia tidak memikirkan Nadin, jika boleh jujur dia sangat mengkhawatirkan keadaan Alina, Dia sangat sayang pada Alina. Namun dirinya, terlanjur kecewa. Dia kecewa dengan Alina,
Mike? Rava? Verrel? Fino?
Mereka sudah pulang, saat Nadin dibawa ke rumah sakit. Karena mereka tidak mau mengganggu, keadaan pasien yang berada di rumah sakit.
Karena suasana terlalu hening, akhirnya nada pun angkat bicara.
"Bang, kantin yuk!"ajak nada
__ADS_1
"Lo ajak siapa?"tanya vero
"Siapa aja, ayuk temenin gue ke kantinn!"jawab Nada
"Lo mau ikut gak bang?"tanya Vero kepada veno,
Veno tidak menjawab, namun dia menggelengkan kepalanya. Berarti dia menjawab tidak,
"Mom, dad, aku sama bang Vero ke kantin ya!"pamit nada
"Iya,"
Mereka pun berjalan menuju ke arah Kantin rumah sakit, ada hal yang nada ingin bicarakan kepada Vero.
***
Suara gesekan aspal dengan ban mobil, pun berdecit.
Pemilik dari mobil itu keluar, dia keluar dengan dress yang simpel. Rambutnya digerai, ditambah lagi dengan kacamata hitam. Yang bertengger, dihidung mancungnya.
Menambah kesan elegan, dia berjalan menuju ke dalam kantor. Dia menanyakan seseorang kepada resepsionis, dengan ramah resepsionis itu menjawab.
"Ruangan Bu Ila?"tanya angel a.k.a Alina
"Mari saya antar,"jawabnya
Angel pun mengangguk, dia mengikuti resepsionis itu. Yang sedang menunjukkan, ruangan sekertarisnya.
"Ini Bu ruangannya,"kata resepsionis itu ramah
Angel hanya mengangguk, resepsionis itu pun kembali ke tempatnya.
Angel memasuki ruangan itu,
"Kak ilaa,"panggil angel
"Alina?"sahut ila
"Aku bukan Alina kak, aku angel!"kata angel
Ila pun kaget, bagaimana bisa angel muncul lagi?
"Aku gak salah kan kak? Aku kasihan sama alina, dia menderita! Dia selalu difitnah, dia diusir dan dia gak dianggap lagi sama keluarga winata!"jelas angel
"Kok bisa?"tanya ila bingung
"Ceritanya panjang kak, kapan-kapan aku ceritain! Yang paling penting sekarang, siapa yang korupsi itu!"jawab angel
Ila pun menunjukkan berkas-berkas, dan menunjukkan bukti. Bahwa dia sudah korupsi beberapa milyar,
Ila pun membuka komputernya, dia menunjukkan bahwa orang itu sedang melakukan tindak korupsi.
Setelah angel tau pelakunya, dia emosi. Angel hampir saja, membanting komputer milik Ila.
Namun ila berhasil untuk menahannya, angel keluar ruangan. Tanpa memedulikan, teriakan dari ila.
Dia menelepon seseorang untuk menculik orang itu dan membawanya ke markas.
"Bawa orang itu, ke markas! Saya tunggu, jika kamu gagal Nyawa kamu taruhannya! Untuk foto orang itu, saya kirim lewat chat!"
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
__ADS_1